Connect with us

EKONOMI

Wings Air Buka Rute Makassar–Maumere, Pemerintah Sikka Dorong Konektivitas dan Pariwisata Flores

Waktu tempuh penerbangan 1 jam 25 menit dengan jadwal operasi tiga kali seminggu: Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Published

on

Wings Air dari Lion Air Group resmi membuka rute penerbangan Makassar–Maumere dan Maumere–Makassar dengan penerbangan perdana yang tiba di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Selasa (10/3/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Maskapai Wings Air dari Lion Air Group resmi membuka rute penerbangan Makassar–Maumere dan Maumere–Makassar dengan penerbangan perdana yang tiba di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Selasa (10/3/2026). Pembukaan rute ini diharapkan memperkuat konektivitas wilayah timur Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Flores.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pembukaan rute tersebut memberikan tiga manfaat utama bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Dengan dibukanya rute Makassar–Maumere ini diharapkan dapat mendukung pemulihan dan pengembangan perekonomian di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Selain itu, kehadiran rute ini juga mempermudah mobilitas masyarakat karena dari Makassar penumpang dapat terhubung dengan berbagai kota lain di Indonesia. Menurut Danang, konektivitas tersebut tidak hanya terbatas pada Makassar, tetapi juga membuka akses ke kota-kota di Kalimantan, Sulawesi, Papua hingga Pulau Jawa.

“Dari Maumere masyarakat bisa terhubung ke Manado, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Tarakan, Gorontalo, Kendari, hingga Ambon, Ternate, Sorong, Timika, Jayapura dan Merauke melalui Makassar,” jelasnya.

Rute ini dilayani menggunakan pesawat turboprop ATR 72 dengan kapasitas 72 penumpang kelas ekonomi. Waktu tempuh penerbangan sekitar 1 jam 25 menit dengan jadwal operasi tiga kali seminggu, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Wings Air Resmi Buka Rute Makassar–Maumere 10 Maret 2026

Selain mendukung konektivitas, pembukaan rute ini juga diklaim menjadi bagian dari dukungan Lion Air Group terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Dengan adanya rute ini wisatawan lebih mudah masuk ke Maumere sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi sektor pariwisata,” tambah Danang.

Namun demikian, Lion Air Group masih melakukan kajian kelayakan lanjutan bersama pemerintah daerah terkait kemungkinan pembukaan rute lain dari Maumere, seperti ke Surabaya dan Denpasar.

Bupati Sikka didampingi Wakil Bupati Sikka dan CCS lion Air Group di Bandara Frans Seda ketika menyambut Maskapai Wings Air dari Lion Air Group yang resmi membuka rute penerbangan Makassar–Maumere dan Maumere–Makassar pada penerbangan perdana, Selasa (10/3/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyambut baik pembukaan rute tersebut. Ia menilai jalur penerbangan ini memiliki potensi besar karena banyak warga asal Sulawesi yang tinggal di Kabupaten Sikka.

“Hari ini kita menyambut penerbangan perdana Makassar–Maumere. Harapannya rute ini benar-benar dimanfaatkan karena potensinya cukup besar,” ujarnya di Bandara Frans Seda.

Menurutnya, rute tersebut juga membuka peluang mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat Flores, termasuk dari wilayah Adonara, Solor, dan Lembata untuk menjangkau kota-kota lain di Indonesia.

Mendes Yandri Ajak Bupati Optimalkan Potensi Desa sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

Meski demikian, keberlanjutan rute ini sangat bergantung pada tingkat keterisian penumpang. Pemerintah daerah bahkan mendorong aparatur sipil negara di lingkungan Pemda Sikka agar memanfaatkan penerbangan ini ketika melakukan perjalanan dinas.

“Saya minta para ASN jika bepergian ke Jakarta atau daerah lain bisa melalui Makassar,” kata Juventus.

Ia berharap masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar Flores turut memanfaatkan rute tersebut agar jumlah penumpang terus meningkat dan layanan penerbangan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pembukaan rute ini juga tidak lepas dari upaya lobi pemerintah daerah. Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi sebelumnya telah menyampaikan permintaan langsung kepada Direktur Komersial Lion Air Group di Jakarta pada 17 November 2025 agar rute Makassar–Maumere dibuka.

Permintaan tersebut akhirnya terealisasi menjelang berbagai kegiatan keagamaan dan pariwisata di Flores, termasuk Semana Santa Larantuka yang setiap tahun menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah.

Dengan hadirnya rute ini, pemerintah daerah berharap konektivitas udara di Flores semakin terbuka. Namun tantangan utama tetap pada keberlanjutan operasional, yang sangat bergantung pada konsistensi permintaan penumpang dan dukungan masyarakat.»(rel)

EKONOMI

Kapal Lampara Basaudara Tenggelam di Aimere, Nelayan dan ABK Kehilangan Alat Melaut

KM Lampara Basaudara tenggelam saat berlabuh di perairan depan PPN Aimere, Kabupaten Ngada. Warga dan nelayan kini berupaya mengapungkan kapal secara mandiri.

Published

on

Warga dan nelayan berupaya mengapungkan KM Lampara Basaudara yang tenggelam di perairan depan PPN Aimere, Kabupaten Ngada, Minggu (30/8/2026). FOTO: GARDAFLORES/ROBY

NGADA, GardaFlores Kapal Motor Lampara Basaudara, milik nelayan No Bongkar alias No Weki, tenggelam saat berlabuh di perairan depan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Aimere, Desa Aimere Timur, Kabupaten Ngada, Minggu (30/8/2026).

Tenggelamnya kapal dengan tonase sekitar 20 ton itu menghentikan aktivitas melaut No Weki dan sejumlah anak buah kapal (ABK) yang selama ini menggantungkan pekerjaan pada kapal tersebut.

Hingga Minggu sore, KM Lampara Basaudara masih terendam di perairan Laut Sawu. Bagian kapal yang masih terlihat di permukaan hanya tiang dan panel surya.

Warga dan nelayan di sekitar lokasi kemudian melakukan upaya penyelamatan secara mandiri. Ananias Loma, Man Sina, Boni Wele bersama warga setempat berusaha mengapungkan kapal menggunakan drum bekas.

Gempa Flores dan Arti Kehadiran di Tengah Bencana

Drum-drum tersebut ditempatkan di sekitar bagian bawah kapal, kemudian diisi udara untuk menghasilkan daya apung dan mengangkat badan kapal secara bertahap.

Namun, proses pengapungan menghadapi kendala akibat kondisi perairan dan gelombang di Laut Sawu. Hingga berita ini diturunkan, upaya mengangkat kapal masih berlangsung.

KM Lampara Basaudara selama ini digunakan No Weki dan para ABK untuk menangkap ikan di perairan selatan Ngada. Hasil tangkapan kemudian dibawa dan dipasarkan melalui PPN Aimere.

Longsor Putus Akses Rokirole–Nitunglea, TNI-Polri Bersihkan Jalan Tanpa Alat Berat

Tenggelamnya kapal membuat kegiatan penangkapan ikan sementara berhenti. Bagi pemilik dan ABK, kapal tersebut merupakan sarana utama untuk menjalankan aktivitas ekonomi di laut.

Warga Aimere Timur berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan teknis serta peralatan yang dibutuhkan untuk membantu proses evakuasi kapal.

Penyebab tenggelamnya KM Lampara Basaudara belum diketahui. Sementara itu, warga dan nelayan masih berupaya mengapungkan kapal agar dapat kembali dievakuasi dari lokasi kejadian.»(tim/rel)

Continue Reading

EKONOMI

Kopi Ngada Terancam Tua, Petani Mulai Peremajaan untuk Pulihkan Produktivitas

Dari 8.000 pohon yang ditanam, sebanyak 4.000 pohon merupakan varietas E88 dan 4.000 pohon lainnya varietas Kartika.

Published

on

“Petani kopi di Ngada harus mengubah mindset dan pola menanam kopi yang baik serta teratur. Banyak tanaman kopi kita sudah tua sehingga produksinya semakin sedikit setiap tahun,” kata Feliks.

BAJAWA, GardaFlores — Sejumlah petani kopi di Kabupaten Ngada mulai melakukan peremajaan tanaman untuk meningkatkan kembali produktivitas kebun yang mengalami penurunan akibat banyak tanaman telah berusia tua.

Salah satunya dilakukan Kelompok Tani Cahaya Baru di Kelurahan Jawameze, Kecamatan Bajawa. Sejak November 2025, kelompok tani tersebut menanam 8.000 pohon kopi Arabika pada lahan seluas dua hektare.

Ketua Kelompok Tani Cahaya Baru, Feliks Kila, mengatakan sebagian tanaman kopi yang sudah melewati usia produktif menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil panen petani.

“Petani kopi di Ngada harus mengubah mindset dan pola menanam kopi yang baik serta teratur. Banyak tanaman kopi kita sudah tua sehingga produksinya semakin sedikit setiap tahun,” kata Feliks.

Dari 8.000 pohon yang ditanam, sebanyak 4.000 pohon merupakan varietas E88 dan 4.000 pohon lainnya varietas Kartika. Masing-masing varietas ditanam pada lahan seluas satu hektare dengan jarak tanam sekitar 1 x 2,5 meter menggunakan sistem pagar.

Menurut Feliks, varietas tersebut dipilih karena dinilai memiliki potensi produksi lebih cepat. Dengan pemupukan dan perawatan yang baik, tanaman disebut dapat mulai berproduksi sekitar 18 bulan setelah ditanam.

Gempa M7,7 Hantam Ngada: Rumah Roboh, Fasilitas Publik Rusak, Warga Riung Masih Menunggu Bantuan

Peremajaan dilakukan secara bertahap untuk menggantikan tanaman yang sudah tidak produktif sekaligus mempertahankan produksi kebun.

Langkah serupa juga dilakukan petani muda di Ngada. Riko Nono saat ini mengembangkan kebun kopi pada lahan sekitar tiga hektare dengan target mencapai 12.000 pohon.

Penanaman ditargetkan berlangsung pada November dan Desember. Riko juga merencanakan penambahan sekitar 4.000 pohon kopi varietas Ateng untuk pengembangan kebun berikutnya.

Saat ini sekitar 2.000 pohon kopi miliknya telah memasuki tahap siap panen.

Dengan asumsi produksi rata-rata 0,5 kilogram kopi HS kering per pohon, sebanyak 2.000 pohon berpotensi menghasilkan sekitar satu ton kopi. Jika harga berada pada kisaran Rp60.000 per kilogram, nilai produksi kotor diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Sementara jika target 12.000 pohon tercapai dengan asumsi produktivitas dan harga yang sama, potensi nilai produksi kotor mencapai sekitar Rp360 juta per panen.

132 UMKM Ikuti Sosialisasi KUR di Ngada, Bank NTT Diminta Pastikan Akses Kredit Transparan

Riko menegaskan angka tersebut masih berupa proyeksi. Hasil aktual dipengaruhi produktivitas tanaman, kualitas kopi, biaya produksi dan harga jual di pasar.

“Kalau kita serius mengelola kebun, pertanian bisa menjadi investasi masa depan. Anak muda juga bisa menjadi petani yang hebat dan profesional,” katanya.

Selain jumlah tanaman dan varietas, pengelolaan kebun juga menjadi perhatian. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Ngada, Ocha, mengatakan produktivitas kopi juga dipengaruhi kondisi lingkungan kebun, termasuk pengelolaan tanaman naungan.

Ocha merekomendasikan lamtoro PG79 sebagai salah satu tanaman naungan. Menurutnya, tanaman tersebut dapat membantu mengatur kondisi kebun dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk mendukung pemupukan.

Banggar DPRD Ngada Soroti KUA-PPAS 2027: PAD Naik Rp4 Miliar, Defisit Rp21 Miliar Dipersoalkan

Lamtoro PG79 juga dinilai mampu mempertahankan daun pada musim panas. Jarak tanam yang direkomendasikan sekitar 8–10 meter.

Petani juga diminta mempertimbangkan jenis dan ukuran tanaman naungan. Dadap dan albasia, misalnya, perlu diperhatikan karena ukuran dan kekuatannya dapat berisiko terhadap tanaman kopi apabila tumbang akibat angin atau saat ditebang.

Feliks mengatakan peremajaan tanaman perlu diikuti perubahan dalam pengelolaan kebun.

“Jangan melihat bertani sebagai pekerjaan yang tidak menjanjikan. Kalau dikelola dengan baik, kopi bisa menjadi investasi masa depan,” ujarnya.

Peremajaan tanaman, pemilihan varietas, pengelolaan kebun dan keterlibatan petani muda menjadi bagian dari pengembangan perkebunan kopi yang dilakukan sejumlah petani di Kabupaten Ngada.»(tim/rel)

Continue Reading

EKONOMI

APBD Sikka 2027 Defisit Rp58,8 Miliar, Pemda Diminta Selektif Kelola Anggaran

Pemerintah Kabupaten Sikka memproyeksikan APBD 2027 defisit Rp58,868 miliar. Pendapatan Rp1,154 triliun berbanding belanja Rp1,213 triliun, dengan pembiayaan neto dari proyeksi SiLPA 2026.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan kerangka awal tersebut dalam rapat paripurna DPRD Sikka pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal daerah masih terbatas sehingga program dan belanja harus disusun secara selektif. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memproyeksikan APBD 2027 mengalami defisit Rp58,868 miliar. Proyeksi itu muncul karena pendapatan daerah diperkirakan Rp1,154 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,213 triliun.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan kerangka awal tersebut dalam rapat paripurna DPRD Sikka pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal daerah masih terbatas sehingga program dan belanja harus disusun secara selektif.

“Setiap program dan belanja harus dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan urgensi, manfaat, target kinerja, kemampuan pendanaan, serta kesinambungan fiskal,” kata Juventus dalam pidatonya.

Untuk menutup defisit, pemerintah memproyeksikan penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026 sebesar Rp88,268 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan diproyeksikan Rp29,400 miliar, terutama untuk pembayaran cicilan pokok pinjaman daerah yang jatuh tempo.

Dengan skema tersebut, pembiayaan neto sebesar Rp58,868 miliar digunakan untuk menutup defisit APBD 2027.

Bupati menegaskan angka dalam KUA dan PPAS masih merupakan kerangka awal. Proyeksi pendapatan, kebutuhan belanja dan kemampuan pembiayaan masih dapat disesuaikan dalam penyusunan RKA-SKPD dan RAPBD 2027.

Pemerintah daerah meminta seluruh perangkat daerah mempertajam program berdasarkan prioritas pembangunan, indikator kinerja, urgensi, efisiensi dan manfaat bagi masyarakat. Belanja juga harus disesuaikan dengan kemampuan pendanaan daerah.

BULOG Bantah Harga Beras Premium di Sikka Tembus Rp16 Ribu, Stok Lokal Menipis

Penggunaan SiLPA sebagai sumber pembiayaan menjadi bagian dari struktur APBD yang perlu diperhitungkan dalam proses penyusunan anggaran. Pemerintah perlu memastikan proyeksi SiLPA sesuai dengan kondisi keuangan daerah dan ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Selain pembahasan APBD, dalam rapat yang sama Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan persetujuan dan dukungan terhadap rekomendasi hibah tanah seluas sekitar 4.000 meter persegi kepada Kejaksaan Republik Indonesia untuk pembangunan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) di Kabupaten Sikka.

Pemerintah menyebut hibah tersebut sebagai bagian dari sinergi untuk mendukung sarana penegakan hukum dan pelayanan publik. Proses hibah aset daerah harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan serta melalui prosedur administrasi yang berlaku.

KUA dan PPAS merupakan tahapan sebelum penyusunan dan pembahasan RAPBD 2027. Pemerintah dan DPRD selanjutnya akan membahas rincian program, kegiatan dan anggaran sebelum APBD ditetapkan.

Dengan pendapatan yang diproyeksikan Rp1,154 triliun dan belanja Rp1,213 triliun, pemerintah Kabupaten Sikka menghadapi selisih anggaran Rp58,868 miliar pada kerangka awal APBD 2027. Pemerintah menyatakan kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas belanja dan kesinambungan fiskal daerah.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending