EKONOMI
Sakti Wahyu Trenggono Siapkan Hub Perikanan di Wuring Sikka, Janji Kapal Fiber 5 GT dan Penataan Besar Kampung Nelayan Merah Putih
Mudah-mudahan dengan bantuan-bantuan ini nanti bisa dikelola dengan baik, bisa meningkatkan produktivitas.
Maumere, GardaFlores – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, turun langsung berdialog dengan nelayan Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Kamis (26/2/2026), saat meninjau Calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kehadiran Menteri KKP menjadi sinyal kuat bahwa penataan kawasan pesisir Wuring tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan diarahkan menuju transformasi terintegrasi.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri didampingi Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Ketua DPRD Sikka, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di hadapan nelayan, Trenggono menegaskan pemerintah pusat tengah menyiapkan desain besar pengembangan kawasan.
“Akan diteliti seperti apa, bisa jadi, di sini jadi hub, lalu yang lainnya adalah sebagai penunjang,” ujar Trenggono.
Konsep hub yang dimaksud membuka peluang Wuring menjadi pusat aktivitas perikanan terpadu di wilayah Maumere dan sekitarnya, dengan desa-desa nelayan lain berfungsi sebagai simpul pendukung. Pemerintah, kata dia, tidak ingin sekadar membangun fisik, tetapi memastikan dampaknya terasa langsung bagi masyarakat pesisir.
68 Desa Nelayan Sikka Siap Naik Kelas, Menteri KKP Siapkan Hub Perikanan Terpadu
“Yang pasti hasilnya nanti yang kita lakukan di luar bayangan bapak-bapak semua. Nanti akan jadi sangat-sangat bermakna dan bagus,” katanya.
Penataan itu juga menyasar fasilitas pendukung, terutama sistem rantai dingin (cold chain) yang menentukan kualitas hasil tangkapan. Menteri Sakti menyoroti pentingnya pabrik es dengan standar khusus untuk perikanan laut.
“Kemudian seluruh fasilitas yang ada. Ada pabrik es yang sesuai untuk kepentingan ikan laut. Jadi kalau ikan laut dikasih esnya itu es balok, pasti kualitasnya kurang bagus,” ujarnya.
Ia memastikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menurunkan tim teknis agar perencanaan tidak meleset dari kebutuhan riil nelayan.
“Akan kita turunkan tim semua yang betul-betul memahami untuk membantu Bapak,” ucapnya.
Tak hanya pembenahan di darat, penguatan armada tangkap menjadi bagian dari paket kebijakan. Pemerintah berencana memberikan bantuan kapal berbahan fiber dengan kapasitas yang lebih memadai dibanding perahu kecil yang selama ini digunakan nelayan.
“Lalu berikutnya kita akan memberikan bantuan kapal. Bapak sebaiknya fiber, pasti kapalnya fiber, yang keseluruhannya kira-kira 5 GT,” kata Sakti.
Jumlah kapal yang akan diberikan, lanjutnya, akan dibicarakan lebih lanjut bersama pemerintah daerah agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengelolaan.
“Nanti jumlahnya berapa, saya akan diskusikan untuk disesuaikan. Jadi nanti tolong disesuaikan saja ya,” ujarnya.
Dengan kombinasi penataan kawasan, fasilitas perikanan modern, dan armada yang lebih tangguh, Trenggono berharap produktivitas nelayan meningkat signifikan dalam waktu relatif singkat.
“Mudah-mudahan dengan bantuan-bantuan ini nanti bisa dikelola dengan baik, bisa meningkatkan produktivitas. Jadi kalau sekarang situasinya seperti ini, barangkali enam bulan lagi akan berubah menjadi bersih, bagus,” katanya.
Lebih jauh, ia membayangkan kawasan pesisir Wuring tidak hanya kuat sebagai sentra produksi ikan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi berbasis pesisir yang menarik perhatian dari luar daerah.
“Yang kemudian juga orang luar bisa datang untuk melihat sebagai sebuah daerah yang berkembang dengan wisata. Itu yang kita harapkan. Daerah wisatanya tentu diharapkan akan berkat, produktivitasnya juga,” ujar Trenggono.
Di akhir arahannya, Menteri mengungkapkan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih bukanlah program sederhana, melainkan bagian dari konsep besar yang tengah dirancang pemerintah untuk wilayah Maumere dan desa-desa nelayan di sekitarnya.
“Kampung Nelayan. Kalau tadi sederhana, yang kita mau berikan banyak sebetulnya. Nanti dengan Pak Bupati, seluruh wilayah Maumere, saya kira, untuk kemudian dievaluasi desa-desa nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut,” tuturnya.
Kunjungan ini menandai babak baru penataan pesisir Wuring—dari kampung nelayan tradisional menuju simpul perikanan modern yang produktif, bersih, dan berdaya saing di Nusa Tenggara Timur.»(rel)
EKONOMI
Bupati Ngada Dorong Transformasi Kopdit Obor Mas, RAT Tegaskan Koperasi Tetap Jadi Motor Ekonomi NTT
Jumlah anggota KSP Kopdit Obor Mas di Cabang Bajawa sebanyak 8.727 orang.
NGADA, GardaFlores — Bupati Ngada Raymundus Bena, menegaskan koperasi tetap menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tingkat Mini KSP Kopdit Obor Mas Cabang Utama Ngada di PLUT Kabupaten Ngada, Sabtu (23/5).
Forum tahunan itu menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus konsolidasi arah bisnis koperasi di tengah tantangan ekonomi dan percepatan transformasi digital. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota koperasi dari wilayah pelayanan Cabang Utama Ngada.
Ketua Pengurus Harian KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete, menekankan RAT bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi ruang strategis untuk menentukan keberlanjutan koperasi berbasis partisipasi anggota.
Bank NTT Siapkan Super Apps Baru, Fokus Percepat Layanan dan Perbaiki Tata Kelola
“Manajemen perlu mendengarkan usul dan saran anggota. Pada akhirnya, semua bersama-sama menentukan arah koperasi ke depan,” ujar Andreas.
Ia mengungkapkan, KSP Kopdit Obor Mas saat ini mengelola 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur dengan total anggota mencapai 165.412 orang. Sementara jumlah anggota di Cabang Bajawa tercatat sebanyak 8.727 orang.
Menurut Andreas, kepercayaan pemerintah terhadap Kopdit Obor Mas juga terus menguat. Hal itu ditandai dengan penetapan koperasi tersebut sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui keputusan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
BULOG Maumere Jemput Gabah Petani di Sikka, Putus Mata Rantai Tengkulak dari Sawah Magepanda
Di hadapan peserta RAT, Bupati Raymundus menilai koperasi memiliki posisi strategis dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan ekonomi keluarga.
Ia menegaskan koperasi hanya dapat bertahan apabila dibangun di atas solidaritas anggota, tata kelola yang sehat, dan kepercayaan publik.
“Koperasi sama seperti organisasi pada umumnya. Anggota adalah pemilik modal, sedangkan pengurus dan manajemen menjalankan kepercayaan yang diberikan anggota,” kata Raymundus.
Raymundus juga mengingatkan ancaman disrupsi teknologi menuntut koperasi untuk bergerak lebih adaptif dan profesional agar tidak kehilangan daya saing di era digital.
“Pemilik modal, pengurus, dan pengawas akan tetap kuat kalau bersatu. Kalau tidak bersatu, maka tidak akan bertahan lama,” tegasnya.
Selain menyoroti pentingnya transformasi koperasi, Bupati Raymundus turut mengapresiasi kontribusi KSP Kopdit Obor Mas dalam membuka lapangan kerja bagi generasi muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngada.
Pemerintah Kabupaten Ngada, lanjut dia, juga akan memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha kecil pada 2026 sebagai bagian dari agenda penguatan ekonomi kerakyatan berbasis daerah.»(gus)
EKONOMI
Menjelang Iduladha, Sikka Kirim 12 Sapi Kurban dan 35 Kuda ke Sulawesi Selatan
“Hewan yang dikirim sudah diperiksa secara menyeluruh dan dinyatakan sehat.”
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 47 ekor ternak asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, diberangkatkan ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, melalui Pelabuhan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Rabu (20/5/2026). Pengiriman tersebut terdiri atas 12 ekor sapi untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah dan 35 ekor kuda untuk perdagangan serta pemeliharaan ternak.
Seluruh ternak diangkut menggunakan kapal layar motor (KLM) Surga Mulia 02 setelah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan administrasi oleh instansi terkait.
Pengusaha ternak, Haji Ramli, mengatakan seluruh dokumen pengiriman telah diterbitkan sebelum keberangkatan sehingga proses distribusi antarpulau dapat dilakukan sesuai ketentuan karantina hewan dan perdagangan ternak.
“Semua dokumen sudah lengkap sehingga hewan-hewan ini diperbolehkan untuk dikirim,” kata Haji Ramli di Pelabuhan Wuring.
Dokumen pengiriman diterbitkan Dinas Peternakan Kabupaten Sikka, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Balai Karantina Hewan, Ikan & Tumbuhan Kabupaten Sikka.
Paramedik Karantina Hewan Kabupaten Sikka, Fabianus Bewo, mengatakan pengiriman 35 ekor kuda tersebut sekaligus menutup kuota distribusi kuda dari Kabupaten Sikka pada 2026.
Sikka Raih Insentif Rp1 Miliar usai Catat Penurunan Pengangguran Terbaik di NTT
“Total kuota pengiriman kuda tahun ini sebanyak 95 ekor dan hari ini menjadi pengiriman terakhir,” ujar Fabianus.
Ia menjelaskan, kuda-kuda yang dikirim tidak diperuntukkan bagi kebutuhan kurban, melainkan untuk pemeliharaan dan aktivitas perdagangan ternak di Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, pengiriman 12 ekor sapi menjadi distribusi perdana ternak sapi dari Kabupaten Sikka sepanjang 2026. Sapi-sapi tersebut diproyeksikan memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha di Sulawesi Selatan yang dalam beberapa pekan terakhir mulai mengalami peningkatan permintaan.
Dokter Hewan Kabupaten Sikka, drh. Endah Ismiati, memastikan seluruh ternak telah menjalani pemeriksaan fisik sebelum diberangkatkan.
“Hewan yang dikirim sudah diperiksa secara menyeluruh dan dinyatakan sehat. Semua dokumen administrasi maupun dokumen pendukung juga telah lengkap,” kata Endah.
Distribusi ternak dari Flores ke Sulawesi Selatan selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan ternak utama di kawasan timur Indonesia, terutama menjelang Iduladha ketika kebutuhan sapi kurban meningkat di sejumlah daerah.
Selain memperkuat pasokan hewan kurban, pengiriman ternak antarpulau juga menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi peternak dan pelaku usaha ternak di Kabupaten Sikka.»(rel)
EKONOMI
Sikka Raih Insentif Rp1 Miliar usai Catat Penurunan Pengangguran Terbaik di NTT
Sebagai salah satu daerah berkinerja terbaik di Nusa Tenggara Timur dalam menekan angka pengangguran.
MAUMERE, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka menerima insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia setelah meraih Peringkat Terbaik III kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Ballroom Merumatta Senggigi, Selasa (19/5/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Capaian itu menempatkan Sikka sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Nusa Tenggara Timur dalam menekan angka pengangguran melalui program perluasan lapangan kerja dan penguatan sektor ekonomi produktif.
Bupati Juventus mengatakan penghargaan tersebut menjadi indikator pengakuan pemerintah pusat terhadap arah pembangunan ekonomi daerah yang dinilai mulai berdampak pada penyerapan tenaga kerja masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sikka untuk terus bekerja menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Juventus di Maumere, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat akses lapangan kerja, peningkatan keterampilan masyarakat, serta peluang usaha berbasis potensi lokal.
BULOG Maumere Jemput Gabah Petani di Sikka, Putus Mata Rantai Tengkulak dari Sawah Magepanda
Sejumlah sektor yang diprioritaskan antara lain pertanian, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pemerintah daerah juga mulai mengintegrasikan program peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pengembangan investasi daerah guna memperluas penyerapan tenaga kerja.
Selain memperkuat sektor produktif masyarakat, Pemkab Sikka juga mendorong pembangunan ekonomi yang dinilai lebih inklusif agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Dalam kategori yang sama, Kabupaten Lembata meraih Peringkat Terbaik I, disusul Kabupaten Alor di posisi kedua, sementara Sikka berada di peringkat ketiga tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 menilai kinerja pemerintah daerah dalam empat kategori utama, yakni penanggulangan kemiskinan dan stunting, creative financing, pengendalian inflasi, serta penurunan tingkat pengangguran.
Insentif fiskal yang diterima Pemkab Sikka direncanakan mendukung penguatan program pembangunan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUKRIM10 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Trenggono Kucurkan Rp22 Miliar untuk Kampung Nelayan Merah Putih di Sikka, Wuring Disiapkan Jadi Hub Tuna Flores - Garda Flores %
Pingback: TKBM Pelabuhan Wuring Belum Terdaftar, KSOP Lorens Say Tegaskan Tak Ada Pengelolaan Resmi dan Legalitas Masih Kosong - Garda Flores %