Connect with us

EKONOMI

Polisi “Gugat” Tradisi Moke: Dorong Warga Beralih ke Produk Olahan, Lebih Sehat dan Bernilai Jual Tinggi

Langkah berani aparat bongkar kebiasaan lama yang membuat warga tak beranjak dari ketergantungan pada moke.

Published

on

Ambrosius Togo petani moke di Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka. (IST)

Maumere, GardaFlores — Langkah tidak biasa dilakukan aparat Polsek Paga Polres Sikka. Di tengah realitas masyarakat Tanawawo yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada produksi moke, polisi justru hadir dengan gagasan besar, menggoyang tradisi, membuka mata warga bahwa moke dapat dikembangkan menjadi produk olahan lain yang lebih sehat dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Kanit Binmas Polsek Paga Aiptu Fransiskus Lister dan Bhabinkamtibmas Aiptu Bambang Haryanto turun langsung ke lokasi pembuatan moke di Desa Renggarasi dan Desa Loke, Jumat (14/11/2025). Menyampaikan pesan yang cukup menggugah; jika warga terus bertahan pada pola lama, mereka sendiri yang menutup peluang ekonomi desa.

Potensi Besar Terabaikan oleh Kebiasaan Lama

Pohon tuak tumbuh subur di Tanawawo. Produksi nira melimpah. Namun alih-alih menjadi produk unggulan, sebagian besar nira hanya diolah menjadi moke. Tradisi ini memang penting bagi upacara adat, tetapi secara ekonomi nyaris tidak mengangkat kesejahteraan warga.

“Warga memproduksi moke setiap hari, tapi tidak banyak yang bertanya apakah ada cara yang lebih menguntungkan,” tegas Fransiskus Lister.

HKN di Kangae: Petrus Herlemus Serukan Penambahan Insentif Nakes dan Penguatan Transformasi Kesehatan

Polisi melihat fakta tersebut sebagai tanda bahwa ekonomi desa sebenarnya tersandera oleh kebiasaan. Moke yang semestinya menjadi bagian dari budaya, justru menjadi satu-satunya arah produksi, tanpa inovasi lain.

Kanit Binmas Polsek Paga Aiptu Fransiskus Lister dan Bhabinkamtibmas Aiptu Bambang Haryanto turun langsung ke lokasi pembuatan moke (kuwu) Ambrosius Togo di Desa Renggarasi dan Desa Loke. (IST)

Polisi Membuka Jalan Baru

Dalam sosialisasi yang digelar di kuwu milik Ambrosius Togo, polisi memaparkan bahwa nira dapat diolah menjadi gula merah, gula batu, hingga bahan dasar berbagai makanan dan minuman sehat. Produk ini bukan hanya higienis, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi dengan peluang pasar yang sangat terbuka.

Aiptu Bambang Haryanto mengatakan dengan lugas,“Jika hanya bergantung pada moke, masyarakat tetap bergerak di tempat. Padahal peluang usaha dari nira jauh lebih luas.”

Kapolres Sikka: Tinggalkan Pola Lama yang Tidak Produktif

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., memberikan pernyataan yang semakin menegaskan arah kebijakan kepolisian: Bhabinkamtibmas tidak lagi hanya menjaga keamanan, tetapi juga harus membongkar cara berpikir ekonomi warga.

“Kami mendorong warga memproduksi nira menjadi makanan dan minuman sehat. Tradisi moke tetap penting, tetapi jangan sampai membatasi kreativitas dan peluang kesejahteraan,” tegasnya.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Polres Sikka tidak ingin melihat warga terus bergantung pada praktik yang tidak memberikan nilai ekonomi maksimal.

Tokoh Masyarakat Akui Warga Terlalu Nyaman dengan Tradisi

Ketua BPD Renggarasi, Yohanes Damaskus, mengakui bahwa selama ini warga terlalu terpaku pada produksi moke.

“Langkah polisi ini membuka perspektif baru. Kami sadar, kalau hanya moke, ekonomi desa sulit bergerak maju,” ujarnya.

Ketua DPRD Sikka Soroti Krisis Tenaga Kesehatan dan Desak Pemerintah Perkuat Sistem Kesehatan Daerah

Karena selama ini, tidak ada instansi lain yang benar-benar mendorong lahirnya inovasi pada olahan nira. Polisi akhirnya mengambil peran itu, bukan semata-mata untuk menunjukkan kepedulian, tetapi juga untuk mencegah dampak sosial dari ketergantungan pada alkohol.

Dengan masuknya polisi untuk mengarahkan pengolahan nira menjadi gula dan produk pangan lain, desa kini punya peluang keluar dari stagnasi ekonomi.

Dengan langkah ini, Polsek Paga menegaskan pesan kuat: desa hanya bisa maju jika berani meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif dan membuka pintu bagi inovasi menuju kesejahteraan.»(rel)

EKONOMI

Wakil Bupati Sikka Soroti Pentingnya Ruang Kreatif Anak Muda Saat Resmikan HM Infinity Sport & Cafe

“Semoga HM Infinity Sport & Cafe berkembang menjadi pusat aktivitas komunitas yang mampu melahirkan energi positif.”

Published

on

Simon Subandi Supriadi (kiri): Ruang kreatif yang sehat perlu diperbanyak agar anak muda memiliki alternatif aktivitas yang produktif, kompetitif, dan kolaboratif. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menilai kebutuhan generasi muda terhadap ruang kreatif, sehat, dan produktif di Kota Maumere semakin penting seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan tumbuhnya komunitas anak muda di daerah.

Pandangan itu disampaikan Simon saat meresmikan HM Infinity Sport & Cafe di Maumere, Jumat (15/5/2026), sebuah pusat sportainment yang menggabungkan olahraga, hiburan keluarga, dan cafe modern dalam satu kawasan.

Menurut Simon, ruang publik seperti HM Infinity tidak hanya hadir sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan ekosistem sosial baru yang lebih positif bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.

“Kehadiran tempat ini bukan hanya menjadi ruang usaha baru, tetapi juga menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berolahraga, berkumpul, membangun kreativitas, dan mempererat kebersamaan,” kata Simon.

Ia menilai perkembangan kota tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari tersedianya ruang interaksi yang mampu mendorong kreativitas, aktivitas komunitas, dan pola hidup sehat masyarakat.

HM Infinity Sport & Cafe Buka di Maumere, Usung Konsep Sportainment Pertama di Sikka

HM Infinity Sport & Cafe menghadirkan fasilitas badminton, billiard, playground anak, dan cafe modern yang menyasar komunitas muda serta keluarga di Maumere.

Bagi Simon, kehadiran pusat sportainment seperti itu menunjukkan mulai tumbuhnya investasi gaya hidup dan industri rekreasi di Kabupaten Sikka, yang selama ini masih relatif terbatas dibanding kota-kota lain di Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan ruang kreatif yang sehat perlu diperbanyak agar anak muda memiliki alternatif aktivitas yang produktif, kompetitif, dan kolaboratif.

Selain berdampak pada gaya hidup masyarakat, Simon menilai sektor usaha kreatif seperti sportainment juga mulai membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja, aktivitas komunitas, hingga pertumbuhan usaha pendukung lainnya.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan lebih banyak kolaborasi dengan pelaku usaha untuk mempercepat tumbuhnya ruang publik modern yang tetap berpijak pada karakter sosial masyarakat Maumere.

Simon berharap HM Infinity Sport & Cafe berkembang menjadi pusat aktivitas komunitas yang mampu melahirkan energi positif, memperkuat sportivitas, dan membangun kultur kebersamaan di tengah generasi muda Sikka.

Ia juga meminta pengelola menjaga kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan agar fasilitas tersebut dapat berkembang berkelanjutan sebagai salah satu destinasi gaya hidup baru di Maumere.

Grand opening HM Infinity Sport & Cafe dihadiri masyarakat, komunitas olahraga, pelaku usaha, dan sejumlah tamu undangan. Dengan mulai beroperasinya fasilitas tersebut, Maumere kini memiliki salah satu pusat sportainment modern pertama di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

HM Infinity Sport & Cafe Buka di Maumere, Usung Konsep Sportainment Pertama di Sikka

Gabungan olahraga, hiburan keluarga, dan ruang nongkrong modern dalam satu kawasan terpadu.

Published

on

Herson Marloanto: “Kami ingin memberikan warna baru bagi perkembangan Kota Maumere dan membantu mendukung perekonomian masyarakat.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Lanskap gaya hidup dan ruang rekreasi di Kabupaten Sikka mulai bergerak ke arah baru dengan hadirnya HM Infinity Sport & Cafe di Kota Maumere, Jumat (15/5/2026). Tempat ini menggabungkan olahraga, hiburan keluarga, dan ruang nongkrong modern dalam satu kawasan terpadu.

HM Infinity Sport & Cafe menghadirkan lapangan badminton, arena billiard, playground anak, hingga Cafe modern yang menyasar komunitas muda, keluarga, dan pecinta olahraga di Maumere.

Peresmian fasilitas tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran kepolisian, pelaku usaha, komunitas olahraga, dan masyarakat.

Direktur HM Infinity Sport & Cafe, Herson Marloanto, mengatakan kehadiran tempat tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat akan ruang publik modern yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga tempat interaksi sosial dan rekreasi keluarga.

“HM Infinity Sport & Cafe hadir bukan hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan tempat berkumpul bagi masyarakat,” kata Herson.

Ia menjelaskan, HM Infinity menjadi bagian dari pengembangan bisnis yang dirintisnya sejak pindah dari Kupang ke Maumere pada 2006. Usaha awal berupa distributor barang melalui UD Sumber Jernih Lestari kemudian berkembang menjadi PT Mitra Usaha Flores dengan sekitar 120 karyawan dan jaringan ribuan outlet di sejumlah kabupaten di Flores.

Bank NTT Siapkan Super Apps Baru, Fokus Percepat Layanan dan Perbaiki Tata Kelola

Pada 2021, Herson mulai masuk ke sektor kuliner melalui HM Cafe & Resto sebelum akhirnya memperluas konsep usaha ke bidang sportainment melalui HM Infinity Sport & Cafe.

Menurut Herson, konsep yang memadukan fasilitas olahraga dan hiburan keluarga dalam satu lokasi masih relatif baru di Kabupaten Sikka.

Selain menyasar kebutuhan rekreasi masyarakat urban di Maumere, tempat tersebut juga diarahkan menjadi ruang pembinaan olahraga usia muda, khususnya cabang bulu tangkis dan billiard.

“Kami ingin memberikan warna baru bagi perkembangan Kota Maumere dan membantu mendukung perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pengembangan olahraga komunitas, HM Infinity mulai menjalankan program pembinaan bulu tangkis untuk anak-anak dan remaja melalui kolaborasi dengan klub profesional.

Pengelola juga memperkenalkan program “Sepuluh Ribu Rupiah”, yakni penyewaan lapangan badminton dengan tarif Rp10 ribu per jam agar fasilitas olahraga modern tetap dapat diakses masyarakat luas.

Langkah tersebut dinilai menjadi upaya membuka akses olahraga yang lebih inklusif di tengah terbatasnya fasilitas sport center modern di Kabupaten Sikka.

Dalam sambutannya, Herson turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka atas dukungan perizinan usaha dan kepada Polres Sikka yang dinilai menjaga stabilitas keamanan sehingga iklim investasi daerah tetap kondusif.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pekerja, konsultan, dan tim pembangunan yang terlibat dalam penyelesaian fasilitas HM Infinity Sport & Cafe.

Dengan konsep sportainment yang mulai berkembang di kota-kota besar, HM Infinity Sport & Cafe kini menjadi salah satu ruang gaya hidup baru di Maumere yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas dalam satu tempat.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Gedung KDMP di Ende Disegel, Sengketa Ganti Rugi Tanaman Seret Nama Kontraktor dan Kades

“Sebagai kepala desa saya tidak pernah menerima uang ganti rugi dari pihak kontraktor.”

Published

on

Merasa tidak memperoleh kepastian penyelesaian, Stefanus memilih menyegel gedung KDMP dan meminta persoalan diselesaikan secara terbuka di hadapan aparat pemerintah dan unsur keamanan, termasuk Kodim 1602/Ende. FOTO: IST

ENDE, GardaFlores — Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun I Ratemangga, Desa Ratemangga, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, disegel oleh warga bernama Stefanus Bata, Kamis (14/5/2026). Penyegelan dilakukan setelah muncul sengketa terkait dugaan belum dibayarnya ganti rugi tanaman produktif yang ditebang untuk pembangunan gedung tersebut.

Bangunan yang baru selesai dikerjakan itu kini tidak dapat digunakan sementara waktu. Stefanus mengaku sebagai pemilik awal lahan sekaligus pihak yang selama ini mengelola tanaman komoditas di lokasi pembangunan.

Ia menuding pelaksana proyek bernama Ali tidak menepati janji pembayaran kompensasi atas tanaman yang terdampak proyek.

Menurut Stefanus, sebelum pembangunan dimulai, Ali beberapa kali datang ke rumahnya dan menjanjikan pembayaran ganti rugi setelah proyek selesai dikerjakan. Tanaman yang disebut terdampak antara lain kelapa, kakao, pala, jambu, dan pisang.

“Dia datang beberapa kali dan menyampaikan setelah bangunan selesai akan dibayar langsung,” kata Stefanus.

Namun hingga proyek rampung, pembayaran tersebut disebut belum diterima. Stefanus mengaku baru mengetahui adanya alokasi dana kompensasi setelah mendapat penjelasan dari pelaksana proyek.

Ia menyebut Ali pernah mengatakan dana ganti rugi telah diserahkan kepada Kepala Desa Ratemangga, Herman Laka. Klaim itu kemudian memicu polemik baru di tingkat desa.

Pemkab Ende Sinkronkan Dana Desa 2026, 58 Persen Dialihkan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Merasa tidak memperoleh kepastian penyelesaian, Stefanus memilih menyegel gedung KDMP dan meminta persoalan diselesaikan secara terbuka di hadapan aparat pemerintah dan unsur keamanan, termasuk Kodim 1602/Ende.

“Saya sudah berulang kali menghubungi, tetapi tidak ada respons. Karena itu gedung ini kami segel sampai persoalan selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, Ali membantah tudingan bahwa pihaknya mengabaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan secara administrasi kontraktor hanya berhubungan dengan pemerintah desa karena lahan pembangunan disebut telah dihibahkan kepada desa.

“Secara administrasi kami hanya mengenal pemerintah desa sebagai penerima hibah lahan,” katanya melalui sambungan telepon.

Ali juga menyatakan pembayaran kompensasi tanaman bukan kewajiban kontraktor secara hukum, meski ia mengaku pernah menyampaikan niat membantu sebagai bentuk penghargaan kepada warga yang memiliki tanaman di lokasi proyek.

Menurutnya, upaya komunikasi dengan Stefanus masih terus dilakukan untuk mencari penyelesaian damai.

Sementara itu, Herman Laka membantah menerima uang ganti rugi tanaman dari kontraktor sebagaimana tudingan yang berkembang di masyarakat.

“Sebagai kepala desa saya tidak pernah menerima uang ganti rugi dari pihak kontraktor,” tegas Herman.

Ia juga menyayangkan tindakan penyegelan dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa. Herman menegaskan lahan pembangunan telah dihibahkan kepada pemerintah desa untuk kepentingan pembangunan fasilitas koperasi.

Polemik tersebut memunculkan sorotan terhadap transparansi pembangunan Gedung KDMP di Desa Ratemangga, terutama terkait kejelasan mekanisme hibah lahan dan kompensasi tanaman milik warga yang terdampak proyek pembangunan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending