EKONOMI
BULOG Maumere Jemput Gabah Petani di Sikka, Putus Mata Rantai Tengkulak dari Sawah Magepanda
“Di Sikka kami berupaya agar petani memperoleh harga yang layak dan tidak lagi ditekan para tengkulak.”
MAUMERE, GardaFlores — Di tengah tekanan tengkulak dan praktik ijon yang selama bertahun-tahun membelit petani sawah di Kabupaten Sikka, Perum BULOG Cabang Maumere mulai mengubah pola distribusi pangan dari tingkat paling dasar: sawah petani.
Melalui program serap gabah dan beras langsung di Kecamatan Magepanda, BULOG tidak lagi menunggu hasil panen masuk ke gudang. Petugas turun langsung ke lokasi panen, menimbang gabah di tepi jalan, lalu membayar tunai di tempat kepada petani.
Skema ini menjadi bagian dari penguatan pengawalan pangan nasional yang dijalankan BULOG Maumere dalam momentum “59 Tahun BULOG, Mengawal Pangan Menjaga Masa Depan”.
Kepala Perum BULOG Maumere, Marten Luther Sesa, mengatakan langkah tersebut difokuskan untuk melindungi petani dari praktik pembelian murah oleh tengkulak sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.
“Di Sikka kami berupaya agar petani memperoleh harga yang layak dan tidak lagi ditekan para tengkulak,” kata Marten di Maumere, Senin (18/5/2026).
Magepanda dipilih sebagai pusat penguatan program setelah BULOG melakukan survei di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. Wilayah itu dinilai memiliki potensi produksi padi terbesar sekaligus menjadi salah satu lumbung pangan utama di daerah tersebut.
Di lapangan, petani hanya perlu memanen padi, memasukkan gabah ke dalam karung, lalu meletakkannya di titik yang mudah dijangkau kendaraan BULOG. Selanjutnya, tim pengadaan datang menimbang hasil panen dan melakukan pembayaran langsung.
“Padi yang telah disiapkan petani langsung ditimbang dan dibayar tunai. Kami jemput langsung di lokasi agar petani tidak lagi terbebani biaya angkut,” ujar Marten.
BULOG menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dengan syarat berasal dari padi berusia panen minimal 112 hari serta dilengkapi surat keterangan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Awalnya, BULOG Maumere menargetkan penyerapan gabah petani. Namun pola itu kemudian disesuaikan karena sebagian petani mengalami kendala dalam proses penjualan dan distribusi. BULOG lalu memperkuat serapan beras sebagai strategi menjaga rantai pasok tetap berjalan.
Pada 2025, BULOG Maumere menargetkan penyerapan 50 ton beras. Realisasi penyerapan mencapai 48 ton atau lebih dari 90 persen dari target.
Program tersebut tidak hanya menyasar pembelian hasil panen, tetapi juga mencoba memutus ketergantungan petani terhadap sistem ijon yang masih kuat di sejumlah wilayah sentra produksi.

Kepala Perum BULOG Maumere, Marten Luther Sesa: “Padi yang telah disiapkan petani langsung ditimbang dan dibayar tunai. Kami jemput langsung di lokasi agar petani tidak lagi terbebani biaya angkut.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Menurut Marten, para tengkulak umumnya memberi uang muka sebelum musim tanam, lalu membeli hasil panen dengan harga jauh di bawah standar pasar saat masa panen tiba.
“Gabah biasanya dibeli tengkulak hanya Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram. Ini jauh di bawah harga standar nasional,” katanya.
BULOG menilai banyak petani belum menghitung secara menyeluruh biaya produksi ketika memilih menjual beras dibanding gabah. Harga beras di tingkat petani memang berkisar Rp12.500 per kilogram, sementara gabah Rp6.500 per kilogram. Namun petani masih harus menanggung biaya pengangkutan, penjemuran, hingga penggilingan.
Biaya angkut dari sawah ke penggilingan mencapai sekitar Rp10.000 per karung. Penjemuran juga membutuhkan biaya tambahan dengan nominal serupa, belum termasuk ongkos penggilingan.
Dalam pola pengadaan BULOG, seluruh biaya penjemputan, pengeringan, hingga penggilingan ditanggung negara melalui skema kerja sama dengan tiga Mitra Lapangan Pengadaan (MLP).
“Semua padi yang disiapkan petani akan dijemput oleh BULOG menuju tempat pengeringan hingga penggilingan dan semuanya dibiayai negara,” ujar Marten.
Pendampingan program dilakukan bersama Babinsa dan PPL di tingkat desa. Dari delapan desa di Kecamatan Magepanda, tujuh desa tercatat sebagai wilayah penghasil padi aktif.
Selain mendampingi petani, PPL juga rutin melakukan ubinan untuk mengukur produktivitas hasil panen. Rata-rata hasil ubinan di wilayah tersebut mencapai 7,4 kilogram gabah. Petani turut didampingi dalam penggunaan bibit unggul seperti Ciherang dan Inpari yang disalurkan pemerintah melalui Dinas Pertanian.
Marten menyebut dampak intervensi BULOG mulai terlihat pada peningkatan harga jual hasil panen petani di tingkat lokal.
Sebelum program penguatan serapan berjalan, harga beras di tingkat petani berkisar Rp8.000 hingga Rp11.000 per kilogram. Setelah BULOG menetapkan harga pembelian Rp12.000 per kilogram, harga beras petani meningkat hingga menembus lebih dari Rp13.000 per kilogram saat musim panen.
“Inilah indikator bahwa petani mulai sejahtera karena pendapatannya meningkat,” katanya.
Selain menyerap hasil panen, BULOG Maumere juga menjalankan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di masyarakat.
Saat ini stok beras di gudang BULOG Maumere masih dalam kondisi aman. Dalam waktu dekat, sebanyak 1.500 ton beras tambahan akan masuk ke gudang BULOG Maumere yang memiliki kapasitas sekitar 2.000 ton. Gudang tersebut juga menampung bantuan pangan lain berupa minyak goreng sebanyak 2.500 liter.
Penguatan serapan pangan di Magepanda kini menjadi salah satu model intervensi negara di tingkat petani yang tidak hanya berbicara soal stok dan distribusi, tetapi juga perebutan nilai ekonomi hasil panen di tingkat akar rumput.»(rel)
EKONOMI
Mekeng Dorong UU Obligasi Daerah untuk Buka Sumber Pembiayaan Baru bagi Daerah
Penguatan ideologi bangsa dan tersedianya instrumen pembiayaan pembangunan adalah aspek yang sama-sama diperlukan.
MAUMERE, GardaFlores — Anggota MPR RI Melchias Marcus Mekeng mendorong percepatan pembentukan Undang-Undang Obligasi Daerah sebagai dasar hukum bagi pemerintah daerah memperoleh sumber pembiayaan pembangunan di luar transfer dari pemerintah pusat.
Menurut Mekeng, kebutuhan regulasi tersebut semakin mendesak seiring berkurangnya alokasi anggaran pusat yang berdampak pada pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan secara virtual dalam kegiatan Evaluasi Penguatan Program dan Kelembagaan MPR RI yang diselenggarakan Badan Penganggaran MPR RI bekerja sama dengan AMPI Kabupaten Sikka di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Selasa (7/7/2026).
“Hari ini banyak anggaran pusat dipotong sehingga pembangunan daerah tersendat. Kita membutuhkan instrumen pembiayaan baru melalui obligasi daerah,” katanya.
Mekeng mengatakan pembahasan mengenai obligasi daerah sebenarnya telah dimulai sejak dekade 1990-an. Namun hingga kini instrumen tersebut belum dapat diterapkan karena belum memiliki payung hukum yang memberikan kepastian bagi investor.
“Investor membutuhkan kepastian hukum. Karena itu saya sedang menyelesaikan naskah Undang-Undang Obligasi Daerah untuk diserahkan kepada DPR RI agar segera diproses,” ujarnya.
Ia menyebut sedikitnya 20 negara telah menerapkan obligasi daerah sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, di antaranya Amerika Serikat, China, Inggris, dan Kanada.

Selain membahas pembiayaan daerah, Mekeng mengingatkan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan tetap diperlukan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia dan munculnya berbagai kasus intoleransi.
“Kalau kita tidak memahami Pancasila, bangsa ini akan sulit bersatu,” katanya.
BKN Setujui Manajemen Talenta ASN di Sikka, Pertama di NTT dan Ketiga di Regional X
Ia menjelaskan program sosialisasi Empat Pilar kembali diperkuat sejak 2012–2013 setelah pendidikan ideologi Pancasila melalui Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) tidak lagi diterapkan pada awal era reformasi.
Dalam kesempatan tersebut, Mekeng juga menyoroti pelaksanaan amanat konstitusi mengenai alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD. Menurutnya, anggaran pendidikan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memperhatikan kesejahteraan guru honorer.
Mekeng menilai penguatan ideologi bangsa dan tersedianya instrumen pembiayaan pembangunan merupakan dua aspek yang sama-sama diperlukan untuk mendukung pembangunan nasional dan daerah.»(rel)
EKONOMI
PELNI Naikkan Tarif Angkutan Muatan Mulai 1 Juli, Sejumlah Layanan Logistik Ikut Disesuaikan
Penyesuaian tarif berlaku untuk layanan Dry Container High Cube, kendaraan Golongan III, General Cargo, serta General Cargo Khusus.
MAUMERE, GardaFlores — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) (Persero) mulai memberlakukan penyesuaian tarif angkutan muatan pada kapal penumpang untuk seluruh pemesanan yang dilakukan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut mencakup beberapa kategori layanan logistik dan dilakukan di tengah meningkatnya biaya operasional perusahaan.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Cabang PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, di Maumere, Selasa (30/6/2026), mengacu pada kebijakan resmi perusahaan. Pelanggan yang telah melakukan pemesanan sebelum 1 Juli 2026 tetap dikenakan tarif lama.
Penyesuaian tarif berlaku untuk layanan Dry Container High Cube, kendaraan Golongan III, General Cargo, serta General Cargo Khusus. Menurut Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, langkah tersebut diambil untuk menjaga keberlanjutan layanan logistik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami berkomitmen menjaga layanan logistik tetap andal, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia,” kata Ditto dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Seiring pemberlakuan tarif baru, PELNI juga memperkenalkan sejumlah penyesuaian layanan. Perusahaan mulai mengoperasikan layanan Dry Container High Cube, yaitu kontainer dengan dimensi lebih tinggi yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan kontainer standar 20 kaki. Selain itu, klasifikasi kendaraan Golongan IIIA dan IIIB disederhanakan menjadi satu kategori, yakni Golongan III, sehingga keduanya dikenakan tarif yang sama.
Untuk layanan General Cargo, tarif disesuaikan berdasarkan wilayah operasional. Sementara itu, layanan General Cargo Khusus diperuntukkan bagi pengiriman komoditas hortikultura, seperti buah dan sayuran, menggunakan car deck KM Dobonsolo dan KM Ciremai guna menjaga kualitas barang selama proses pelayaran.
PELNI juga menyatakan pelanggan tetap dapat mengajukan tarif khusus atau potongan harga melalui kantor cabang sesuai ketentuan perusahaan. Pemesanan angkutan muatan tersedia melalui aplikasi MyCargoo! maupun kantor cabang PELNI, dengan jadwal pemesanan dibuka mulai tujuh hari sebelum keberangkatan kapal.
Kebijakan penyesuaian tarif ini muncul ketika transportasi laut masih memegang peran penting dalam distribusi logistik antarpulau, terutama di kawasan Indonesia timur. Di sisi lain, kenaikan tarif berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang bagi pelaku usaha yang mengandalkan kapal penumpang sebagai moda pengangkutan, khususnya pada rute-rute dengan pilihan transportasi yang terbatas.
Hingga kebijakan mulai berlaku pada 1 Juli 2026, PELNI menyatakan akan terus menerapkan peningkatan layanan logistik sebagai bagian dari penyesuaian tarif, sementara dampaknya terhadap biaya distribusi diperkirakan akan mulai dirasakan pelaku usaha pada periode pengiriman berikutnya.»(rel)
EKONOMI
PELNI Tambah Kapasitas Penumpang di Maumere, Antisipasi Lonjakan Akibat Libur Sekolah dan Penutupan Bandara
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket melalui media sosial yang menawarkan penjualan tiket.”
MAUMERE, GardaFlores — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Maumere menambah kapasitas angkut seluruh kapal penumpang untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur sekolah yang bertepatan dengan penutupan Bandara Frans Seda Maumere akibat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi. Di saat yang sama, PELNI mengingatkan masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari penipuan yang kerap meningkat ketika permintaan perjalanan melonjak.
Kepala Cabang PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan seluruh kapal penumpang PELNI memperoleh dispensasi untuk mengangkut penumpang melebihi kapasitas operasional normal sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan kebutuhan transportasi masyarakat tetap terpenuhi di tengah terbatasnya akses penerbangan dari dan menuju Maumere.
“Menjelang libur sekolah, kami sudah mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang. Seluruh kapal penumpang PELNI mendapat dispensasi sehingga ada penambahan kapasitas penumpang yang bisa kami layani,” kata Edwin di Maumere, Senin (29/6/2026).
Penutupan Bandara Frans Seda akibat aktivitas Gunung Lewotobi membuat transportasi laut menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang hendak bepergian ke berbagai daerah. Kondisi tersebut diperkirakan akan terus meningkatkan jumlah penumpang melalui Pelabuhan El Say Maumere selama status operasional bandara belum kembali normal.
Di tengah tingginya permintaan tiket, Edwin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran tiket murah yang beredar melalui Facebook maupun media sosial lainnya. Menurutnya, setiap musim liburan selalu dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjual tiket palsu dengan mengatasnamakan PELNI.
PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen, Sasar 693 Ribu Penumpang saat Libur Sekolah
Ia menegaskan PELNI hanya melayani penjualan tiket melalui kanal resmi, antara lain aplikasi PELNI Mobile, loket kantor cabang, agen perjalanan resmi, serta mitra penjualan yang telah bekerja sama dengan perusahaan. Tiket juga dapat dibeli melalui layanan perbankan seperti Bank BCA dan Bank Mandiri, termasuk aplikasi Livin’ by Mandiri, serta aplikasi MyTelkomsel. Melalui PELNI Mobile, calon penumpang juga dapat melakukan check-in secara daring sebelum keberangkatan.
“Sudah banyak kanal resmi yang kami sediakan. Masyarakat tidak perlu membeli tiket dari pihak yang tidak jelas karena risikonya sangat besar,” ujarnya.
Edwin menegaskan akun media sosial PELNI hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi dan tidak pernah digunakan untuk transaksi penjualan tiket.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket melalui media sosial yang menawarkan penjualan tiket. Jika ragu, datang langsung ke kantor PELNI untuk memastikan informasi yang benar,” katanya.
Hingga Senin (29/6/2026), PELNI memastikan kapasitas kapal yang beroperasi dari Pelabuhan El Say Maumere masih mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang. Perusahaan juga menyatakan akan terus menyesuaikan pelayanan sesuai perkembangan kondisi transportasi dan operasional Bandara Frans Seda selama dampak aktivitas Gunung Lewotobi masih berlangsung.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA12 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA10 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM11 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI12 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Sikka Raih Insentif Rp1 Miliar usai Catat Penurunan Pengangguran Terbaik di NTT - Garda Flores %
Pingback: Krisis Pisang Lokal di Sikka Buka Peluang Pedagang Lintas Pulau, Harga Tembus Rp150 Ribu per Tandan - Garda Flores %