Connect with us

EKONOMI

Nelayan Wuring Sikka Desak Bantuan Kapal Fiber dan Perpanjangan Kolam Labuh Saat Kunjungan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono

Ali Sadikin: “Kalau bisa dibantu kapal fiber supaya lebih kuat dan lebih jauh kami berlayar untuk menangkap ikan.”

Published

on

Nelayan wuring ketika berdialoig dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka, Kamis (26/2/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

Maumere, GardaFlores – Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, ke Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka, Kamis (26/2/2026), menjadi momentum bagi nelayan pesisir untuk menyuarakan kebutuhan mendesak: penguatan armada tangkap dan pembenahan infrastruktur kolam labuh.

Aspirasi itu mencuat saat Menteri meninjau lokasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Wuring, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di hadapan rombongan, para nelayan berbicara lugas tentang realitas yang mereka hadapi setiap musim angin.

Ali Sadikin (62), salah satu nelayan senior Wuring, mengungkapkan bahwa kolam labuh yang ada belum sepenuhnya memberi perlindungan bagi perahu-perahu nelayan yang bersandar di pantai terbuka.

“Kalau gelombang barat atau timur datang, ombaknya masih masuk. Kadang perahu bisa rusak,” ujarnya.

Larangan ASN Belanja di Pasar Wuring: Kebijakan Pemda Sikka Berpotensi Memantik Konflik Sosial Ekonomi

Menurut Ali, pembangunan kolam labuh telah dilakukan sejak 1995 dan dilanjutkan pada 2014 serta 2023. Namun, ia menilai struktur yang ada masih membutuhkan penguatan serius, terutama dengan perpanjangan sekitar 100 meter ke arah barat agar mampu memecah gelombang secara lebih efektif.

Bagi nelayan Wuring, isu ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan aset dan keberlangsungan ekonomi keluarga. Tanpa perlindungan maksimal, risiko kerusakan perahu akan terus membayangi setiap musim gelombang tinggi.

Selain perpanjangan kolam labuh, nelayan juga meminta pembetonan tanggul agar distribusi perbekalan melaut lebih lancar. Saat musim hujan, akses menuju tambatan perahu kerap licin dan becek, memperlambat aktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penerangan di area tambatan pun dinilai krusial, terutama bagi nelayan yang berangkat atau pulang melaut pada malam hingga dini hari.

Tak berhenti pada infrastruktur, penguatan armada menjadi tuntutan berikutnya. Saat ini, sebagian besar nelayan Wuring masih menggunakan perahu kayu berkapasitas sekitar 1 Gross Tonnage (GT), dengan daya jelajah terbatas.

Tragedi Perairan Wuring: Warga Maumere Meninggal Saat Memanah Ikan

“Kami masih pakai perahu kayu kecil. Kalau bisa dibantu kapal fiber supaya lebih kuat dan lebih jauh kami berlayar untuk menangkap ikan,” kata Ali.

Data pada papan profil KNMP mencatat terdapat 385 nelayan aktif di Wuring yang tergabung dalam 10 Kelompok Usaha Bersama (KUB). Armada yang beroperasi didominasi kapal di bawah 5 GT sebanyak 121 unit. Dengan kondisi itu, potensi laut yang luas belum sepenuhnya bisa dimaksimalkan.

Padahal, produksi perikanan di kawasan ini mencapai 325 ton per tahun, dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, layang, selar, kakap, kerapu, dan ekor kuning. Angka tersebut menunjukkan bahwa Wuring bukan sekadar kampung nelayan tradisional, melainkan simpul ekonomi pesisir yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan secara modern dan berkelanjutan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi model penataan kampung pesisir berbasis kawasan di Kabupaten Sikka. Lebih dari sekadar proyek fisik, nelayan berharap program ini benar-benar menghadirkan transformasi: dari perahu kayu kecil menuju armada tangguh, dari kolam labuh rentan gelombang menjadi dermaga aman, serta dari hasil tangkapan mentah menuju peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan keluarga pesisir.»(rel)

EKONOMI

Wabup Sikka Resmikan Kantor Cabang Nangablo, Kopdit Pintu Air Catat 2.468 Anggota di Wilayah Layanan

Kopdit Pintu Air telah memiliki 86 kantor cabang dengan total aset lebih dari Rp2 triliun.

Published

on

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi: “Pinjaman harus digunakan untuk usaha, sehingga mampu mengangsur dan meningkatkan kesejahteraan.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, meresmikan gedung kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo di Desa Nangablo, Kecamatan Nita, Rabu (15/4/2026), menandai penguatan layanan koperasi tersebut setelah empat tahun beroperasi di wilayah setempat.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati, usai rangkaian misa syukur yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Kegiatan dihadiri jajaran pengurus, manajemen koperasi, tokoh masyarakat, dan anggota.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi menekankan pentingnya pemanfaatan layanan koperasi untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Pinjaman harus digunakan untuk usaha, sehingga mampu mengangsur dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga mendorong koperasi untuk memperkuat program pemberdayaan, termasuk pengolahan hasil pascapanen, serta meningkatkan edukasi kewirausahaan bagi anggota dan masyarakat.

Perluas Layanan, KSP Kopdit Pintu Air Resmikan Kantor Cabang Nangablo di Nita

Sementara itu, General Manager Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun, menyampaikan Cabang Nangablo saat ini melayani 2.468 anggota di wilayah tersebut. Ia menyebut pertumbuhan tersebut menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
“Terima kasih atas kesetiaan seluruh anggota yang terus berjalan bersama Kopdit Pintu Air hingga hari ini,” katanya.

Secara nasional, lanjutnya, Kopdit Pintu Air telah memiliki 86 kantor cabang dengan total aset lebih dari Rp2 triliun.

Peresmian kantor cabang ini merupakan bagian dari perluasan jaringan layanan koperasi untuk mendekatkan akses keuangan kepada anggota di tingkat desa.

Belum ada keterangan terkait nilai pembangunan gedung maupun target ekspansi lanjutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kantor Cabang Nangablo mulai beroperasi penuh sebagai pusat layanan anggota, dengan fokus pada pembiayaan usaha produktif dan penguatan program pemberdayaan ekonomi lokal.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Perluas Layanan, KSP Kopdit Pintu Air Resmikan Kantor Cabang Nangablo di Nita

“Kantor ini bukan hanya bangunan. Ini adalah pintu harapan. Di sini, orang kecil tidak boleh merasa kecil.”

Published

on

Pengguntingan pita peresmian gedung baru KSP Kopdit Pintu Air Kantor Cabang Nangablo di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka dilakukan oleh Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, didampingi Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — KSP Kopdit Pintu Air meresmikan gedung baru Kantor Cabang Nangablo di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/4/2026), sebagai bagian dari ekspansi layanan untuk memperluas akses keuangan masyarakat.

Acara dihadiri pengurus koperasi, anggota, serta undangan lainnya. Pengguntingan pita dilakukan oleh Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, didampingi Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, sebelum misa syukur dilaksanakan.

Dalam khotbahnya, Uskup Ewald menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan buah dari pertumbuhan kepercayaan anggota yang terus meningkat.

“Di tanah Sikka ini, ketika jumlah anggota terus bertambah, lahirlah keberanian untuk membangun. Apa yang dulu kecil, hari ini menjadi nyata,” tegasnya.

Ia menekankan, kantor baru tersebut harus menjadi ruang pelayanan yang manusiawi dan berpihak pada masyarakat kecil. Menurutnya, koperasi tidak boleh berhenti pada urusan administratif, tetapi harus menghadirkan kasih yang nyata.

“Kantor ini bukan hanya bangunan. Ini adalah pintu harapan. Di sini, orang kecil tidak boleh merasa kecil. Mereka harus menemukan kekuatan baru dan tangan yang mau membantu dengan tulus,” ujarnya.

Bupati Sikka Dorong Kopdit Pintu Air Bangun Holding Company, Aset Tembus Rp2,62 Triliun

Lebih jauh, Uskup Ewald mengingatkan bahwa KSP Kopdit Pintu Air adalah milik bersama, bukan segelintir orang. Semangat solidaritas, menurutnya, harus terus dijaga agar yang kuat mampu merangkul yang lemah.

“Koperasi ini adalah rumah bersama. Tempat di mana kebersamaan menjadi kekuatan untuk membangun hidup yang lebih sejahtera,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tidak melupakan akar sejarah koperasi tersebut, yang bermula dari sekitar 50 orang dengan mimpi sederhana, namun kini telah berkembang menjadi gerakan besar yang menjangkau ratusan ribu anggota.

“Semua ini bukan kebetulan. Ini adalah buah dari kesetiaan—kesetiaan untuk terus melayani, bahkan ketika tantangan datang,” ungkapnya.

Dalam refleksi iman, Uskup Ewald mengaitkan perjalanan koperasi dengan kisah para rasul yang tetap setia mewartakan kebenaran meski menghadapi tekanan dan ancaman.

“Kesetiaan adalah kunci. Hidup tidak selalu mudah, tetapi kejujuran dan ketulusan tidak boleh ditinggalkan,” pesannya.

Peresmian gedung ini menjadi penanda penting bahwa KSP Kopdit Pintu Air terus bertumbuh sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Flores, sekaligus memperkuat harapan baru bagi masyarakat kecil untuk bangkit dan mandiri.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Galian C Kali Nangamboa untuk Proyek Jalan di Ende Diklaim Berizin Desa, Gunakan Skema Kesepakatan Fasilitas Umum

“Kami merasa terbantu dengan dukungan ini.”

Published

on

Pastor Paroki Nangaroro, Romo Klemens Soa. FOTO: IST

ENDE, GardaFlores — Aktivitas galian C di Kali Nangamboa, Desa Tendaondo, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, yang dilakukan CV Dharma Bakti Persada, diklaim telah memperoleh persetujuan dari pemerintah desa dan pemilik lahan untuk mendukung proyek Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) ruas Nangamboa–Waturiti, Selasa (14/4/2026).

Kepala Desa Tendaondo, Petrus Ta, menyatakan persetujuan tersebut diberikan melalui kesepakatan antara pemerintah desa, pemilik lahan, dan pihak perusahaan.
“Pengambilan material galian C di kali itu atas izin saya selaku kepala desa dan pemilik lahan, dengan syarat perusahaan membantu pembangunan Kapela Malasera dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

Material berupa batu, pasir, dan kerikil dari lokasi tersebut digunakan untuk pekerjaan jalan, serta sebagian dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan fasilitas umum di desa. Kesepakatan disebut mencakup dukungan material untuk Kapela Malasera di wilayah Paroki Nangaroro, lapangan sepak bola, dan infrastruktur desa lainnya.

Proyek Jalan Rp14,3 M di Ende Disorot, Dugaan Tambang Ilegal dan Celah Pengawasan Mengemuka

Pemerintah desa menyatakan aktivitas tersebut mendapat dukungan masyarakat karena dinilai berdampak langsung pada pembangunan lokal dan kelancaran proyek jalan.
“Pemerintah dan masyarakat mendukung karena proyek ini penting dan diharapkan selesai tepat waktu,” kata Petrus.

Dukungan juga disampaikan Pastor Paroki Nangaroro, Romo Klemens Soa. Ia menilai peningkatan infrastruktur jalan berpengaruh terhadap distribusi hasil pertanian warga.
“Selama ini warga mengalami kesulitan memasarkan hasil komoditas karena akses transportasi terbatas. Proyek ini sangat membantu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan proyek oleh pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan Satuan Kerja PJN Wilayah NTT. Selain itu, kontraktor disebut turut membantu penyediaan material untuk pembangunan Kapela Malasera yang sebelumnya bergantung pada swadaya masyarakat.
“Kami merasa terbantu dengan dukungan ini,” kata Romo Klemens.

Aktivitas galian C masih berlangsung untuk mendukung proyek jalan. Klarifikasi mengenai perizinan pada tingkat pemerintah daerah dan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan menjadi aspek yang masih menunggu penjelasan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten maupun instansi berwenang terkait status perizinan galian C di tingkat daerah, yang secara regulasi umumnya memerlukan izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending