HUMANIORA
Pengangkatan ASN PPPK 2024 Tertunda, Paulus Nicolaus Terwinju da Gomez Mengadu ke Ombudsman
Maumere, GardaFlores — Paulus Nicolaus Terwinju da Gomez, salah satu peserta seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 di Kabupaten Sikka, mengadukan Pemerintah Kabupaten Sikka ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menilai telah terjadi dugaan maladministrasi dan perubahan hasil seleksi secara sepihak oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) tanpa pemberitahuan resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sikka.
Dalam surat resmi tertanggal 29 Oktober 2025 yang salinannya diterima GardaFlores.com, Paulus menjelaskan bahwa dirinya dinyatakan lulus seleksi CASN PPPK 2024 berdasarkan pengumuman portal SSCASN BKN dan juga Pengumuman Bupati Sikka Nomor BKPSDMD.811.3/1/2025 yang ditandatangani Pj. Bupati Sikka pada 12 Januari 2025. Ia bahkan telah menyerahkan berkas daftar riwayat hidup ke BKD Sikka pada 3 Februari 2025.
“Setelah saya menyerahkan berkas, status saya di portal SSCASN berubah menjadi belum mendapatkan kuota formasi dan peringkat. Padahal, pengumuman Bupati jelas menyebutkan ada lima kuota untuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan saya berada di peringkat kedua,” ungkap Paulus.
Merasa ada ketidakadilan, Paulus kemudian melakukan investigasi terkait pembatalan hasil kelulusan yang dianggap sepihak oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), tanpa adanya pemberitahuan tertulis dari BKD Sikka. Upayanya untuk mencari klarifikasi melalui permohonan mediasi kepada BKD Sikka, yang dia ajukan pada bulan Maret 2025, tidak mendapat respons.
Pada 18 Maret 2025, Paulus akhirnya mendatangi kantor pusat BKN di Jakarta untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Di sana, ia menerima informasi bahwa surat dari BKD Sikka menyatakan dirinya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena dianggap terdaftar sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten Sikka menurut KPU Nomor 794 Tahun 2023.
Paulus menanggapi tuduhan ini dengan tegas. Ia membantah alasan tersebut, karena sebelumnya ia telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik jauh sebelum mengikuti seleksi PPPK. Hal ini, menurut Paulus, tidak melanggar peraturan BKN Nomor 14 Tahun 2018 yang melarang peserta seleksi PPPK terlibat dalam politik praktis.
Serie 1 Grass Track di Sikka: Ajang Prestasi, Pariwisata, dan Solidaritas Pemuda
Setelah mendapat saran dari BKN, Paulus meminta agar BKD Sikka menganulir surat TMS tersebut dan mengirimkan surat koreksi kepada BKN agar proses seleksi bisa dilanjutkan hingga tahap pengangkatan sebagai ASN PPPK. Namun, surat keberatan Paulus yang diajukan pada 10 April 2025 hingga saat ini belum mendapat tanggapan dari pihak terkait.
Menambah kebingungannya, pengumuman Nomor BKPSDMD.800.1.2.3/420/2025 tentang hasil seleksi kompetensi PPPK Tahap II pada 30 Juni 2025 kembali mencatatkan Paulus sebagai Tidak Memenuhi Syarat, tanpa keterangan alasan yang jelas.
Tindakan sepihak tersebut, menurut Paulus, berpotensi melibatkan sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Sikka, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, Kepala BKD, serta pejabat pengadaan kepegawaian. Ia juga menilai bahwa masalah ini dapat berdampak pada kerugian negara dan melibatkan perbuatan melawan hukum perdata.
Sebagai langkah selanjutnya, Paulus melampirkan sejumlah dokumen pendukung berupa bukti administrasi dan pengumuman resmi yang memperkuat klaimnya. Ia berharap agar Ombudsman NTT dapat mempertimbangkan kasus ini secara bijaksana dan mengembalikan haknya sebagai calon ASN PPPK 2024 sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Harapan saya, Ombudsman NTT bisa menyelidiki dan memberikan keadilan, serta menindaklanjuti dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh BKD Sikka. Proses seleksi ini harus dilanjutkan dan saya ingin hak saya sebagai ASN PPPK 2024 diakui,” tegasnya.»(rel)
HUMANIORA
Bupati Sikka Sambangi Pengungsi di Bola, Serahkan Santunan Rp15 Juta
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Bola dan Hewokloang, Sabtu (22/8/2026). Selain menyerahkan santunan Rp15 juta kepada keluarga korban gempa, Bupati menerima laporan kebutuhan air bersih dan obat-obatan dari pengungsi.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Bola dan Hewokloang, Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban meninggal akibat gempa bumi 15 Agustus 2026 dan menerima laporan kebutuhan warga di pengungsian.
Di Dusun Wolokoli, Kecamatan Bola, Juventus mewakili Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyerahkan santunan duka wafat sebesar Rp15 juta kepada keluarga almarhumah Mama Sophia.
Mama Sophia meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Santunan diserahkan secara simbolis kepada keluarga korban. Juventus menyampaikan belasungkawa dan mengatakan pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada keluarga korban serta masyarakat terdampak gempa.
20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa
“Pemerintah hadir dan akan terus bersama masyarakat. Kami ingin memastikan keluarga korban maupun warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan dalam masa sulit ini,” ujar Juventus.
Setelah dari Dusun Wolokoli, Bupati Sikka melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian di Desa Hokor dan Dusun Krado, Kecamatan Bola, serta Dusun Watudenak, Kecamatan Hewokloang.
Dalam dialog dengan pengungsi, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih mendesak, terutama air bersih dan obat-obatan.

Juventus mengatakan seluruh keluhan tersebut telah dicatat untuk ditindaklanjuti pemerintah.
“Semua keluhan sudah kami catat. Kebutuhan air bersih dan obat-obatan akan menjadi prioritas penanganan dalam beberapa hari ke depan. Kami tidak akan membiarkan Bapak dan Ibu berjuang sendiri,” katanya.
Selain kebutuhan pangan dan tempat berlindung, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama warga selama berada di lokasi pengungsian. Obat-obatan juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
Pemerintah Kabupaten Sikka terus mengoordinasikan penanganan bersama BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan.
Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan air bersih, pelayanan kesehatan dan pendataan warga terdampak.
Kunjungan Bupati ke sejumlah titik pengungsian juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi warga secara langsung, termasuk kebutuhan yang belum terpenuhi di masing-masing lokasi.
Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mengalami kerusakan atau belum dianggap aman untuk ditempati setelah gempa 15 Agustus 2026.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.»(rel)
HUMANIORA
Golkar Ngada Kirim 7 Mobil Logistik untuk Korban Gempa
DPD II Golkar Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa. Bantuan meliputi pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan dan kebutuhan dasar.
NGADA, GardaFlores — DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, Kamis (21/8/2026).
Bantuan tersebut disiapkan setelah muncul kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun sekitar rumah mereka yang terdampak gempa.
Warga di Desa Denatana Timur dan Desa Tadho Timur, misalnya, masih mengandalkan hasil kebun seperti ubi kayu dan buah kestela untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan.
“Kami setiap hari hanya makan mi instan. Kami butuh tenaga untuk siap dalam situasi gempa dan untuk kembali bekerja menghidupi keluarga. Kami butuh suplai makanan yang mengandung vitamin dan protein,” ujarnya.
Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador
Pelepasan tujuh kendaraan logistik dilakukan Ketua DPD II Golkar Ngada Andreas Paru bersama Sekretaris DPD II Golkar Ngada yang juga Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, serta jajaran kader.
Logistik yang dikirim meliputi beras, telur, sayuran, susu, ikan sarden, gula, kopi bubuk, air minum, tikar, terpal, tandon air, genset, obat-obatan, vitamin, minyak telon, minyak kayu putih dan pakaian layak pakai.
Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngada berdasarkan data yang dihimpun di lapangan.

Andreas mengatakan penggalangan donasi DPD II Golkar Ngada dari kader dan masyarakat menghasilkan dana Rp38 juta. Dukungan juga berasal dari struktur Partai Golkar di tingkat pusat dan provinsi.
Menurut Andreas, dana yang dihimpun di tingkat pusat dan provinsi mencapai Rp4 miliar untuk penanganan korban gempa di wilayah daratan Flores. Dana tersebut akan disalurkan melalui DPD II Golkar di wilayah daratan Flores dalam bentuk bantuan logistik.
“Ini bentuk kepedulian Golkar kepada masyarakat Flores yang sedang dilanda musibah. Kami hadir untuk meringankan beban,” tegas Andreas.
Andreas memastikan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan data warga terdampak. Pihaknya berkoordinasi dengan kader di lapangan serta pemerintah kecamatan dan desa untuk menentukan penerima bantuan.
Warga Wolomeze Keluhkan Bantuan Tak Merata, Minta Distribusi Satu Pintu
“Data kami sudah pegang dari hasil kolaborasi antara kader Golkar di lapangan dan pemerintah tingkat camat dan desa. Bantuan ini kami yakin akan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Romilus Juji mengajak berbagai unsur untuk terlibat dalam penanganan korban gempa.
“Kami meminta semua elemen, baik pemerintah, swasta, gereja, organisasi dan lainnya untuk memberikan atensi terhadap korban gempa,” ujarnya.
DPD II Golkar Ngada juga masih membuka posko donasi untuk menghimpun bantuan dari masyarakat.
Bantuan logistik tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan data yang telah dihimpun.»(tim/rel)
HUMANIORA
20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa
Sebanyak 20 tenda disalurkan kepada warga terdampak gempa di Talibura, Sikka. Bantuan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyalurkan 20 unit tenda kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.
Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.
Simon mengatakan pemerintah daerah akan terus memastikan kebutuhan warga terdampak ditangani selama masa tanggap darurat.
“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit ini. Bantuan tenda ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara,” ujar Simon.
Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador
Menurut Simon, kebutuhan warga terdampak tidak hanya berupa pangan dan logistik, tetapi juga tempat berlindung, pelayanan kesehatan dan keselamatan.
Ia meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Talibura merupakan salah satu wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan serta unsur terkait masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.
Distribusi bantuan juga menyasar pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah titik, selain warga yang berada di lokasi pengungsian terpusat.
Penyaluran 20 tenda tersebut menjadi bagian dari respons darurat Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memenuhi kebutuhan tempat berlindung warga selama masa tanggap darurat.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
