PENKES
203 Mahasiswa Semester Akhir Terima Bantuan Sosial Pendidikan dari Pemkab Sikka
Maumere, GardaFlores — Sebanyak 203 mahasiswa asal Kabupaten Sikka dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia menerima Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan Semester Akhir Tahun 2025 dari Pemerintah Kabupaten Sikka.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, didampingi Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Sikka Fitrinita Kristiani, serta Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sikka Markus Kustandi Lerang, bertempat di Ruang Egon, Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Kamis (23/10/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan akhir masa studi.
“Program bantuan ini adalah wujud kepedulian pemerintah dalam mendukung kelancaran pendidikan anak-anak kita, agar mereka dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan tepat waktu,” ujar Bupati Juventus.
Bupati Juventus menegaskan, tujuan utama dari pemberian bantuan ini adalah untuk meringankan beban ekonomi keluarga serta memastikan generasi muda Kabupaten Sikka dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

“Kepada para penerima bantuan, manfaatkanlah dana ini sebaik-baiknya sebagai motivasi untuk lebih giat belajar dan menyelesaikan pendidikan. Kepada para orang tua, teruslah memberikan dukungan dan doa bagi anak-anak kita. Pendidikan adalah kunci masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Ranperda Tentang Tugas Belajar, Izin Belajar, dan Bantuan Belajar Disetujui DPRD Sikka
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Herlindis Donata Da Rato turut memberikan apresiasi atas program tersebut. Ia berharap para mahasiswa penerima dapat menggunakan dana bantuan secara bijak dan sesuai peruntukannya.
“Dana bansos pendidikan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa serta memastikan kelancaran proses belajar di perguruan tinggi,” ujarnya.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sikka Markus Kustandi Lerang, S.Sos menyampaikan bahwa total dana yang disalurkan mencapai Rp850 juta untuk 203 mahasiswa penerima.
“Penyerahan hari ini dilakukan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerima berupa plakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menghimpun masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait pelaksanaan program bantuan sosial pendidikan semester akhir,” jelas Markus.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan orang tua mahasiswa Kristo, dan perwakilan mahasiswa Agustinus Bernadus Adek, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka serta DPRD atas perhatian besar yang diberikan kepada mahasiswa Sikka.
“Terima kasih kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Sikka atas kepedulian kepada kami para mahasiswa. Kami berharap program bantuan sosial pendidikan seperti ini terus berlanjut, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Agustinus.
Dengan adanya program Bantuan Sosial Pendidikan Semester Akhir Tahun 2025 ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa asal Kabupaten Sikka yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi mereka dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.»(rel)
PENKES
CT Scan RSUD TC Hillers Rusak Berbulan-bulan, Pasien THT Sikka Terpaksa Dirujuk hingga Ende Tanpa Kepastian Diagnosis
Perbaikan membutuhkan penggantian komponen yang harus didatangkan dari China.
MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan alat CT Scan di RSUD TC Hillers Maumere berdampak pada layanan kesehatan masyarakat. Seorang pasien THT asal Kabupaten Sikka berinisial A mengaku harus dirujuk ke Kabupaten Ende, mengeluarkan biaya pribadi untuk perjalanan dan penginapan, tetapi tetap tidak memperoleh pemeriksaan maupun kepastian diagnosis karena layanan yang dibutuhkan tidak dapat dilakukan.
Kasus tersebut menyoroti efektivitas sistem rujukan ketika fasilitas diagnostik utama di rumah sakit rujukan daerah tidak berfungsi. Di tengah kondisi itu, pasien harus menanggung tambahan biaya dan waktu, sementara layanan yang dibutuhkan belum juga diperoleh.
Kepada GardaFlores, Senin (6/7/2026), A menceritakan awalnya mengalami gangguan pada hidung. Setelah diperiksa dokter keluarga, ia dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere untuk menjalani pemeriksaan CT Scan sebagai penunjang diagnosis.
Sesampainya di rumah sakit, ia mengetahui alat CT Scan dalam kondisi rusak. Karena layanan tersebut tidak tersedia, A kembali dirujuk ke RSUD Ende.
Rujukan itu membuatnya harus membiayai sendiri perjalanan, konsumsi, dan penginapan selama berada di Ende. Ia mengaku menunggu selama empat hari untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis.
BKN Setujui Manajemen Talenta ASN di Sikka, Pertama di NTT dan Ketiga di Regional X
“Saya menunggu selama empat hari di Ende. Saya berharap bisa menjalani CT Scan sesuai rujukan dari RSUD TC Hillers,” ujarnya.
Namun setelah bertemu dokter, A mendapat penjelasan bahwa pemeriksaan CT Scan belum dapat dilakukan karena tidak tersedia zat kontras yang diperlukan dalam prosedur tersebut.
Perjalanan yang telah menghabiskan waktu dan biaya itu pun berakhir tanpa hasil. A akhirnya kembali ke Maumere tanpa memperoleh kepastian diagnosis maupun penanganan lanjutan.
Setibanya di RSUD TC Hillers, ia mengaku diminta menunjukkan surat dari RSUD Ende untuk melanjutkan proses pelayanan. Permintaan itu, menurutnya, justru menambah kebingungan karena pemeriksaan di rumah sakit tujuan rujukan sebelumnya tidak terlaksana.
“Saya hanya ingin mendapat pengobatan. Saya sudah bolak-balik, mengeluarkan biaya sendiri, tetapi sampai sekarang belum juga mendapat pelayanan yang saya harapkan,” katanya.
Karena belum memperoleh kepastian penanganan, A berencana menemui Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya.
“Saya mau bertemu Wakil Bupati supaya ada jalan keluar. Saya ingin mendapatkan pengobatan,” ujarnya.
Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Paul Lameng, membenarkan alat CT Scan rumah sakit tersebut sedang mengalami kerusakan.
Menurutnya, perbaikan membutuhkan penggantian komponen yang harus didatangkan dari China sehingga prosesnya diperkirakan memakan waktu sedikitnya tiga bulan.
Terkait penanganan pasien A, dr. Paul tidak memberikan penjelasan dengan alasan kerahasiaan medis.
“Pasien bisa didampingi keluarganya untuk menanyakan langsung kepada dokter yang merawat. Itu merupakan ranah pasien dan dokter,” katanya.
Ia juga meluruskan istilah yang disampaikan pasien mengenai “kontras”. Menurutnya, yang dimaksud adalah zat kontras, yaitu bahan yang digunakan dalam pemeriksaan CT Scan untuk membantu memperjelas hasil pencitraan.
Dr. Paul menambahkan, apabila pemeriksaan tidak dapat dilakukan di RSUD Ende, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Hingga berita ini diterbitkan, alat CT Scan RSUD TC Hillers Maumere masih belum beroperasi. Proses perbaikan masih menunggu kedatangan suku cadang, sementara pasien yang membutuhkan layanan tersebut harus mengikuti mekanisme rujukan ke rumah sakit lain.»(rel)
PENKES
Setelah 32 Tahun Belajar di Bangunan Darurat, TK di Sikka Akhirnya Miliki Gedung Baru Berkat Donasi Luna Maya
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan menghadirkan orang-orang baik bagi anak-anak Watugong.
MAUMERE, GardaFlores — Setelah lebih dari tiga dekade menyelenggarakan kegiatan belajar di bangunan berdinding bambu dan beratap bocor, TK Sinar Watugong di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, akhirnya memulai pembangunan gedung sekolah permanen. Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Luna Maya pada Rabu (1/7/2026) melalui dukungan Yayasan Luna Maya Nawa Sena.
Sekolah yang berdiri sejak 32 tahun lalu itu selama ini menjalankan proses belajar mengajar dalam keterbatasan. Ketika hujan turun, ruang kelas kerap bocor sehingga aktivitas belajar terganggu. Kondisi tersebut membuat pembangunan gedung permanen menjadi kebutuhan yang telah lama dinantikan guru, orang tua, dan masyarakat Watugong.
Proyek pembangunan dipercayakan kepada Johan Paul Konstruksi dengan masa pekerjaan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 1 Juli hingga 28 Oktober 2026.
Kepala TK Sinar Watugong, Maria Bonefacia, mengatakan bantuan tersebut menjadi titik balik bagi sekolah yang selama puluhan tahun bertahan dengan fasilitas yang sangat terbatas.
“Atas nama keluarga besar TK Sinar Watugong, kami mengucapkan selamat datang kepada Luna Maya beserta tim. Sekolah kami masih sangat sederhana. Dindingnya dari bambu dan atapnya bocor saat hujan. Namun di dalam bangunan yang tidak layak ini ada guru-guru yang tidak pernah berhenti mengasihi dan mendidik anak-anak,” kata Maria.
Cafe Literasi di Pesisir Sikka Mulai Buka Akses Belajar Warga Desa
Menurut dia, para guru tidak pernah menuntut fasilitas yang mewah. Yang dibutuhkan adalah ruang belajar yang aman agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan usia dini dengan lebih nyaman.
“Kami tidak meminta sekolah yang mewah. Kami hanya ingin anak-anak memiliki ruang belajar yang aman, tidak kehujanan dan tidak kepanasan agar mereka bisa belajar dengan nyaman dan bermimpi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Luna Maya mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya hanya ia ketahui melalui cerita. Ia mengatakan pengalaman bersekolah di sekolah negeri di Bali membuatnya memahami bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kesempatan belajar yang dimiliki setiap anak.

“Saya sekolah di SD negeri dan TK di desa kecil di Bali. Sekolah saya tidak mewah, tetapi saya masih jauh lebih beruntung dibanding adik-adik di sini karena memiliki ruang kelas, perpustakaan kecil, dan lapangan. Yang membedakan bukan sekolahnya, tetapi semangat untuk belajar,” kata Luna Maya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi pendidikan anak karena proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
Di hadapan masyarakat Watugong, Luna Maya mengungkapkan pembangunan sekolah tersebut merupakan amanah dari mendiang tantenya, Ineke Erawati, yang meninggal dunia dua pekan lalu di Amerika Serikat.
7.646 Anak di Sikka Tidak Sekolah, Ribuan Masuk Kategori Putus Sekolah dan Belum Pernah Bersekolah
“Sebelum meninggal, tante saya menelepon dan meminta agar sebagian hartanya didonasikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Saat itu saya mengatakan sedang berencana membangun sekolah di Maumere. Hari ini saya memenuhi amanah beliau. Saya berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi masa depan anak-anak di sini,” ujarnya.
Ketua Yayasan Sanpukat, Romo Yulius Heribertus, S.Fil., M.Th., yang akrab disapa Romo Okto, menjelaskan perjuangan menghadirkan gedung sekolah permanen berlangsung bertahun-tahun. Menurut dia, TK Sinar Watugong sempat menumpang di SD Katolik Brai, kemudian berpindah ke rumah kepala sekolah karena belum memiliki bangunan sendiri.
Yayasan akhirnya memperoleh sebidang tanah setelah menerima bantuan Rp40 juta dari Uskup Maumere. Namun pembangunan belum dapat dimulai karena keterbatasan dana hingga akhirnya memperoleh dukungan dari Yayasan Luna Maya Nawa Sena.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan menghadirkan orang-orang baik bagi anak-anak Watugong. Kami percaya kehadiran Luna Maya dan para donatur adalah jawaban atas perjuangan panjang masyarakat untuk menghadirkan sekolah yang layak,” kata Romo Okto.
Pembangunan gedung baru dijadwalkan selesai pada akhir Oktober 2026. Jika berjalan sesuai rencana, puluhan anak yang selama ini belajar di ruang kelas darurat akan menempati bangunan permanen untuk tahun ajaran berikutnya, menandai berakhirnya penantian selama 32 tahun akan ruang belajar yang lebih aman dan layak.»(rel)
PENKES
HUT IBI ke-75, Bupati Sikka Ingatkan Bidan Jaga Profesionalisme dan Etika Pelayanan
Ketua IBI Cabang Sikka meminta dukungan Pemerintah Kabupaten agar bidan aktif dapat izin belajar.
MAUMERE, GardaFlores – Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan para bidan di Kabupaten Sikka untuk menjaga profesionalisme dan etika dalam memberikan pelayanan kesehatan. Penegasan itu disampaikan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di Maumere, Rabu (24/6/2026), di tengah masih adanya tantangan kesehatan ibu dan anak, mulai dari tingginya angka kematian ibu dan bayi hingga kasus stunting.
Menurut Juventus, bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi sekaligus menciptakan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
“Profesi bidan adalah profesi yang mulia karena mendampingi dan menyelamatkan nyawa ibu dan anak. Keselamatan ibu dan bayi menjadi tanggung jawab seorang bidan,” kata Juventus.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus mendukung para bidan dalam menjalankan tugasnya. Namun, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, melainkan juga oleh sikap dan etika profesi.
Pemkab Sikka Tanggung Kekurangan Dana Puskesmas Tuanggeo Setelah DAK Rp8 Miliar Gagal Tersalur
“Etika komunikasi yang baik dapat memberikan ketenangan dan dukungan kepada pasien. Karena itu, bidan harus selalu menjaga sikap dan etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Peringatan HUT IBI ke-75 mengusung tema One Million More Midwives atau dunia membutuhkan lebih dari satu juta bidan. Tema tersebut menekankan penguatan kepemimpinan bidan dalam pelayanan yang berpusat pada perempuan dan anak serta mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Ketua Panitia HUT IBI Kabupaten Sikka, Magdalena Febropnia Martina Dua Lehang. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Ketua IBI Cabang Sikka, Martina Pali, mengatakan peringatan HUT ke-75 menjadi momentum bagi para bidan untuk memperkuat profesionalisme dan kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Ia menilai persoalan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sikka masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, kehamilan berisiko tinggi, dan kasus stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Peran bidan sangat krusial, tidak hanya sebagai sahabat perempuan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan ibu dan bayi serta mencegah stunting,” katanya.
Gedung Baru, Dokter Nihil: Puskesmas Nanga Diresmikan di Tengah Kekosongan Layanan Medis
IBI Kabupaten Sikka saat ini memiliki 876 anggota yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagian besar anggotanya masih berpendidikan Diploma III sehingga organisasi tersebut terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Ketua IBI Cabang Sikka juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka agar bidan yang masih aktif bertugas dapat memperoleh izin belajar melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Sementara itu, Ketua Panitia HUT IBI Kabupaten Sikka, Magdalena Febropnia Martina Dua Lehang, mengatakan rangkaian kegiatan HUT IBI ke-75 diawali dengan Gerakan Cinta Keluarga untuk mendorong pelayanan keluarga berencana jangka panjang dan lomba cerdas cermat yang diikuti 19 ranting IBI se-Kabupaten Sikka.
Puncak peringatan ditandai dengan jalan sehat bersama masyarakat dan edukasi kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh Bupati Sikka bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA11 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA10 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM11 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI12 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
