Connect with us

SOSBUD

Anggaran Bansos Sikka Dinilai Tak Transparan, Kadis Sosial Buka-bukaan Soal Alur dan Masalah di Lapangan

Rudolfus Ali: Tanpa anggaran yang memadai, tidak ada bansos yang dapat berjalan.

Published

on

Kepala Dinas Sosial Sikka, Rudolfus Ali: Kami sudah minta pemerintah desa memperbaiki mekanisme distribusi. (IST)

Maumere, GardaFlores — Dinas Sosial Kabupaten Sikka akhirnya angkat bicara soal silang-sengkarut penyaluran berbagai bentuk bantuan sosial (bansos) di daerah itu. Kepala Dinas Sosial, Rudolfus Ali, pada Rabu (26/11/2025) di Maumere, memberikan penjelasan terbuka mengenai sumber anggaran, mekanisme penyaluran, serta problem yang selama ini membuntuti program bansos. Namun, penjelasan tersebut justru membuka sejumlah pertanyaan lain mengenai transparansi dan akurasi data.

Rudolfus menegaskan bahwa seluruh bentuk bansos di Kabupaten Sikka bersandar pada kemampuan anggaran daerah dan pusat. “Kalau kita bicara bantuan sosial, kita bicara tentang anggaran. Tanpa anggaran yang memadai, tidak ada bansos yang dapat berjalan,” ujarnya. Meski begitu, ia tak merinci besaran anggaran terbaru maupun alokasi per sektor, sebuah celah yang selama ini dikritik berbagai pihak.

Data Tidak Sinkron, Warga Tak Terjangkau

Salah satu persoalan terbesar adalah ketidaksinkronan data penerima antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sumber internal Dinsos yang ditemui secara terpisah menyebutkan bahwa data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kabupaten Sikka masih memuat ribuan nama yang sudah tidak valid—mulai dari warga yang telah meninggal hingga penerima ganda.

Kadis Sosial Sikka: Skema Baru Bansos Berbasis DTSEN, 53 Ribu KK Berhak Menerima Bantuan

Rudolfus sendiri tak menampik persoalan itu. “Kami terus memperbarui. Tapi pembaruan data tidak bisa instan. Ada tahapan verifikasi dan validasi di lapangan,” katanya. Pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa lambannya pembaruan data membuat bansos tak selalu tepat sasaran. Beberapa kecamatan dilaporkan menerima kuota lebih kecil meski angka kemiskinan relatif tinggi.

Anggaran Minim, Koordinasi Lemah

Masalah lain adalah minimnya koordinasi antarlembaga. Program dari kementerian, provinsi, dan kabupaten berjalan tanpa satu peta data tunggal. Akibatnya, ada keluarga yang menerima lebih dari satu jenis bantuan, sementara tetangganya tidak memperoleh apa pun.

Di internal pemerintah daerah sendiri terdapat keluhan mengenai alokasi anggaran yang dianggap tidak memprioritaskan sektor sosial. Salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya menyinggung bahwa pembahasan anggaran di tingkat TAPD kerap “mengabaikan urgensi bansos”, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan intervensi cepat.

Minim Pengawasan, Rawan Penyimpangan

Sejumlah temuan lapangan yang dihimpun GardaFlores menyebutkan bahwa distribusi bansos masih rawan penyimpangan. Di beberapa desa, bantuan sembako dilaporkan tertahan di tingkat aparat kelurahan sebelum dibagikan, bahkan ada yang dibagi tidak sesuai jumlah awal. Ketika ditanya soal pengawasan, Rudolfus hanya menjawab singkat: “Kami sudah minta pemerintah desa memperbaiki mekanisme distribusi.”

Sikka Mengejar Waktu: Layanan Rapuh, Stigma Mengeras, dan Ambisi “Bebas AIDS 2030”

Ketiadaan audit reguler terhadap penyaluran bansos membuat dugaan penyimpangan sulit dibuktikan. Lembaga pengawasan internal pemerintah daerah pun disebut belum agresif melakukan penelusuran.

Publik Menunggu Pembenahan Nyata

Penjelasan Rudolfus Ali, meski terbuka, belum menjawab sepenuhnya pertanyaan publik mengenai keberpihakan kebijakan sosial di Kabupaten Sikka. Minimnya informasi detail mengenai anggaran, lambannya pembaruan data, dan lemahnya pengawasan mempertegas bahwa sistem bansos masih jauh dari ideal.

Warga berharap pembenahan tidak berhenti pada pernyataan normatif. Transparansi anggaran, audit penyaluran, dan sinkronisasi data berbasis teknologi menjadi tuntutan utama agar bansos benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

Sikka Percepat Pembangunan Pesisir, Kepastian Lahan Dikonsolidasikan dengan KSDA

Published

on

Bupati Juventus: “Kita ingin membangun seluruh wilayah pesisir, tetapi masih terkendala status tanah. Karena itu, koordinasi dengan KSDA menjadi langkah penting agar program bisa segera berjalan.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah daerah di Kabupaten Sikka mempercepat rencana pembangunan kawasan pesisir dengan mengonsolidasikan kepastian status lahan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Langkah itu disebut menjadi prasyarat utama agar proyek infrastruktur dan pengembangan ekonomi pesisir dapat segera dijalankan.

Arah kebijakan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja di Desa Pemana, Kecamatan Alok, Sabtu (2/5/2026).

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan pengembangan wilayah pesisir merupakan salah satu prioritas daerah, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala legalitas lahan di sejumlah lokasi.

“Kita ingin membangun seluruh wilayah pesisir, tetapi masih terkendala status tanah. Karena itu, koordinasi dengan KSDA menjadi langkah penting agar program bisa segera berjalan,” kata Juventus.

Menurut dia, kejelasan status lahan diperlukan agar pembangunan fasilitas publik, sarana ekonomi masyarakat, dan infrastruktur pendukung dapat direalisasikan tanpa hambatan hukum maupun tumpang tindih kewenangan.

Desa Pemana dinilai memiliki peluang percepatan pembangunan karena sebagian kawasan telah memiliki kejelasan status lahan, sehingga memudahkan penyusunan program lanjutan.

Hardiknas dan Krisis Literasi: Menyelamatkan Masa Depan Pendidikan di Sikka

Selain penataan kawasan, pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pemerintah, sektor swasta, dan kelompok masyarakat untuk mendukung pemberdayaan warga pesisir.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan mitra menjadi kekuatan penting,” ujarnya.

Perhatian lain diarahkan pada kebutuhan nelayan. Sejumlah usulan bantuan yang diajukan sejak Februari 2026 disebut masih dalam tahap komunikasi dengan mitra terkait.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan simbolis berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak, fasilitas penerangan untuk nelayan, serta bantuan sosial bagi warga.

Kawasan pesisir di Kabupaten Sikka selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, perdagangan, dan transportasi laut. Karena itu, kepastian tata kelola lahan dinilai penting untuk mempercepat investasi, layanan publik, dan penguatan ekonomi lokal.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Keluarga Korban STN Tolak Bantuan, Polres Sikka Sampaikan Permintaan Maaf

“Kami memahami bahwa setiap keluarga memiliki pertimbangan yang harus dihargai.”

Published

on

“Polres Sikka menyampaikan permohonan maaf jika keluarga korban tidak berkenan menerima bantuan yang kami berikan,” kata Leonard, Jumat (1/5/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Keluarga almarhumah Stevania Trisanti Noni (STN) bersama perwakilan 10 suku dari wilayah Romanduru, Rubit, dan Hewokloang menolak bantuan bahan pokok yang sebelumnya diberikan Kapolres Sikka saat kunjungan duka. Menyikapi penolakan tersebut, Polres Sikka menyampaikan permintaan maaf dan menghormati keputusan keluarga.

Bantuan itu sebelumnya diserahkan saat kunjungan belasungkawa ke rumah duka di Kampung Romanduru, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Paket bantuan berisi beras 10 kilogram, kopi 2 kilogram, gula pasir 2 kilogram, teh celup dua kotak, empat kaleng susu, minyak goreng 4 liter, satu dus mi instan, dan satu papan telur ayam.

Dalam pernyataan resmi, keluarga menyatakan bantuan tersebut tidak dapat diterima karena dinilai bertentangan dengan ketentuan adat setempat pada masa berkabung. Dalam tradisi masyarakat Romanduru–Rubit–Hewokloang, terdapat larangan yang dikenal sebagai “Pire”, yakni pantangan membawa telur dan ayam saat melayat.

Kuasa Hukum Keluarga STN Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Pembunuhan Anak di Sikka

Keluarga juga menilai pemberian bantuan dilakukan di luar tahapan adat kedukaan yang berlaku, mulai dari masa meninggal dunia, misa pemakaman, Guman Telu atau Guman Sawe, hingga misa pemberkatan makam.

Atas dasar itu, keluarga bersama perwakilan 10 suku mendatangi Mapolres Sikka pada Kamis (30/4/2026) malam untuk mengembalikan bantuan tersebut. Rombongan diterima petugas jaga di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Menanggapi langkah keluarga, Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonard Tunga menyampaikan permohonan maaf mewakili institusi.

“Polres Sikka menyampaikan permohonan maaf jika keluarga korban tidak berkenan menerima bantuan yang kami berikan,” kata Leonard, Jumat (1/5/2026).

Soroti Kejanggalan Kasus Tewasnya Siswi STN di Sikka, Kuasa Hukum Desak Polisi Dalami Peran Keluarga Pelaku

Ia menjelaskan bantuan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada keluarga korban, tanpa maksud lain.

“Sebagai aparat kepolisian, kami memahami bahwa setiap keluarga memiliki pertimbangan yang harus dihargai,” ujarnya.

Polres Sikka juga menegaskan proses penanganan perkara kematian STN tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sesuai koridor hukum dalam mengusut perkara ini demi keadilan bagi korban, keluarga, dan semua pihak,” kata Leonard.

Kasus kematian STN sebelumnya menjadi perhatian publik di Kabupaten Sikka. Keluarga dalam kesempatan yang sama juga meminta kepolisian melanjutkan pencarian sejumlah barang dan bagian tubuh korban yang disebut belum ditemukan.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Peringatan May Day di Sikka Tekankan Kepatuhan Upah dan Perlindungan Sosial Pekerja

Selain isu pengupahan, pengawasan juga difokuskan pada kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Published

on

Verdinando Lepe: “Buruh menjadi isu global sebab negara menyadari peran buruh sangat kuat dalam membangun ekonomi suatu bangsa.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026 di Kabupaten Sikka difokuskan pada evaluasi kepatuhan upah minimum, perlindungan sosial ketenagakerjaan, serta penguatan dialog antara pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah daerah. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis (30/4/2026) hingga Jumat (1/5/2026).

Agenda yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sikka itu melibatkan pekerja, pengusaha, pengawas ketenagakerjaan, serta unsur pemerintah daerah dalam forum ketenagakerjaan dan rangkaian kegiatan publik.

Kepala Disnakertrans Sikka, Verdinando Lepe, menyebut buruh memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi sehingga isu ketenagakerjaan menjadi perhatian lintas negara dan sektor.

“Buruh menjadi isu global sebab negara menyadari peran buruh sangat kuat dalam membangun ekonomi suatu bangsa,” kata Verdinando, Kamis (30/4/2026).

Disnakertrans mencatat implementasi Upah Minimum Provinsi (UMP) Nusa Tenggara Timur sebesar Rp2,4 juta belum sepenuhnya diterapkan di seluruh perusahaan di wilayah Sikka. Sebagian perusahaan telah memenuhi ketentuan, sementara lainnya masih dalam proses penyesuaian bertahap.

Sikka Prioritaskan Perlindungan Buruh dan Kerja Layak pada May Day 2026

Selain isu pengupahan, pengawasan juga difokuskan pada kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemenuhan hak normatif pekerja yang mencakup lembur, cuti, dan izin sakit.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Sikka, Welibrorda Dua Bura, mengatakan May Day tahun ini diarahkan sebagai ruang komunikasi tripartit untuk memperkuat hubungan industrial.

“Kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan yang ditandai pemukulan gong, dilanjutkan diskusi ketenagakerjaan, musikalisasi puisi, demo melukis, serta pameran UMKM. Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada pekerja serta penghargaan praktik hubungan industrial kepada 10 perusahaan.

Pada hari kedua, agenda diisi jalan sehat peduli sampah, mimbar bebas, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan talk show ketenagakerjaan.

Kegiatan ditutup dengan hiburan rakyat, pembagian penghargaan, deklarasi komitmen bersama hubungan industrial, serta pernyataan penutup oleh Wakil Bupati Sikka.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending