Connect with us

PENKES

Kerjasama dengan HIMPSI, Unipa Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Gen Z

Published

on

Maumere, GardaFlores—Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah NTT menggelar seminar kesehatan mental bertajuk “Kesehatan Mental Gen Z : Tantangan Hari Ini, Arah Esok Hari”.

Kegiatan yang berlangsung di kampus Unipa, Selasa (3/6/2025)  ini menyasar generasi Z, mulai dari pelajar SMP hingga remaja yang sudah bekerja.

Menurut panitia, pemilihan lokasi kegiatan di Unipa dilakukan karena kampus tersebut memiliki program studi Psikologi yang aktif menangani isu-isu kesehatan mental.

Baca juga:
Perkuat Pembelajaran Berbasis Digital, 486 Guru Ikuti Bimtek Pemanfaatan Chromebook

“Kami menginisiasi kegiatan ini karena selama ini isu kesehatan mental kurang mendapat perhatian, padahal kasus stres, depresi, bahkan bunuh diri di kalangan remaja cukup tinggi, khususnya di Kabupaten Sikka,” ujar dosen Psikologi Unipa, Maria Mega Loma Harten Gaharpung.

 

Maria Mega Loma Harten Gaharpung, dosen Psikologi Unipa. (GaraFlores/Karel Pandu)

Lima perguruan tinggi turut diundang dalam kegiatan ini, yakni IFTK Ledalero, Akademi Farmasi St. Xaverius, Stikes St. Elisabet Keuskupan Maumere, Politeknik Kristo Re, dan Unipa sebagai tuan rumah. Universitas Muhammadiyah tidak hadir karena masih melaksanakan ujian.

Dalam paparannya, Maria menyebutkan bahwa banyak remaja tidak menyadari gangguan kesehatan mental yang mereka alami, hingga akhirnya menarik diri dari lingkungan sosial dan melakukan tindakan berbahaya terhadap diri sendiri.

“Generasi sekarang cenderung tidak tahan menghadapi tekanan. Ketika ada masalah kecil, mereka langsung merasa dunia runtuh. Ini yang perlu diedukasi,” tegasnya.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Himpsi NTT Riski Pradita Manafe yang membahas kondisi umum kesehatan mental generasi Z, dosen Psikologi Debi Anjelina PR Barus yang membahas kesehatan mental di dunia kerja, serta Kasan Hariyanti, alumni Psikologi Unipa yang memaparkan pengalamannya mendampingi siswa SMP Negeri Alok.

Maria Mahilda Meo, mahasiswa semester empat Fakultas Ilmu Sosial Unipa. (GardaFlores/Karel Pandu)

Sebagai bentuk kampanye, mahasiswa Unipa juga membagikan selebaran bertema “Stop Bunuh Diri” serta menyebarkan informasi edukatif melalui media sosial. Layanan konseling juga tersedia di kampus Unipa, sementara untuk skala nasional, masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan jiwa melalui nomor 119.

Salah satu peserta seminar, Maria Mahilda Meo, mahasiswa semester empat Fakultas Ilmu Sosial Unipa, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

“Setelah mengikuti seminar, saya lebih memahami dampak media sosial terhadap kesehatan mental saya. Kegiatan ini sangat berguna bagi saya dan teman-teman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pihak Unipa berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, dan remaja di Sikka tidak lagi merasa sendiri saat menghadapi masalah.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Sembilan PAUD-TK di Bajawa Ikuti Kompetisi Seni dan Olahraga Anak Usia Dini

“Kami senang dengan kegiatan ini karena selain menghibur.”

Published

on

Kegiatan yang masuk dalam agenda Kegiatan Tengah Semester (KTS) itu diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan motorik, serta interaksi sosial anak melalui metode belajar berbasis pengalaman. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Sebanyak sembilan PAUD/TK di Gugus PAUD Bajawa I mengikuti kompetisi seni dan olahraga anak usia dini yang berlangsung 28–30 April 2026 di TK Alguraba dan TK Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kegiatan yang masuk dalam agenda Kegiatan Tengah Semester (KTS) itu diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan motorik, serta interaksi sosial anak melalui metode belajar berbasis pengalaman.

Panitia menyusun lomba dalam tiga tahapan, yakni cerita bergambar pada hari pertama, tari kreasi pada hari kedua, dan sepak bola mini pada hari penutupan.

Ngada Percepat Pendaftaran Tanah Ulayat, Warga Adat Wolomeze Diberi Kepastian Hukum

Anggota panitia, Novi, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antar peserta didik dari berbagai sekolah.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya berada di lingkungan sekolahnya sendiri, tetapi juga bisa bersosialisasi dan bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain,” kata Novi.

Sejumlah orangtua dan masyarakat menghadiri rangkaian kegiatan, terutama pada lomba tari kreasi dan sepak bola mini. Kehadiran pendamping dinilai memberi dukungan psikologis bagi anak saat tampil maupun bertanding.

Para guru dari masing-masing sekolah bertugas sebagai panitia, juri, dan pendamping peserta untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan tetap berorientasi pendidikan.

Salah satu orangtua peserta, Yoan, menilai kegiatan semacam itu membantu anak mengenali potensi diri sejak dini.

“Kami senang dengan kegiatan ini karena selain menghibur, juga membantu menumbuhkan kreativitas anak-anak,” ujarnya.»(gus)

Continue Reading

PENKES

Kader Magepanda Terima Sosialisasi 6 Standar Layanan Posyandu, Fokus Perluas Jangkauan Warga

“Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan dan literasi keluarga.”

Published

on

Ny. Fista Sambuari Kago: Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan ibu hamil dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang menjangkau seluruh kelompok usia melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, memperkenalkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu kepada para kader di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat hingga tingkat desa.

Sosialisasi tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, yang menempatkan Posyandu sebagai pusat layanan masyarakat berbasis integrasi lintas sektor.

Ny. Fista mengatakan Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan ibu hamil dan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang menjangkau seluruh kelompok usia melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Posyandu tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia,” ujarnya.

Ia menjelaskan enam SPM Posyandu meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif, lanjut usia, serta penanganan masalah kesehatan berbasis masyarakat.

Kelompok Rentan di Sikka Terima Kursi Roda, Nutrisi, hingga Bantuan Pendidikan

Menurut dia, penerapan standar tersebut penting untuk memperkuat langkah promotif dan preventif, termasuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sikka.

Forum itu dihadiri Camat Magepanda, Kepala Puskesmas Magepanda, Ketua TP PKK Kecamatan Magepanda, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sikka. Peserta berasal dari kader Posyandu Desa Leguwoda, Done, Reroroja, dan Wodamude.

Selain pemaparan materi, panitia juga menyalurkan bantuan sembako kepada kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Ny. Fista menilai kader Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan dalam mendampingi warga, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak hingga edukasi kesehatan keluarga.

“Kader Posyandu memiliki peran penting dalam keberhasilan program pemerintah di bidang kesehatan. Dedikasi mereka patut diapresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Posyandu Nasional harus menjadi momentum peningkatan kualitas layanan agar Posyandu semakin aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan dan literasi keluarga,” ujarnya.

Rangkaian sosialisasi ditutup dengan penguatan komitmen kader untuk menerapkan enam standar layanan tersebut di wilayah masing-masing sebagai langkah lanjutan peningkatan pelayanan dasar masyarakat.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Gebyar SMK Ngada 2026 Tampilkan Karya Siswa, Pendidikan Vokasi Didorong Siapkan Tenaga Terampil

Mulai dari pameran karya, demonstrasi keterampilan teknis, pertunjukan seni, hingga berbagai perlombaan.

Published

on

Bernadinus Dhey Ngebu: “Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan siap bersaing.” FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

BAJAWA, GardaFlores — Gebyar SMK Kabupaten Ngada Tahun 2026 mulai berlangsung di Taman Kartini, Bajawa, Rabu (29/4/2026), sebagai ajang bagi siswa sekolah menengah kejuruan menampilkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi yang telah dipelajari di bangku pendidikan vokasi.

Pembukaan program tersebut dilakukan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu yang menegaskan pentingnya pendidikan kejuruan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan siap bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan vokasi perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan sektor industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pemkab Ngada Kukuhkan Forum Anak 2026–2027, Perkuat Peran Anak dalam Agenda Kabupaten Layak Anak

Ia juga menekankan bahwa penguatan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kewirausahaan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang mandiri dan produktif.

Gebyar SMK 2026 menghadirkan berbagai penampilan dan unjuk kemampuan siswa, mulai dari pameran karya, demonstrasi keterampilan teknis, pertunjukan seni, hingga perlombaan yang melibatkan pelajar dari sejumlah SMK di Kabupaten Ngada.

Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang promosi hasil belajar siswa kepada masyarakat dan dunia kerja, sekaligus menunjukkan kapasitas sekolah vokasi di daerah.

Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan kejuruan melalui kebijakan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan daya saing lulusan.

Rangkaian Gebyar SMK 2026 masih berlanjut dengan sejumlah agenda lanjutan. Dari forum ini diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan berkontribusi bagi pembangunan Ngada.»(gus)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending