HUKRIM
Sengketa Tanah di Dobo Nua Pu’u Memanas, Jonisius Jonison: Sudah Lapor, Tapi Kami Dapat Hanya Alasan dan Diam.
Maumere, GardaFlores — Api konflik tanah warisan ratusan tahun di Desa Dobo Nua Pu’u, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, kembali berkobar. Di tengah jeritan warga yang menuntut keadilan, muncul dugaan serius: penyerobotan dan pengrusakan tanah adat justru seperti dibiarkan aparat.
Konflik ini menyeret dua keluarga besar — keluarga Jonisius Jonison (Joni) sebagai ahli waris sah dari almarhum Hemo, dan keluarga Sil, yang diduga melakukan penyerobotan, pencurian hasil kebun, hingga penebangan puluhan pohon kakao dan kelapa di atas lahan warisan tersebut.
“Kami sudah lapor ke polisi dan pemerintah desa. Tapi yang kami dapat hanya alasan dan diam. Hukum seolah tidak berpihak pada kami,” kata Joni dengan nada kecewa saat ditemui usai pemeriksaan di Polsek Paga, Rabu (12/11/2025).
Kodim 1603/Sikka Gelar Upacara Hari Pahlawan ke-80, Dandim: Semangat Juang Harus Terus Dihidupkan
Menurut Joni, lahan itu merupakan tanah adat yang diwariskan turun-temurun. Selama berabad-abad, tidak pernah ada yang mengusik. Namun sejak September 2025, keluarga Sil dan Sape diduga berulang kali memasuki lahan tersebut secara ilegal — memanen kelapa, menebang kakao, dan bahkan membuat klaim kepemilikan baru.
Lebih mengejutkan, pihak kepolisian disebut enggan menindaklanjuti laporan dengan alasan tidak adanya sertifikat tanah. Padahal, di banyak wilayah adat, tanah seperti ini memang tidak bersertifikat karena diakui melalui hukum adat.
“Kalau begitu, apakah hukum hanya milik mereka yang punya sertifikat? Bagaimana nasib tanah adat kami yang diwariskan secara sah sejak nenek moyang?” tanya Joni geram.
Kecurigaan warga semakin tajam ketika Bhabinsa dan aparat desa disebut hanya memberi peringatan ringan tanpa tindakan hukum nyata. Sementara di lapangan, aksi penebangan dan panen ilegal terus berlangsung.
Warga menilai, diamnya aparat bisa diartikan sebagai bentuk perlindungan terhadap pelaku, atau setidaknya menunjukkan lemahnya keberpihakan hukum terhadap masyarakat adat. Situasi ini membuat tensi di Dobo Nua Pu’u meningkat, dan benturan fisik antar keluarga bukan tidak mungkin terjadi jika aparat terus membisu.
“Kami tidak mau bertarung, tapi kalau tanah kami terus dirusak dan hukum tidak bertindak, masyarakat bisa marah,” tegas Joni.
Wabup Sikka Ajak ASN Hidupkan Semangat Perjuangan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Kasus ini menjadi potret buram bagaimana hukum formal masih buta terhadap keadilan adat. Di satu sisi, masyarakat lokal hidup dengan norma warisan leluhur; di sisi lain, aparat menegakkan hukum dengan ukuran administratif yang kaku — sertifikat, dokumen, dan prosedur — seolah menghapus eksistensi hak adat.
Salah satu penyidik Polsek Paga Jaenudin kepada media ini mengaku sudah berupaya untuk melakukan pendekatan melalui Bhabinsa. Kepada kedua belah pihak, Bhabinsa telah mengingatkan untuk tidak boleh melakukan tindakan anarkis apapun. Selain itu melarang kedua belah pihak untuk memasuki lokasi yang sedang disengketakan.
Sementara kepala desa Dobo Nua Pu’u juga telah menegur langsung kepada penyerobot, namun tidak dindahkan. Lantaran ditantang pelaku, kepala desa Dobo Nua Pu’u, meminta korban Joni untuk melaporkan ke pihak kepolisian.»(rel)
HUKRIM
Kuasa Hukum Tersangka BBM Eceran di Sikka Pertanyakan Konsistensi Penindakan
Domi Tukan, kuasa hukum Blasius Nong Jefri, mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap penjualan BBM eceran di Sikka. Polres menjelaskan pemeriksaan tambahan Jefri dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa.
MAUMERE, GardaFlores — Kuasa hukum Blasius Nong Jefri, Domi Tukan, S.H., mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Sikka. Keberatan itu disampaikan setelah Jefri menjalani pemeriksaan tambahan di Satreskrim Polres Sikka, Senin (19/10/2026).
Domi mengatakan pemeriksaan tambahan tersebut dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa atau P-19. Salah satu materi pemeriksaan berkaitan dengan selisih nominal uang dalam transaksi pembelian BBM yang dinilai belum sinkron.
“Materinya berkaitan dengan selisih uang saat pembelian bensin. Selisihnya sedikit, tetapi karena nominal uang yang dikeluarkan tidak sinkron, klien saya dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan,” kata Domi.
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Menurut Domi, pembelian BBM yang menjadi persoalan dalam perkara Jefri dilakukan melalui SPBU dan dilayani petugas. Ia menilai penanganan perkara kliennya perlu dilihat bersama dengan pengawasan terhadap penjualan BBM eceran yang masih ditemukan di pinggir jalan dan kios warga.
Domi juga mengatakan Jefri masih menjual BBM di kiosnya dengan pasokan yang dibeli dari kios milik warga lain. Menurut dia, Jefri membeli BBM seharga Rp17.000 per liter dan menjualnya kembali seharga Rp18.000 per liter.
Ia mempertanyakan asal BBM yang dijual oleh kios pemasok tersebut dan meminta aparat menelusuri rantai distribusinya.
“Kalau memang penegakan hukum dilakukan, mestinya bukan hanya klien saya yang ditindak. Penjual BBM eceran lainnya juga harus diawasi dan ditindak apabila terbukti melanggar aturan,” ujar Domi.
Domi juga meminta Pemerintah Kabupaten Sikka memperhatikan akses BBM bagi masyarakat kepulauan, terutama nelayan. Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan sistem pelayanan distribusi yang memadai agar kebutuhan operasional nelayan dapat dipenuhi melalui jalur resmi.

Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K., menjelaskan bahwa pemeriksaan tambahan terhadap Jefri dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa dalam penyempurnaan berkas perkara.
Menurut Dionisius, Jefri merupakan tersangka ketiga dalam rangkaian perkara tersebut. Dua tersangka sebelumnya telah dilimpahkan bersama barang bukti kepada kejaksaan atau memasuki tahap II. Setelah petunjuk jaksa dipenuhi, berkas perkara Jefri akan diserahkan kembali kepada kejaksaan.
Terkait penjualan BBM eceran, Dionisius mengatakan kepolisian tetap melakukan pengawasan dan pencegahan di lapangan, termasuk memberikan imbauan sebelum mengambil tindakan sesuai hasil pemantauan.
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Ia juga menyebut dua tersangka yang telah dilimpahkan ke kejaksaan diduga membeli BBM menggunakan mobil untuk kemudian menjualnya ke Kabupaten Flores Timur. Dalam pengawasan distribusi BBM, Polres Sikka turut berkoordinasi dengan ahli minyak dan gas bumi (migas).
Dionisius mengimbau masyarakat yang menjalankan usaha penjualan BBM agar mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan pembelian melalui SPBU dan penggunaan barcode sesuai prosedur yang diterapkan.
Namun, penjelasan tersebut belum merinci hasil penelusuran terhadap sumber pasokan BBM yang dijual di kios-kios lain, sebagaimana dipertanyakan kuasa hukum Jefri.»(rel)
HUKRIM
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Polres Sikka menggelar kegiatan Strong Point di sejumlah titik strategis, termasuk persimpangan dan kawasan sekolah. Kapolres AKBP Bambang Supeno mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
MAUMERE, GardaFlores — Polres Sikka menempatkan personel di sejumlah persimpangan, kawasan sekolah, dan titik dengan aktivitas masyarakat yang padat untuk mengatur lalu lintas serta membantu kelancaran perjalanan pengguna jalan melalui kegiatan Strong Point yang dipimpin Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno.
Bambang mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan langsung kepolisian kepada masyarakat.
Reza Arief Dewanto Pimpin Polda NTT, Pataka Diserahkan Rudi Darmoko
“Polisi hadir untuk masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu siap memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas,” demikian pesan Kapolres Sikka.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sikka dan jajaran ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu kelancaran lalu lintas. Kepolisian juga mengimbau pengguna jalan agar mematuhi peraturan, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, dan melengkapi surat-surat kendaraan.
Bambang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Melalui kegiatan Strong Point, Polres Sikka berupaya mendekatkan pelayanan kepolisian dengan aktivitas warga sehari-hari. (rel)
HUKRIM
Reza Arief Dewanto Pimpin Polda NTT, Pataka Diserahkan Rudi Darmoko
Irjen Pol. Reza Arief Dewanto menerima Pataka Polda NTT Catya Turangga Wirasakti dari Komjen Pol. Rudi Darmoko. Penyerahan berlangsung di Kupang pada Selasa (13/10/2026).
KUPANG, GardaFlores — Irjen Pol. Reza Arief Dewanto menerima Pataka Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Catya Turangga Wirasakti dari Komjen Pol. Rudi Darmoko dalam upacara di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Selasa (13/10/2026).
Penyerahan pataka itu menandai pergantian kepemimpinan Polda NTT dari Rudi, yang kini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, kepada Reza sebagai Kapolda NTT yang baru.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Ia meminta dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Reza dalam menjalankan tugas kepolisian di NTT.
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Henry juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan selama sekitar satu setengah tahun masa kepemimpinan Rudi Darmoko. Menurut dia, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah NTT selama periode tersebut tetap kondusif.
Upacara serah terima pataka dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, para pejabat utama Polda NTT, dan personel kepolisian setempat.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Lima Bulan Tanpa Kepastian, Kasus Sengketa Tanah di Dobo Nua Pu’u Dinilai Mandek di Polsek Paga - Garda Flores %