Connect with us

HUKRIM

Polisi Selidiki Dugaan Upaya Penculikan Siswi SDI Lowolabo di Sikka

Published

on

Anggota polisi dari Polsek Paga mendatangi SDI Lowolabo dan menerima keterangan dari Kepala Sekolah Patrisiana Pada terkait adanya dugaan penculikan seorang siswi dari sekolah tersebut. (IST)

Maumere, GardaFlores – Dugaan percobaan penculikan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Lowolabo, Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, menggegerkan warga setempat. Insiden itu terjadi pada Selasa pagi, 4 November 2025, sekitar pukul 07.20 Wita, di depan gerbang sekolah.

Menurut laporan Polsek Paga, siswi berinisial M.Y.U.S diantar ayahnya ke sekolah sebelum pria itu pergi ke Pasar Paga untuk membeli ikan. Tak lama kemudian, dua pria tak dikenal mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam berhenti di depan gerbang sekolah.

Martabat yang Terluka: Membangun Solidaritas Kesehatan di Maumere

Keduanya disebut sempat bertanya kepada korban soal alamat sambil menunjukkan layar ponsel. Saat korban menjawab tidak tahu, salah satu pelaku diduga menarik baju korban. Tindakan itu semakin kuat hingga Kepala Sekolah SDI Lowolabo, Patrisiana Pada, yang saat itu berada di ruang guru, melihat kejadian tersebut dan segera keluar.

Melihat kepala sekolah muncul, kedua pria itu langsung panik dan kabur ke arah Maumere.

 Warga Resah, Kabar Beredar di Media Sosial

Peristiwa itu menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua dan warga Desa Lowolabo. Kabar dugaan percobaan penculikan itu cepat menyebar lewat grup Facebook dan pesan berantai, memicu berbagai spekulasi di masyarakat.

Kepala Sekolah Patrisiana Pada meminta para orang tua tetap tenang dan melanjutkan aktivitas sekolah seperti biasa. Ia memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi.

“Kami sudah berencana merekrut petugas keamanan sekolah sejak Agustus lalu, dan prosesnya akan segera kami selesaikan,” ujar Patrisiana kepada wartawan.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Paga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan di lokasi kejadian serta memeriksa keluarga korban.

Ayah korban, Y.K., mengatakan anaknya sempat mengalami trauma, tetapi mulai pulih beberapa jam kemudian. “Saya belum tahu apakah ini benar percobaan penculikan atau hanya gangguan biasa, tapi saya harap polisi bisa mengungkap kebenarannya,” kata Y.K.

Gerlita Sikka Didokumentasikan APKASI: Inovasi Kemanusiaan Jadi Inspirasi Nasional

Polisi masih menelusuri motif dan identitas kedua pelaku. “Kami imbau masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah,” ujar salah satu anggota Polsek Paga.

Kapolres Sikka: Jangan Percaya Isu yang Belum Terverifikasi

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, melalui Kasi Humas IPDA Leonardus Tunga, membenarkan adanya penyelidikan terkait dugaan percobaan penculikan tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terkonfirmasi di media sosial.

“Kasus ini sedang kami dalami. Kami minta warga tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum pasti,” kata Leonardus.

Pasca-insiden, berbagai isu turut merebak hingga ke wilayah Kecamatan Mego dan Tanawawo. Polisi berharap masyarakat tidak panik dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menelusuri keberadaan dua pria misterius yang diduga terlibat dalam insiden di SDI Lowolabo tersebut.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKRIM

Kuasa Hukum Tersangka BBM Eceran di Sikka Pertanyakan Konsistensi Penindakan

Domi Tukan, kuasa hukum Blasius Nong Jefri, mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap penjualan BBM eceran di Sikka. Polres menjelaskan pemeriksaan tambahan Jefri dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa.

Published

on

Kuasa hukum Blasius Nong Jefri, Domi Tukan, menyoroti konsistensi penindakan penjualan BBM eceran di Kabupaten Sikka. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kuasa hukum Blasius Nong Jefri, Domi Tukan, S.H., mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Sikka. Keberatan itu disampaikan setelah Jefri menjalani pemeriksaan tambahan di Satreskrim Polres Sikka, Senin (19/10/2026).

Domi mengatakan pemeriksaan tambahan tersebut dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa atau P-19. Salah satu materi pemeriksaan berkaitan dengan selisih nominal uang dalam transaksi pembelian BBM yang dinilai belum sinkron.

“Materinya berkaitan dengan selisih uang saat pembelian bensin. Selisihnya sedikit, tetapi karena nominal uang yang dikeluarkan tidak sinkron, klien saya dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan,” kata Domi.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Menurut Domi, pembelian BBM yang menjadi persoalan dalam perkara Jefri dilakukan melalui SPBU dan dilayani petugas. Ia menilai penanganan perkara kliennya perlu dilihat bersama dengan pengawasan terhadap penjualan BBM eceran yang masih ditemukan di pinggir jalan dan kios warga.

Domi juga mengatakan Jefri masih menjual BBM di kiosnya dengan pasokan yang dibeli dari kios milik warga lain. Menurut dia, Jefri membeli BBM seharga Rp17.000 per liter dan menjualnya kembali seharga Rp18.000 per liter.

Ia mempertanyakan asal BBM yang dijual oleh kios pemasok tersebut dan meminta aparat menelusuri rantai distribusinya.

“Kalau memang penegakan hukum dilakukan, mestinya bukan hanya klien saya yang ditindak. Penjual BBM eceran lainnya juga harus diawasi dan ditindak apabila terbukti melanggar aturan,” ujar Domi.

Domi juga meminta Pemerintah Kabupaten Sikka memperhatikan akses BBM bagi masyarakat kepulauan, terutama nelayan. Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan sistem pelayanan distribusi yang memadai agar kebutuhan operasional nelayan dapat dipenuhi melalui jalur resmi.

Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K., menjelaskan bahwa pemeriksaan tambahan terhadap Jefri dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa dalam penyempurnaan berkas perkara.

Menurut Dionisius, Jefri merupakan tersangka ketiga dalam rangkaian perkara tersebut. Dua tersangka sebelumnya telah dilimpahkan bersama barang bukti kepada kejaksaan atau memasuki tahap II. Setelah petunjuk jaksa dipenuhi, berkas perkara Jefri akan diserahkan kembali kepada kejaksaan.

Terkait penjualan BBM eceran, Dionisius mengatakan kepolisian tetap melakukan pengawasan dan pencegahan di lapangan, termasuk memberikan imbauan sebelum mengambil tindakan sesuai hasil pemantauan.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Ia juga menyebut dua tersangka yang telah dilimpahkan ke kejaksaan diduga membeli BBM menggunakan mobil untuk kemudian menjualnya ke Kabupaten Flores Timur. Dalam pengawasan distribusi BBM, Polres Sikka turut berkoordinasi dengan ahli minyak dan gas bumi (migas).

Dionisius mengimbau masyarakat yang menjalankan usaha penjualan BBM agar mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan pembelian melalui SPBU dan penggunaan barcode sesuai prosedur yang diterapkan.

Namun, penjelasan tersebut belum merinci hasil penelusuran terhadap sumber pasokan BBM yang dijual di kios-kios lain, sebagaimana dipertanyakan kuasa hukum Jefri.»(rel)

Continue Reading

HUKRIM

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Polres Sikka menggelar kegiatan Strong Point di sejumlah titik strategis, termasuk persimpangan dan kawasan sekolah. Kapolres AKBP Bambang Supeno mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno memimpin kegiatan Strong Point sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada pengguna jalan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Polres Sikka menempatkan personel di sejumlah persimpangan, kawasan sekolah, dan titik dengan aktivitas masyarakat yang padat untuk mengatur lalu lintas serta membantu kelancaran perjalanan pengguna jalan melalui kegiatan Strong Point yang dipimpin Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno.

Bambang mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan langsung kepolisian kepada masyarakat.

Reza Arief Dewanto Pimpin Polda NTT, Pataka Diserahkan Rudi Darmoko

“Polisi hadir untuk masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu siap memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas,” demikian pesan Kapolres Sikka.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sikka dan jajaran ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu kelancaran lalu lintas. Kepolisian juga mengimbau pengguna jalan agar mematuhi peraturan, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, dan melengkapi surat-surat kendaraan.

Bambang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Melalui kegiatan Strong Point, Polres Sikka berupaya mendekatkan pelayanan kepolisian dengan aktivitas warga sehari-hari. (rel)

Continue Reading

HUKRIM

Reza Arief Dewanto Pimpin Polda NTT, Pataka Diserahkan Rudi Darmoko

Irjen Pol. Reza Arief Dewanto menerima Pataka Polda NTT Catya Turangga Wirasakti dari Komjen Pol. Rudi Darmoko. Penyerahan berlangsung di Kupang pada Selasa (13/10/2026).

Published

on

Rudi Darmoko menyerahkan Pataka Polda NTT Catya Turangga Wirasakti kepada Kapolda NTT Reza Arief Dewanto, Selasa (13/10/2026). FOTO: DOKPEN POLDA NTT

KUPANG, GardaFlores — Irjen Pol. Reza Arief Dewanto menerima Pataka Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Catya Turangga Wirasakti dari Komjen Pol. Rudi Darmoko dalam upacara di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Selasa (13/10/2026).

Penyerahan pataka itu menandai pergantian kepemimpinan Polda NTT dari Rudi, yang kini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, kepada Reza sebagai Kapolda NTT yang baru.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Ia meminta dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Reza dalam menjalankan tugas kepolisian di NTT.

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Henry juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan selama sekitar satu setengah tahun masa kepemimpinan Rudi Darmoko. Menurut dia, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah NTT selama periode tersebut tetap kondusif.

Upacara serah terima pataka dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, para pejabat utama Polda NTT, dan personel kepolisian setempat.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending