EKONOMI
Aset Rp2,6 Triliun, Kopdit Pintu Air Siapkan Transformasi ke Holding Company
Semangat tolong-menolong menjadi fondasi utama yang menjaga kepercayaan anggota.
MAUMERE, GardaFlores — KSP Kopdit Pintu Air menyiapkan langkah strategis menuju transformasi kelembagaan menjadi holding company, seiring pertumbuhan aset koperasi yang telah mencapai Rp2,6 triliun dan ratusan ribu anggota di berbagai wilayah Indonesia. Rencana besar tersebut disampaikan Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXX Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Rotat, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Kamis (5/3/2026).
Yakobus menegaskan bahwa pembentukan holding company merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing koperasi sekaligus mengintegrasikan usaha simpan pinjam dengan sektor riil dalam satu ekosistem bisnis yang saling mendukung.
“Model holding company akan memperkuat permodalan kolektif, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas diversifikasi usaha, serta memperkuat pengelolaan risiko dan daya saing koperasi di tingkat nasional,” ujar Yakobus di hadapan anggota dan tamu undangan.
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan bagian dari transformasi besar dalam tata kelola koperasi agar lebih profesional, modern, dan akuntabel.
“Ini bukan sekadar perubahan struktur, tetapi transformasi budaya kerja koperasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan berorientasi pada kesejahteraan anggota,” tegasnya.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kopdit Pintu Air telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan kelembagaan koperasi, penyusunan roadmap bisnis terintegrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta digitalisasi sistem pengelolaan koperasi.
Pengurus juga melakukan studi banding ke sejumlah koperasi yang telah lebih dahulu mengembangkan model grup usaha, seperti Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) Grup di Tangerang, Banten, serta BMT NU Ngasem Grup di Bojonegoro, Jawa Timur.
“Dari pengalaman koperasi-koperasi tersebut, kita optimistis dapat membangun struktur holding yang sehat dan profesional,” kata Yakobus.
Dalam kesempatan itu, Yakobus juga memaparkan perkembangan Kopdit Pintu Air sejak berdiri. Koperasi ini berawal dari 50 anggota pendiri yang memiliki semangat kebersamaan untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis solidaritas.
Hingga Desember 2025, jumlah anggota Kopdit Pintu Air tercatat mencapai 487.470 orang, dengan 422.089 anggota aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan kekuatan ekonomi koperasi. Saat ini Kopdit Pintu Air memiliki 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, dan 47 tempat pelayanan (TP) yang melayani anggota di berbagai daerah.
Yakobus menegaskan bahwa perkembangan tersebut tidak terlepas dari nilai solidaritas yang menjadi fondasi koperasi, sebagaimana tercermin dalam motonya, “Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu.”
“Semangat tolong-menolong menjadi fondasi utama yang menjaga kepercayaan anggota dan mendorong partisipasi aktif dalam mengembangkan koperasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas usaha Kopdit Pintu Air dijalankan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku, terutama Peraturan Menteri Koperasi Nomor 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Menurut Yakobus, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan transparan, profesional, dan memberikan perlindungan kepada anggota.
RAT ke-30 Kopdit Pintu Air tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Anggota Menuju Holding Company.” Melalui tema tersebut, pengurus berharap seluruh elemen koperasi—mulai dari pengurus, pengawas, manajemen, hingga anggota—dapat bersinergi mewujudkan transformasi koperasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Dengan kerja sama yang solid, Kopdit Pintu Air akan terus menjadi pilar ekonomi anggota yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Yakobus.»(rel)
EKONOMI
Kuota Diskon Tiket Kapal PELNI Tersisa Sekitar 4 Persen, Sudah Dimanfaatkan 660 Ribu Penumpang
Jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang.
JAKARTA, GardaFlores — Program diskon 30 persen tiket kapal PT PELNI (Persero) hampir mencapai batas kuota. Hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima.
Dengan sisa kuota sekitar empat persen, program stimulus ekonomi itu berpotensi berakhir lebih cepat apabila seluruh kuota terserap sebelum masa berlakunya berakhir pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data PT PELNI, jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang. Dari seluruh perjalanan tersebut, lima tujuan yang paling banyak dipilih penumpang adalah Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Bau-Bau, dan Surabaya.
Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan tingginya pemanfaatan program menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap layanan transportasi laut selama periode libur sekolah.
“Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96 persen dan hanya menyisakan sekitar 4 persen. Masyarakat yang masih berencana bepergian dengan kapal PELNI diimbau segera memesan tiket melalui kanal resmi sebelum kuota habis,” katanya.

Program tersebut memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang PELNI. Diskon tidak berlaku untuk komponen biaya asuransi dan pas pelabuhan.
PELNI menyatakan tetap mengoperasikan seluruh armadanya untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan pelayanan.
Saat ini PT PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dengan singgah di 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, dan satu trayek kapal ternak untuk mendukung konektivitas nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).»(rel)
EKONOMI
Kepala Cabang PELNI Maumere Imbau Calon Penumpang Segera Beli Tiket, Kuota Diskon Nasional Tersisa 4 Persen
Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.
MAUMERE, GardaFlores — PT PELNI Cabang Maumere mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan menggunakan kapal penumpang agar segera membeli tiket. Imbauan tersebut disampaikan karena kuota nasional program diskon tarif tiket kapal PELNI tinggal sekitar 4 persen.
Kepala Cabang PT PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket membuat kuota penerima manfaat hampir seluruhnya terserap.
“Kami mengimbau masyarakat yang sudah memiliki rencana bepergian untuk segera membeli tiket melalui kanal resmi penjualan tiket PT PELNI. Jangan menunggu hingga mendekati jadwal keberangkatan karena kuota diskon secara nasional tinggal sekitar 4 persen,” kata Edwin.
Ia menjelaskan, program diskon berlaku secara nasional sehingga sisa kuota terus berkurang seiring meningkatnya pembelian tiket di berbagai daerah.
PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen, Sasar 693 Ribu Penumpang saat Libur Sekolah
Selain mengingatkan masyarakat agar segera memesan tiket, Edwin juga meminta calon penumpang menggunakan kanal penjualan resmi PT PELNI untuk menghindari penipuan maupun praktik percaloan.
Menurutnya, pembelian melalui kanal resmi juga memastikan penumpang memperoleh tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
Program diskon tiket kapal PELNI merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah yang memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi. Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.
Berdasarkan data PT PELNI hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima, sehingga sisa kuota kini tinggal sekitar 4 persen.»(rel)
EKONOMI
Empat Truk Operasional Koperasi Merah Putih Tiba di Sikka, Belum Diserahkan karena Gerai Belum Siap
Dari 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, baru empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun.
MAUMERE, GardaFlores — Empat unit truk Hino untuk operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sikka telah tiba. Namun, kendaraan tersebut belum dapat diserahkan kepada pengurus koperasi karena pemerintah masih menunggu kesiapan gerai dan kelengkapan seluruh paket sarana operasional.
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., mengatakan setiap gerai KDKMP akan menerima satu unit truk Hino, satu unit mobil pikap, dan dua unit sepeda motor roda tiga. Penyerahan seluruh kendaraan dilakukan secara bersamaan setelah seluruh fasilitas pendukung dinyatakan siap.
“Penyerahan kendaraan dilakukan setelah seluruh paket kendaraan sudah lengkap dan fasilitas gerai koperasi siap digunakan,” kata Denny di Maumere, Jumat (17/7/2026).
Saat ini empat truk tersebut ditempatkan di empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Wuring, Kelurahan Kota Uneng, Desa Madawat, dan Kelurahan Kota Baru.
Selama menunggu proses serah terima, kendaraan masih berada di bawah pengawasan Kodim 1603/Sikka dan belum dioperasikan oleh pengurus koperasi.
Menurut Denny, personel Babinsa melakukan pemeriksaan rutin, termasuk menghidupkan mesin kendaraan setiap hari untuk menjaga kondisi kendaraan tetap siap digunakan.
Ia mengatakan penundaan penyerahan bertujuan memastikan seluruh aset operasional diterima secara bersamaan dan siap dimanfaatkan ketika koperasi mulai beroperasi.

Proses serah terima nantinya dilakukan oleh Kodim 1603/Sikka dengan disaksikan pemerintah desa atau kelurahan sebelum aset menjadi tanggung jawab pengurus koperasi.
Denny menjelaskan, dari 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, baru empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun. Sebanyak 21 gerai masih dalam tahap pembangunan, sedangkan lokasi lainnya masih menunggu tahapan berikutnya.
Menurutnya, ketersediaan lahan masih menjadi salah satu kendala pembangunan gerai koperasi.
“Idealnya setiap desa dan kelurahan memiliki lahan sendiri. Kalau lahannya sudah tersedia, disurvei, lalu diverifikasi oleh pemerintah pusat. Setelah dinyatakan bersih dan memenuhi syarat, pembangunan fisik baru bisa dimulai,” ujarnya.
Penyelesaian gerai koperasi menjadi salah satu tahapan yang menentukan pemanfaatan kendaraan operasional yang telah tersedia untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sikka.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA12 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM12 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Bupati Sikka Dorong Kopdit Pintu Air Bangun Holding Company, Aset Tembus Rp2,62 Triliun - Garda Flores %