Connect with us

SOSBUD

Tablo Jalan Salib Libatkan 200 OMK di Maumere, Respons Penurunan Partisipasi Kaum Muda

“Kalau tidak ada ruang kreatif seperti ini, anak muda akan semakin jauh dari gereja.”

Published

on

Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yoseph Katedral Maumere melakukan tablo Jalan Salib pada Jumat Agung (3/4/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 200 Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yoseph Katedral Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terlibat dalam pementasan tablo jalan salib pada Jumat Agung, 3 April 2026, di jalan utama kota di lingkungan paroki setempat.

Pementasan tersebut disiapkan selama satu bulan dengan melibatkan OMK dari tiga stasi, yakni Stasi St. Yoseph, Wairumbia, dan Perumnas. Gladi bersih terakhir berlangsung pada 31 Maret 2026.

Ketua panitia, Novita Dua Nalu, menyebut pelibatan OMK dalam tablo jalan salib diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan gereja.

“Ya, hampir 200 OMK yang ambil bagian dalam tablo ini. Kami melihat banyak anak muda sekarang lebih sibuk dengan handphone dan pergaulan yang kurang sehat. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengarahkan mereka kembali ke kegiatan positif,” kata Novita.

Paskah 2026 Dijaga Ketat: Operasi Semana Santa Turangga Kerahkan 3.227 Personel

Sutradara Emanuel Silvanus menyampaikan pementasan serupa berpotensi dikembangkan ke skala lintas paroki di Kota Maumere, dengan melibatkan sejumlah paroki seperti Katedral, Thomas Morus, Misir, dan Wolonmaget.

“Kami ingin ada satu tablo besar skala kota. Tapi itu butuh komitmen bersama dan dukungan yang lebih serius,” ujarnya.

Sutradara lainnya, Jeremias Paschal Seda, menilai perlu adanya ruang kreatif untuk menjangkau generasi muda dalam konteks kehidupan menggereja.

“Kalau tidak ada ruang kreatif seperti ini, anak muda akan semakin jauh dari gereja,” katanya.

Sejumlah pihak memandang pendekatan berbasis seni dan partisipasi komunitas dapat menjadi salah satu opsi untuk mendorong keterlibatan kaum muda, seiring perubahan pola aktivitas dan minat generasi muda.

Rencana pengembangan tablo jalan salib skala kota masih dalam tahap wacana dan memerlukan koordinasi antarparoki serta dukungan sumber daya untuk realisasi lebih lanjut.»(rel)

SOSBUD

Pemkab Ngada Salurkan Bantuan Rp185 Juta untuk Gereja dan Dua Sekolah di Golewa Selatan

Bantuan merupakan dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan dan pendidikan.

Published

on

Raymundus Bena: “Pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, serta sosial budaya.” FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menyalurkan bantuan senilai Rp185 juta kepada umat Stasi Waturoka serta dua satuan pendidikan di Kecamatan Golewa Selatan, Selasa (21/4/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Ngada di Aula Kantor Desa Were II dalam program “Murni Kasih”.

Bantuan tersebut terdiri dari Rp150 juta untuk pembangunan Pastoran Gereja St. Theresia Stasi Waturoka, Rp10 juta untuk kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di SMP Negeri 3 Golewa Selatan, serta Rp25 juta untuk pengadaan drumband di SMA Negeri 1 Golewa Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Ngada Raymundus Bena menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan dan pendidikan.

Pemkab Ngada Buka Temu Usaha II, Investor Diajak Tinjau Langsung Destinasi

“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, serta sosial budaya,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya akurasi dan keadilan dalam pendataan penerima bantuan di tingkat desa, terutama agar tidak dipengaruhi faktor non-teknis.

“Pendataan harus adil dan objektif. Jangan melihat ke belakang, terutama terkait pilihan saat pemilu. Yang dilihat adalah kondisi masyarakat hari ini,” tegasnya.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara tepat dan disertai laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk transparansi.

Pemkab Ngada mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara tepat dan disertai laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk transparansi. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, dalam kesempatan yang sama menyoroti peran perempuan dalam pembangunan keluarga di tingkat desa. Ia mendorong penguatan fungsi kelompok dasawisma dan kader posyandu, serta pemanfaatan peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia. Orang tua perlu membiasakan anak membaca,” katanya.

Pada akhir kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Ngada membagikan buku tulis kepada siswa sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pendidikan.

Hingga kegiatan berakhir, seluruh bantuan telah diserahkan kepada penerima. Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan akan memantau pemanfaatan bantuan tersebut melalui mekanisme pelaporan di tingkat desa dan satuan pendidikan.»(gus)

Continue Reading

SOSBUD

Pengelolaan Sampah Sikka Baru 25 Persen, Bupati Ajukan Dukungan TPS 3R ke Menteri LH

Selain isu persampahan, pertemuan juga membahas reboisasi kawasan hutan.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menemui Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq untuk mengajukan dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan membahas reboisasi kawasan hutan, terutama di wilayah sumber mata air, Rabu (15/4/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengajukan dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) kepada Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Permintaan diajukan menyusul capaian layanan pengelolaan sampah di Sikka yang baru sekitar 25 persen.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa. Pemerintah daerah menyampaikan keterbatasan sarana dan prasarana sebagai kendala utama dalam peningkatan cakupan layanan.

Bupati Sikka dalam keterangannya di Maumere, Kamis (16/4/2026), menyebut pembangunan TPS 3R menjadi opsi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara bertahap.

“Kami berharap ada dukungan konkret dari pemerintah pusat, khususnya dalam penyediaan sarpras dan pembangunan TPS 3R,” kata Juventus.

TPA Wairii dan Pengkhianatan terhadap Laut Maumere: Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional di Kabupaten Sikka

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pendekatan pengelolaan dari hulu ke hilir, dengan prioritas pada pemilahan sampah di tingkat sumber.

“Pemilahan antara sampah organik dan anorganik menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain isu persampahan, pertemuan juga membahas reboisasi kawasan hutan, terutama di wilayah sumber mata air, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bersih.

Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait bentuk dukungan yang akan diberikan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan akan melanjutkan pembahasan teknis dengan kementerian terkait untuk menindaklanjuti usulan tersebut.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Gangguan Distribusi Air di Bajawa Masuk Hari Ke-7, Perbaikan Jaringan Masih Berlangsung

“Ada satu titik yang sudah bisa mengalir ke rumah warga.”

Published

on

Gangguan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Kabupaten Ngada memasuki hari ketujuh dan berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Bajawa, upaya perbaikan masih dilakukan. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

BAJAWA, GardaFlores — Gangguan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Kabupaten Ngada memasuki hari ketujuh dan berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Bajawa, memaksa warga bergantung pada pasokan air tangki untuk kebutuhan harian.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tanalodu, Kisanata, Ngedekulu, dan kawasan sekitarnya. Sejak awal pekan, aliran air ke rumah warga dilaporkan terhenti atau tidak stabil, dan hingga Sabtu (11/4/2026) belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan keterangan warga, kebutuhan air bersih kini dipenuhi melalui pembelian air tangki dengan kisaran harga Rp70 ribu hingga Rp150 ribu per tangki, tergantung kapasitas dan ketersediaan pasokan.

“Sudah empat hari air tidak keluar. Kami terpaksa beli air tangki dengan harga Rp150 ribu untuk satu tangki besar,” ujar Mama Arfan, warga Kelurahan Kisanata.

Keluhan serupa disampaikan Tanta Ines, warga Kelurahan Tanalodu, yang menyebut gangguan berlangsung hampir satu minggu dan menghambat aktivitas rumah tangga.
“Sudah hampir satu minggu air tidak mengalir. Mau mandi saja susah, kami sudah pesan air tangki tapi belum datang juga,” katanya.

Di sisi distribusi alternatif, lonjakan permintaan terlihat di kawasan Warusoba sebagai salah satu titik pengambilan air. Kendaraan tangki dilaporkan antre untuk pengisian sebelum menyalurkan ke pelanggan.

Dorong Ketahanan Pangan dan Swasembada, Pemkab Ngada Serahkan Irigasi OPLAH ke P3A Soafuti di Bajawa

John, seorang pengemudi tangki menyebut intensitas distribusi meningkat dibanding kondisi normal.
“Kami dari pagi sudah jalan terus. Pesanan sangat banyak dibanding biasanya,” ujarnya.

Perumda Air Minum Kabupaten Ngada melakukan penanganan di sejumlah titik, termasuk di bak penampungan Padawoli, Kecamatan Bajawa, dengan mengerahkan mobil tangki untuk suplai sementara kepada warga terdampak.

Perbaikan jaringan pipa juga berlangsung di kawasan belakang Kampung Bogenga yang diidentifikasi sebagai salah satu titik gangguan distribusi. Petugas terlihat melakukan perbaikan serta pembersihan di area tersebut.

Seorang staf Perumda menyatakan sebagian aliran mulai kembali normal di beberapa lokasi terbatas.
“Ada satu titik yang sudah bisa mengalir ke rumah warga,” ujarnya.

Gangguan layanan air bersih di daerah perkotaan umumnya berkaitan dengan kerusakan jaringan distribusi, kebocoran pipa, atau kendala teknis pada sistem penampungan. Dalam situasi tersebut, distribusi melalui mobil tangki menjadi langkah mitigasi jangka pendek, sementara pemulihan layanan bergantung pada kecepatan perbaikan infrastruktur.

Hingga berita ini diterbitkan, proses perbaikan jaringan masih berlangsung dan distribusi air belum sepenuhnya normal di seluruh wilayah terdampak. Pihak manajemen Perumda Air Minum Kabupaten Ngada belum memberikan pernyataan resmi. Warga masih mengandalkan pasokan air tangki sambil menunggu pemulihan layanan.»(gus)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending