EKONOMI
Bupati Sikka Dorong Kopdit Pintu Air Bangun Holding Company, Aset Tembus Rp2,62 Triliun
Kopdit Pintu Air telah memiliki 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, dan 47 kantor pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah.
MAUMERE, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka mendorong transformasi kelembagaan KSP Kopdit Pintu Air menuju ekosistem usaha terintegrasi berbasis koperasi melalui penguatan kemandirian anggota dan pembentukan holding company.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-30 KSP Kopdit Pintu Air Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Rotat, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Kamis (5/3/2026).
Bupati menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi sekaligus instrumen penting dalam memastikan praktik demokrasi ekonomi berjalan sesuai prinsip koperasi.
“RAT memiliki nilai strategis karena menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada anggota secara profesional dan berintegritas, sekaligus menekan angka kredit bermasalah melalui penguatan analisis dan pendampingan usaha,” ujarnya.
Pada RAT tersebut, KSP Kopdit Pintu Air mengusung tema “Wujudkan Kemandirian Anggota Menuju Holding Company Pintu Air Group.” Tema ini, menurut Bupati, mencerminkan arah strategis koperasi untuk tidak hanya berfokus pada layanan simpan pinjam, tetapi juga mengembangkan ekosistem usaha yang lebih luas dan terintegrasi.
Aset Rp2,6 Triliun, Kopdit Pintu Air Siapkan Transformasi ke Holding Company
Ia menekankan bahwa anggota koperasi harus berkembang menjadi pelaku usaha yang produktif dan berdaya saing agar kekuatan kelembagaan koperasi semakin kokoh.
“Anggota tidak boleh hanya menjadi peminjam dan penyimpan dana. Mereka harus tumbuh menjadi pelaku usaha yang berdaya saing. Jika anggota mandiri, koperasi juga akan semakin kuat,” katanya.
Menurut Bupati, langkah menuju holding company menuntut tata kelola organisasi yang profesional dan transparan, penguatan manajemen risiko, serta sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
Selain itu, perencanaan yang matang dan sistem pengawasan yang efektif juga diperlukan agar ekspansi usaha koperasi tetap berjalan dalam prinsip kehati-hatian.
Pemerintah Kabupaten Sikka, lanjutnya, memandang gerakan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi rakyat. Karena itu, transformasi Kopdit Pintu Air menuju grup usaha terintegrasi diharapkan tetap berlandaskan nilai kebersamaan, partisipasi, dan keadilan ekonomi.
Aset Tumbuh 15,25 Persen
Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Tahun Buku 2025, kinerja KSP Kopdit Pintu Air menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.
Total aset koperasi tercatat mencapai Rp2.622.461.171.485, meningkat dari Rp2.275.527.045.798 pada tahun 2024. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan aset sebesar Rp346.934.127.687 atau 15,25 persen.
Pertumbuhan juga terlihat pada aspek modal anggota. Pada tahun 2024, modal anggota tercatat Rp245.814.388.000, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp925.283.272.821 atau bertambah Rp679.468.884.821 dengan pertumbuhan 236,18 persen.
Sementara itu, total pinjaman anggota juga mengalami peningkatan dari Rp1.920.020.226.850 pada tahun 2024 menjadi Rp2.193.567.343.853 pada tahun 2025 atau tumbuh 14,25 persen.
Pada aspek laba, Kopdit Pintu Air mencatat kenaikan dari Rp3.248.519.739 pada tahun 2024 menjadi Rp3.973.293.589 pada tahun 2025, atau bertambah Rp724.719.850 dengan pertumbuhan 22,31 persen.
Secara kelembagaan, hingga Tahun Buku 2025 Kopdit Pintu Air telah memiliki 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, dan 47 kantor tempat pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah.
Pengurus Akui Masih Ada Kekurangan
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menyampaikan bahwa capaian kinerja koperasi selama tahun buku 2025 tetap disertai evaluasi internal untuk perbaikan ke depan.
“Yang sudah baik akan terus dipertahankan agar semakin meningkat pada tahun berikutnya,” kata Jano saat RAT Kopdit Pintu Air ke-30 tahun buku 2025.
Ia juga menegaskan bahwa pengurus menjalankan prinsip transparansi kepada anggota selama tahun buku berjalan.
“Tidak ada yang kami tutupi selama tahun buku 2025. Bahkan setiap rapat anggota bulanan (RAB), semua persoalan dibuka agar dapat didiskusikan bersama untuk menemukan solusi,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan apresiasi atas capaian KSP Kopdit Pintu Air, terutama karena pertumbuhan tersebut diraih di tengah kondisi ekonomi yang ditandai melemahnya daya beli masyarakat serta meningkatnya risiko kredit anggota.
Bupati Sikka Dorong Kolaborasi Pemda dan KSP Pintu Air untuk Penuhi Bahan Baku MBG
Meski demikian, Bupati Sikka mengingatkan manajemen koperasi agar tetap waspada dan menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas kelembagaan serta meningkatkan kinerja pada tahun buku 2026.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sikka juga memberikan apresiasi kepada pengurus, pengawas, dan manajemen Kopdit Pintu Air yang dinilai berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati berharap RAT ke-30 ini menjadi momentum konsolidasi dan evaluasi bagi seluruh anggota koperasi untuk meningkatkan partisipasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pemberdayaan usaha kecil dan UMKM, serta menyiapkan fondasi hukum dan manajerial menuju Holding Company Pintu Air Group yang sehat dan berkelanjutan.»(rel)
EKONOMI
Warga Dile Tagih Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan, Marianus Sebut APBN Tak Menganggarkan
Warga Desa Dile, Amatus Setu, meminta penyelesaian atas lahan yang terdampak proyek jalan Ende–Wolowaru–Junction Kelimutu. Ia menuntut Rp150 juta, sementara anggota DPRD Ende Marianus Kota menyebut APBN proyek tersebut tidak mencakup anggaran ganti rugi lahan.
ENDE, GardaFlores – Amatus Setu, warga Desa Dile, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, meminta penyelesaian atas lahan yang menurutnya terdampak pekerjaan preservasi jalan nasional ruas Ende–Wolowaru–Junction Kelimutu. Ia mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp150 juta dan mengaku telah dua tahun tidak dapat memanen hasil kebunnya.
Di tengah tuntutan tersebut, anggota DPRD Ende dari Partai NasDem, Marianus Kota, menyatakan anggaran APBN untuk proyek preservasi jalan itu tidak mencakup biaya pembebasan atau ganti rugi lahan. Menurutnya, anggaran melalui Kementerian Pekerjaan Umum maupun program Instruksi Jalan Daerah (IJD) hanya diperuntukkan bagi pekerjaan fisik jalan dan jembatan.
Marianus menyampaikan pernyataan tersebut kepada tim media, Minggu (1/11/2026). Ia mengatakan urusan penyiapan dan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
“Harus banyak membaca literatur sebelum melangkah. Pembangunan infrastruktur di Indonesia memiliki aturan main dan pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah. Termasuk proyek preservasi jalan ruas Ende–Wolowaru–Junction Kelimutu yang tidak disertai anggaran ganti rugi lahan,” kata Marianus.
Sengketa Hutan Adat Suku Lo’u, Polsek Wewaria Hentikan Pengaduan, Aktivitas Kembali Dilakukan
Ia mengungkapkan, DPRD Ende telah berkomunikasi dengan pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah IV NTT. Dari komunikasi tersebut, menurut Marianus, pihaknya memperoleh penjelasan bahwa anggaran proyek dialokasikan untuk pekerjaan fisik, termasuk pengaspalan.
Marianus juga menyebut keterbatasan kemampuan APBD untuk pembebasan lahan menjadi salah satu persoalan dalam pembangunan jalan di Flores. Menurutnya, selama ini pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut kerap bergantung pada kerelaan masyarakat menghibahkan tanah atau kesepakatan penataan lahan bersama pemerintah daerah.
Terkait tuntutan Amatus sebesar Rp150 juta, Marianus mengatakan nilai kompensasi harus didasarkan pada perhitungan yang wajar dan sesuai ketentuan hukum. Ia menyebut penilaian dapat melibatkan tim penilai independen atau appraisal bersertifikat.
“Saya mendapat informasi bahwa ada warga yang mengajukan nilai melebihi batas kewajaran dan cenderung memberatkan penyedia jasa. Hal ini dapat menghambat program percepatan pembangunan selanjutnya,” katanya.
Marianus tidak merinci identitas warga yang dimaksud dalam pernyataan mengenai nilai tuntutan tersebut.
Ia juga merujuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Menurutnya, apabila musyawarah tidak mencapai kesepakatan, mekanisme penitipan ganti kerugian di pengadilan atau konsinyasi dapat ditempuh sesuai persyaratan hukum.
Selain menyampaikan pandangannya mengenai anggaran dan nilai kompensasi, Marianus meminta warga tidak terprovokasi dalam menyampaikan aspirasi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan legalitas media yang digunakan untuk menyampaikan persoalan tersebut.
KM Lawit Membentur Dermaga Ippi, 379 Penumpang Batal Berangkat dari Ende
“Sebagai anggota DPRD, saya harus melindungi rakyat. Jangan sampai niat baik warga dalam menyampaikan aspirasi justru menjadi preseden buruk apabila pihak PT BCTC dan Satker Wilayah IV PJN NTT melakukan upaya hukum,” ujarnya.
Di pihak warga, Amatus mengaku telah berulang kali menghubungi kontraktor pelaksana, PT Bina Citra Teknik (BCTC), untuk menanyakan penyelesaian persoalan lahannya. Namun, menurut dia, jawaban yang diterima selalu berupa penundaan.
“Saya hubungi kontraktor, katanya hari Minggu, lalu hari Senin, Selasa, Rabu, dan sampai sekarang belum ada. Bahkan hari Rabu, 14 Oktober 2026 saya masih menanyakan hal yang sama, jawabannya terus ditunda-tunda,” ungkap Amatus.
Amatus mengatakan dirinya mengalami kerugian selama dua tahun karena tidak dapat memanen hasil kebun. Ia juga menyebut sebelumnya ada janji bahwa kondisi sawah miliknya akan diperbaiki setelah pekerjaan proyek selesai.
Deddy Agus Oktavianto Gantikan Armadha Tangdibali sebagai Kajari Sikka
“Sudah dua tahun ini rugi karena tidak bisa memanen hasil kebun. Karena itu kami meminta ganti rugi, sesuai janji waktu itu bahwa setelah pekerjaan selesai sawah akan diperbaiki,” katanya.
Kepala Desa Dile, Fabianus Mbana, sebelumnya menyatakan pemerintah dan kontraktor perlu bertanggung jawab berdasarkan kesepakatan serta berita acara yang telah dibuat. Ia juga mendorong masyarakat melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian untuk memperjuangkan hak mereka.
Hingga kini, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci isi kesepakatan dan berita acara yang disebut Kepala Desa Dile, termasuk bentuk kewajiban masing-masing pihak. Belum ada pula penjelasan dari PT BCTC maupun Satker PJN Wilayah IV NTT mengenai tuntutan Amatus dan kesepakatan yang dipersoalkan warga.
Persoalan tersebut mencakup dua hal yang perlu dibedakan dalam penyelesaiannya: status dan tanggung jawab atas penggunaan lahan dalam proyek, serta klaim kerugian dan permintaan kompensasi dari pemilik lahan.»(tim/rel)
EKONOMI
KM Lawit Membentur Dermaga Ippi, 379 Penumpang Batal Berangkat dari Ende
Sebanyak 379 calon penumpang KM Lawit batal berangkat dari Pelabuhan Ippi, Ende, setelah kapal membentur dermaga. PELNI menyiapkan KM Egon untuk membantu pelayanan penumpang terdampak.
ENDE, GardaFlores – Sebanyak 379 calon penumpang yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Ippi, Kabupaten Ende, dengan KM Lawit batal melakukan perjalanan setelah kapal tersebut membentur dermaga, Kamis (29/10/2026). PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menyiapkan KM Egon untuk melayani penumpang yang terdampak perubahan pelayanan.
Saat insiden terjadi, KM Lawit membawa 1.146 penumpang di atas kapal. Dari jumlah tersebut, 317 penumpang turun di Pelabuhan Ende.
Sementara itu, 379 penumpang yang semula dijadwalkan naik dari Ende tidak dapat diberangkatkan. PELNI menyatakan akan mengembalikan 100 persen harga tiket kepada penumpang yang keberangkatannya dibatalkan.
Sekretaris Perusahaan PT PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan perusahaan mengajukan permohonan perubahan rute atau deviasi KM Egon kepada Kementerian Perhubungan agar kapal tersebut dapat membantu melayani penumpang terdampak.
Sudaryono Ungkap Dugaan Jual-Beli Titik Dapur MBG hingga Rp350 Juta, Klaim Efisiensi Rp44 Triliun
Dengan persetujuan deviasi, KM Egon direncanakan menyinggahi Pelabuhan Ende, Lewoleba, dan Kupang sebelum kembali ke Pelabuhan Waingapu.
“Kami berupaya menyiapkan alternatif transportasi agar perjalanan penumpang lanjutan tetap dapat dilayani. Atas nama perusahaan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan akibat insiden ini,” ujar Ditto dalam keterangan pers yang diterima media, Jumat (30/10/2026).
KM Egon dijadwalkan kembali menjalankan rute regulernya pada Senin (2/11/2026), setelah menyelesaikan tugas perbantuan untuk mengangkut penumpang eks KM Lawit.
Tito Beri Pemda Sepekan Bentuk Satgas MBG, Daerah yang Lalai Terancam Teguran
Di sisi lain, PELNI masih memantau proses perbaikan KM Lawit bersama pihak terkait. Perusahaan belum menyampaikan kepastian kapan kapal tersebut dapat kembali beroperasi.
“Keselamatan penumpang dan kru kapal tetap menjadi prioritas utama kami. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bagi penumpang terdampak,” kata Ditto.
Sebelum insiden tersebut, KM Lawit melayani rute Kumai–Surabaya–Benoa–Bima–Waingapu–Ende–Lewoleba–Kupang–Rote pulang-pergi.»(tim/rel)
EKONOMI
Jembatan Perintis Garuda di Desa Riit Diresmikan, Pemeliharaan Jadi Perhatian
Jembatan Perintis Garuda di Sungai Wairkeang, Desa Riit, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, diresmikan pada Senin (26/10/2026). Pembangunan yang didukung TNI AD melalui Kodim 1603/Sikka ini ditujukan untuk memperlancar akses transportasi warga.
MAUMERE, GardaFlores — Jembatan Perintis Garuda di Sungai Wairkeang, Dusun Mengajut, Desa Riit, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, diresmikan pada Senin (26/10/2026). Jembatan yang dibangun dengan dukungan TNI Angkatan Darat melalui Kodim 1603/Sikka itu ditujukan untuk memperlancar akses transportasi warga.
Peresmian dipimpin Komandan Kodim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, Kepala Desa Riit Solvinus Go Epi, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Denny menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk perhatian TNI terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan akses transportasi.
Operasi Patuh Turangga Dimulai di Sikka, Polri Tak Ukur Sukses dari Jumlah Tilang
Ia juga mengajak masyarakat menjaga dan merawat jembatan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan berita acara serah terima oleh Dandim 1603/Sikka bersama Kepala Desa Riit. Ketua DPRD Sikka kemudian melakukan pemotongan pita bersama Dandim, Kapolres Sikka, dan kepala desa.
Sebelum acara peresmian, rombongan disambut melalui prosesi adat Sikka berupa sapaan adat dan pengalungan kain adat.
Jembatan Perintis Garuda di Sungai Wairkeang diharapkan mendukung mobilitas warga Desa Riit, termasuk kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Perluas Layanan, KSP Kopdit Pintu Air Resmikan Kantor Cabang Nangablo di Nita - Garda Flores %