PENKES
Wabup Sikka Soroti Rendahnya Literasi dan Arsip Daerah, Dorong Gerakan Membaca hingga Transformasi Digital
MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menyoroti masih rendahnya tingkat literasi masyarakat dan pengelolaan arsip pemerintahan di Kabupaten Sikka saat memimpin peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-54 dan Kearsipan ke-55 tingkat Kabupaten Sikka di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (18/5/2026).
Dalam upacara bertema “Literasi Menguat, Arsip Terawat, Sikka Maju dan Berbudaya” itu, Simon menegaskan bahwa literasi dan arsip bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan fondasi pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan modern.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi panggilan moral dan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, tertib administrasi, dan siap menghadapi perubahan zaman,” kata Simon.
Pernyataan itu disampaikan di tengah masih rendahnya capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sikka. Data pemerintah daerah menunjukkan IPLM Sikka pada 2024 berada di angka 0,14 dan meningkat menjadi 1,48 pada 2025. Namun capaian tersebut masih masuk kategori sangat rendah.
Sementara Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat Sikka tercatat berada pada angka 54 atau masih dalam kategori kurang.
Maumere dan Krisis Budaya Menulis: Ketika Banyak Orang Pandai Berbicara, Sedikit yang Mau Menulis
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena dinilai berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan, daya saing masyarakat, hingga kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan informasi.
Simon mengatakan perpustakaan saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai ruang penyimpanan buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, inovasi, dan ruang tumbuhnya budaya berpikir kritis.
“Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang masyarakatnya gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Untuk memperluas budaya membaca, Pemerintah Kabupaten Sikka mulai memperkuat sejumlah program literasi berbasis masyarakat dan sekolah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Salah satunya melalui Gerakan Gong Literasi yang membiasakan siswa SD dan SMP membaca selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai dan 30 menit setelah pembelajaran berakhir.
Pemerintah daerah juga memperkenalkan Program Wisata Literasi dan Sains melalui konsep Paket Wisata Literasi yang membawa pelajar belajar langsung ke pusat pemerintahan, koperasi, UMKM, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
TK Islam AT-TAQWA Beru Perkenalkan Literasi dan Sains Anak di Perpustakaan Frans Seda
Program “Sehari Menjadi Bupati”, “Sehari Menjadi Ketua DPRD”, serta Executive Class Literasi dan Sains turut diperkuat sebagai ruang pendidikan kepemimpinan dan demokrasi bagi pelajar.
Di sektor pelayanan publik, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mulai menerapkan Gerakan Antar dan Jemput Buku dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah”.
Layanan tersebut menyasar kelompok masyarakat yang sulit mengakses perpustakaan, seperti lansia, penyandang disabilitas, pasien rumah sakit, penghuni rumah tahanan, hingga warga di wilayah terbatas akses bacaan.
Selain itu, layanan perpustakaan keliling melalui mobil dan motor perpustakaan terus diperluas dengan pendekatan pelayanan langsung ke wilayah terpencil.
Transformasi digital juga mulai diperkuat melalui pengembangan Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda dan Website Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka sebagai bagian dari modernisasi layanan informasi publik.

Simon turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero Maumere dan mahasiswa Teknik Informatika UNIPA Maumere yang mendukung pengembangan layanan digital pemerintah daerah.
Di bidang kearsipan, pemerintah daerah menilai tantangan pengelolaan arsip masih cukup besar. Sejumlah persoalan yang disorot antara lain belum optimalnya tata naskah dinas, keterbatasan tenaga arsiparis, belum tersedianya central file dan record center, hingga rendahnya kesadaran pengelolaan arsip di sejumlah perangkat daerah.
Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis
Karena itu, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah diminta memperkuat implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) sebagai bagian dari transformasi digital pemerintahan.
Menurut Simon, arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga menjadi bukti hukum, memori kolektif, dan rekam sejarah pembangunan daerah.
“Melalui momentum ini, mari kita jadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahuan dan arsip sebagai penjaga sejarah peradaban daerah,” ujarnya.
Peringatan HUT Perpustakaan dan Kearsipan tahun ini sekaligus menjadi penanda arah baru kebijakan literasi di Kabupaten Sikka, dari pendekatan seremonial menuju penguatan budaya baca, layanan inklusif, dan digitalisasi tata kelola pengetahuan daerah.»(rel)
PENKES
Gempa Rusak 40 Ruangan, Kodim 1603/Sikka Pindahkan Fasilitas SMPN 1 Maumere ke Sekolah Darurat
Kerusakan akibat gempa memaksa 618 siswa SMPN 1 Maumere direlokasi ke tempat pembelajaran sementara. Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan fasilitas sekolah setelah 40 ruangan dan 30 tiang penopang mengalami kerusakan.
MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores memaksa seluruh aktivitas belajar SMP Negeri 1 Maumere direlokasi. Sebanyak 618 siswa dari 20 rombongan belajar harus menggunakan lokasi sementara setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.
Personel Kodim 1603/Sikka bersama pihak sekolah kemudian memindahkan fasilitas dan perlengkapan SMPN 1 Maumere ke lokasi pembelajaran sementara, Rabu (2/9/2026).
Pemindahan dilakukan untuk menyiapkan sarana belajar bagi siswa setelah tim teknis memastikan bangunan SMPN 1 Maumere tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar selama masa tanggap darurat.
Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Dari total 40 ruangan, termasuk 20 ruang kelas utama, sejumlah ruang mengalami keretakan akibat gempa.
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Sebanyak 30 tiang penopang dasar juga mengalami keretakan. Lapisan semen pada sejumlah tiang terkelupas hingga memperlihatkan struktur besi di dalamnya.
Retakan ditemukan pada lantai satu dan lantai dua bangunan. Kerusakan yang lebih berat dilaporkan terjadi di lantai dua, termasuk pada dua ruang kelas.
Kepala SMPN 1 Maumere, Maria Heliana, mengatakan kondisi dua ruang kelas tersebut mengalami kerusakan cukup berat.
“Dua ruang kelas rusak parah. Retakan temboknya sudah condong masuk ke dalam ruangan kelas,” ujar Maria.
Kerusakan juga ditemukan pada lantai ruang perpustakaan yang mengalami penurunan dan terasa bergetar ketika dilalui.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis, seluruh aktivitas pembelajaran kemudian harus dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Sikka menyiapkan lokasi pembelajaran sementara bagi SMPN 1 Maumere di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jalan Wairklau.
Pembelajaran tetap dilaksanakan pada pagi hari dan berlangsung satu kali sehari. Maria mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan domisili sebagian besar siswa yang berada di wilayah timur, sementara lokasi sekolah sementara berada lebih ke arah barat.
“Semua proses pembelajarannya tetap pagi. Satu kali jalan, mengingat kondisi anak-anak kami di zona wilayah timur,” katanya.
Di tengah proses relokasi pembelajaran tersebut, personel Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan perlengkapan sekolah secara bertahap ke lokasi yang akan digunakan untuk mendukung proses belajar siswa.
Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa
Pemindahan fasilitas dilakukan agar sarana pembelajaran dapat segera digunakan oleh guru dan siswa.
Maria mengatakan sekolah berupaya menjaga proses pembelajaran tetap berjalan, termasuk bagi siswa kelas IX yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat penanganan dan pembangunan kembali bangunan sekolah yang mengalami kerusakan agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung di fasilitas permanen.
“Harapan saya, Pemda mungkin bisa melihat kondisi kami seperti ini. Sehingga Pemda bisa berupaya lebih cepat membangunkan sekolah. Sehingga jangan lama-lama kami berada di luar,” ujarnya.»(rel)
PENKES
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
SDI Iligetang menilai pemulihan psikologis siswa pascagempa membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Guru juga diminta memperhatikan kondisi emosional dan perubahan perilaku anak selama proses belajar kembali berjalan.
MAUMERE, GardaFlores — Pemulihan kondisi psikologis siswa pascagempa menjadi perhatian SDI Iligetang, Kabupaten Sikka. Pihak sekolah menilai pendampingan bagi anak-anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar rasa takut dan kecemasan setelah gempa tidak mengganggu proses belajar.
Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka kembali merasa aman setelah mengalami bencana.
Hal itu disampaikan setelah kegiatan trauma healing yang diikuti para siswa bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan tim di SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.
Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa
Menurut Maria, dampak gempa terhadap anak-anak tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik yang terjadi di lingkungan mereka. Pengalaman menghadapi guncangan dan situasi darurat juga dapat memengaruhi kondisi emosional siswa.
Karena itu, sekolah membutuhkan dukungan dalam mendampingi anak-anak selama proses pemulihan.
“Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.
Maria mengatakan sekolah memiliki peran penting setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai. Guru tidak hanya bertugas melanjutkan pembelajaran, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa setelah bencana.
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Menurutnya, proses pemulihan psikologis anak tidak dapat diselesaikan dalam satu kegiatan.
“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” ujarnya.
Kegiatan trauma healing di SDI Iligetang menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap kelompok masyarakat terdampak.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya turun langsung berinteraksi dengan para siswa untuk membantu menciptakan suasana yang lebih santai dan mengurangi rasa takut setelah gempa.
Bagi pihak sekolah, dukungan psikososial tetap dibutuhkan seiring kembalinya aktivitas pendidikan. Pemulihan kondisi siswa, menurut Maria, perlu berjalan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan rasa aman.»(rel)
PENKES
Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang untuk meninjau pelayanan kesehatan serta mengapresiasi nakes yang tetap bertugas pascagempa.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi pascagempa di Kabupaten Sikka.
Apresiasi tersebut disampaikan Juventus saat mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang, Senin (31/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Juventus berdialog dengan para tenaga kesehatan dan meninjau kondisi pelayanan yang tetap berjalan setelah gempa.
“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap bertugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bapak dan Ibu adalah garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi seperti ini,” ujar Juventus.
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Selain berdialog dengan tenaga kesehatan, Bupati Sikka juga mengecek kesiapan pelayanan, kondisi tenaga medis, serta kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pascabencana.
Juventus meminta fasilitas pelayanan kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga terdampak gempa dan masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan baik. Apa yang Bapak dan Ibu lakukan sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas dalam masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.
Kunjungan ke Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan tenaga kesehatan di tengah proses pemulihan pascagempa.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Disarpus Sikka Integrasikan Literasi dan Sains di SDIT Rabbani, Dorong Pembelajaran Kreatif Sejak Dini - Garda Flores %