Connect with us

PENKES

Keracunan MBG Terus Terjadi, Manggarai Barat Kembali Jadi Korban

JPPI mencatat sedikitnya 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan MBG sepanjang 1–13 Januari 2026, sementara BBC menyebut lebih tinggi, 1.929 korban hanya dalam satu bulan Januari.

Published

on

Siswa diduga keracunan MBG dirawat di Puskesmas Golowelu, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, NTT, Kamis (29/1/2026). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai investasi masa depan generasi bangsa justru membuka tahun 2026 dengan catatan kelam. Kasus keracunan kembali bermunculan secara masif dan menjadi alarm keras bagi pemerintah bahwa persoalan MBG bukan lagi insiden sporadis, melainkan krisis tata kelola yang sistemik.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sedikitnya 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan MBG sepanjang 1–13 Januari 2026. Angka itu bahkan melonjak berdasarkan perhitungan BBC yang menyebut 1.929 korban hanya dalam satu bulan Januari. Kasus terjadi di banyak wilayah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Banten, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di NTT, insiden terbaru terjadi di Kabupaten Manggarai Barat. Pada Jumat (30/1/2026), sedikitnya 132 pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG, sebagaimana disampaikan petugas Puskesmas Golowelu. Pelajar yang keracunan MBG tersebar di sejumlah sekolah, yakni SMAN 1 Kuwus (42), SMKN 1 Kuwus (9), SMPN 2 Kuwus (31), SDI Golowelu 2 (20), dan SDI Golo Bombong (30). Peristiwa ini menambah panjang daftar korban sejak program MBG diluncurkan. Secara kumulatif, jumlah korban sejak 2025 hingga awal 2026 telah mencapai 21.254 orang—angka yang berseberangan tajam dengan target zero defect yang dicanangkan Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki 2026.

BGN memang telah menjatuhkan sanksi dengan menghentikan sementara operasional 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sepanjang Januari 2026. Namun langkah tersebut dinilai lebih bersifat reaktif dan belum menyentuh akar persoalan. Program prioritas nasional yang menyasar jutaan siswa ini terus menyisakan tanda tanya besar soal kualitas pengawasan, transparansi pengelolaan, serta keberanian negara menegakkan standar keamanan pangan.

Anggota polisi dan petugas kesehatan mengevakuasi siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis di SMA 2 Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/01). FOTO: ANTARA

Padahal, sejak Oktober 2025 pemerintah telah memiliki Instruksi Presiden tentang percepatan MBG lengkap dengan petunjuk teknis yang sangat rinci. Mulai dari jam pengolahan bahan makanan, proses memasak, uji makanan, pendinginan, pemorsian, hingga distribusi ke sekolah-sekolah telah diatur secara ketat untuk mencegah risiko keracunan.

Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen menegaskan bahwa masalah utama MBG bukan terletak pada ketiadaan aturan, melainkan pada absennya pengawasan dan evaluasi yang konsisten. Menurutnya, BGN seharusnya membangun sistem kontrol berjenjang hingga ke daerah, bukan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dapur kepada mitra atau yayasan tanpa supervisi ketat.

“Kalau terjadi keracunan, berarti ada yang salah dalam rantai keamanan pangan. Sistem HACCP itu ada dan jelas, tapi siapa yang mengontrol penerapannya?” ujar Tan Shot Yen.

Ia juga menyoroti lemahnya akuntabilitas mitra pengelola dapur MBG. Dalam banyak kasus, ketika keracunan terjadi, tanggung jawab menjadi kabur dan negara terkesan berjarak dari korban. Situasi ini semakin rumit setelah terungkap bahwa sebagian dapur MBG dimiliki oleh politisi, aparat TNI-Polri, hingga pejabat daerah—fakta yang diakui Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.

Tan Shot Yen menyebut kondisi tersebut sebagai konflik kepentingan serius. “Ini seperti jeruk makan jeruk. Tidak mungkin pengawasan berjalan objektif jika pengelola dan pengawas berada dalam lingkaran kekuasaan yang sama,” katanya. Jika dibiarkan, ia memperingatkan krisis kepercayaan publik terhadap MBG akan semakin dalam, terutama di kalangan orang tua siswa.

Persoalan krusial lain adalah rendahnya kepatuhan terhadap Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Dari hampir 19.800 SPPG yang terdaftar, baru sekitar 20–30 persen yang telah mengantongi sertifikasi, padahal SLHS merupakan prasyarat wajib sejak Oktober 2025. Kondisi ini memperlihatkan lemahnya penegakan standar dasar keamanan pangan.

Diduga keracunan MBG, sejumlah siswa dirawat di Puskesmas Montong, Tuban, Jawa Timur, Kamis (29/1/2026). FOTO: SUARA MERDEKA JAWA TIMUR

Tan Shot Yen mendesak BGN untuk menghentikan sementara ekspansi dapur MBG hingga seluruh persoalan mendasar—mulai dari sertifikasi, pengawasan, hingga konflik kepentingan—dibersihkan secara menyeluruh. Ia menilai ekspansi yang terlalu cepat justru memperbesar risiko, terutama di daerah dengan kapasitas pengawasan terbatas seperti NTT.

Selain itu, ia mengkritik arah distribusi dapur MBG yang cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) belum menjadi prioritas. “Lebih baik lambat tapi benar, daripada cepat tapi salah,” tegasnya.

Senada, Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menilai rentetan kasus keracunan MBG sebagai peringatan serius bagi pemerintah. Ia menyebut tingginya jumlah korban menunjukkan program masih dijalankan secara tergesa-gesa tanpa standar keamanan pangan yang benar-benar ditegakkan.

“Ini lonceng bahaya. Program MBG masih ‘kejar tayang’ dan mengorbankan prinsip dasar keselamatan anak,” kata Ubaid, Selasa (13/1/2026). Ia mempertanyakan komitmen negara dalam melindungi hak dan keselamatan siswa. “Bagaimana mungkin program negara justru menjadi ancaman nyawa bagi anak-anak? Kami menuntut pemerintah menghentikan praktik MBG yang berisiko dan berhenti menjadikan siswa sebagai tumbal proyek ceroboh,” ujarnya.»(*/bert)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Published

on

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.

“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.

Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.

Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.

Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung dua hari itu menjadi bagian dari aktivitas pemulihan psikososial pascagempa.

Published

on

Camat Alok Barat, Marselinus Mau dengan latar siswa dari 11 sekolah SD dan SMP mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan di Aula Kantor Camat Alok Barat, 1–2 Oktober 2026.

MAUMERE, GardaFlores – Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis-Jumat (1–2/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alok Barat itu menjadi salah satu aktivitas pemulihan psikososial bagi anak-anak setelah gempa. Selain cerdas cermat, rangkaian kegiatan juga diisi pertandingan badminton antar instansi di Kecamatan Alok Barat.

Cerdas cermat berlangsung dalam tiga sesi, yakni soal wajib, lempar soal, dan rebutan soal. Para siswa mengikuti perlombaan sekaligus mempersiapkan diri untuk babak berikutnya dengan belajar bersama di sela kegiatan.

Camat Alok Barat Marselinus Mau mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengembalikan aktivitas belajar dan interaksi anak-anak setelah terdampak gempa.

Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

“Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kita ingin menguatkan kembali semangat persatuan dan kebangsaan, sekaligus membantu anak-anak kita pulih dari dampak gempa. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan prestasi, serta mempererat kebersamaan seluruh masyarakat Alok Barat,” ujar Marselinus.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya melibatkan siswa. Dukungan guru dan orang tua ikut terlihat selama perlombaan berlangsung.

Pertandingan badminton kemudian memperluas kegiatan ke tingkat masyarakat. Cabang olahraga tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas bersama di Kecamatan Alok Barat setelah gempa.

Rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan lomba pengetahuan kebangsaan dan aktivitas olahraga dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, dengan pemulihan psikososial masyarakat sebagai salah satu fokus kegiatan.»(rel)

Continue Reading

Trending