Connect with us

PENKES

Keracunan MBG Berulang, DPRD Ngada: “Ini Bukan Lagi Kesalahan Teknis, Tapi Kegagalan Sistem”

Kemungkinan bahan mentah sudah tercemar; rendahnya kontrol kualitas; distribusi yang lambat dan tidak memadai serta standar higienitas rendah di dapur MBG.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji: Konsep tidak pernah menjadi masalah. Yang bermasalah adalah bagaimana program ini dijalankan. Tanpa pengawasan ketat, MBG akan terus menghasilkan korban. (GARDAFLORES/FRANS DENA)

Bajawa, GardaFlores — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digoncang krisis setelah gelombang kasus keracunan massal terjadi di berbagai daerah termasuk minggu ini di dua sekolah dasar, SD Regina Pacis dan SD Waturutu di Bajawa. Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji, menyebut rangkaian insiden ini sebagai “peringatan keras bahwa sistem pelaksanaan MBG tidak siap”.

Pernyataan ini disampaikan Romilus melalui pesan WhatsApp kepada media pada Kamis (27/11/2025), menanggapi meningkatnya keluhan dari sekolah dan orang tua murid.

Ribuan Anak Terdampak: Angka yang Mengkhawatirkan

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat 11.660 kasus keracunan hingga 5 Oktober 2025, dari 119 kejadian yang tersebar di 25 provinsi. Beberapa sekolah di Flores bahkan menghentikan distribusi MBG usai puluhan siswa mendadak sakit setelah menyantap makanan bantuan tersebut.

“Ini bukan kasus terisolasi. Ada pola yang jelas bahwa rantai produksi MBG sangat rentan,” tegas Romilus.

Babak Baru Akses Ngada–Matim Melalui Jembatan Layang Wae Matar

Akar Masalah: Celah Besar dalam Keamanan Pangan MBG

Laporan BPOM dan dinas kesehatan menunjukkan sejumlah kelemahan mendasar yakni adanya kemungkinan bahan mentah sudah tercemar; kurangnya kontrol kualitas pemasok membuat makanan berpotensi berbahaya sejak awal; dan distribusi yang lambat dan tidak memadai.

Makanan sudah dimasak pagi hari tetapi baru tiba di sekolah saat kualitasnya menurun. Suhu penyimpanan tidak terkontrol, sehingga bakteri berkembang pesat.

Adapun sebab lain adalah standar higienitas rendah di dapur MBG. Banyak dapur tidak memiliki fasilitas sanitasi layak, peralatan tidak steril, dan pengolahan tidak mengikuti SOP.

Laporan makanan basi, ayam setengah matang, hingga sajian berbau asam menjadi bukti lemahnya pengawasan.

“Dengan standar seperti itu, keracunan bukan kecelakaan. Itu konsekuensi yang tak terhindarkan,” ujar Romilus.

SPPG Ditutup, Evaluasi Diperintahkan: DPRD Desak Penindakan Tegas

DPRD Ngada mendukung langkah pemerintah daerah untuk menutup sementara dapur atau SPPG yang terbukti bermasalah.

Romilus menekankan bahwa aparat penegak hukum harus dilibatkan penuh. “Jika ditemukan unsur kelalaian berat atau kesengajaan, harus ada proses hukum. Tidak boleh ada kompromi karena ini menyangkut keselamatan anak-anak.”

Ia menilai bahwa selama standar pelaksanaan tetap rendah, MBG hanya akan menjadi ancaman kesehatan.

Jembatan Wae Matar Beroperasi, Yorit Poni Apresiasi Yayasan Sahabat Pedalaman

Lebih lanjut, Romilus menyerukan evaluasi total: mulai dari rantai pasok, dapur produksi, pelatihan tenaga masak, hingga sistem distribusi.

Romilus menegaskan bahwa MBG hadir dengan niat baik, tetapi kegagalan dalam eksekusi membuat program tersebut kehilangan legitimasi di mata masyarakat.

“Konsep tidak pernah menjadi masalah. Yang bermasalah adalah bagaimana program ini dijalankan. Tanpa pengawasan ketat, MBG akan terus menghasilkan korban,” ungkapnya.

Empati untuk Para Korban, Seruan untuk Reformasi Total

Ketua DPRD Ngada menyampaikan simpati mendalam bagi para siswa yang terluka dan keluarga mereka, serta meminta pemerintah mempercepat langkah pembenahan.

“Kami sangat berempati kepada siswa-siswa yang mengalami keracunan. Orang tua mereka mengalami trauma, dan ini tidak boleh terulang,” pungkas Romilus.

Rentetan keracunan ini menjadi sinyal serius bahwa MBG harus ditata ulang secara menyeluruh. Jika pemerintah gagal memperketat standar dan pengawasan, maka program ini berpotensi berubah dari solusi gizi menjadi sumber bencana kesehatan.»(dena)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Published

on

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.

“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.

Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.

Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.

Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending