Connect with us

HUMANIORA

Pembagian Jasa Pelayanan Covid-19 Dinilai Tidak Transparan

Published

on

Maumere, GardaFlores—Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yosef Karmianto Eri menilai, pembagian jasa pelayanan Covid-19 bagi tenaga kesehatan di RSUD TC Hillers Maumere tidak transparan.

Pernyataan tersebut disampaikan Yosef Karmianto Eri di Maumere, Senin (17/2/2025).

Ia mengatakan, imbalan yang diberikan kepada para tenaga kesehatan tidak mencerminkan etos kerja selama pandemi.

Baca juga:
Dandim 1603 Sikka dan Kapolres Sikka Pantau Program MBG di Sekolah

“Pembagian jasa ini tidak sesuai dengan etos kerja para staf di RSUD TC Hillers. Ada yang bekerja all out, tetapi justru mendapat lebih sedikit dibandingkan mereka yang hanya bekerja di belakang meja,” ujar Manto, sapaan akrab Yosef Karmianto Eri.

Manto yang juga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Sikka meminta agar pembahasan pembagian jasa Covid-19 menunggu hingga bupati dan wakil bupati Sikka yang baru dilantik. Ia menilai bahwa perhitungan imbalan harus dilakukan secara adil dan terbuka.

“Angka pembayaran by name harus diumumkan saat rapat bersama seluruh pemangku kepentingan di RSUD TC Hillers. Semua tenaga kesehatan harus dilibatkan dalam proses tersebut,” tegas Manto.

Baca juga:
Formula Pembagian Insentif untuk Jasa Pelayanan Covid-19 Disepakati, Maret 2025 Dibayar

Ia juga menyoroti potensi masalah hukum yang dapat timbul jika terjadi ketidakadilan dalam pembagian jasa. Menurutnya, beban kerja harus menjadi dasar utama dalam perhitungan, bukan sekadar jabatan.

“Saya menduga ada tenaga kesehatan yang hanya duduk di belakang meja tetapi menerima imbalan lebih besar dibandingkan mereka yang bekerja penuh waktu tanpa mengenal batas waktu. Ini adalah bentuk ketidakadilan,” tambahnya.

Manto berharap bupati Sikka yang baru nantinya dapat meninjau ulang pembagian jasa pelayanan Covid-19 agar prinsip keadilan dan transparansi dapat ditegakkan.»

(rel)

HUMANIORA

Astra Salurkan 30 Paket Sembako untuk Wartawan Sikka Terdampak Pascagempa

Astra Group menyalurkan 30 paket sembako kepada wartawan AWAS di Sikka. Bantuan diberikan melalui program Nurani Astra Berbagi setelah gempa Flores.

Published

on

Selain bantuan untuk wartawan, Astra Group juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Astra Group menyalurkan 30 paket sembako kepada wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Rabu (26/8/2026), di tengah aktivitas jurnalistik yang tetap berjalan setelah gempa bumi Flores.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Divisi Environmental and Social Responsibility (ESR) Astra Korporasi dalam program kemanusiaan Nurani Astra Berbagi (Astra SOS).

Fasilitator Desa Sejahtera Astra Group, Vonny Francis, mengatakan wartawan selama ini menjadi mitra strategis Astra dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program perusahaan kepada masyarakat.

Namun, menurut Vonny, fungsi pers tidak terbatas pada publikasi kegiatan. Wartawan juga berperan dalam edukasi masyarakat dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.

BPBD Ngada Satu Pintu Salurkan Bantuan Gempa, Warga Minta Data Penerima Dibuka

“Kehadiran wartawan sering sekali membantu kami untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan paling utama adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dan sekaligus menjadi bagian dari mata masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja kami,” ujar Vonny.

Dalam situasi pascagempa, fungsi tersebut menjadi semakin penting karena kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat meningkat. Wartawan tetap melakukan peliputan dari lokasi pengungsian, memantau penyaluran bantuan dan mengonfirmasi informasi terkait penanganan bencana.

Selain bantuan untuk wartawan, Astra Group juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka.

Bantuan disalurkan ke Desa Gera, Kecamatan Mego, dan diterima Kepala Desa Gera, Oris Raga. Bantuan juga diberikan kepada penghuni rumah jompo di Wairklau, Susteran Dymphna, serta masyarakat di Bloro, Kecamatan Nita.

168 Warga Terdampak Gempa Kangae Mendapat Pengobatan hingga Malam

Vonny turut mengantarkan bantuan ke sejumlah lokasi tersebut.

Di tengah penanganan bencana, keberadaan pers menjadi bagian dari mekanisme informasi dan kontrol publik. Peliputan mengenai kondisi pengungsi, distribusi bantuan, pendataan korban serta proses pemulihan memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan penanganan sekaligus mengawasi pelaksanaannya.

Bagi wartawan Sikka, aktivitas tersebut berlangsung ketika sebagian masyarakat masih berada dalam kondisi rentan pascagempa.

Bantuan Astra kepada AWAS menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan, sementara kerja jurnalistik tetap menempatkan verifikasi informasi, kepentingan publik dan pengawasan sebagai bagian dari tugas pers.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

BPBD Ngada Satu Pintu Salurkan Bantuan Gempa, Warga Minta Data Penerima Dibuka

BPBD Ngada menerapkan sistem satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa. Warga meminta data penerima dan distribusi logistik dibuka secara transparan.

Published

on

Untuk menjangkau wilayah terdampak hingga pelosok, BPBD menggandeng pemilik kendaraan truk. Penentuan penerima dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan rumah. FOTO: GARDAFLORES/ROBY

BAJAWA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menerapkan mekanisme satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa bumi dengan memusatkan logistik dari BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada.

Kepala Pelaksana BPBD Ngada, Emanuel Kora mengatakan mekanisme tersebut diterapkan agar distribusi bantuan dapat dikendalikan dan diarahkan kepada warga berdasarkan kebutuhan serta tingkat kerusakan rumah.

“Semua masuk ke kami dulu. Tujuannya satu, pendistribusian satu arah supaya tepat sasaran,” kata Emanuel, Selasa (26/8/2026).

Logistik yang diterima BPBD antara lain beras, makanan instan, tenda darurat, spon tidur, tikar, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.

Pasien Penyakit Kronis Berisiko Terabaikan dalam Penanganan Gempa Flores

Untuk menjangkau wilayah terdampak hingga pelosok, BPBD menggandeng pemilik kendaraan truk. Penentuan penerima dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan rumah.

Mekanisme tersebut mendapat perhatian warga yang meminta pengelolaan bantuan dilakukan secara terbuka, terutama dalam pendataan dan penentuan penerima.

Goris, warga Bajawa Utara, mengatakan pembagian bantuan sebelumnya pernah dinilai tidak merata dan sempat memicu perselisihan antarwarga.

“Kami mohon semua logistik dikontrol dengan baik dan transparan. Pemerintah harus mendata dengan baik, membaginya dengan benar, terbuka dan merata,” ujarnya.

Pengungsi Watuliwung Masih Bertahan, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar

Goris juga meminta bantuan bencana tidak digunakan untuk kepentingan politik.

“Karena ada juga yang memanfaatkan bantuan logistik ini untuk kampanye pencalonan kepala desa,” katanya.

Sementara itu, Dominikus, warga Desa Uluwae, mengatakan bantuan beras, tikar dan spon tidur membantu keluarganya selama berada dalam kondisi terdampak gempa.

“Akhirnya bisa tidur nyenyak. Selama ini kami hanya beralaskan daun,” katanya.

Menurut Dominikus, bantuan pangan berupa sayur dan buah juga membantu warga memenuhi kebutuhan selama aktivitas pertanian terganggu akibat gempa.

Dampak bencana juga dirasakan dari sisi ekonomi. Warga yang kehilangan produktivitas tetap menghadapi kewajiban membayar cicilan koperasi maupun bank.

Di Tengah Pengungsian, Naufal Menunggu Kepastian Pengobatan

“Kami mohon kepada Bapak Presiden agar membantu meringankan beban kami, karena dengan musibah ini kami menjadi tidak produktif untuk mencari uang membayar cicilan koperasi dan bank,” pintanya.

Hingga Selasa (26/8/2026), penyaluran bantuan darurat BNPB untuk wilayah Flores terdampak gempa masih berlangsung. Bantuan meliputi kebutuhan pangan, tenda, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.

Pemkab Ngada menyatakan data penerima bantuan akan diumumkan secara terbuka di tingkat desa dan kecamatan setelah proses verifikasi selesai.

Dengan demikian, mekanisme satu pintu bukan hanya soal memusatkan logistik, tetapi juga memastikan setiap bantuan tercatat, penerima terverifikasi dan distribusinya dapat dipantau masyarakat.»(tim/rel)

Continue Reading

HUMANIORA

168 Warga Terdampak Gempa Kangae Mendapat Pengobatan hingga Malam

Tim kesehatan PDI Perjuangan melayani 168 warga terdampak gempa di tiga titik di Kecamatan Kangae, Sikka, hingga Selasa malam.

Published

on

Di Kampung Belan, sebanyak 53 warga mendapat pelayanan. Sebanyak 70 warga lainnya diperiksa di Kampung Wodon, sedangkan 45 warga dilayani di Kampung Watuliwung.

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 168 warga terdampak gempa di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, mendapat pemeriksaan dan pengobatan gratis hingga Selasa (25/8/2026) malam.

Pelayanan diberikan Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan bersama DPD dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka di tiga titik, yakni Kampung Belan dan Kampung Wodon, Desa Blatatatin, serta Kampung Watuliwung, Desa Watuliwung.

Di Kampung Belan, sebanyak 53 warga mendapat pelayanan. Sebanyak 70 warga lainnya diperiksa di Kampung Wodon, sedangkan 45 warga dilayani di Kampung Watuliwung.

Pasien Penyakit Kronis Berisiko Terabaikan dalam Penanganan Gempa Flores

Pelayanan berlangsung sejak pukul 16.30 WITA hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Tim mendatangi permukiman warga terdampak untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan secara langsung.

Tim kesehatan tersebut dipimpin dr. Ananta Manggala Geovani Andreas Simanjuntak, bersama dr. Joannah Elizabeth N, Ns. Abna Prayoga Pranomo, S.Kep., Ferdian Kurniawan, Amd.Kep., Bdn. Apolonia Larasati Laratmase, S.Keb., dan Navisah Krisdyana Ababil, Amd.Keb.

Pelayanan didampingi Pengurus DPD PDI Perjuangan NTT, Emanuel Kolfidus dan Lusia Adinda Lebu Raya, serta Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Oni Ambrosius, Yoce Mali Seda dan Tesa Nurak.

Tim menggunakan ambulans milik Bendahara DPD PDI Perjuangan NTT, Stevano Adranicus, untuk mendukung mobilitas pelayanan ke sejumlah titik.

Selain layanan kesehatan, warga di Dusun Wodon dan Kampung Belan, Dusun Bei, juga menerima bantuan bahan pangan berupa beras dan telur ayam.

Jumlah warga yang dilayani menunjukkan kebutuhan terhadap akses pemeriksaan dan pengobatan di wilayah terdampak masih berlangsung setelah gempa. Pelayanan langsung di permukiman menjadi salah satu cara menjangkau warga yang menghadapi keterbatasan akses selama masa pemulihan.

Kegiatan tersebut sekaligus menggabungkan dua kebutuhan dasar warga terdampak, yakni pelayanan kesehatan dan bantuan pangan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending