SOSBUD
Lansia 95 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Kangae, Polisi Selidiki Penyebab
“Saat kami tiba, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian rumah.”
MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran rumah terjadi di Dusun Wolomude, Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 22.00 WITA, menewaskan seorang perempuan lanjut usia berinisial T.S (95) yang ditemukan di dalam bangunan yang terbakar.
Rumah milik korban berukuran sekitar 4 x 6 meter dengan konstruksi dinding bambu dilaporkan terbakar hingga rata dengan tanah. Korban yang berprofesi sebagai petani diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Peristiwa pertama kali diketahui warga setelah terdengar teriakan minta tolong dari sekitar lokasi. Pelapor, Yohanes Arison (43), mengatakan dirinya bersama warga lain langsung menuju sumber suara setelah mendengar informasi kebakaran.
“Saat kami tiba, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian rumah,” ujarnya.
Lagi, Pemkab Sikka Tertibkan Pedagang di Jalan Wuring, Sejumlah Pedagang Ajukan Keberatan
Saksi lain, Etropia Yonas (67), menyebut korban sebelumnya dalam kondisi sakit stroke dan memiliki keterbatasan mobilitas. Pada malam kejadian, korban sempat makan bersama keluarga sebelum kembali ke rumahnya untuk beristirahat.
Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan sederhana, namun kobaran api yang cepat meluas membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan.
“Api sudah besar saat kami tiba, sehingga korban tidak sempat diselamatkan,” kata saksi.
Selain korban jiwa, kebakaran menghanguskan seluruh isi rumah, termasuk perabot, pakaian, dan perlengkapan dapur. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Aparat Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka telah mendatangi lokasi, mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.»(rel)
SOSBUD
19 Jemaah Umrah dari Sikka dan Flores Timur Berangkat ke Tanah Suci
Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Flores Timur berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (24/10/2026). Perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta itu menggunakan paket umrah selama 12 hari.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur berangkat menuju Tanah Suci melalui biro perjalanan Samira Ali Wisata, Sabtu (24/10/2026). Dari Bandara Frans Seda, Maumere, para jemaah melanjutkan perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta sebelum terbang ke Arab Saudi.
Perjalanan tersebut menggunakan paket umrah selama 12 hari. Perwakilan Samira Ali Wisata, H. Mannahau, hadir untuk memberikan pengarahan sebelum keberangkatan.
Mannahau mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan kepada jemaah selama menjalankan ibadah umrah. Ia berharap jumlah jemaah dari Sikka dan Flores Timur yang menggunakan layanan tersebut meningkat pada tahun depan.
Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen
“Kami sebagai agen travel Samira Ali Wisata memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati dan sepuasnya kepada jemaah kami. Kami berharap tahun depan jemaah dari Sikka dan Flores Timur lebih banyak lagi,” ujar Mannahau.
Ia menjelaskan, Samira Ali Wisata menyediakan beberapa pilihan pembayaran, mulai dari tunai, tabungan, cicilan, hingga program arisan keluarga.
“Pembayaran bisa secara cash, bisa dengan sistem tabungan, bahkan bisa berangkat dulu baru bayar atau diangsur. Kami juga memiliki program arisan keluarga untuk saling membantu pembiayaan sesama jemaah umrah,” katanya.

Salah satu jemaah asal Kabupaten Sikka, Laatu Pare, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk menjalankan ibadah umrah dan menjadikannya umrah yang mabrur, diterima segala doa. Dan dapat kembali ke Kabupaten Sikka dengan aman dan lancar,” ungkap Laatu.»(rel)
SOSBUD
Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda. Pesan itu disampaikan saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan di Maumere, Jumat (23/10/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta musik tradisional Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda, bukan sekadar ditampilkan sebagai simbol budaya. Ia mendorong pelestarian melalui pendidikan, dokumentasi, kegiatan seni, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi.
“Gong Waning bukan sekadar bunyi atau musik tradisional, melainkan suara kebudayaan dan ingatan kolektif masyarakat Kabupaten Sikka. Di dalam dentumannya terkandung nilai-nilai sosial, persaudaraan, dan pembentuk karakter yang diwariskan antargenerasi. Kita tidak boleh membiarkan Gong Waning hanya tersimpan sebagai simbol budaya di pameran museum, tetapi harus terus dimainkan, dipelajari, dan dikembangkan,” kata Juventus saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan bertajuk “Gong Waning sebagai Identitas Budaya” di Kherubim Convention Hall, Maumere, Jumat (23/10/2026).
Menurut Juventus, keberlangsungan Gong Waning membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, seniman, dan generasi muda. Ia meminta pengetahuan serta keterampilan memainkan musik tradisional tersebut diwariskan secara terstruktur melalui sanggar seni, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan pertunjukan budaya.
Sertifikasi Benih Jagung Vitalis di Magepanda Dilanjutkan setelah Pemeriksaan Lapangan
Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendorong penelitian dan dokumentasi audiovisual agar pengetahuan tentang Gong Waning dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Pengembangan festival dan industri kreatif berbasis budaya turut menjadi salah satu upaya yang didorong, dengan tetap menghormati nilai adat dan hak masyarakat sebagai pemilik tradisi.
Juventus mengatakan Gong Waning telah tercatat sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan dalam dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Sikka. Menurut dia, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan identitas budayanya.

Kabupaten Sikka menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan seminar dan diskusi kebudayaan tersebut.
Inspektorat Sikka Catat Setoran Rp3,31 Miliar, Tindak Lanjut Temuan Masih Berjalan
Seminar menghadirkan tiga narasumber. Pater Ansel Doredae membawakan materi tentang revitalisasi musik tradisional sebagai identitas budaya dan sumber pendidikan bagi generasi mendatang. Pengalamannya mencakup pendidikan, penelitian, dan dokumentasi kebudayaan, termasuk ritus adat, tradisi lisan, situs budaya, dan kearifan lokal masyarakat Flores.
Yos Lasar, komponis sekaligus praktisi pendidikan musik yang mengabdi sebagai guru dan pengawas pendidikan musik di Kabupaten Sikka pada 1993–2025, membahas peran musik tradisional dalam pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya.

Narasumber ketiga, Kletus Beru, merupakan pegiat budaya dan pariwisata yang terlibat dalam pelestarian musik, tarian tradisional, serta tenun ikat dengan pewarna alam Flores. Ia juga memimpin Sanggar Doka Tawa Tana dan terlibat dalam pengembangan wisata berbasis permukiman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Mauritius Minggo serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Ferdinand Evensius Edomeko, bersama peserta seminar dan pegiat seni budaya.»(rel)
SOSBUD
Kebakaran Lahan di Waigete Hanguskan Sekitar Satu Hektare
Kebakaran lahan kosong di kawasan Perumahan Sikka Regency, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, menghanguskan sekitar satu hektare pada Senin (19/10/2026) malam. Api berhasil dipadamkan polisi bersama warga sekitar pukul 21.30 Wita.
MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam. Angin kencang membuat api yang membakar rumput ilalang dan dedaunan kering cepat menyebar.
Api mulai diketahui sekitar pukul 19.30 Wita setelah warga melaporkan kejadian tersebut melalui telepon kepada personel piket Polsek Waigete.
Personel polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api telah menjalar di area yang dipenuhi vegetasi kering. Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.45 Wita dengan melibatkan warga setempat.
Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online
Polisi dan warga memadamkan api secara manual menggunakan ranting kayu. Angin kencang menyulitkan upaya tersebut karena kobaran api cepat merambat ke area sekitarnya.
Setelah sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 Wita. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
Hingga pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Laporan yang tersedia juga belum memuat keterangan mengenai kerugian material maupun korban akibat kejadian tersebut.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Pastor Pembantu Paroki Kloangpopot Diduga Dianiaya Usai Pimpin Misa Pemakaman, Polisi Selidiki Motif - Garda Flores %