PENKES
Songsong Sumpah Pemuda, SMK St. Thomas Maumere Gelar Seminar Kebangsaan
Maumere, GardaFlores — Menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, SMK St. Thomas Maumere menggelar seminar bertema “Menumbuhkan Jiwa Kebangsaan dan Nilai Pancasila di Kalangan Pelajar”, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Victor Nekur, S.H., yang membahas pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Dalam paparannya, Victor menekankan bahwa memahami dan mengamalkan lima sila Pancasila harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah.
UNIPA Wisudakan 554 Mahasiswa, Gubernur NTT Sampaikan Apresiasi
“Kalau kita benar-benar memahami sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kita tidak akan menyontek, karena menyontek itu dosa. Begitu juga dengan menghina sesama, itu juga pelanggaran terhadap ajaran agama,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia menjelaskan, pengamalan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berarti saling menghormati dan tidak membeda-bedakan teman.
“Ketika ada teman yang tidak punya balpoin, jangan dibully atau disebut miskin. Itu tidak adil dan tidak beradab,” tegas Victor.
Peringati Sumpah Pemuda ke-97, SMK St. Thomas Gelar Beragam Kegiatan
Masuk pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, Victor mengajak para siswa untuk meninggalkan sekat-sekat sosial dan kedaerahan.
“Jangan lagi menilai teman dari asal-usulnya, apakah dari Nita, Wolonwalu, atau daerah lain. Kita semua sama, orang Kabupaten Sikka, warga Indonesia,” katanya.
Sementara dalam menjelaskan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Victor menegaskan pentingnya memahami tiga sila sebelumnya sebelum terjun dalam dunia politik.

Victor Nekur, S.H. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)
Menurutnya, penerapan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga harus dimulai dari diri sendiri.
“Memberikan contekan kepada teman bukanlah bentuk keadilan sosial, justru menjerumuskan teman agar tidak mandiri berpikir,” tuturnya.
Lebih lanjut, Victor menyoroti menurunnya mutu pendidikan di beberapa sekolah karena menurunnya penghormatan siswa terhadap guru.
“Sekarang justru ada siswa yang membully gurunya. Kalau ini terjadi, berarti upaya guru menanamkan karakter gagal, karena terbentur dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang sering disalahartikan,” ujarnya.
Bupati Sikka Dorong Pembangunan SMA/SMK Negeri di Doreng, Hewokloang, dan Tanawawo
Ia menegaskan, yang utama bagi siswa bukan hanya menuntut hak, tetapi juga melaksanakan kewajiban.
“Saat kita menghormati guru, maka guru pun akan menghargai kita. Tanpa bimbingan guru, jangan bermimpi Indonesia bisa hebat,” kata Victor.
Pada akhir kalimatnya, Victor mengajak para pelajar agar menjadi generasi inspiratif dan kreatif.
“Inspirasi dan ilmu tidak datang dari google, tetapi dari guru. Pekerjaan rumah dari guru adalah cara untuk melatih berpikir. Anak-anak Maumere harus berani menemukan sesuatu dari ilmu yang mereka pelajari dari guru,” pesannya.»(rel)
PENKES
TK Islam AT-TAQWA Beru Perkenalkan Literasi dan Sains Anak di Perpustakaan Frans Seda
Pembelajaran dikemas secara interaktif untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 murid TK Yayasan Pendidikan Islam AT-TAQWA Beru bersama tiga guru mengikuti pembelajaran literasi dan sains di Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Rabu (13/5/2026). Program tersebut memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar interaktif bagi anak usia dini sekaligus memperkuat budaya membaca sejak tahap pendidikan dasar.
Para murid TK AT-TAQWA Beru, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari membaca buku cerita anak, permainan edukasi, pengenalan koleksi bacaan anak, hingga pengamatan ruang literasi dan sains di perpustakaan daerah.
Pembelajaran dikemas secara interaktif untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku dan lingkungan belajar di luar kelas formal.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, mengatakan pendekatan literasi usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak anak berada pada fase pertumbuhan awal.
Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis
Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kreatif yang memperkenalkan anak pada pengetahuan dan sains secara menyenangkan.
“Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini dengan lingkungan literasi agar tumbuh rasa cinta membaca dan kebiasaan belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan sekolah dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah dinilai penting untuk memperluas akses pembelajaran nonformal bagi anak-anak.
Program wisata literasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan pemerintah dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi.
Selama proses pembelajaran berlangsung, para murid terlihat aktif mengikuti permainan edukatif dan eksplorasi koleksi buku anak yang tersedia di perpustakaan.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mendorong sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah sebagai ruang pembelajaran alternatif guna memperkuat budaya baca di kalangan pelajar usia dini.»(rel)
PENKES
Wagub NTT Bekali 435 Lulusan Unipa Maumere dengan 13 Kunci Hadapi Dunia Kerja
“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi.”
MAUMERE, GardaFlores — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menghadiri wisuda sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026), sekaligus memperkenalkan 13 kunci keberhasilan kepada 435 lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Sebanyak 435 lulusan dari berbagai program studi menyelesaikan pendidikan tinggi dan mengikuti prosesi pelepasan di kampus Universitas Nusa Nipa. Acara dihadiri wisudawan, orang tua, dosen, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa gelar sarjana tidak cukup menjadi modal utama untuk bersaing di dunia profesional. Menurut dia, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki kemampuan nonakademik atau soft skill.
“Ijazah adalah bukti hard skill, namun di dunia kerja yang kompetitif, Anda membutuhkan soft skill untuk mencapai puncak sukses,” kata Johni.
Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia sebagai tantangan yang harus dihadapi sarjana baru. Karena itu, ia meminta para lulusan memperkuat kemampuan adaptasi dan daya saing.
Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati.
“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan membangun karakter yang menghargai orang lain dalam kehidupan sosial maupun profesional.
Dalam kesempatan tersebut, Johni turut membagikan pengalaman pribadinya saat meraih medali emas pada SEA Games 1983 dan tampil pada Olimpiade Los Angeles 1984. Menurut dia, pencapaian tersebut diperoleh melalui disiplin dan kerja keras yang konsisten.
Pemerintah Provinsi NTT berharap lulusan Universitas Nusa Nipa mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.
Hingga prosesi wisuda berakhir, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Para lulusan selanjutnya akan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.»(rel)
PENKES
Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
“You not only have to get a job, but you must create a job.”
MAUMERE, GardaFlores — Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Nusa Nipa, Sabinus Nabu, mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja usai menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pesan itu disampaikan Sabinus Nabu saat memberikan sambutan pada prosesi wisuda 435 sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, civitas akademika, orang tua wisudawan, dan tamu undangan.
“You not only have to get a job, but you must create a job,” kata Sabinus di hadapan para lulusan.
Menurut dia, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga semangat kewirausahaan untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ia mendorong alumni mengambil bagian dalam pengembangan program koperasi merah putih yang tengah diperkenalkan pemerintah di desa-desa.
Dalam sambutannya, Sabinus menegaskan kehadiran Universitas Nusa Nipa selama ini berkontribusi terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut kampus tersebut sejak awal menerapkan prinsip keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kelompok terpinggirkan melalui semangat option for the poor.

“Opsi ini membuat angka partisipasi pendidikan tinggi bukan sekadar angka, tetapi menjadi upaya mengubah nasib keluarga-keluarga sederhana melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah alumni Universitas Nusa Nipa kini bekerja sebagai tenaga profesional di luar negeri, antara lain di Jerman, Jepang, dan Dubai. Selain itu, alumni UNIPA disebut telah menempati berbagai posisi di sektor pendidikan maupun dunia kerja profesional.
Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Frans Seda, Literasi Digital Sikka Diperkuat
Menurut Sabinus, capaian tersebut menunjukkan pendidikan tinggi membuka peluang peningkatan kualitas hidup dan mobilitas sosial masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Sabinus memperkenalkan arah pengembangan Universitas Nusa Nipa melalui Rencana Induk Pengembangan Universitas 2025–2045. Kampus tersebut menargetkan menjadi komunitas ilmiah dan komunitas wirausaha yang kompeten serta berdaya saing nasional dan internasional pada 2030.
Ia mengungkapkan capaian akreditasi institusi dan program studi terus meningkat menuju predikat unggul. Salah satu capaian terbaru adalah Program Studi S1 Manajemen yang memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-EMBA.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras badan penyelenggara dan pengelola universitas dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkualitas,” katanya.
Sabinus turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, LLDIKTI Wilayah XV, lembaga keagamaan, orang tua mahasiswa, dan mitra yang mendukung pengembangan Universitas Nusa Nipa.
Prosesi wisuda berakhir dengan pelepasan 435 lulusan dari berbagai program studi. Universitas Nusa Nipa selanjutnya melanjutkan penguatan mutu akademik dan pengembangan program kewirausahaan sebagai bagian dari target pengembangan institusi menuju 2030.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
