Connect with us

PENKES

Songsong Sumpah Pemuda, SMK St. Thomas Maumere Gelar Seminar Kebangsaan

Published

on

Siswa-siswi SMK St. Thomas dalam acara seminar kebangsaan menjelang Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Maumere, GardaFlores — Menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, SMK St. Thomas Maumere menggelar seminar bertema “Menumbuhkan Jiwa Kebangsaan dan Nilai Pancasila di Kalangan Pelajar”, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Victor Nekur, S.H., yang membahas pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam paparannya, Victor menekankan bahwa memahami dan mengamalkan lima sila Pancasila harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah.

UNIPA Wisudakan 554 Mahasiswa, Gubernur NTT Sampaikan Apresiasi

“Kalau kita benar-benar memahami sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kita tidak akan menyontek, karena menyontek itu dosa. Begitu juga dengan menghina sesama, itu juga pelanggaran terhadap ajaran agama,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, pengamalan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berarti saling menghormati dan tidak membeda-bedakan teman.

“Ketika ada teman yang tidak punya balpoin, jangan dibully atau disebut miskin. Itu tidak adil dan tidak beradab,” tegas Victor.

Peringati Sumpah Pemuda ke-97, SMK St. Thomas Gelar Beragam Kegiatan

Masuk pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, Victor mengajak para siswa untuk meninggalkan sekat-sekat sosial dan kedaerahan.

“Jangan lagi menilai teman dari asal-usulnya, apakah dari Nita, Wolonwalu, atau daerah lain. Kita semua sama, orang Kabupaten Sikka, warga Indonesia,” katanya.

Sementara dalam menjelaskan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Victor menegaskan pentingnya memahami tiga sila sebelumnya sebelum terjun dalam dunia politik.

Victor Nekur, S.H. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Menurutnya, penerapan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga harus dimulai dari diri sendiri.

“Memberikan contekan kepada teman bukanlah bentuk keadilan sosial, justru menjerumuskan teman agar tidak mandiri berpikir,” tuturnya.

Lebih lanjut, Victor menyoroti menurunnya mutu pendidikan di beberapa sekolah karena menurunnya penghormatan siswa terhadap guru.

“Sekarang justru ada siswa yang membully gurunya. Kalau ini terjadi, berarti upaya guru menanamkan karakter gagal, karena terbentur dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang sering disalahartikan,” ujarnya.

Bupati Sikka Dorong Pembangunan SMA/SMK Negeri di Doreng, Hewokloang, dan Tanawawo

Ia menegaskan, yang utama bagi siswa bukan hanya menuntut hak, tetapi juga melaksanakan kewajiban.

“Saat kita menghormati guru, maka guru pun akan menghargai kita. Tanpa bimbingan guru, jangan bermimpi Indonesia bisa hebat,” kata Victor.

Pada akhir kalimatnya, Victor mengajak para pelajar agar menjadi generasi inspiratif dan kreatif.

“Inspirasi dan ilmu tidak datang dari google, tetapi dari guru. Pekerjaan rumah dari guru adalah cara untuk melatih berpikir. Anak-anak Maumere harus berani menemukan sesuatu dari ilmu yang mereka pelajari dari guru,” pesannya.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Bunda PAUD Sikka Resmikan PAUD Tunas Bangsa di Bura Bekor

Bunda PAUD Kabupaten Sikka meresmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola. Kehadiran PAUD ini diharapkan memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini di wilayah pedesaan.

Published

on

Dalam sambutannya, Fista mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kreativitas. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bunda PAUD Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, meresmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kamis (6/8/2026). Kehadiran satuan pendidikan anak usia dini tersebut diharapkan memperluas akses layanan PAUD bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan pendidikan pada fase awal perkembangan anak.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, dan peninjauan ruang belajar. Kegiatan itu dihadiri Camat Bola, Kepala Puskesmas Bola, Pemerintah Desa Bura Bekor, tokoh masyarakat, orang tua murid, serta Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Sikka.

Dalam sambutannya, Fista mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kreativitas.

“PAUD bukan sekadar tempat belajar membaca dan menulis, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain, belajar, bersosialisasi, membangun karakter, serta mengembangkan kreativitas dan potensi mereka sejak usia dini,” katanya.

Ia mengatakan penyelenggaraan layanan PAUD memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pemerintah desa, tenaga pendidik, hingga keluarga agar anak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Disarpus Sikka Matangkan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi Anak

Menurut Fista, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD melalui penguatan kompetensi pendidik, penyediaan sarana pendukung, dan kolaborasi dengan pemerintah desa.

“Anak-anak adalah investasi masa depan daerah. Karena itu, kita harus memastikan mereka memperoleh hak untuk tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Peresmian PAUD Tunas Bangsa menjadi bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah pedesaan. Pemerintah Kabupaten Sikka berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak usia dini di Desa Bura Bekor dan sekitarnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Disarpus Sikka Matangkan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi Anak

Disarpus Kabupaten Sikka mematangkan pelaksanaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI melalui technical meeting. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya literasi anak dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Published

on

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan Lomba Bertutur merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk mendukung Gerakan Literasi Daerah. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka mematangkan pelaksanaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sikka melalui technical meeting yang digelar di Aula Frans Seda, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat budaya literasi di kalangan anak.

Technical meeting diikuti guru pendamping peserta, panitia, dan dewan juri untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme perlombaan, sistem penilaian, tata tertib, serta aspek teknis pelaksanaan.

Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengatakan lomba bertutur tidak hanya menguji kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mendorong peserta membangun kebiasaan membaca dan memahami isi bacaan.

Empat SMP di Kecamatan Nita Ikuti Lomba Empat Konsensus Kebangsaan

“Melalui lomba bertutur ini kita ingin menumbuhkan semangat membaca, memahami, lalu menyampaikan kembali isi bacaan dengan baik. Literasi adalah bekal penting bagi anak-anak dalam membangun masa depan sekaligus memperkuat karakter kebangsaan,” kata Fista.

Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia sekolah melalui penguatan budaya membaca dan kemampuan berkomunikasi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan Lomba Bertutur merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk mendukung Gerakan Literasi Daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk memilih peserta terbaik, tetapi juga mendorong tumbuhnya minat baca, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.

18 Tim OPD Ikuti Turnamen Futsal HUT RI ke-81 di Sikka

“Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki daya pikir kritis, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan karakter yang kuat. Karena itu, lomba ini bukan hanya mencari juara, tetapi menyiapkan generasi masa depan Sikka,” ujarnya.

Dalam technical meeting tersebut, panitia juga membuka ruang diskusi bagi guru pendamping untuk mengklarifikasi ketentuan lomba sehingga pelaksanaan kompetisi dapat berlangsung sesuai pedoman yang telah ditetapkan.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales, Bunda Literasi Kabupaten Sikka Ny. Fista Sambuari Kago, Ketua Panitia Lomba Bertutur Yuvensius Rafael, tim dewan juri, guru pendamping peserta SD/MI, serta panitia penyelenggara.

Lomba Bertutur menjadi salah satu agenda literasi Pemerintah Kabupaten Sikka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sasaran meningkatkan budaya membaca dan kemampuan bertutur peserta didik sejak jenjang sekolah dasar.»(rel)

Continue Reading

PENKES

18 Tim OPD Ikuti Turnamen Futsal HUT RI ke-81 di Sikka

Sebanyak 18 tim putra dari organisasi perangkat daerah Kabupaten Sikka mengikuti Turnamen Futsal HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kompetisi yang dibuka Bupati Sikka itu juga diikuti sejumlah tim putri dari OPD dan instansi pemerintah.

Published

on

"Pada awalnya kami membatasi peserta hanya delapan perangkat daerah pada setiap putaran. Namun karena minat cukup tinggi, kami kembali membuka putaran berikutnya. Perangkat daerah yang belum memiliki pemain lengkap juga diberi kesempatan membentuk tim gabungan maksimal dua OPD." FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 18 tim putra dari organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Sikka mengikuti Turnamen Futsal Antar-Perangkat Daerah dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Turnamen yang dibuka Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago, di Maumere, Kamis (6/8/2026), juga diikuti sejumlah tim putri dari OPD dan instansi pemerintah.

Ketua panitia, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, mengatakan turnamen kembali digelar setelah pelaksanaan sebelumnya mendapat respons yang tinggi dari perangkat daerah.

“Pada awalnya kami membatasi peserta hanya delapan perangkat daerah pada setiap putaran. Namun karena minat cukup tinggi, kami kembali membuka putaran berikutnya. Perangkat daerah yang belum memiliki pemain lengkap juga diberi kesempatan membentuk tim gabungan maksimal dua OPD,” kata Margaretha.

Menurut dia, lapangan yang digunakan merupakan bekas lapangan tenis yang direhabilitasi menjadi lapangan futsal. Selain menjadi sarana olahraga, fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai ruang interaksi antaraparatur pemerintah daerah.

Empat SMP di Kecamatan Nita Ikuti Lomba Empat Konsensus Kebangsaan

Untuk memimpin pertandingan, panitia melibatkan 13 wasit berlisensi nasional dari Asosiasi Futsal Kabupaten Sikka.

“Kami memastikan seluruh pertandingan dipimpin wasit yang memiliki kompetensi sehingga kompetisi berjalan sesuai regulasi,” ujarnya.

Pada putaran pertama, kategori putra dimenangkan Satpol PP Damkar, diikuti RSUD TC Hillers Maumere, tim gabungan Dinas Perhubungan–Kelurahan Madawat, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Di kategori putri, BKD menjadi juara, disusul Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial.

Sementara pada putaran kedua, Inspektorat Kabupaten Sikka meraih juara kategori putra, diikuti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan tim gabungan Bapperida–KB. Di kategori putri, RSUD TC Hillers menjadi juara, disusul Satpol PP Damkar, Bapperida, dan Kecamatan Alok Timur.

Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago, mengatakan turnamen tersebut diharapkan menjadi ajang mempererat hubungan antaraparatur pemerintah daerah.

“Yang paling penting adalah menjaga sportivitas, memperkuat kebersamaan antarperangkat daerah, dan memastikan seluruh pertandingan berlangsung aman hingga selesai,” kata Juventus.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan olahraga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.

Turnamen futsal antar-OPD menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending