Connect with us

PENKES

Kasus Malaria Impor dari Papua Ancam Eliminasi di NTT

“Eliminasi malaria bukan hanya soal menurunkan angka kasus, tetapi memastikan tidak ada lagi penularan baru.”

Published

on

Dokter Roy Boris: “Banyak pasien datang dengan keluhan demam setelah pulang dari Papua, tetapi tidak langsung curiga malaria. Padahal ini sangat berisiko jika tidak segera ditangani.” FOTO; IST

MAUMERE, GardaFlores — Di tengah tren penurunan kasus malaria lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT), tenaga kesehatan mengingatkan peningkatan risiko kasus malaria impor dari luar daerah, terutama dari wilayah endemis tinggi seperti Papua. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kembali penularan di wilayah yang telah mendekati eliminasi.

Dokter Roy Boris, Senin (20/4/2026) di Maumere, menyatakan mobilitas penduduk menjadi faktor utama masuknya kasus impor ke daerah.

“Banyak pasien datang dengan keluhan demam setelah pulang dari Papua, tetapi tidak langsung curiga malaria. Padahal ini sangat berisiko jika tidak segera ditangani,” ujarnya.

Data global menunjukkan, hingga 2025 sebanyak 47 negara telah dinyatakan bebas malaria, sementara jumlah negara endemis menurun dari 108 pada tahun 2000 menjadi 80 negara. Namun, pada 2024 kasus malaria global tercatat sekitar 282 juta dengan 610.000 kematian.

Di Indonesia, estimasi kasus malaria pada 2024 mencapai 543.965 kasus, dengan sekitar 93 persen terkonsentrasi di Papua. Mobilitas penduduk dari wilayah tersebut berkontribusi terhadap munculnya kasus impor di daerah lain, termasuk NTT.

Atasi Kekurangan Dokter, Prabowo Akan Buka Kampus Kedokteran Gratis di Seluruh Indonesia

Di tingkat provinsi, sekitar 41 persen kabupaten/kota di NTT telah mencapai eliminasi malaria. Namun, Kabupaten Sumba Barat Daya masih berstatus endemis tinggi. Sementara itu, Kabupaten Sikka dan Flores Timur berada pada kategori endemis sedang hingga rendah.

Malaria merupakan penyakit akibat parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Gejala umumnya berupa demam dengan tiga fase, yakni menggigil, panas tinggi, dan berkeringat. Tanpa penanganan cepat, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Di RSUD TC Hillers Maumere, sejumlah kasus menunjukkan pola serupa. Pasien yang baru kembali dari wilayah seperti Timika datang dengan keluhan demam yang awalnya dianggap kelelahan. Setelah pemeriksaan medis, pasien dinyatakan positif malaria. Sebagian di antaranya sempat mengonsumsi obat penurun panas tanpa diagnosis.

Tenaga kesehatan menilai kondisi ini mencerminkan rendahnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko malaria impor, terutama terkait riwayat perjalanan ke daerah endemis.

Pemkab Sikka Terima 12 Dokter Internsip, Perkuat Layanan Kesehatan hingga 2027

Peringatan Hari Malaria Sedunia setiap 25 April menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik. Tahun ini, tema global yang diusung adalah “Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must.”

Untuk mencegah penularan lebih lanjut, tenaga kesehatan mendorong masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam setelah bepergian, serta memperkuat edukasi dan sistem surveilans melalui program 1-2-5—penemuan kasus dalam satu hari, investigasi dua hari, dan respons dalam lima hari.

“Eliminasi malaria bukan hanya soal menurunkan angka kasus, tetapi memastikan tidak ada lagi penularan baru,” tegas dr. Roy.

Hingga saat ini, kewaspadaan terhadap kasus impor terus ditingkatkan oleh tenaga kesehatan di daerah, seiring upaya mempertahankan capaian eliminasi malaria di NTT dan mencegah munculnya kembali penularan lokal.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Published

on

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.

“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.

Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.

Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.

Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending