Connect with us

HUMANIORA

DPRD Sikka kepada HPI Sikka: Jaga Integritas, Tingkatkan Profesionalisme, Jadilah Tuan Rumah yang Baik!

Published

on

Anggota DPRD Sikka Leonardus Winarto dalam sambutan pada diskusi terbatas menjelang Musyawarah Cabang HPI ke-IV Kabupaten Sikka, Sabtu (29/11/2025) di Maumere. (GARDALFORES/KAREL PANDU)

Maumere, GardaFlores – Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, melalui anggota DPRD Sikka Leonardus Winarto, menegaskan pentingnya peran Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam memperkuat sektor pariwisata daerah. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada acara Diskusi Terbatas menjelang Musyawarah Cabang HPI ke-IV Kabupaten Sikka, Sabtu (29/11/2025) di Maumere.

Menurut Winarto, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Sikka yang memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan pariwisata telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPARDA).

“Perda RIPARDA mengatur berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan destinasi, pemasaran, industri pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Pariwisata Maumere: Stagnasi Panjang dan Kehilangan Arah Strategis

HPI sebagai Garda Terdepan Pariwisata Sikka

Winarto menyebutkan bahwa HPI memiliki posisi strategis dalam mewujudkan pariwisata Sikka yang berkarakter dan berkualitas. Para pramuwisata dinilai bukan sekadar tunjuk jalan, tetapi duta daerah yang memperkenalkan keindahan alam dan budaya Sikka kepada wisatawan.

“HPI berperan penting membangun iklim kepariwisataan yang kondusif melalui penerapan nilai-nilai Sapta Pesona: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan,” katanya.

Ia menekankan agar anggota HPI menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai tersebut di lapangan. DPRD, katanya, mendorong HPI untuk memperkuat kualitas SDM melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi berkelanjutan yang selaras dengan standar nasional dan global.

ADPRD Sikka Leonardus Winarto, Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi di antara Pengurus HPI Sikka. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan Pariwisata

Winarto menegaskan bahwa HPI tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara HPI, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, pelaku industri pariwisata, dan DPRD untuk membangun ekosistem pariwisata yang terencana dan berkelanjutan.

“Aspirasi dari HPI sangat dibutuhkan untuk perbaikan regulasi dan tata kelola destinasi. Kami mendorong inovasi dalam pengembangan paket wisata serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat branding pariwisata Sikka,” tegasnya.

Wabup Sikka Dorong HPI Jadi Mitra Strategis Pengembangan Pariwisata Daerah

DPRD Sikka Berkomitmen Kawal Implementasi RIPARDA

DPRD Kabupaten Sikka, kata Winarto, berkomitmen penuh mendukung pengembangan pariwisata melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Termasuk memastikan RIPARDA dijalankan secara efektif dan bukan menjadi dokumen hukum tanpa dampak nyata.

“Kami akan mengawal pemerintah daerah agar menyediakan anggaran memadai dan menyusun regulasi turunan seperti Peraturan Bupati, sehingga RIPARDA benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan PAD Sikka,” tegasnya.

Pesan untuk Anggota dan Pengurus HPI

Di akhir sambutannya, Winarto menyampaikan pesan khusus kepada seluruh anggota dan pengurus HPI Kabupaten Sikka.

“Jaga integritas, tingkatkan profesionalisme, dan jadilah tuan rumah yang baik. Mari berkolaborasi demi mewujudkan Sikka sebagai destinasi pariwisata yang maju, humanis, dan sejahtera,” ujarnya.»(rel)

HUMANIORA

Pria 39 Tahun di Geliting Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Saat kejadian, istri korban sedang berada di wilayah Kecamatan Waigete bersama anak mereka yang lain.

Published

on

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pria berinisial A.B (39), warga Dusun Jedawair, Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Kasi Humas Polres Sikka AIPDA Leonardus Tunga mengatakan peristiwa pertama kali diketahui oleh saksi Maria Aptianti Nona Len (19) yang baru pulang dari sekolah. Saat melintas di depan rumah korban, saksi mendengar tangisan anak korban yang berusia sekitar tiga tahun dari dalam rumah.

Saksi kemudian memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Setelah mendapati seluruh pintu terkunci dari dalam, saksi masuk melalui jendela belakang dan menemukan korban dalam kondisi tergantung di bagian dapur rumah.

Saksi selanjutnya meminta pertolongan warga. Silvester Dadu (38), yang merupakan adik korban, datang ke lokasi dan membuka pintu belakang rumah. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kewapante oleh warga setempat.

Petugas kepolisian tiba di tempat kejadian sekitar pukul 13.50 WITA dan melakukan pengamanan lokasi serta koordinasi dengan Tim Inafis Polres Sikka. Olah tempat kejadian perkara dilakukan sekitar pukul 14.30 WITA.

Pria 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Kabor, Polisi Tunggu Hasil Medis

Setelah proses tersebut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit dan kerap menjalani perawatan. Informasi tersebut masih didalami sebagai bagian dari penyelidikan.

Saat kejadian, istri korban tidak berada di rumah karena sedang berada di wilayah Kecamatan Waigete bersama anak mereka yang lain. Korban diketahui bekerja sebagai karyawan swasta dan meninggalkan seorang istri serta dua anak.

Polisi menyatakan telah mengamankan lokasi, memeriksa saksi, dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab kematian.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan data pendukung untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Kabor, Polisi Tunggu Hasil Medis

Berdasarkan keterangan warga, korban memiliki riwayat penyakit asma, lambung, dan gangguan paru-paru.

Published

on

Petugas polisi sedang melakukan identifikasi di rumah pria (GB) yang meninggal itu, Jumat (17/4/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pria berinisial GB (57) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di RT 005/RW 005, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Korban diketahui berprofesi sebagai petani dan tinggal seorang diri.

Kasi Humas Polres Sikka, Aipda Leonardus Tunga, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi pembusukan lanjut, terbaring di tempat tidur di ruang tengah rumahnya. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk pemeriksaan medis.

Penemuan bermula sekitar pukul 07.00 Wita ketika warga mencium bau menyengat dari arah rumah korban. Saksi Polikarpus Samsu Bari meminta anggota keluarganya memeriksa, namun tidak dapat mendekat karena bau yang semakin kuat.

Pada waktu hampir bersamaan, saksi Marta Martini yang melintas usai berjalan pagi turut mencium bau serupa. Ia kemudian membuka pintu rumah korban dan menemukan korban sudah meninggal dunia, lalu melaporkannya kepada ketua RT setempat.

Ketua RT 005, Maria Kontasia Dua Keron, menyatakan laporan awal dari warga kemudian langsung diteruskan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka.

“Bau menyengat sekali, lalu ada banyak lalat,” kata Maria di lokasi kejadian.

Kasus Kematian Siswi di Sikka: Motif Belum Diumumkan, Kuasa Hukum Pertanyakan Barang Bukti dan Arah Penyidikan

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi sebelum mengevakuasi jenazah.

Berdasarkan keterangan warga, korban memiliki riwayat penyakit asma, lambung, dan gangguan paru-paru. Korban juga sempat mengeluhkan sakit perut dan kesulitan buang air besar.

Ketua RT menyebut korban terakhir terlihat sekitar empat hari sebelum ditemukan. Sementara itu, warga lain, Samsul Olga, mengaku masih melihat korban pada Kamis (16/4/2026) di sekitar rumahnya.

“Kemarin saya masih lihat dia. Rencananya mau minta dokter untuk periksa, tapi tidak jadi karena dia sudah keluar rumah,” ujar Samsul.

Saat ditemukan, korban mengenakan jaket bergaris warna oranye, hitam, dan biru serta celana olahraga hitam. Kondisi tubuh menunjukkan tanda pembusukan lanjut.

Hingga saat ini, penyebab kematian belum dapat dipastikan. Kepolisian menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk menentukan penyebab pasti kematian.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Baru Tiba dari Kupang, Guru di Watuliwung Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Korban sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarga untuk dijemput di Bandara Frans Seda Maumere.

Published

on

Korban kemudian dibawa ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang guru berinisial Y.A. (34), warga Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Minggu (12/4) sore, beberapa jam setelah tiba di Maumere dari Kupang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.48 WITA di Dusun Watuliwung, RT/RW 007/004. Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarga untuk dijemput di Bandara Frans Seda Maumere setibanya dari Kupang. Namun saat keluarga tiba di bandara, korban tidak ditemukan.

Korban kemudian menghubungi salah satu saksi dan menyampaikan bahwa dirinya telah berada di rumah di Desa Watuliwung.

Dua saksi berinisial A.D. (43) dan A.H.S. (42) selanjutnya mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, keduanya memanggil korban dari luar rumah, namun tidak mendapat respons.

Saat memasuki rumah dan membuka pintu kamar, saksi menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru yang terikat pada rangka atap rumah.

Ibu dan Anak Hilang di Sikka Sejak 1 April, Pencarian Berlanjut

Menurut keterangan kepolisian, saksi berupaya menurunkan korban dengan memotong tali dan meminta bantuan warga. Korban kemudian dibawa ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi.

Korban diketahui merupakan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMP Nuba Arat, Kecamatan Kangae, dan tinggal seorang diri di rumahnya.

Penanganan kasus kematian yang diduga tidak wajar dilakukan melalui olah TKP, pemeriksaan medis, dan pengumpulan keterangan saksi. Autopsi menjadi salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab kematian, sesuai dengan ketentuan hukum dan persetujuan keluarga.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Desa Watuliwung. Kepolisian masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending