Connect with us

HUMANIORA

Dari Sawah Werang, Persaudaraan Tumbuh: Prajurit dan Warga Makan Sehidang di Lokasi TMMD Ke-127

Di tengah kerja keras membuka akses desa, kebersamaan menjadi energi.

Published

on

Para prajurit bersepatu bot lumpur dan warga dengan pakaian kerja seadanya berkumpul mengelilingi wadah makanan di tengah kegiatan TMMD Ke-127, Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kamis (12/02/2026). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores — Di lereng hijau Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, di antara rumpun padi dan batang pisang yang baru ditebas, sebuah pemandangan hangat mengalahkan terik siang. Prajurit Satgas TMMD Ke-127 bersama warga dan anggota Linmas duduk bersila di tanah, berbagi nasi dan lauk sederhana. Tidak ada jarak, tidak ada seragam yang menjadi sekat—yang ada hanya kebersamaan dan tawa kecil yang mengalir di sela rehat, Kamis (12/02/2026).

 Di sini terlihat para prajurit bersepatu bot lumpur dan warga dengan pakaian kerja seadanya berkumpul mengelilingi wadah makanan. Latar sawah yang hijau dan perbukitan di kejauhan menjadi saksi: di sini, pembangunan bukan hanya soal membuka badan jalan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling memiliki.

Momen makan siang ini merangkum jiwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Di tengah kerja keras membuka akses desa, kebersamaan menjadi energi. Canda ringan dan obrolan akrab mengikat semangat gotong royong sebelum semua kembali mengangkat cangkul dan peralatan.

Komandan Kodim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., selaku Dansatgas TMMD Ke-127, menegaskan bahwa TMMD menempatkan hubungan sosial sebagai fondasi pembangunan.

Bupati Sikka Pimpin Aksi Hijau TMMD Ke-127: 1.500 Pohon Ditanam, Lingkungan Diselamatkan, Ekonomi Rakyat Dikuatkan

“TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis. Kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi seluruh personel dan masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan,” ujarnya.

Kehadiran prajurit Yonif TP 834/Wakanga Mere di Werang pun terasa lebih dari sekadar proyek. Di sela sendok dan piring yang berpindah tangan, terjalin persaudaraan—bahwa kemajuan desa lahir dari kerja kolektif, keikhlasan, dan saling percaya.

Melalui TMMD Ke-127, Kodim 1603/Sikka menegaskan arah pembangunan yang berkelanjutan: infrastruktur dibangun, tetapi jiwa kebersamaan dirawat. Dari meja makan daun pisang sederhana di tepi sawah, harapan untuk Werang dan Sikka tumbuh—kuat, hangat, dan menyatu.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending