EKONOMI
Disperindag Sikka Jelaskan Skema Koperasi Merah Putih dan Jaminan Dana Desa
Kadisperindag Sikka: Desa harus terus berjuang dan bekerja keras agar dapat memperoleh manfaat dari pembagian hasil tersebut.
Maumere, GardaFlores–Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sikka Verdinando Lepe menjelaskan mekanisme kerja Koperasi Merah Putih dalam konferensi pers yang digelar di Maumere, Rabu (17/12/2025).
Ia mengungkapkan bahwa Koperasi Merah Putih mendapat jaminan sebesar 30 persen dari dana desa. Namun, apabila koperasi memperoleh keuntungan, maka koperasi berkewajiban mengembalikan dana desa sebesar 20 persen setiap tahun.
“Semua kepala desa berstatus ex officio. Karena itu, mereka harus bekerja keras bersama masyarakatnya. Dengan begitu, desa akan memperoleh 20 persen setiap tahun. Jangan hanya melihat 30 persen yang diberikan kepada koperasi,” tegas Verdi.
Menurutnya, desa harus terus berjuang dan bekerja keras agar dapat memperoleh manfaat dari pembagian hasil tersebut. Hingga saat ini, pihak Disperindag belum melakukan rekapitulasi lengkap terkait jumlah anggota maupun modal koperasi.
Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Kota Uneng Dimulai, Ditargetkan Beroperasi Januari 2026
Terkait aktivitas kerja pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Sikka, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Verdi menyampaikan bahwa para pekerja tetap menjalankan tugasnya. Umat Kristiani menjalani ibadah hari raya, sementara umat non-Kristen tetap melanjutkan pekerjaan pembangunan fisik.
Terkait rencana operasional Koperasi Merah Putih, Verdi menjelaskan bahwa sesuai akta pendirian, kegiatan awal Koperasi Merah Putih tidak langsung beroperasi. Hal ini dilakukan untuk memeriksa kesehatan awal koperasi, termasuk tata kelola, kelembagaan, serta aktivitas bisnis yang akan dijalankan terlebih dahulu.
“Tidak serta-merta dilarang, tapi juga tidak langsung beroperasi. Kita harus pastikan tata kelolanya sehat,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Sikka memiliki sekitar 70 koperasi simpan pinjam (KSP) serta koperasi primer seperti Koperasi Pintu Air, Obor Mas, dan Tuke Jung. Selain itu, terdapat pula koperasi primer nasional yang membuka cabang di Kabupaten Sikka.
Di Sikka, satu orang dapat menjadi anggota dua hingga tiga koperasi. Bahkan, Bupati Sikka kata Verdi, telah menegaskan bahwa setiap peminjaman harus bersifat produktif.
“Kalau di desa masih ada lahan tidur, maka akan kita nilai. Kita dorong sektor riil seperti pertanian. Komoditas seperti pepaya california, semangka, buncis, wortel, kacang, dan lainnya akan kita dorong untuk ditanam. Hasilnya dibeli Koperasi Merah Putih dan dibayar tunai,” ujarnya.
Verdi juga menjelaskan perbedaan antara BUMDes dan koperasi. BUMDes dibentuk oleh pemerintah desa dan dibiayai melalui APBDes, sedangkan koperasi merupakan milik anggota yang dibentuk melalui musyawarah.
“Bagi kami, keduanya sama-sama baik karena membangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Pelatihan Pengurus Koperasi Merah Putih di Sikka, Solusi Tingkatkan Kompetensi dan Integritas?
Untuk Koperasi Merah Putih yang memperoleh pinjaman dari Himbara, kewajiban angsuran dibayar dari hasil usaha. Jika kewajiban Rp20 juta per bulan namun kemampuan hanya Rp15 juta, maka kekurangan Rp5 juta akan ditutupi dari jaminan 30 persen dana desa. Sementara di tingkat kelurahan, jaminan diambil dari dana bagi hasil.
Ia menambahkan, seluruh transaksi koperasi akan terpantau langsung oleh pusat komando nasional yang memonitor aktivitas koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.»(rel)
EKONOMI
Wakil Bupati Sikka Soroti Pentingnya Ruang Kreatif Anak Muda Saat Resmikan HM Infinity Sport & Cafe
“Semoga HM Infinity Sport & Cafe berkembang menjadi pusat aktivitas komunitas yang mampu melahirkan energi positif.”
MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menilai kebutuhan generasi muda terhadap ruang kreatif, sehat, dan produktif di Kota Maumere semakin penting seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan tumbuhnya komunitas anak muda di daerah.
Pandangan itu disampaikan Simon saat meresmikan HM Infinity Sport & Cafe di Maumere, Jumat (15/5/2026), sebuah pusat sportainment yang menggabungkan olahraga, hiburan keluarga, dan cafe modern dalam satu kawasan.
Menurut Simon, ruang publik seperti HM Infinity tidak hanya hadir sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan ekosistem sosial baru yang lebih positif bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.
“Kehadiran tempat ini bukan hanya menjadi ruang usaha baru, tetapi juga menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berolahraga, berkumpul, membangun kreativitas, dan mempererat kebersamaan,” kata Simon.
Ia menilai perkembangan kota tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari tersedianya ruang interaksi yang mampu mendorong kreativitas, aktivitas komunitas, dan pola hidup sehat masyarakat.
HM Infinity Sport & Cafe Buka di Maumere, Usung Konsep Sportainment Pertama di Sikka
HM Infinity Sport & Cafe menghadirkan fasilitas badminton, billiard, playground anak, dan cafe modern yang menyasar komunitas muda serta keluarga di Maumere.
Bagi Simon, kehadiran pusat sportainment seperti itu menunjukkan mulai tumbuhnya investasi gaya hidup dan industri rekreasi di Kabupaten Sikka, yang selama ini masih relatif terbatas dibanding kota-kota lain di Nusa Tenggara Timur.
Ia mengatakan ruang kreatif yang sehat perlu diperbanyak agar anak muda memiliki alternatif aktivitas yang produktif, kompetitif, dan kolaboratif.

Selain berdampak pada gaya hidup masyarakat, Simon menilai sektor usaha kreatif seperti sportainment juga mulai membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja, aktivitas komunitas, hingga pertumbuhan usaha pendukung lainnya.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan lebih banyak kolaborasi dengan pelaku usaha untuk mempercepat tumbuhnya ruang publik modern yang tetap berpijak pada karakter sosial masyarakat Maumere.
Simon berharap HM Infinity Sport & Cafe berkembang menjadi pusat aktivitas komunitas yang mampu melahirkan energi positif, memperkuat sportivitas, dan membangun kultur kebersamaan di tengah generasi muda Sikka.
Ia juga meminta pengelola menjaga kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan agar fasilitas tersebut dapat berkembang berkelanjutan sebagai salah satu destinasi gaya hidup baru di Maumere.
Grand opening HM Infinity Sport & Cafe dihadiri masyarakat, komunitas olahraga, pelaku usaha, dan sejumlah tamu undangan. Dengan mulai beroperasinya fasilitas tersebut, Maumere kini memiliki salah satu pusat sportainment modern pertama di Kabupaten Sikka.»(rel)
EKONOMI
HM Infinity Sport & Cafe Buka di Maumere, Usung Konsep Sportainment Pertama di Sikka
Gabungan olahraga, hiburan keluarga, dan ruang nongkrong modern dalam satu kawasan terpadu.
MAUMERE, GardaFlores — Lanskap gaya hidup dan ruang rekreasi di Kabupaten Sikka mulai bergerak ke arah baru dengan hadirnya HM Infinity Sport & Cafe di Kota Maumere, Jumat (15/5/2026). Tempat ini menggabungkan olahraga, hiburan keluarga, dan ruang nongkrong modern dalam satu kawasan terpadu.
HM Infinity Sport & Cafe menghadirkan lapangan badminton, arena billiard, playground anak, hingga Cafe modern yang menyasar komunitas muda, keluarga, dan pecinta olahraga di Maumere.
Peresmian fasilitas tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran kepolisian, pelaku usaha, komunitas olahraga, dan masyarakat.
Direktur HM Infinity Sport & Cafe, Herson Marloanto, mengatakan kehadiran tempat tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat akan ruang publik modern yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga tempat interaksi sosial dan rekreasi keluarga.
“HM Infinity Sport & Cafe hadir bukan hanya sebagai tempat olahraga, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan tempat berkumpul bagi masyarakat,” kata Herson.
Ia menjelaskan, HM Infinity menjadi bagian dari pengembangan bisnis yang dirintisnya sejak pindah dari Kupang ke Maumere pada 2006. Usaha awal berupa distributor barang melalui UD Sumber Jernih Lestari kemudian berkembang menjadi PT Mitra Usaha Flores dengan sekitar 120 karyawan dan jaringan ribuan outlet di sejumlah kabupaten di Flores.
Bank NTT Siapkan Super Apps Baru, Fokus Percepat Layanan dan Perbaiki Tata Kelola
Pada 2021, Herson mulai masuk ke sektor kuliner melalui HM Cafe & Resto sebelum akhirnya memperluas konsep usaha ke bidang sportainment melalui HM Infinity Sport & Cafe.
Menurut Herson, konsep yang memadukan fasilitas olahraga dan hiburan keluarga dalam satu lokasi masih relatif baru di Kabupaten Sikka.
Selain menyasar kebutuhan rekreasi masyarakat urban di Maumere, tempat tersebut juga diarahkan menjadi ruang pembinaan olahraga usia muda, khususnya cabang bulu tangkis dan billiard.
“Kami ingin memberikan warna baru bagi perkembangan Kota Maumere dan membantu mendukung perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pengembangan olahraga komunitas, HM Infinity mulai menjalankan program pembinaan bulu tangkis untuk anak-anak dan remaja melalui kolaborasi dengan klub profesional.

Pengelola juga memperkenalkan program “Sepuluh Ribu Rupiah”, yakni penyewaan lapangan badminton dengan tarif Rp10 ribu per jam agar fasilitas olahraga modern tetap dapat diakses masyarakat luas.
Langkah tersebut dinilai menjadi upaya membuka akses olahraga yang lebih inklusif di tengah terbatasnya fasilitas sport center modern di Kabupaten Sikka.
Dalam sambutannya, Herson turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka atas dukungan perizinan usaha dan kepada Polres Sikka yang dinilai menjaga stabilitas keamanan sehingga iklim investasi daerah tetap kondusif.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pekerja, konsultan, dan tim pembangunan yang terlibat dalam penyelesaian fasilitas HM Infinity Sport & Cafe.
Dengan konsep sportainment yang mulai berkembang di kota-kota besar, HM Infinity Sport & Cafe kini menjadi salah satu ruang gaya hidup baru di Maumere yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan aktivitas komunitas dalam satu tempat.»(rel)
EKONOMI
Gedung KDMP di Ende Disegel, Sengketa Ganti Rugi Tanaman Seret Nama Kontraktor dan Kades
“Sebagai kepala desa saya tidak pernah menerima uang ganti rugi dari pihak kontraktor.”
ENDE, GardaFlores — Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun I Ratemangga, Desa Ratemangga, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, disegel oleh warga bernama Stefanus Bata, Kamis (14/5/2026). Penyegelan dilakukan setelah muncul sengketa terkait dugaan belum dibayarnya ganti rugi tanaman produktif yang ditebang untuk pembangunan gedung tersebut.
Bangunan yang baru selesai dikerjakan itu kini tidak dapat digunakan sementara waktu. Stefanus mengaku sebagai pemilik awal lahan sekaligus pihak yang selama ini mengelola tanaman komoditas di lokasi pembangunan.
Ia menuding pelaksana proyek bernama Ali tidak menepati janji pembayaran kompensasi atas tanaman yang terdampak proyek.
Menurut Stefanus, sebelum pembangunan dimulai, Ali beberapa kali datang ke rumahnya dan menjanjikan pembayaran ganti rugi setelah proyek selesai dikerjakan. Tanaman yang disebut terdampak antara lain kelapa, kakao, pala, jambu, dan pisang.
“Dia datang beberapa kali dan menyampaikan setelah bangunan selesai akan dibayar langsung,” kata Stefanus.
Namun hingga proyek rampung, pembayaran tersebut disebut belum diterima. Stefanus mengaku baru mengetahui adanya alokasi dana kompensasi setelah mendapat penjelasan dari pelaksana proyek.
Ia menyebut Ali pernah mengatakan dana ganti rugi telah diserahkan kepada Kepala Desa Ratemangga, Herman Laka. Klaim itu kemudian memicu polemik baru di tingkat desa.
Pemkab Ende Sinkronkan Dana Desa 2026, 58 Persen Dialihkan untuk Koperasi Desa Merah Putih
Merasa tidak memperoleh kepastian penyelesaian, Stefanus memilih menyegel gedung KDMP dan meminta persoalan diselesaikan secara terbuka di hadapan aparat pemerintah dan unsur keamanan, termasuk Kodim 1602/Ende.
“Saya sudah berulang kali menghubungi, tetapi tidak ada respons. Karena itu gedung ini kami segel sampai persoalan selesai,” ujarnya.
Di sisi lain, Ali membantah tudingan bahwa pihaknya mengabaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan secara administrasi kontraktor hanya berhubungan dengan pemerintah desa karena lahan pembangunan disebut telah dihibahkan kepada desa.
“Secara administrasi kami hanya mengenal pemerintah desa sebagai penerima hibah lahan,” katanya melalui sambungan telepon.

Ali juga menyatakan pembayaran kompensasi tanaman bukan kewajiban kontraktor secara hukum, meski ia mengaku pernah menyampaikan niat membantu sebagai bentuk penghargaan kepada warga yang memiliki tanaman di lokasi proyek.
Menurutnya, upaya komunikasi dengan Stefanus masih terus dilakukan untuk mencari penyelesaian damai.
Sementara itu, Herman Laka membantah menerima uang ganti rugi tanaman dari kontraktor sebagaimana tudingan yang berkembang di masyarakat.
“Sebagai kepala desa saya tidak pernah menerima uang ganti rugi dari pihak kontraktor,” tegas Herman.
Ia juga menyayangkan tindakan penyegelan dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa. Herman menegaskan lahan pembangunan telah dihibahkan kepada pemerintah desa untuk kepentingan pembangunan fasilitas koperasi.
Polemik tersebut memunculkan sorotan terhadap transparansi pembangunan Gedung KDMP di Desa Ratemangga, terutama terkait kejelasan mekanisme hibah lahan dan kompensasi tanaman milik warga yang terdampak proyek pembangunan.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
