PENKES
Bupati Sikka Ajak Siswa Baru SMP Negeri Nubarat Bangun Karakter, Disiplin, dan Budaya Sekolah yang Aman
Siswa baru, agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK), mengajak peserta didik baru SMP Negeri Nubarat membangun karakter, disiplin, dan budaya saling menghargai sebagai fondasi keberhasilan pendidikan sejak awal memasuki jenjang sekolah menengah pertama.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan motivasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri Nubarat, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Selasa (14/7/2026).
Menurut JPYK, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, jujur, bertanggung jawab, dan mampu hidup berdampingan dengan orang lain.
“Terima kasih kepada seluruh guru yang terus melayani, mengabdi, dan menjadi pencerah bagi anak-anak kita. Tugas mendidik adalah tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Bupati mengatakan para guru memiliki peran penting bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing pembentukan karakter peserta didik.
Kepada para siswa baru, ia mengingatkan agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh dan berkomitmen menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
AI Generatif dalam Pendidikan: Dari Alat Bantu Menuju Mitra Belajar
Menurutnya, mengenakan seragam biru putih bukan sekadar menjadi identitas sebagai pelajar SMP, tetapi juga menandai dimulainya tanggung jawab untuk belajar dengan tekun, menjaga sikap, serta menghormati guru dan sesama siswa.

“Datanglah ke sekolah untuk belajar dan meraih cita-cita. Jangan sampai terjadi perkelahian atau tindakan yang merugikan teman. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” pesannya.
JPYK juga mengajak para siswa membangun budaya saling menghargai dengan menghormati guru, menjaga hubungan baik dengan teman sebaya, serta menjalin kebersamaan dengan kakak kelas agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif.
Selain itu, ia mendorong para guru terus mengembangkan pendekatan yang humanis dan komunikatif dalam mendampingi peserta didik. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman, diterima, dan didorong untuk berkembang sesuai potensinya.
Bupati menambahkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin perlu ditanamkan sejak dini karena menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Kegiatan MPLS berlangsung dengan interaktif dan diikuti antusias para siswa baru. Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kegiatan tersebut menjadi awal terbentuknya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter serta berdaya saing.
Turut hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka Patrisius Pederiko, Kepala Bidang SMP Husain H. Suaih, Kepala Bagian Protokol Gunterus Eka Parere, Kepala SMP Negeri Nubarat Bergita Tati D. Rosari, para guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik.»(rel)
PENKES
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
SDI Iligetang menilai pemulihan psikologis siswa pascagempa membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Guru juga diminta memperhatikan kondisi emosional dan perubahan perilaku anak selama proses belajar kembali berjalan.
MAUMERE, GardaFlores — Pemulihan kondisi psikologis siswa pascagempa menjadi perhatian SDI Iligetang, Kabupaten Sikka. Pihak sekolah menilai pendampingan bagi anak-anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar rasa takut dan kecemasan setelah gempa tidak mengganggu proses belajar.
Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka kembali merasa aman setelah mengalami bencana.
Hal itu disampaikan setelah kegiatan trauma healing yang diikuti para siswa bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan tim di SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.
Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa
Menurut Maria, dampak gempa terhadap anak-anak tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik yang terjadi di lingkungan mereka. Pengalaman menghadapi guncangan dan situasi darurat juga dapat memengaruhi kondisi emosional siswa.
Karena itu, sekolah membutuhkan dukungan dalam mendampingi anak-anak selama proses pemulihan.
“Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.
Maria mengatakan sekolah memiliki peran penting setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai. Guru tidak hanya bertugas melanjutkan pembelajaran, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa setelah bencana.
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Menurutnya, proses pemulihan psikologis anak tidak dapat diselesaikan dalam satu kegiatan.
“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” ujarnya.
Kegiatan trauma healing di SDI Iligetang menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap kelompok masyarakat terdampak.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya turun langsung berinteraksi dengan para siswa untuk membantu menciptakan suasana yang lebih santai dan mengurangi rasa takut setelah gempa.
Bagi pihak sekolah, dukungan psikososial tetap dibutuhkan seiring kembalinya aktivitas pendidikan. Pemulihan kondisi siswa, menurut Maria, perlu berjalan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan rasa aman.»(rel)
PENKES
Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang untuk meninjau pelayanan kesehatan serta mengapresiasi nakes yang tetap bertugas pascagempa.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi pascagempa di Kabupaten Sikka.
Apresiasi tersebut disampaikan Juventus saat mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang, Senin (31/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Juventus berdialog dengan para tenaga kesehatan dan meninjau kondisi pelayanan yang tetap berjalan setelah gempa.
“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap bertugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bapak dan Ibu adalah garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi seperti ini,” ujar Juventus.
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Selain berdialog dengan tenaga kesehatan, Bupati Sikka juga mengecek kesiapan pelayanan, kondisi tenaga medis, serta kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pascabencana.
Juventus meminta fasilitas pelayanan kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga terdampak gempa dan masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan baik. Apa yang Bapak dan Ibu lakukan sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas dalam masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.
Kunjungan ke Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan tenaga kesehatan di tengah proses pemulihan pascagempa.»(rel)
PENKES
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung mendampingi kegiatan trauma healing bagi siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung melakukan kegiatan trauma healing bersama siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemulihan kondisi psikologis siswa setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Sikka.
Dalam kegiatan itu, Juventus berinteraksi langsung dengan para siswa dalam suasana santai. Interaksi tersebut ditujukan untuk membantu siswa mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami situasi bencana.
Juventus juga mengajak para siswa kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dan menjalani aktivitas sekolah.
Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan
Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat, termasuk anak-anak.
“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat pascabencana, termasuk pemulihan psikologis anak-anak, mendapat perhatian,” ujar Juventus.

Wakil Kepala SDI Iligetang Maria Yuldensia Kila mengatakan kegiatan trauma healing dibutuhkan karena sejumlah anak masih mengalami dampak psikologis setelah gempa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” katanya.
Menurut Maria, kehadiran pemerintah di lingkungan sekolah juga memberikan dukungan bagi para guru dalam mendampingi siswa selama masa pemulihan.
Kegiatan trauma healing di SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang menjadi bagian dari upaya pemulihan pascagempa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka di sektor pendidikan. Selain memastikan kegiatan belajar dapat kembali berjalan, pendampingan psikologis terhadap siswa juga dilakukan setelah bencana.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Pemkab Sikka Gandeng SOS Children's Villages Bangun Model Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Dua Desa Jadi Percontohan - Garda Flores %