Connect with us

Uncategorized

Listrik Akhirnya Masuk Napugera, Warga Minta Jalan, Sinyal, dan Sekolah Jadi Prioritas Berikutnya

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan penuh.”

Published

on

Kepala Desa Napugera, Gervasius Sari: “Sekarang kami sudah merasakan terang, tidak seperti dulu." FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Warga Desa Napugera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, mulai menikmati jaringan listrik setelah wilayah tersebut sebelumnya belum terlayani secara penuh. Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka atas masuknya listrik, sembari meminta pembangunan jalan, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas pendidikan menjadi prioritas lanjutan.

Apresiasi itu disampaikan mantan Kepala Desa Napugera, Gervasius Sari, di Maumere, Senin (27/4/2026).

“Sekarang kami sudah merasakan terang, tidak seperti dulu. Berkat perjuangan Bupati Sikka, listrik sudah masuk ke desa kami,” kata Gervasius.

Menurut dia, pada tahap awal jaringan listrik baru menjangkau sekitar satu setengah dusun. Namun pada tahun ini, layanan listrik telah menjangkau seluruh wilayah Desa Napugera yang meliputi Dusun Pu’u Tua, Dusun Nua Pase, dan Dusun Leda Paga.

Masuknya jaringan listrik dinilai menjadi perubahan penting bagi warga, terutama untuk kebutuhan penerangan rumah tangga, aktivitas ekonomi, serta layanan pendidikan anak-anak di malam hari.

Meski demikian, warga menyebut masih ada sejumlah kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, terutama akses komunikasi dan infrastruktur jalan.

Wakil Bupati Sikka Resmikan UPT Puskesmas Nebura Kojagete, Camat Alok Timur: Belum Ada Jaringan Listrik  

Gervasius mengatakan menara telekomunikasi di wilayah tersebut belum berfungsi optimal sehingga masyarakat masih mengalami kesulitan mengakses layanan telepon dan internet.

Selain itu, kondisi jalan penghubung Welafole–Ratebata sepanjang sekitar 15 kilometer disebut belum dibangun secara memadai.

“Jalan di wilayah Welafole, Ratebata, dan Poma saat ini masih berupa rabat beton dan sebagian sudah rusak, sehingga menyulitkan mobilitas warga,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurut warga, berdampak pada kelancaran transportasi hasil pertanian, akses layanan kesehatan, dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Di sektor pendidikan, masyarakat juga meminta dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan Sekolah Kaki 304 Airea di Desa Napugera. Saat ini, warga disebut sedang membangun tiga ruang kelas secara swadaya.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pembangunan sekolah ini,” kata Gervasius.

Hingga Senin (27/4/2026), warga Napugera telah menikmati layanan listrik di seluruh dusun. Masyarakat kini menunggu tindak lanjut pemerintah terkait peningkatan jalan, aktivasi jaringan telekomunikasi, dan dukungan pembangunan sekolah.»(rel)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending