Connect with us

EKONOMI

BNI Salurkan Kredit Rp1,5 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Perkuat Digitalisasi Layanan Publik

BNI menjadi satu-satunya bank yang memperoleh mandat untuk mengelola layanan perbankan digital di 166 Sekolah Rakyat (SR)

Published

on

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) di Kompleks Parlemen, Jakarta. FOTO: ANTARA/Muhammad Heriyanto

Jakarta, GardaFlores – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) atau BBNI mengungkapkan telah menyalurkan kredit senilai Rp1,5 triliun kepada 577 debitur guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan pembiayaan ini menjadi bagian dari peran aktif BNI dalam menyukseskan program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama BNI dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

“BNI telah memberikan pembiayaan untuk 577 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp1,5 triliun,” ujar Putrama di hadapan anggota Komisi VI DPR RI.

Digitalisasi Program MBG Capai Ribuan Dapur

Selain pembiayaan, BNI juga berperan dalam memperkuat digitalisasi ekosistem Program MBG. Perseroan telah memfasilitasi pembuatan Virtual Account dan integrasi layanan BNI Direct di 6.560 titik dapur MBG, atau sekitar 38 persen dari total 19.188 dapur MBG secara nasional.

“BNI telah membantu proses digitalisasi MBG dengan pembuatan Virtual Account serta BNI Direct di kurang lebih 6.560 titik. Sekitar 34 persen dapur MBG telah terintegrasi dengan BNI Direct, dengan volume transaksi mencapai Rp26 triliun,” jelas Putrama.

Digitalisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi transaksi, serta akuntabilitas pengelolaan dana program.

MBG 2026 Diperluas, Guru hingga Tenaga Kebersihan Sekolah Jadi Penerima

BNI Kelola Layanan Digital 166 Sekolah Rakyat

Putrama juga mengungkapkan bahwa BNI menjadi satu-satunya bank yang memperoleh mandat untuk mengelola layanan perbankan digital di 166 Sekolah Rakyat (SR). Dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi BNI terhadap pemerataan akses pendidikan nasional.

“BNI mendukung pemerataan pendidikan melalui penyediaan Agen46 Mini Bank, Bank Sampah, pembukaan rekening bagi siswa dan guru, serta penyediaan kartu siswa berbasis reader untuk kebutuhan absensi,” ujarnya.

Dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih

Dalam mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), BNI turut memberikan pembiayaan sindikasi kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Pembiayaan tersebut digunakan untuk pembangunan fisik koperasi, pengadaan perlengkapan, hingga kendaraan operasional KDMP.

Melalui Agrinas, BNI telah menyalurkan kredit hingga Rp66 triliun, yang bersumber dari Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat.

“Kontribusi Agen46 dalam KDMP diarahkan untuk memperluas layanan keuangan dan mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah,” kata Putrama.

Peran BNI dalam Program 3 Juta Rumah

BNI juga terlibat aktif dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Hingga 31 Desember 2025, jumlah debitur FLPP BNI tercatat sebanyak 15.159 debitur dengan nilai pembiayaan mencapai Rp1,9 triliun.

“Untuk tahun 2026, BNI mendapatkan mandat menyalurkan 17.356 unit KPR FLPP,” ujar Putrama.

Partisipasi ini menegaskan peran BNI sebagai agen pembangunan yang mendukung agenda strategis pemerintah, mulai dari peningkatan gizi, pendidikan, penguatan ekonomi desa, hingga penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.»(*/bert)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: BGN: Hentikan MBG Siswa karena Kritik Orang Tua adalah Sikap Arogan - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EKONOMI

Bupati Ngada Dorong Transformasi Kopdit Obor Mas, RAT Tegaskan Koperasi Tetap Jadi Motor Ekonomi NTT

Jumlah anggota KSP Kopdit Obor Mas di Cabang Bajawa sebanyak 8.727 orang.

Published

on

Selain menyoroti pentingnya transformasi koperasi, Bupati Raymundus turut mengapresiasi kontribusi KSP Kopdit Obor Mas dalam membuka lapangan kerja bagi generasi muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngada. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Bupati Ngada Raymundus Bena, menegaskan koperasi tetap menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tingkat Mini KSP Kopdit Obor Mas Cabang Utama Ngada di PLUT Kabupaten Ngada, Sabtu (23/5).

Forum tahunan itu menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus konsolidasi arah bisnis koperasi di tengah tantangan ekonomi dan percepatan transformasi digital. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota koperasi dari wilayah pelayanan Cabang Utama Ngada.

Ketua Pengurus Harian KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete, menekankan RAT bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi ruang strategis untuk menentukan keberlanjutan koperasi berbasis partisipasi anggota.

Bank NTT Siapkan Super Apps Baru, Fokus Percepat Layanan dan Perbaiki Tata Kelola

“Manajemen perlu mendengarkan usul dan saran anggota. Pada akhirnya, semua bersama-sama menentukan arah koperasi ke depan,” ujar Andreas.

Ia mengungkapkan, KSP Kopdit Obor Mas saat ini mengelola 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur dengan total anggota mencapai 165.412 orang. Sementara jumlah anggota di Cabang Bajawa tercatat sebanyak 8.727 orang.

Menurut Andreas, kepercayaan pemerintah terhadap Kopdit Obor Mas juga terus menguat. Hal itu ditandai dengan penetapan koperasi tersebut sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui keputusan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

BULOG Maumere Jemput Gabah Petani di Sikka, Putus Mata Rantai Tengkulak dari Sawah Magepanda

Di hadapan peserta RAT, Bupati Raymundus menilai koperasi memiliki posisi strategis dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan ekonomi keluarga.

Ia menegaskan koperasi hanya dapat bertahan apabila dibangun di atas solidaritas anggota, tata kelola yang sehat, dan kepercayaan publik.

“Koperasi sama seperti organisasi pada umumnya. Anggota adalah pemilik modal, sedangkan pengurus dan manajemen menjalankan kepercayaan yang diberikan anggota,” kata Raymundus.

Raymundus juga mengingatkan ancaman disrupsi teknologi menuntut koperasi untuk bergerak lebih adaptif dan profesional agar tidak kehilangan daya saing di era digital.

“Pemilik modal, pengurus, dan pengawas akan tetap kuat kalau bersatu. Kalau tidak bersatu, maka tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Selain menyoroti pentingnya transformasi koperasi, Bupati Raymundus turut mengapresiasi kontribusi KSP Kopdit Obor Mas dalam membuka lapangan kerja bagi generasi muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngada.

Pemerintah Kabupaten Ngada, lanjut dia, juga akan memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha kecil pada 2026 sebagai bagian dari agenda penguatan ekonomi kerakyatan berbasis daerah.»(gus)

Continue Reading

EKONOMI

Menjelang Iduladha, Sikka Kirim 12 Sapi Kurban dan 35 Kuda ke Sulawesi Selatan

“Hewan yang dikirim sudah diperiksa secara menyeluruh dan dinyatakan sehat.”

Published

on

“Total kuota pengiriman kuda tahun ini sebanyak 95 ekor dan hari ini menjadi pengiriman terakhir.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 47 ekor ternak asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, diberangkatkan ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, melalui Pelabuhan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Rabu (20/5/2026). Pengiriman tersebut terdiri atas 12 ekor sapi untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah dan 35 ekor kuda untuk perdagangan serta pemeliharaan ternak.

Seluruh ternak diangkut menggunakan kapal layar motor (KLM) Surga Mulia 02 setelah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan administrasi oleh instansi terkait.

Pengusaha ternak, Haji Ramli, mengatakan seluruh dokumen pengiriman telah diterbitkan sebelum keberangkatan sehingga proses distribusi antarpulau dapat dilakukan sesuai ketentuan karantina hewan dan perdagangan ternak.

“Semua dokumen sudah lengkap sehingga hewan-hewan ini diperbolehkan untuk dikirim,” kata Haji Ramli di Pelabuhan Wuring.

Dokumen pengiriman diterbitkan Dinas Peternakan Kabupaten Sikka, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Balai Karantina Hewan, Ikan & Tumbuhan Kabupaten Sikka.

Paramedik Karantina Hewan Kabupaten Sikka, Fabianus Bewo, mengatakan pengiriman 35 ekor kuda tersebut sekaligus menutup kuota distribusi kuda dari Kabupaten Sikka pada 2026.

Sikka Raih Insentif Rp1 Miliar usai Catat Penurunan Pengangguran Terbaik di NTT

“Total kuota pengiriman kuda tahun ini sebanyak 95 ekor dan hari ini menjadi pengiriman terakhir,” ujar Fabianus.

Ia menjelaskan, kuda-kuda yang dikirim tidak diperuntukkan bagi kebutuhan kurban, melainkan untuk pemeliharaan dan aktivitas perdagangan ternak di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pengiriman 12 ekor sapi menjadi distribusi perdana ternak sapi dari Kabupaten Sikka sepanjang 2026. Sapi-sapi tersebut diproyeksikan memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha di Sulawesi Selatan yang dalam beberapa pekan terakhir mulai mengalami peningkatan permintaan.

Dokter Hewan Kabupaten Sikka, drh. Endah Ismiati, memastikan seluruh ternak telah menjalani pemeriksaan fisik sebelum diberangkatkan.

“Hewan yang dikirim sudah diperiksa secara menyeluruh dan dinyatakan sehat. Semua dokumen administrasi maupun dokumen pendukung juga telah lengkap,” kata Endah.

Distribusi ternak dari Flores ke Sulawesi Selatan selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan ternak utama di kawasan timur Indonesia, terutama menjelang Iduladha ketika kebutuhan sapi kurban meningkat di sejumlah daerah.

Selain memperkuat pasokan hewan kurban, pengiriman ternak antarpulau juga menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi peternak dan pelaku usaha ternak di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Sikka Raih Insentif Rp1 Miliar usai Catat Penurunan Pengangguran Terbaik di NTT

Sebagai salah satu daerah berkinerja terbaik di Nusa Tenggara Timur dalam menekan angka pengangguran.

Published

on

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sikka untuk terus bekerja menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Juventus di Maumere, Rabu (20/5/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka menerima insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia setelah meraih Peringkat Terbaik III kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Ballroom Merumatta Senggigi, Selasa (19/5/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Capaian itu menempatkan Sikka sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Nusa Tenggara Timur dalam menekan angka pengangguran melalui program perluasan lapangan kerja dan penguatan sektor ekonomi produktif.

Bupati Juventus mengatakan penghargaan tersebut menjadi indikator pengakuan pemerintah pusat terhadap arah pembangunan ekonomi daerah yang dinilai mulai berdampak pada penyerapan tenaga kerja masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sikka untuk terus bekerja menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Juventus di Maumere, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat akses lapangan kerja, peningkatan keterampilan masyarakat, serta peluang usaha berbasis potensi lokal.

BULOG Maumere Jemput Gabah Petani di Sikka, Putus Mata Rantai Tengkulak dari Sawah Magepanda

Sejumlah sektor yang diprioritaskan antara lain pertanian, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pemerintah daerah juga mulai mengintegrasikan program peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pengembangan investasi daerah guna memperluas penyerapan tenaga kerja.

Selain memperkuat sektor produktif masyarakat, Pemkab Sikka juga mendorong pembangunan ekonomi yang dinilai lebih inklusif agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Dalam kategori yang sama, Kabupaten Lembata meraih Peringkat Terbaik I, disusul Kabupaten Alor di posisi kedua, sementara Sikka berada di peringkat ketiga tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 menilai kinerja pemerintah daerah dalam empat kategori utama, yakni penanggulangan kemiskinan dan stunting, creative financing, pengendalian inflasi, serta penurunan tingkat pengangguran.

Insentif fiskal yang diterima Pemkab Sikka direncanakan mendukung penguatan program pembangunan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending