PENKES
Plt Kadis Kesehatan Sikka Beberkan Sulitnya Rekrut Dokter dan Minimnya Fasilitas Kesehatan
Salah satu kendala utama pemenuhan dokter adalah adanya kontradiksi regulasi antara Undang-Undang Nomor 17 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 20.
Maumere, GardaFlores – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, membeberkan berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam pemenuhan tenaga dokter serta keterbatasan fasilitas pendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten Sikka. Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (18/12/2025) di Maumere.
Petrus menjelaskan, persoalan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Sikka dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka yang digelar untuk membahas kekurangan dokter di rumah sakit dan puskesmas.
“RDP itu sesuai undangan membahas kekurangan dokter, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Karena itu yang diundang adalah Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit. RDP ini diinisiasi oleh IDI Cabang Sikka,” ujar Petrus.
Namun, menurutnya, arah pembahasan tidak semata-mata soal kekurangan jumlah dokter, melainkan juga tuntutan peningkatan kesejahteraan tenaga medis.
Kekurangan Dokter di 27 Puskesmas
Petrus menyampaikan bahwa secara perencanaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka telah menyiapkan program pengembangan dan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Akan tetapi, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala.
“Yang menjadi soal adalah pelaksanaannya. Akibatnya, kita masih kekurangan dokter, khususnya di 27 puskesmas,” katanya.
Saat ini, Kabupaten Sikka tercatat kekurangan 7 dokter umum dan 17 dokter gigi. Pemerintah daerah, lanjut Petrus, telah berupaya mencari solusi dengan menyurati pemerintah pusat.
“Saya sudah konsepkan surat yang ditandatangani Bupati Sikka dan dikirim ke Menko PMK, Menteri Kesehatan, Mendagri, dan Menpan RB,” ungkapnya.
Upaya tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan rapat virtual antar kementerian serta audiensi langsung Pemkab Sikka bersama Menteri Kesehatan pada 21 Agustus 2025.
“Surat Menteri Kesehatan kepada tiga menteri itu dasarnya adalah surat dari kita di daerah,” jelas Petrus.
Terhambat Aturan Perundang-undangan
Petrus mengungkapkan, salah satu kendala utama pemenuhan dokter adalah adanya kontradiksi regulasi antara Undang-Undang Nomor 17 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 20.
“UU Kesehatan memberi ruang bagi daerah untuk merekrut tenaga honorer sesuai kemampuan keuangan daerah. Tetapi UU Nomor 20 melarang perekrutan tenaga honorer dalam bentuk apa pun,” jelasnya.
Akibatnya, meskipun daerah mampu mengalokasikan anggaran untuk merekrut dokter umum maupun dokter gigi, kebijakan tersebut tidak bisa dijalankan karena terbentur aturan.
Dalam telaahan yang disampaikan ke kementerian, Pemkab Sikka mengusulkan pengecualian perekrutan bagi daerah dengan kondisi fiskal terbatas. Namun kewenangan tersebut bukan berada di Kementerian Kesehatan.
“Kewenangannya ada di Menpan RB, Mendagri, dan Menko PMK yang mengoordinasikan kepentingan daerah,” ujarnya.
Skema BLUD Jadi Alternatif
Sambil menunggu kepastian dari pemerintah pusat, Dinas Kesehatan Sikka menyiapkan alternatif dengan menjadikan seluruh puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“BLUD inilah yang nantinya bisa merekrut tenaga dokter. Tapi persoalannya sekarang, dananya ada atau tidak,” kata Petrus.
Ia menegaskan, kewenangan anggaran berada di DPRD Kabupaten Sikka. Dalam RDP, Petrus mengusulkan dukungan anggaran Rp1,8 miliar untuk membiayai 7 dokter umum dan 17 dokter gigi.
“Kalau dananya dialokasikan dulu, saya siap memperjuangkan BLUD. Kita tidak bisa rekrut dokter kalau uangnya belum tersedia di APBD induk,” tegasnya.
Formasi CPNS Tak Diminati
Ironisnya, Pemkab Sikka sebelumnya telah membuka formasi CPNS untuk 8 dokter umum dan 17 dokter gigi, namun tidak satu pun pelamar mendaftar.
“Ini benang merahnya. Kenapa tidak ada yang daftar di Kabupaten Sikka?” ujar Petrus.
Ia menilai, salah satu penyebab utamanya adalah kondisi mes dokter dan rumah tinggal tenaga medis yang dinilai tidak layak.
“Mes dokter ada yang disekat, plafon rusak, seng bocor. Sangat memprihatinkan, apalagi bagi dokter yang sudah berkeluarga,” katanya.
Keterbatasan Fiskal Daerah
Petrus juga menyoroti keterbatasan fiskal daerah yang berdampak pada lemahnya perencanaan prioritas pembangunan kesehatan. Selama ini, pembangunan sektor kesehatan di Sikka lebih banyak bergantung pada Dana Alokasi Khusus (DAK).
“DAK fokusnya puskesmas, bukan pustu, mes dokter, atau mes paramedis. Ini kelemahan perencanaan kita,” ungkapnya.
Menurut Petrus, dalam sektor kesehatan setidaknya ada dua prioritas utama, yakni ketersediaan dokter dan sarana prasarana.
“Semua tuntutan saya amini, tapi uangnya di mana? Kalau uangnya ada, saya selesaikan. Kalau fiskal tidak ada, kita mau buat apa,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat bahkan putra daerah lebih memilih bekerja di kabupaten lain dibanding mengabdi di daerah sendiri.
“Putra daerah saja memilih kabupaten lain karena perlakuannya seperti ini,” pungkas Petrus.»(rel)
PENKES
Citra Bakti Ngada Mengirim Pesan Kuat, Flores United Dibungkam 3-0
Fiansintus Cetak Brace di Soeratin U-17 2026
MAUMERE, GardaFlores — Citra Bakti (CBN) Ngada membuka kiprahnya di Grup D Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 2026 dengan penampilan meyakinkan. Bermain di Stadion Gelora Samador, Maumere, Senin (27/7/2026), wakil Kabupaten Ngada itu mengalahkan Flores United dengan skor 3-0 lewat dua gol Fiansintus Regula Lanu dan satu gol Krisantus Dovanto Nonga Dopo.
Kemenangan tersebut menempatkan CBN di jalur positif sejak laga pembuka sekaligus mengirim sinyal bahwa mereka kembali menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan tiket ke fase berikutnya.
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Marco Van Diaz, CBN langsung mengambil inisiatif permainan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Konstantinus Siko membuat tim asal Ngada tampil agresif dengan pressing tinggi dan transisi menyerang yang cepat.
Flores United yang mencoba mengembangkan permainan melalui skema 4-2-3-1 kesulitan keluar dari tekanan. Hampir setiap upaya membangun serangan terputus di lini tengah oleh disiplin organisasi permainan CBN.
Dominasi itu berbuah gol pada menit ke-14.
Berawal dari kemelut di depan gawang Flores United, Fiansintus Regula Lanu menjadi pemain paling sigap menyambar bola liar sebelum menaklukkan penjaga gawang Ezekiel Moreno Doe. Gol tersebut membuka keunggulan 1-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain CBN.
Memimpin satu gol, CBN tidak menurunkan tempo permainan. Trio lini belakang Irenius Kapu, Safio Firgian Siga, dan Viktorius Justicius Due tampil disiplin mengawal pertahanan sehingga Flores United nyaris tidak memperoleh peluang bersih sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, tekanan CBN justru semakin meningkat.
Baru tiga menit setelah turun minum, Krisantus Dovanto Nonga Dopo memanfaatkan bola muntah di kotak penalti dan melepaskan tendangan keras yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-48.
Tertinggal dua gol membuat Flores United mencoba mengubah ritme pertandingan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun perubahan tersebut belum mampu membongkar pertahanan lawan yang tetap bermain rapat dan disiplin.
Di saat Flores United berusaha mengejar ketertinggalan, Fiansintus kembali menunjukkan kualitasnya.
Pada menit ke-64, winger lincah itu menerima bola di sisi kiri, melewati dua pemain bertahan, lalu melepaskan penyelesaian tenang yang kembali bersarang di gawang Flores United. Gol keduanya memastikan kemenangan telak 3-0 bagi CBN.
Hingga pertandingan berakhir, Flores United gagal mencetak gol balasan. Penjaga gawang Arkadius Tiwu juga mencatatkan clean sheet berkat koordinasi pertahanan CBN yang tampil solid sepanjang laga.
Dua gol yang dicetak Fiansintus Regula Lanu menjadikannya figur paling menentukan dalam pertandingan tersebut. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, keberanian berduel satu lawan satu, serta penyelesaian akhirnya menjadi pembeda yang sulit diantisipasi lini belakang Flores United.
Bagi CBN, kemenangan ini menjadi modal penting menghadapi persaingan ketat di Grup D yang juga dihuni PSN Ngada, PS Malaka, dan Persap Alor. Sementara Flores United dituntut segera berbenah apabila ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.»(rel)
PENKES
Comeback Dramatis! PSN Ngada Bungkam Persap Alor 2-1, Dua Pelatih Kompak Sebut Laga Berjalan Seimbang
Duel Panas Grup D Soeratin U-17
MAUMERE, GardaFlores — Stadion Gelora Samador bergemuruh ketika bola terakhir bersarang di gawang Persap Alor pada menit 90+3. Saat laga tampak akan berakhir imbang, PSN Ngada menemukan momentum terbaiknya untuk membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan dramatis 2-1 pada pertandingan pembuka Grup D Piala Soeratin U-17 2026, Senin (27/7/2026).
Laga itu menyajikan semua unsur yang diinginkan pencinta sepak bola: gol, kartu merah, perubahan taktik, tekanan tanpa henti, dan penyelesaian yang datang tepat sebelum peluit panjang berbunyi.
PSN Ngada bahkan harus lebih dulu menghadapi kenyataan pahit setelah tertinggal 0-1. Persap Alor tampil lebih berani pada fase awal pertandingan, menekan sejak menit-menit pertama dan membuat salah satu tim unggulan turnamen itu kesulitan mengembangkan permainan.
Namun, sepak bola kerap menghadirkan cerita berbeda ketika sebuah tim menolak menyerah.
Selepas turun minum, PSN Ngada meningkatkan intensitas permainan. Tempo serangan bertambah cepat, lini tengah mulai menguasai pertandingan, dan tekanan yang terus dibangun akhirnya menghasilkan gol penyeimbang.
Momentum kemudian berubah sepenuhnya setelah Persap Alor kehilangan satu pemain akibat kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, PSN tetap harus bekerja keras menembus pertahanan lawan yang bertahan disiplin hingga masa tambahan waktu.
Ketika pertandingan memasuki menit 90+3, serangan terakhir PSN Ngada berbuah gol kemenangan yang langsung disambut sorak-sorai ribuan penonton di Stadion Gelora Samador.
Tiga poin pertama pun berhasil diamankan melalui sebuah comeback yang memperlihatkan ketangguhan mental skuad asal Ngada.

Andri Nanga: Kami Menang Karena Tidak Pernah Berhenti Percaya
Pelatih PSN Ngada, Andri Nanga, mengaku sejak awal sudah memperkirakan pertandingan tidak akan berjalan mudah.
Menurutnya, Persap Alor mampu memberikan tekanan yang membuat timnya kehilangan ritme pada babak pertama.
“Persap Alor memberikan perlawanan yang sangat bagus. Saya memang sudah memprediksi pertandingan ini akan sulit karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas. Ini laga pertama sehingga adaptasi masih sangat menentukan,” katanya seusai pertandingan.
Andri mengungkapkan perubahan pendekatan permainan saat jeda menjadi salah satu faktor kebangkitan timnya.
Evaluasi tersebut membuat PSN tampil lebih agresif, lebih berani menekan, dan lebih efektif memanfaatkan ruang pada babak kedua.
Ia juga menolak anggapan kemenangan timnya hanya disebabkan Persap Alor bermain dengan 10 pemain.
“Ini bukan soal keberuntungan. Sepak bola ditentukan oleh kerja keras, disiplin, strategi, dan fighting spirit. Anak-anak menunjukkan karakter itu sampai peluit akhir.”
Diaspora Ngada–Maumere: Ketika Sepak Bola Menjadi Cara Lain Pulang Kampung
Persap Alor Pulang Tanpa Poin, Tetap Mendapat Pujian
Di kubu Persap Alor, kekalahan itu terasa menyakitkan karena datang ketika hasil imbang sudah hampir berada dalam genggaman.
Namun Pelatih Persap Alor, Fauzan Mahmud, memilih tidak menjadikan kartu merah sebagai kambing hitam.
Baginya, pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pemain muda.
“Kami tidak mengajarkan pemain menyalahkan wasit. Apa pun keputusan wasit harus diterima. Kami ingin pemain belajar bertanggung jawab terhadap hasil pertandingan.”
Fauzan justru lebih menyesalkan kegagalan anak asuhnya memanfaatkan sejumlah peluang emas, termasuk kesempatan ketika penyerang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSN Ngada.
“Kami memiliki peluang untuk menambah gol, tetapi gagal diselesaikan dengan baik. Itu yang paling kami sesalkan. Meski begitu saya bangga dengan perjuangan pemain yang tetap mampu bersaing walaupun bermain dengan 10 orang.”
Duel Dua Tim Selevel
Terlepas dari hasil akhir, pertandingan ini memperlihatkan kualitas dua tim yang datang dengan persiapan matang.
Persap Alor tampil disiplin, berani menekan, dan memiliki organisasi permainan yang rapi. Sementara PSN Ngada menunjukkan kedewasaan bermain, kemampuan beradaptasi terhadap situasi pertandingan, serta mental untuk terus menyerang hingga detik terakhir.
Menariknya, kedua pelatih memiliki pandangan yang sama.
Mereka sepakat pertandingan tersebut mempertemukan dua tim dengan kualitas yang relatif seimbang, sehingga kemenangan akhirnya ditentukan oleh efektivitas dalam memanfaatkan momentum.
Grup D Langsung Memanas
Kemenangan ini memberi PSN Ngada modal penting untuk mengawali persaingan di Grup D, tetapi sekaligus menjadi peringatan bahwa tidak ada pertandingan yang bisa dimenangkan dengan mudah.
Sebaliknya, meski belum meraih poin, Persap Alor memperlihatkan kapasitas sebagai tim yang layak diperhitungkan. Apabila mampu memperbaiki penyelesaian akhir dan menjaga disiplin, mereka berpotensi menjadi pengganggu serius dalam perebutan tiket ke fase berikutnya.
Jika pertandingan pembuka sudah menghadirkan drama seperti ini, Grup D Piala Soeratin U-17 2026 menjanjikan persaingan yang berlangsung hingga menit terakhir di setiap laga.»(rel)
PENKES
HKN ke-62 Jadi Momentum Perluas Layanan Kesehatan hingga Pelosok, Dinkes Sikka Dorong Transformasi Pelayanan
HKN ke-62 di Kabupaten Sikka diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 sebagai momentum mempercepat transformasi layanan kesehatan agar lebih mudah diakses masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Upaya tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan, mulai dari penyakit tidak menular, persoalan gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga tuntutan masyarakat terhadap layanan yang semakin berkualitas.
Komitmen itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat meluncurkan rangkaian HKN ke-62 di Maumere, Jumat (24/7/2026).
Menurut Petrus, pembangunan kesehatan tidak lagi dapat mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar transformasi layanan benar-benar menjangkau masyarakat.
“Dunia terus berubah. Tantangan semakin besar dan harapan masyarakat semakin tinggi. Karena itu kita tidak boleh menghadapi tantangan baru dengan cara-cara lama. Kita harus berani melakukan transformasi, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Bunda Literasi Sikka Ajak Orang Tua Bangun Budaya Membaca, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
Ia mengatakan sistem pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat agar tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mampu mendorong upaya promotif dan preventif sehingga masyarakat tetap sehat sebelum memerlukan layanan kuratif.
“Kesehatan adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa. Daerah tidak akan maju apabila masyarakatnya tidak sehat. Karena itu pelayanan kesehatan harus semakin humanis, profesional, mudah diakses, dan mampu menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya hadir ketika masyarakat sakit,” ujarnya.
Petrus juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang selama ini bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di daerah yang sulit dijangkau.

“Pengabdian tenaga kesehatan mungkin tidak selalu mendapat sorotan, tetapi telah menyelamatkan banyak kehidupan. Jangan pernah lelah melayani dan teruslah berinovasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia HKN ke-62 Kabupaten Sikka, Josafat Placidius, mengatakan rangkaian HKN tahun ini difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Hari Anak Nasional: Yang Sesungguhnya Sedang Diuji Adalah Orang Dewasa
Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain promosi dan edukasi kesehatan, olahraga bersama, aksi sosial, serta pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka.
Menurut Josafat, HKN juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi antara Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga.

Penyelenggaraan HKN ke-62 mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Nomor 115 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Hari Kesehatan Nasional ke-62.
Meski tema nasional Hari Kesehatan Nasional 2026 belum diumumkan Kementerian Kesehatan, panitia menetapkan subtema lokal “Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru” sebagai semangat pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Rangkaian HKN ke-62 di Kabupaten Sikka diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penggerak penguatan pelayanan kesehatan yang lebih merata, preventif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah pelosok.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA12 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM12 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Pemda Sikka Raih Penghargaan UHC 2026, Akses BPJS Kesehatan Warga Maumere Makin Terjamin - Garda Flores %