Connect with us

PENKES

Kekurangan Dokter di 17 Puskesmas Sikka Dibahas dalam RDP DPRD

Idealnya satu Puskesmas memiliki minimal satu dokter umum dan satu dokter gigi.

Published

on

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus (kanan) dan Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Francis (kiri). (IST)

Maumere, GardaFlores – Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Sikka, Selasa (16/12/2025), di Gedung DPRD Sikka. RDP tersebut membahas kekurangan dokter umum dan dokter gigi pada 17 puskesmas di wilayah Kabupaten Sikka.

RDP dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi. Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menjelaskan bahwa kekurangan tenaga dokter bukan disebabkan oleh lemahnya perencanaan.

“Perencanaan kita sebenarnya sudah sangat baik. Persoalannya terletak pada kesiapan fasilitas yang belum memadai,” ujar Petrus. Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas kesehatan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Sikka.

Krisis Dokter di Sikka Mengemuka, IDI Nilai Pemerintah Abai

Menurut Petrus, setiap puskesmas idealnya memiliki minimal satu dokter umum dan satu dokter gigi. Namun kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan karena dokter diwajibkan bekerja minimal delapan jam per hari, belum termasuk waktu konsultasi pasien. Sementara itu, ia mengakui, jasa yang diterima dokter dinilai belum sebanding dengan beban kerja yang dijalani.

Ia juga menyoroti tidak adanya perbedaan jasa dokter antara yang bertugas di wilayah kota dan di luar kota, yang dinilai tidak adil. “Satu dokter umum harus melayani sekitar 25.000 jiwa. Jika hanya ditangani oleh satu dokter, tentu ini sangat berat dan tidak seimbang dengan jasa yang diterima,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Francis, menjelaskan bahwa sebagai rumah sakit rujukan dengan layanan spesialis sejak awal, pemerintah daerah memiliki kewajiban menyiapkan fasilitas pendukung bagi dokter spesialis yang bertugas.

“Ketika dokter spesialis dikirim ke RSUD TC Hillers, daerah wajib menyiapkan rumah dan kendaraan dinas. Ini menjadi faktor penting untuk menarik minat dokter datang ke Kabupaten Sikka,” jelas dr. Clara.

Selama ini, pihak rumah sakit berupaya menyiapkan fasilitas secara mandiri dengan memanfaatkan rumah dinas kosong dari bagian aset yang kemudian direnovasi. Namun saat ini, rumah dinas yang tersedia sudah habis, sementara masih ada dokter spesialis yang akan datang.

Difabel di Sikka Sakit Menahun, Pendataan Jalan, Penanganan Nol

“Kita mau tempatkan di mana lagi? Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dr. Clara juga berharap penyediaan kendaraan dinas tidak sepenuhnya dibebankan kepada pihak rumah sakit, melainkan dibahas bersama pemerintah daerah dan DPRD. Ia menegaskan bahwa dana BLUD rumah sakit lebih difokuskan untuk operasional, sehingga tidak memungkinkan untuk membiayai penyediaan fasilitas tersebut.

Hingga saat ini, RSUD TC Hillers Maumere memiliki 26 dokter spesialis, jumlah yang melebihi standar rumah sakit tipe C sesuai Permenkes Tahun 2020 dan menjadi yang terbanyak di daratan Flores. Meski demikian, rumah sakit masih membutuhkan tambahan dokter untuk beberapa layanan tertentu karena tingginya beban kerja sebagai rumah sakit rujukan regional.

Data Dinas Kesehatan mencatat, saat ini terdapat 17 puskesmas di Kabupaten Sikka yang belum memiliki dokter umum dan dokter gigi. Minimal, setiap puskesmas membutuhkan satu dokter umum dan satu dokter gigi untuk menjamin pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.»(rel)

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Published

on

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.

“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.

Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.

Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.

Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending