PENKES
UNIPA Wisudakan 554 Mahasiswa, Gubernur NTT Sampaikan Apresiasi
Maumere, GardaFlores — Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Program Sarjana ke-XXVI Tahun Akademik 2024/2025, Sabtu (25/10/2025). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 554 mahasiswa resmi diwisuda dari tujuh fakultas yang ada di lingkungan UNIPA.
Acara wisuda ini turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Yayasan UNIPA Drs. Sabinus Nabu, serta Rektor UNIPA Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S.Fil., M.A.
Gubernur NTT: Wisudawan Harus Jadi Agen Perubahan
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pelaksanaan wisuda ke-XXVI UNIPA.
Peringati Sumpah Pemuda ke-97, SMK St. Thomas Gelar Beragam Kegiatan
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan proficiat kepada seluruh civitas akademika UNIPA, khususnya para wisudawan dan orang tua yang hari ini patut berbahagia karena putra-putrinya berhasil menyelesaikan studi dengan baik,” ujar Melkiades.
Ia mengaku terkesan dengan tema wisuda kali ini, “Bersinergi, Berdampak, dan Berkelanjutan” dengan subtema “Sekolah untuk Hidup.”

Menurutnya, tema ini mengandung makna mendalam bagi lulusan UNIPA agar tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan nyata.
“Sinergi menegaskan pentingnya kolaborasi antara ilmu dan iman, antara individu dan komunitas, antara kampus dan masyarakat. Dampak nyata muncul ketika pengetahuan diubah menjadi aksi yang mengubah kehidupan, dan semua ini akan bernilai sejati bila dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Bupati Sikka Dorong Pembangunan SMA/SMK Negeri di Doreng, Hewokloang, dan Tanawawo
Melkiades menambahkan, tema wisuda tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah moral bagi setiap lulusan UNIPA untuk menjadi agen perubahan yang berakar pada nilai kemanusiaan.
Soroti Fenomena Inflasi Nilai dan Tantangan Moral Generasi Muda
Dalam pidatonya, Gubernur Melkiades juga menyoroti fenomena “inflasi nilai” di dunia pendidikan Indonesia, termasuk di NTT. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, kelulusan mahasiswa tidak lagi semata-mata mencerminkan kapasitas akademik dan integritas, melainkan dipengaruhi faktor-faktor nonakademik.
“Penilaian akademik sering kali tidak lagi objektif, bahkan terjadi kompromi yang melemahkan standar mutu. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di UNIPA,” katanya.
Bupati Juventus Resmi Buka Turnamen Voli “Bupati Sikka Cup I” di Gelora Samador
Ia mengingatkan agar UNIPA terus menjaga standar akademik serta memastikan setiap lulusan memiliki etos kerja kolaboratif, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Selain itu, Gubernur Melkiades juga menyinggung tantangan moral generasi muda. Pemerintah Provinsi NTT, katanya, telah menggagas kebijakan “Jam Belajar dan Jam Beribadah Keluarga” yang diterapkan mulai dari tingkat RT/RW, dengan durasi sekitar 90 menit setiap hari (pukul 18.00–19.30 WITA, kecuali Sabtu).
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat karakter dan ketahanan moral keluarga serta menekan masalah sosial seperti meningkatnya kasus HIV/AIDS di kalangan pelajar dan mahasiswa.
UNIPA Diminta Terlibat Aktif dalam Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Gubernur Melkiades mengajak UNIPA untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat NTT.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi dan produk yang bernilai tambah bagi masyarakat.
“UNIPA memiliki peluang besar untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT. Dengan program pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat, kita dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan warga,” jelasnya.
203 Mahasiswa Semester Akhir Terima Bantuan Sosial Pendidikan dari Pemkab Sikka
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk program NTT Marts sebagai wadah pengembangan ekonomi rakyat, serta menginstruksikan Direksi Bank NTT yang baru untuk menjalin kerja sama dengan pihak kampus dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Upacara wisuda ke-XXVI UNIPA Maumere berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Para wisudawan tampak bangga mengenakan toga kebesaran almamater, disaksikan keluarga dan tamu undangan yang memenuhi aula kampus.»(rel)
PENKES
Citra Bakti Ngada Hajar BMP Flores Timur 3-0, Rebut Juara III Soeratin U-17 NTT
Citra Bakti Ngada merebut juara III Soeratin Cup U-17 NTT 2026 setelah menang 3-0 atas BMP Flores Timur. Albertus Roga mencetak gol pembuka dan menjadi kunci kemenangan.
MAUMERE, GardaFlores — Citra Bakti Ngada merebut posisi ketiga Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 2026 setelah mengalahkan Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur dengan skor 3-0 di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat, 14 Agustus 2026. Hasil tersebut memastikan Citra Bakti menutup turnamen dengan membawa pulang medali perunggu.
Citra Bakti tampil lebih efektif sejak awal pertandingan dan mampu mempertahankan tekanan hingga babak kedua. BMP Flores Timur lebih banyak bertahan pada fase awal laga, sementara Citra Bakti berusaha membangun serangan melalui lini tengah.
Kebuntuan pecah pada menit ke-37 ketika Citra Bakti memperoleh tendangan bebas. Albertus Roga yang menjadi eksekutor mengarahkan bola ke gawang BMP dan membawa tim Ngada unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Citra Bakti kembali mendapatkan momentum dari situasi bola mati. Pada menit ke-53, bola hasil tendangan bebas Albertus Roga masuk ke area pertahanan BMP. Upaya pemain BMP bernomor punggung 26 untuk menghalau bola justru mengarah ke gawang sendiri sehingga skor berubah menjadi 2-0.
Gol Kontroversial Berujung WO, Persami Maumere ke Final Soeratin Cup NTT
BMP berusaha memperkecil ketertinggalan dengan meningkatkan tekanan setelah gol kedua, tetapi Citra Bakti mampu mempertahankan keunggulannya dan beberapa kali mengancam melalui serangan lanjutan.
Gol ketiga Citra Bakti tercipta pada menit ke-90+3 melalui Bonevasius Nabu, pemain bernomor punggung 4. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-0 sekaligus mengunci posisi Citra Bakti sebagai juara ketiga.
Hasil ini juga menjadi pembalasan Citra Bakti atas BMP Flores Timur yang pernah mengalahkan mereka 4-3 pada fase grup Soeratin U-17 2024 di Stadion Oepoi, Kupang.
Pada turnamen 2026, Citra Bakti sebelumnya mengalahkan Persebata dengan skor 3-1 di perempat final, kemudian tersingkir dari Perse Ende melalui adu penalti setelah laga semifinal berakhir 0-0 dalam waktu normal.
Kemenangan atas BMP Flores Timur membuat Citra Bakti Ngada menutup kompetisi dengan kemenangan 3-0 dan menempati peringkat ketiga Soeratin Cup U-17 Zona NTT 2026. Sementara itu, BMP Flores Timur harus puas berada di posisi keempat.»(rel)
PENKES
Gol Kontroversial Berujung WO, Persami Maumere ke Final Soeratin Cup NTT
Semifinal Soeratin Cup 2026 antara Persami Maumere dan BMP Flores Timur berakhir 3-0. Gol kontroversial menit ke-65 memicu protes hingga WO BMP Flotim.
MAUMERE, GardaFlores — Persami Maumere melaju ke final Soeratin Cup 2026 Piala Gubernur NTT setelah mengalahkan BMP Flores Timur 3-0 di Stadion Gelora Samador Maumere, Rabu (12/8/2026). Namun, kemenangan tuan rumah di semifinal ini diwarnai kontroversi gol dan aksi walk out (WO) dari kubu BMP.
Kontroversi terjadi pada menit ke-65 ketika skor masih imbang. Persami mendapat tendangan sudut dan kapten bernomor punggung 19 menyundul bola ke arah gawang BMP. Bola kemudian dihalau pemain bertahan BMP keluar lapangan.
Persami mengklaim bola telah melewati garis gawang. Protes pun terjadi. Situasi semakin panas setelah sejumlah penonton masuk mendekati lapangan dan hakim garis disebut sempat dikejar hingga menuju meja Inspektur Pertandingan.
Pertandingan terhenti. Perangkat pertandingan kemudian berdiskusi sekitar lima menit sebelum akhirnya mengesahkan gol untuk Persami.
Perse Ende ke Final, Sepak Bola NTT Jangan Berhenti pada Euforia
Keputusan tersebut langsung diprotes kubu BMP. Pasalnya, pertandingan tidak menggunakan VAR resmi. BMP juga mempertanyakan dasar penggunaan atau review video dalam pengambilan keputusan tersebut.
“Peninjauan ulang atau review video gol secara mendadak di tengah laga tidak pernah disepakati dalam Technical Meeting sebelum turnamen,” demikian keberatan official BMP Flores Timur.
Protes berlanjut. Pemain BMP kemudian meninggalkan area permainan menuju bangku cadangan. Pertandingan tetap dilanjutkan, tetapi permainan berubah. BMP tidak lagi memberikan perlawanan seperti sebelumnya, sementara Persami lebih leluasa menguasai bola.
Persami kemudian mencetak dua gol tambahan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0.
Pemain BMP bahkan memilih duduk di lapangan sebagai bentuk protes hingga pertandingan berakhir.
Dengan hasil tersebut, Persami memastikan tiket ke final. Namun, kontroversi laga semifinal belum selesai.
Sorotan semakin besar karena sebelumnya Persami juga disebut terlibat dalam pertandingan kontroversial saat menghadapi Bintang Timur Atambua di fase Grup A. Dalam laga tersebut, Bintang Timur dikabarkan memilih WO setelah mempersoalkan keputusan perangkat pertandingan dan kemenangan kemudian diberikan kepada Persami.
Tujuh Tahun Mati Suri, 13 Tim Bola Voli Kembali Hidupkan Gairah Nita
Dua pertandingan tersebut belum dapat dijadikan bukti adanya pelanggaran. Namun, kemunculan kontroversi kembali dalam laga yang melibatkan Persami sebagai tuan rumah membuat penyelenggara perlu memberikan penjelasan.
Panitia Soeratin Cup 2026 dan Askab PSSI Sikka perlu menjelaskan dasar pengesahan gol menit ke-65, termasuk apakah review video diperbolehkan dan apakah mekanisme tersebut telah disepakati dalam Technical Meeting.
Bagi kompetisi sepak bola, hasil akhir memang penting. Tetapi prosedur pertandingan juga menentukan kepercayaan terhadap kompetisi.
Persami kini berada di final. BMP Flores Timur tersingkir dengan membawa protes.
Pertanyaan yang tersisa sederhana: apakah keputusan pada menit ke-65 telah sesuai regulasi?
Jawaban panitia dan perangkat pertandingan kini ditunggu.»(rel)
PENKES
Lomba Bertutur SD/MI Sikka: Cerita Lokal Dibawa ke Panggung Anak-anak
SDI Gere menjadi juara pertama Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Sikka 2026. Selain kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak mengenal dan menyampaikan kembali cerita, sejarah dan budaya lokal.
MAUMERE, GardaFlores — Lomba Bertutur Antar-SD/MI se-Kabupaten Sikka yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka berakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026. SDI Gere keluar sebagai juara pertama melalui cerita “Du’a Toru”, disusul SDI Paga di posisi kedua dengan cerita “Frans Seda” dan SDI Koting sebagai juara ketiga dengan cerita “Du’a Toru”.
Lomba yang berlangsung selama dua hari di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka itu ditutup Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali.
Selain tiga juara utama, dewan juri memberikan sejumlah penghargaan khusus. SDI Wairklau menjadi Favorit Bunda Literasi Kabupaten Sikka, SDI Wairhubing sebagai Favorit Unsur Akademisi, sedangkan MI Al-Muhajirin Perumnas mendapat penghargaan Favorit Unsur Pemerhati Budaya.
Hadiah uang pembinaan untuk kategori favorit diberikan secara pribadi oleh Bunda Literasi Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago, pemerhati budaya Viktor Nekur dan akademisi Yuliana Onang Da Lopez. Penghargaan itu diberikan atas keberanian, kreativitas, penguasaan cerita serta kemampuan peserta menyampaikan kembali nilai literasi dan budaya lokal.
Tujuh Tahun Mati Suri, 13 Tim Bola Voli Kembali Hidupkan Gairah Nita
Pemerhati budaya yang juga anggota dewan juri, Viktor Nekur, mengatakan cerita yang dibawakan peserta menunjukkan kekayaan sejarah, budaya dan kearifan lokal Sikka yang dapat dikembangkan sebagai bahan bacaan sekaligus pembelajaran bagi anak-anak.
“Cerita-cerita yang dibawakan peserta juga menunjukkan bahwa kekayaan budaya, sejarah, serta kearifan lokal Kabupaten Sikka dapat menjadi sumber bahan bacaan dan pembelajaran yang menarik bagi generasi muda,” kata Viktor.

Menurut dia, kegiatan bertutur memberi ruang kepada anak-anak untuk tidak hanya mengenal cerita, tetapi juga menyampaikannya kembali dengan kemampuan mereka sendiri. Dalam proses tersebut, cerita lokal mendapat kesempatan untuk tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan penguatan budaya literasi perlu dilakukan sejak usia sekolah. Anak-anak, kata dia, tidak cukup hanya diarahkan untuk gemar membaca, tetapi juga perlu mampu memahami, mengolah dan menyampaikan kembali informasi secara kreatif.
Perse Ende ke Final, Sepak Bola NTT Jangan Berhenti pada Euforia
“Melalui kegiatan ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus mendorong penguatan budaya literasi sejak usia sekolah,” ujarnya.
Lomba tersebut dengan demikian tidak hanya menjadi ajang menentukan peserta terbaik dalam bertutur. Cerita-cerita yang dibawakan para peserta memperlihatkan bahwa bahan literasi dapat bersumber dari lingkungan dan kebudayaan yang mereka kenal sendiri.
Tantangannya adalah memastikan cerita tersebut tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Sekolah, keluarga dan lingkungan menjadi ruang berikutnya agar tradisi membaca, bertutur dan mengenal budaya lokal tetap berlangsung di luar panggung lomba.
Dengan ditutupnya perlombaan tahun ini, SDI Gere membawa pulang gelar juara. Namun bagi penyelenggara dan pemerhati budaya, pekerjaan literasi dan pewarisan cerita lokal masih berlanjut setelah panggung dikosongkan.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
