HUMANIORA
PT DWK Sedang Rekrut Tenaga Kerja di Sikka untuk Dipekerjakan di Perkebunan Sawit
Maumere, GardaFlores – PT Dwie Warna Karya (DWK) tengah melakukan perekrutan tenaga kerja di Kabupaten Sikka untuk dipekerjakan di perkebunan sawit di Kalimantan. Proses rekrutmen ini dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 30 April 2025.
Asisten Manajer Rekrutmen Harvester PT DWK, Arisanto menjelaskan, calon pekerja wajib menyiapkan identitas lengkap sebagai bentuk tanggung jawab selama berada di lokasi kerja. Sebelum diberangkatkan, mereka juga akan mengikuti sosialisasi dari pihak perusahaan mengenai kondisi dan fasilitas kebun, hak-hak pekerja, serta sistem perhitungan penghasilan.
Baca juga:
Mantan Dokter Anestesi RSU TC Hiller: “Kontrak Saya Sudah Habis”
“Setiap pekerja juga wajib menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka sebagai perwakilan negara,” jelas Arisanto.
Setelah itu, katanya, para pekerja akan dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah, baik oleh Kepala Disnakertrans, Bupati maupun Wakil Bupati.

Arisanto, Asisten Manajer Rekrutmen Harvester PT DWK.
PT DWK sendiri merupakan bagian dari grup perusahaan bersama PT Susanti Permai dan PT Kapuas Maju Jaya. Meski menjabat sebagai HRD di PT Susanti Permai, Arisanto menegaskan bahwa rekrutmen kali ini khusus untuk PT DWK.
Terkait kriteria, Arisanto menyebutkan bahwa pekerja yang direkrut berusia antara 18 hingga 45 tahun. “Jika usianya di atas 45 tahun masih diperbolehkan, asalkan memiliki pengalaman memanen sawit. Namun, di bawah 18 tahun tidak diperbolehkan sama sekali,” tegasnya.
Sementara itu, staf fungsional Disnakertrans Kabupaten Sikka, Maria Walburga, memastikan bahwa perekrutan dilakukan secara resmi dan bukan ilegal. “Petugas lapangan PT DWK telah hadir sejak satu hingga dua minggu terakhir dan telah mengikuti prosedur sesuai aturan tenaga kerja dalam negeri,” ujarnya.
Salah satu petugas lapangan yang bertugas melakukan rekrutmen adalah Florianus Ntanguk. Ia telah mengantongi surat tugas dari PT DWK dan wajib melapor ke kepala desa atau lurah setempat sebelum menghubungi calon tenaga kerja.
Florianus membawa para calon pekerja ke kantor Disnakertrans untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti sosialisasi sebelum menandatangani kontrak kerja yang diketahui oleh Kepala Dinas.
Baca juga:
Dokter Anestesi Mulai Bertugas Sementara di RSUD TC Hillers Maumere
Koordinator tenaga kerja PT DWK, Nobertus Nadun mengatakan bahwa rekrutmen dilakukan di lima kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. “Total tenaga kerja yang telah diberangkatkan ke Kalimantan sudah lebih dari 400 orang,” kata Nobertus.
Di Sikka, Florianus telah melaksanakan dua tahap rekrutmen. Tahap pertama menjaring sembilan orang, dan tahap kedua sebanyak 36 orang. Sebelumnya, perekrutan juga dilakukan oleh seorang mandor bernama Sebastian yang mengirim 16 orang tenaga kerja.
Nobertus menjelaskan bahwa Florianus menjadi petugas lapangan menggantikan adik kandung Nobertus yang gagal memenuhi syarat usia sebagai pekerja, dan kemudian merekomendasikan Florianus untuk mengambil peran tersebut.»(rel)
HUMANIORA
Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri
Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.
SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.
Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.
Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).
Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)
HUMANIORA
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.
HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.
Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.
Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.
Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.
Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.
Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.
Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.
Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)
HUMANIORA
Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.
Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.
Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.
Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan

Pingback: Pemkab Sikka Berangkatkan 10 Pekerja ke Kalimantan melalui Program AKAD - Garda Flores %