POLITIK
Hasil Seleksi 6 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Sikka Diumumkan
Maumere, GardaFlores—Penjabat Bupati Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, secara resmi mengumumkan hasil seleksi untuk enam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka tahun 2024. Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu, 8 Januari 2025.
Keenam jabatan yang lowong sejak Juni 2023 tersebut meliputi Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.
Baca juga:
Pemkab Diminta Kendalikan Harga Pangan Sesuai HPP
Dalam keterangan persnya, Adrianus menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka ini berdasarkan rekomendasi dari Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur dan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri dengan Nomor: 100.2.2.6/8484/OTDA/2024. Seleksi dilaksanakan oleh assessment centre Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT pada tanggal 8 hingga 14 Desember 2024. Proses seleksi ini melibatkan tim psikolog dan asesor dengan materi ujian yang mencakup bidang kompetensi manajerial dan sosial kultural, serta ujian makalah.
Adrianus mengatakan, materi yang diujikan antara lain meliputi integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada layanan publik, pengembangan diri dan orang lain, pengelolaan perubahan, serta pengambilan keputusan.
Baca juga:
Dandim 1603 Sikka Tinjau Kesiapan Dapur Sehat Makanan Bergizi Gratis
Dari 21 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti seleksi, 11 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan 10 peserta berhasil memenuhi syarat. Berikut adalah hasil seleksi berdasarkan setiap jabatan:
| Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka | ||
| Dr. Clara Yosephina Franchis, MPH | 24,75 | memenuhi syarat |
| Dr. Yasintus Patrisius Don | 24 | kurang memenuhi syarat |
| Drg. Harlin Hutahuruk, M.Si | 23,75 | kurang memenuhi syarat |
| Vinsensius Mosa, SKM | 23,25 | kurang memenuhi syarat |
| Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka | ||
| Yohanes R.M, ST.MT | 25 | memenuhi syarat |
| Gaudensius Nong Pio, ST, MT | 25 | memenuhi syarat |
| Consitas Bertha Dhius, ST, MT | 24,75 | memenuhi syarat |
| Patrisius Pederiko, SPT | 24,50 | memenuhi syarat |
| Yohanes Berekmans, SPT | 23,25 | kurang memenuhi syarat |
| Fransiskus Herpianus Nong Lalang, SH | 21,50 | kurang memenuhi syarat |
| Petrus Roberto Lori, SE | 21,25 | kurang memenuhi syarat |
| Cristianus Amstrong, S,ST | 20,75 | kurang memenuhi syarat |
| Malik Bhaktiar SP | 20,25 | kurang memenuhi syarat |
| Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) | ||
| Oktavianus S. Subanpulo, ST.MT | 27 | memenuhi syarat |
| Gaudensia Nong Pio, ST.MT | 25 | memenuhi syarat |
| Consita Hubertha Dhius, ST.MT | 24,75 | memenuhi syarat |
| Yuventus Nong Gadjon, ST | 22,25 | kurang memenuhi syarat |
| Kepala Pelaksana BPBD | ||
| Oktovianus S. Subanpulo, ST.MT | 27 | memenuhi syarat |
| Anisetus M. Botha, S.Sos | 26,50 | memenuhi syarat |
| Hans Kristianus Mula, SH, MH | 23,50 | kurang memenuhi syarat |
| Yohanes Berkmans, SPT | 23,25 | kurang memenuhi syarat |
| Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan | ||
| Anisetus M. Bothas, S.Sos | 26,25 | memenuhi syarat |
| Patrisius Pederiko, SPT | 24,50 | memenuhi syarat |
| Alwan Mahmud | 20,50 | kurang memenuhi syarat |
| Malik Bhaktiar SPT | 20,25 | kurang memenuhi syarat |
| Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik | ||
| Yohanes H. Beguir, S,Fil | 25,50 | memenuhi syarat |
| Dominggus Edmundus Bura, S.STP | 25,50 | memenuhi syarat |
| Polikarpus Manase Mane, S.Sos, M.Ikom | 24,75 | memenuhi syarat |
| Hans Kristianus Mula, SH, MH | 23,50 | kurang memenuhi syarat |
| Fransiskus Herpianus Nong Lalang, SH | 21,50 | kurang memenuhi syarat |
Dengan hasil seleksi ini, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap dapat mengisi posisi strategis yang krusial demi meningkatkan pelayanan publik dan efektivitas pemerintahan di daerah.»
(rel)
POLITIK
Helena Bupu, 27 Tahun, Bawa Gagasan Baru untuk Desa Bopoma
Helena Bupu, 27 tahun, maju dalam pemilihan Kepala Desa Bopoma, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, dengan menawarkan gagasan pemerintahan desa yang transparan, inklusif, dan melibatkan masyarakat.
BAJAWA, GardaFlores — Helena Bupu, S.Tr.T., 27 tahun, maju dalam pemilihan Kepala Desa Bopoma, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, dengan menawarkan gagasan pemerintahan desa yang harmonis, inklusif, transparan, dan tetap berpijak pada budaya lokal.
Helena Bupu mengatakan dirinya maju dalam pemilihan Kepala Desa Bopoma karena merasa memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari generasi muda untuk ikut menentukan pembangunan desa.
“Saya adalah bagian dari generasi muda Bopoma. Karena itu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan desa,” ujar Helena.
Menurut Helena, pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak perencanaan hingga pengawasan.
Ia mengatakan, usia muda tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pengalaman orang tua dan tokoh masyarakat. Karena itu, jika mendapat kepercayaan masyarakat, ia ingin menggabungkan energi generasi muda dengan pengalaman berbagai kelompok di desa.
“Saya datang dengan semangat untuk membangun Bopoma secara bersama-sama. Saya tidak datang dengan janji bahwa saya mampu menyelesaikan semuanya seorang diri,” katanya.
Helena mengatakan ruang partisipasi perlu dibuka bagi tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, petani, pelaku usaha, pemuda, perempuan, kelompok rentan, dan warga lainnya.
Dalam gagasannya, transparansi menjadi salah satu prinsip penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurut Helena, masyarakat berhak mengetahui bagaimana program direncanakan, anggaran digunakan, dan hasil pembangunan dicapai.
“Transparansi bukan berarti pemerintah harus takut dikritik. Justru dengan keterbukaan, pemerintah dan masyarakat dapat saling mengawasi, saling memperbaiki dan bersama-sama menjaga pembangunan desa,” ujarnya.
Helena juga mendorong keterlibatan pemuda dan perempuan dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan tidak semestinya hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi perlu mendapat ruang untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat menjadi penggerak pembangunan,” katanya.
Untuk sektor ekonomi, Helena menyebut pertanian, peternakan, usaha rumah tangga, kerajinan, dan perdagangan sebagai potensi yang perlu dikembangkan. Ia menilai penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan pelatihan, pendampingan, akses pemasaran, serta jejaring kerja sama, bukan hanya bantuan.
DPC PDIP Ende Sesalkan Kontak Fisik Ketua DPRD dengan Sekretaris Fraksi Hanura
“Bukan hanya memberi ikan, tetapi membantu masyarakat memiliki kemampuan untuk menangkap dan mengelola hasilnya,” ungkap Helena.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, Helena juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya lokal. Ia menyebut adat, gotong royong, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, dan kebersamaan sebagai nilai yang tetap perlu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bopoma.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang membawa masyarakat maju tanpa membuat masyarakat lupa dari mana mereka berasal,” katanya.
Helena juga menaruh perhatian pada persaudaraan masyarakat selama proses pemilihan kepala desa. Ia mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk membedakan warga.
Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan
Jika nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat, ia berkomitmen menjalankan pemerintahan tanpa membedakan warga berdasarkan pilihan politik.
“Setelah pemilihan selesai, tidak boleh ada lagi istilah ‘pendukung saya’ dan ‘bukan pendukung saya’. Yang ada adalah masyarakat Desa Bopoma,” tegasnya.
Helena mengatakan dirinya tidak menjanjikan perubahan dalam waktu singkat. Ia memilih mendorong pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan desa.
“Saya tidak bermimpi mengubah Bopoma dalam satu malam. Saya hanya ingin memulai sesuatu yang baik, mengerjakannya bersama masyarakat dan memastikan setiap langkah pembangunan memiliki manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.»(tim/rel)
POLITIK
DPC PDIP Ende Sesalkan Kontak Fisik Ketua DPRD dengan Sekretaris Fraksi Hanura
DPC PDIP Ende menyatakan penyesalan atas insiden kontak fisik Fransiskus Taso dan Hironimus Irwan Kila Pelo saat rapat Banggar DPRD Ende.
ENDE, GardaFlores — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende menyatakan penyesalan atas insiden kontak fisik yang melibatkan Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso dengan Sekretaris Fraksi Hanura Hironimus Irwan Kila Pelo saat rapat Badan Anggaran (Banggar), Selasa (1/9/2026).
Sikap tersebut disampaikan DPC PDIP Ende melalui pernyataan tertulis pada Senin (7/9/2026). Partai menegaskan tidak membenarkan kekerasan sebagai cara menyelesaikan perbedaan pendapat.
“DPC PDIP Kabupaten Ende menyayangkan dan prihatin atas terjadinya insiden tersebut, terlebih peristiwa itu terjadi di dalam ruang sidang DPRD yang merupakan lembaga terhormat dan tempat menjalankan fungsi demokrasi serta menyampaikan aspirasi rakyat,” demikian pernyataan DPC PDIP Ende.
Bahas Anggaran Bencana, Rapat Banggar DPRD Ende Berakhir di Polisi
DPC PDIP Ende juga telah meminta klarifikasi dari Fransiskus Taso. Dalam klarifikasi tersebut, Fransiskus mengakui melakukan pemukulan, tetapi menyebut tindakan itu sebagai respons spontan dalam situasi yang dipersepsikannya sebagai upaya pembelaan diri.
“Kader partai kami mengakui tindakan pemukulan dimaksud sebagai upaya pembelaan diri,” kata pimpinan DPC PDIP Ende.
Ketua DPC PDIP Ende Yosep Benediktus Badeoda mengatakan partai telah menegur Fransiskus dan meminta persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kita menyesali kejadian itu dan telah menegur kader yang bersangkutan dan meminta persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026) malam.
Pejabat Sikka Laporkan Akun Palsu yang Catut Nama dan Fotonya
DPC PDIP Ende menyatakan akan melakukan kajian internal sesuai AD/ART dan mekanisme organisasi apabila ditemukan pelanggaran disiplin atau kode etik. Partai juga menghormati proses hukum yang ditempuh Hironimus.
Sebelumnya, Hironimus melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia menyatakan dipukul saat masih duduk dalam rapat Banggar dan mengalami kacamata pecah serta luka dan bengkak pada bagian wajah.
Sementara Fransiskus dalam klarifikasinya menyebut kontak fisik terjadi secara spontan setelah rapat diskors dan terjadi perbedaan pendapat dengan Hironimus. Ia menyatakan menyesali kejadian tersebut dan menegaskan tidak merencanakan tindakan itu.
DPC PDIP Ende menyerahkan penyelesaian perkara kepada mekanisme hukum dan menyatakan proses internal partai akan berjalan sesuai ketentuan organisasi.»(rel)
POLITIK
Tiga Nama Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi Sekda Sikka
Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Johanes Putu Botha, dan Paulus Prasetya meraih nilai tertinggi dalam rangkaian seleksi Sekda Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Tiga pejabat memperoleh nilai tertinggi dalam rangkaian seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka. Mereka adalah Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Johanes Brekmans Christoforus Putu Botha, dan Paulus Prasetya.
Ketiganya menempati posisi teratas berdasarkan tiga indikator penilaian, yakni manajemen talenta, rekam jejak, dan wawancara akhir.
Margaretha Movaldes Da Maga Bapa saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Sikka. Johanes Brekmans Christoforus Putu Botha menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sikka, sedangkan Paulus Prasetya merupakan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Sikka.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan penilaian dalam proses seleksi dilakukan melalui tiga indikator tersebut.
Pejabat Sikka Laporkan Akun Palsu yang Catut Nama dan Fotonya
“Jadi tahapan proses penilaian itu nilai dari manajemen talenta, rekam jejak, dan juga wawancara akhir,” kata Juventus, Senin (7/9/2026), di Maumere.
Menurut Juventus, hasil akumulasi dari ketiga indikator menempatkan tiga pejabat tersebut sebagai peraih nilai tertinggi.
“Dari ketiga tahapan atau indikator itu nilai tertingginya Ibu Femmy Bapa, Pak Putu Botha, dan Pak Paul Prasetya,” ujar Juventus.
Hasil penilaian tersebut membuat tiga nama itu berada di posisi teratas dalam proses seleksi Sekda Sikka. Namun, perolehan nilai tertinggi belum berarti penetapan sebagai Sekda, karena pengisian jabatan tetap mengikuti mekanisme dan tahapan seleksi yang berlaku.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
