Connect with us

PENKES

Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Laptop Rp1,7 Miliar di Dinas PKO Sikka Dikembalikan ke Penyedia

Mustary: Yang dipesan 512 GB, tetapi yang datang hanya 256 GB.

Published

on

Tak Sesuai Spesifikasi, Pengadaan Laptop Rp1,7 Miliar di Dinas PKO Sikka Dikembalikan ke Penyedia. ILUSTRASI: ANTARA

Maumere, GardaFlores  – Pengadaan laptop senilai Rp1,7 miliar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2025 dikembalikan kepada penyedia karena tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipesan.

Kepala Bidang SD Dinas PKO Kabupaten Sikka, Mustary, mengatakan pengadaan tersebut masih berada dalam ranah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Saat barang hendak diserahkan, Pengguna Anggaran (PA) meminta agar spesifikasi laptop diperiksa kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan pesanan.

“Ketika dilakukan pengecekan bersama PPK dan penyedia, ternyata spesifikasi penyimpanan internal tidak sesuai. Yang dipesan 512 GB, tetapi yang datang hanya 256 GB,” kata Mustary, Rabu (8/1/2026), di Maumere.

Ia menjelaskan total pagu anggaran pengadaan laptop tersebut sebesar Rp1,7 miliar yang terbagi dalam dua paket. Paket pertama senilai Rp515.462.500 diperuntukkan bagi sekolah negeri, sementara paket kedua senilai Rp1,228 miliar untuk sekolah swasta. Sumber pendanaan berasal dari Dana Alokasi Umum Spesifik Grant (DAU SG).

Final Futsal SD–SMP se-Kabupaten Sikka Semarakkan Maumere, Puluhan Sekolah Ambil Bagian

Menurut Mustary, barang tiba di Dinas PKO pada 19 Desember 2025 dan penyedia menyatakan siap mendistribusikan. Namun karena adanya kepercayaan bahwa spesifikasi sudah sesuai, pihak dinas sempat mengundang kepala sekolah dan operator sekolah untuk persiapan penyerahan.

“Pada saat penyerahan, Kadis PKO meminta agar spesifikasi dicek kembali. Setelah dicek, ditemukan memori internal tidak sesuai, meskipun spesifikasi lain bahkan lebih tinggi, seperti prosesor yang dipesan Core i3 tetapi yang datang Core i5,” jelasnya.

PA kemudian memberikan waktu kepada PPK dan penyedia hingga 31 Desember 2025 untuk menyesuaikan spesifikasi. Namun hingga batas waktu tersebut, penyedia tidak dapat memenuhi permintaan, sehingga seluruh laptop dikembalikan.

Mustary menegaskan bahwa penilaian kinerja dan tanggung jawab teknis berada pada PPK. Ia juga menyebut tidak ada penetapan fee selama proses pengadaan.

“Sepengetahuan saya tidak ada fee dalam proses ini. Pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan DPA, serta berproses melalui e-katalog,” ujarnya.

Pengadaan laptop tersebut direncanakan untuk 50 sekolah dasar negeri dan swasta dengan total 161 unit. Setiap sekolah menerima jumlah yang berbeda, mulai dari satu hingga lima unit, dengan porsi penerima lebih banyak berasal dari sekolah swasta.

Ia menambahkan sumber pengadaan berasal dari Renja Dinas, hasil Musrenbang, serta pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sikka. Penolakan barang dilakukan langsung oleh PPK karena laptop belum diserahkan secara resmi kepada Dinas PKO.

“Prosesnya, penyedia menyerahkan barang ke PPK, PPK memastikan kesesuaian dengan surat pesanan, baru kemudian diserahkan ke dinas untuk dicek kembali sesuai DPA,” pungkas Mustary.(rel)

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Published

on

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.

“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.

Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.

Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.

Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending