PENKES
Dua Pelajar Maumere Raih Emas Olimpiade Hari Natal 2025 Bidang Matematika
Ajang olimpiade nasional yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Maumere, GardaFlores – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Maumere, Kabupaten Sikka. Dua siswi lintas jenjang, Maria Frena Sobangli (11) dan Margareth Dewy Satel Diaz (14), sukses mengharumkan nama daerah setelah meraih medali emas Olimpiade Hari Natal (OHN) 2025, ajang olimpiade nasional yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Adalah Maria Frena, siswi kelas V SDK Maumere II dalam bidang Matematika dan Dewy Diaz (14) kelas IX SMPK Binawirawan Maumere dalam bidang IPA.
Keberhasilan tersebut diketahui setelah hasil lomba diumumkan secara resmi oleh panitia Alberta Competition pada 31 Desember 2025. Ajang ini diselenggarakan secara daring pada akhir Desember dan diikuti oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, baik tingkat SD maupun SMP.
Partisipasi Frena dalam olimpiade ini berawal dari informasi yang diperoleh secara informal dari seorang teman. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendaftaran mandiri tanpa sepengetahuan orang tua. Kekhawatiran soal biaya menjadi alasan utama keputusan itu diambil.
“Karena saya khawatir kalau saya beritahu mereka, jangan sampai mereka tidak setuju, karena pasti berhubungan dengan biaya,” ungkap Frena, Sabtu (3/1/2026).
Ketua Pengcab Shoto-Kai Sikka Apresiasi Pelatih Forki, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi di 2025
Dalam formulir pendaftaran, beberapa mata pelajaran disediakan untuk dipilih peserta. Pilihan itu ditentukan sendiri oleh Frena sesuai minat dan kemampuannya.
“Dalam form isian itu ada beberapa mata pelajaran yang dilombakan. Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika dan Bahasa Inggris. Saya pilih Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika,” tuturnya.
Hasil yang diraih Frena menunjukkan capaian berlapis. Medali perunggu diraih pada Bahasa Indonesia, perak pada IPA, dan emas pada Matematika. Makna dari perolehan medali tersebut awalnya belum sepenuhnya dipahami hingga akhirnya dijelaskan oleh sang ayah dengan cara sederhana.
“Saya kan tidak tahu perunggu, perak, emas itu apa. Lalu saya tanya Bapak saya. Kalau emas, Bapak saya bilang, macam cincin kawin Bapak-Mama,” ujarnya polos. Penjelasan itu pun memicu luapan kebahagiaan. “Saya senang sekali, saya lompat-lompat,” katanya.
Dalam olimpiade tersebut, setiap mata pelajaran terdiri dari 25 soal dengan durasi yang berbeda-beda. Jumlah peserta tingkat SD sendiri tercatat mencapai 912 orang dari seluruh Indonesia. Sertifikat dan medali, sebagaimana disampaikan panitia, akan dikirimkan dalam beberapa minggu ini.
Sementara itu, prestasi serupa juga diraih oleh Margareth Dewy Satel Diaz pada kategori SMP dalam bidang studi IPA. Informasi awal mengenai lomba tersebut diperoleh Dewy dari seorang calon anggota organisasi THS-THM ranting Katedral Maumere, saat berlangsung kegiatan pelatihan prapendadaran. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan teknis sejak pendaftaran hingga pemilihan mata pelajaran.
Ujian olimpiade IPA tingkat SMP akhirnya dilaksanakan pada 29 Desember 2025, setelah sebelumnya mengalami penyesuaian jadwal. Materi yang diujikan mencakup IPA kelas VII, VIII, dan IX dengan total 25 soal. Dari total 917 peserta tingkat SMP, nama Dewy tercantum sebagai peraih medali emas.
Momen pengumuman hasil lomba menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Dewy. Informasi kemenangan itu baru diketahui tepat pada malam pergantian tahun.
“Malam 31 Desember saya buka link di selular, saya kaget lihat pengumuman. Di sana tertulis, Margareth Dewy Satel Diaz dari SMPK Binawirawan Maumere peraih medali emas olimpiade IPA,” tutur Dewy di sela kegiatan prapendadaran anggota THS-THM di Katedral Maumere, Sabtu (3/1/2026)..
Kebahagiaan tersebut kemudian dibagikan kepada orang tua dan menjadi titik tumbuh kepercayaan diri.
“Saya jadi semakin percaya diri. Saya mau tunjukkan juga ke sekolah kalau saya juga bisa. Siapa pun dia, bisa berprestasi,” katanya.
THS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
Baik Frena maupun Dewy diketahui aktif sebagai anggota organisasi Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) Ranting Katedral, Distrik Keuskupan Maumere. Frena dan Dewy adalah penyandang sabuk biru satu. Lingkungan organisasi disebut memberi kontribusi signifikan terhadap pembentukan mental, kepercayaan diri, serta akses informasi akademik.
“Di organisasi ini kami belajar untuk percaya diri. Kami didukung dan disupport oleh kakak-kakak pelatih,” ungkap Dewy.
Hal senada juga disampaikan oleh Frena yang menyebut dukungan organisasi sebagai bagian penting dari pencapaiannya.
“Saya berterima kasih kepada organisasi THS-THM. Saya tidak sangka bisa dapat juara, apalagi pesertanya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Seorang pelatih THS-THM Ranting Katedral Maumere, Albertus Donatus Baha, turut menyampaikan apresiasi atas capaian kedua siswi tersebut. Menurutnya, proses latihan yang berlandaskan empat pilar organisasi secara konsisten membentuk mental dan kepercayaan diri anggota.
“Mereka sudah punya kemampuan dasar, dan kami tinggal mengarahkan serta mendisiplinkan. Mereka berproses alami karena mulai percaya pada diri sendiri,” jelasnya.
Prestasi yang diraih Frena dan Dewy diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Maumere dan Nusa Tenggara Timur bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi, selama ada keberanian, ketekunan, dan lingkungan yang mendukung.»(bert)
PENKES
PSN Ngada Jadi Tim Pertama Tiba di Maumere Jelang Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026
Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Piala Pertiwi Cup 2026 dijadwalkan dibuka pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Gelora Samador, Maumere.
MAUMERE, GardaFlores — PSN Ngada menjadi kontingen pertama yang tiba di Kabupaten Sikka menjelang bergulirnya Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Piala Pertiwi Cup 2026. Tim tersebut tiba di Maumere pada Selasa (21/7) sekitar pukul 19.30 WITA dan disambut oleh Diaspora Ngada Maumere bersama Persami Maumere.
Rombongan PSN Ngada disambut dengan iringan lagu Jai sebelum menuju penginapan di kawasan Wailiti. Sejumlah anggota Diaspora Ngada dan Persami Maumere juga mengawal rombongan menggunakan kendaraan roda dua hingga lokasi penginapan.
Ketua Diaspora Ngada Maumere, Hilarius Rangga, mengatakan komunitas warga Ngada di Maumere siap mendampingi para pemain selama mengikuti turnamen di Kabupaten Sikka.
“Diaspora Ngada Maumere merupakan pengganti orang tua yang akan terus mendukung anak-anak PSN Ngada selama mengikuti turnamen ini. Tetap semangat karena kalian mendapat dukungan penuh dari orang tua dan generasi muda Ngada yang berada di Maumere,” ujarnya.
Sementara itu, panitia penyelenggara masih menyelesaikan berbagai persiapan menjelang pembukaan turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Ketua Umum Panitia, Cherry Newar, mengatakan panitia masih membuka peluang bagi perbankan, perusahaan, pelaku usaha, maupun tokoh masyarakat untuk berpartisipasi sebagai sponsor penyelenggaraan.
Menurut Cherry, hingga saat ini dukungan telah diberikan oleh Bank NTT, Universitas Nusa Nipa Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sikka, Bank Indonesia Perwakilan Kupang, Kopdit Obor Mas, Kopdit Pintu Air, Pertamina, PT Nindya Karya, BNI Maumere, FIF Group, Klinik Flores Medika, serta sejumlah pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, panitia juga memastikan tiga tim batal mengikuti turnamen, yakni Tiara Nusa Manggarai Timur, Bajak Laut FC Manggarai Barat, dan Platina FC Kota Kupang.

Sementara itu, kepastian kehadiran Persap Alor masih menunggu perkembangan kondisi cuaca yang memengaruhi pelayaran dari wilayah Alor.
Setelah kedatangan PSN Ngada, Persematim Manggarai Timur dijadwalkan tiba pada Rabu (22/7). Kontingen lainnya akan datang secara bertahap pada 23–24 Juli, di antaranya Perse Ende, Flores United, Citra Bakti Ngada, Nirwana 04 Nagekeo, Perseftim Flores Timur, BMP Flores Timur, Persebata Lembata, Persesba Sumba Barat, Perssoe, dan sejumlah tim lainnya.
Panitia juga telah menyiapkan penginapan di rumah warga, gedung komunitas, serta sejumlah fasilitas milik pemerintah untuk menampung peserta selama turnamen berlangsung.
Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Piala Pertiwi Cup 2026 dijadwalkan dibuka pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Gelanggang Olahraga Samador da Cunha, Maumere.»(rel)
PENKES
13 Atlet Alok Taekwondo Club Sikka Berangkat ke Kejurnas dengan Dana Swadaya
Dari 13 atlet, tujuh di antaranya telah lolos seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 13 atlet Alok Taekwondo Club Kabupaten Sikka akan mengikuti Kejuaraan Nasional Taekwondo Antar Pelajar/Mahasiswa dan TNI/Polri Piala Danrem 052/WKR yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di GOR Indoor Sport Kelapa Dua, Tangerang.
Keberangkatan tim masih mengandalkan dana swadaya yang dihimpun dari orang tua atlet dan pengurus klub.
Tim Alok Taekwondo Club terdiri atas 16 personel, yakni Manager/Official Gabriel Rudy Lameng, Bendahara Alice Jone, Coach Titus Aurelius, serta 13 atlet yang akan bertanding pada nomor kyorugi dan poomsae.
Dari 13 atlet tersebut, tujuh di antaranya telah lolos seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan akan mewakili Kabupaten Sikka pada POPDA Nusa Tenggara Timur di Kupang, September 2026.
Salah satu atlet yang akan tampil adalah Christian Neymarco Dyvici Lameng, siswa SMPK Frater Maumere, yang akan bertanding pada kelas Profesional Kyorugi Cadet U-33 kilogram.
Bupati Sikka Lepas Kontingen POPDA VII, Target Medali Sebanyak Mungkin
Sebelumnya, Christian meraih medali perunggu pada Kejuaraan Nasional Cadet dan Junior di Samarinda. Saat ini ia menempati peringkat ke-27 nasional dan akan mengikuti kejuaraan di Tangerang untuk menambah poin peringkat.
Manager tim, Gabriel Rudy Lameng, mengatakan persiapan atlet dilakukan secara rutin meski pembiayaan keberangkatan masih ditanggung secara swadaya.
“Kami sudah beberapa kali membawa atlet mengikuti kejuaraan daerah maupun nasional. Semua dilakukan dengan perjuangan dan biaya swadaya dari orang tua. Namun anak-anak tetap mampu mempersembahkan prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Sikka serta NTT,” katanya.

Gabriel berharap pemerintah daerah, KONI, dan para pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet sejak masa persiapan hingga mengikuti kejuaraan.
Menurutnya, dukungan tersebut penting agar beban pembiayaan tidak sepenuhnya ditanggung oleh keluarga atlet.
“Anak-anak ini akan bertanding membawa nama Sikka dan NTT. Kami berharap pemerintah hadir memberi dukungan sehingga perjuangan mereka tidak sepenuhnya dibebankan kepada orang tua,” ujarnya.
Kejuaraan Nasional Piala Danrem 052/WKR menjadi salah satu ajang bagi atlet muda Sikka untuk mengukur kemampuan sekaligus bersaing dengan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.»(rel)
PENKES
Kodim 1603/Sikka Awasi Revitalisasi SMA-SMK, Temuan Ketidaksesuaian Spesifikasi Dilaporkan ke Pemerintah Pusat
“Data sekolah ada di Dinas PKO. Kami hanya menjalankan tugas pengawasan.”
MAUMERE, GardaFlores — Kodim 1603/Sikka mendapat penugasan untuk mengawasi pelaksanaan program revitalisasi SMA dan SMK di Kabupaten Sikka. Dalam pelaksanaannya, Kodim bertugas memantau kualitas pekerjaan dan melaporkan kepada pemerintah pusat apabila menemukan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., mengatakan pengawasan tersebut merupakan penugasan dari pemerintah. Menurutnya, Kodim tidak memiliki kewenangan mengelola anggaran maupun menghentikan pelaksanaan proyek.
“Kalau ada kontraktor bekerja tidak sesuai spesifikasi, kami akan membuat laporan langsung ke pusat,” kata Denny di Maumere, Jumat (17/7/2026).
Selain memantau mutu pekerjaan, Kodim juga siap membantu mengatasi kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk kesulitan pengadaan material bangunan agar pelaksanaan proyek tidak mengalami hambatan.
Namun, Denny menegaskan pengelolaan anggaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor dan pihak sekolah.
“Kalau soal anggaran itu urusan kontraktor dengan pihak sekolah. Kami hanya mengawasi pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.
Untuk mendukung pengawasan, Kodim akan menugaskan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) di setiap lokasi proyek. Masing-masing titik pembangunan akan dipantau oleh tiga personel Babinsa yang bertugas mengawasi perkembangan pekerjaan dan menyusun laporan hasil pemantauan.
Menurut Denny, laporan tersebut dikirim langsung kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi dan terpisah dari laporan yang disampaikan kontraktor.
“Kami membuat laporan sendiri. Kontraktor juga membuat laporan. Yang kami awasi adalah kualitas bangunannya, bukan penggunaan anggarannya,” katanya.
Hingga pertengahan Juli 2026, proyek revitalisasi yang telah berada di bawah pengawasan Kodim 1603/Sikka berlangsung di SMA Nawacita, Kecamatan Mego. Dalam menjalankan tugasnya, Kodim telah menerima dokumen spesifikasi teknis dan standar pekerjaan sebagai acuan pengawasan.
Meski demikian, Denny mengatakan Kodim tidak memiliki kewenangan menghentikan proyek apabila ditemukan dugaan pelanggaran. Tugas pengawasan yang diberikan sebatas mendokumentasikan temuan dan menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat.
“Kami memang tidak bisa menghentikan pekerjaan, tetapi saya yakin laporan yang kami sampaikan akan menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penetapan sekolah penerima program revitalisasi bukan menjadi kewenangan Kodim. Penentuan penerima bantuan dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) berdasarkan data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Data sekolah ada di Dinas PKO. Kami hanya menjalankan tugas pengawasan terhadap sekolah yang ditetapkan menerima program revitalisasi,” kata Denny.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA12 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA10 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM12 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
