PENKES
Sebanyak 13 Sekolah di Sikka Dapat Program Revitalisasi dari Kemendikdasmen
Maumere, GardaFlores – Pada tahun anggaran 2025 ini, sebanyak 13 sekolah di Kabupaten Sikka mendapat Program Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Germanus Goleng mengatakan hal itu di Maumere, Rabu (2/7/2025).
Germanus mengatakan, 13 sekolah yang akan menerima program tersebut, terdiri dari satu taman kanak-kanak, tiga sekolah dasar, dan sembilan SMP.
“Saat ini prosesnya masih berjalan. Untuk TK Pembina, kepala sekolahnya saat ini sedang berada di Jakarta mengikuti rangkaian kegiatan. Untuk SD dan SMP, koordinasi dilakukan melalui zoom meeting, dan selanjutnya akan dilanjutkan secara langsung di Kupang,” jelas Germanus.
Baca juga:
Relawan CNPS Sikka Serahkan 1.000 Masker untuk Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok
Program revitalisasi ini bersifat swakelola dengan pelaksana proyek (PPK) berada di bawah kendali kementerian. Dinas PKO hanya bertugas dalam koordinasi dan monitoring pelaksanaan.
Germanus mengatakan, untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah, data utama bersumber dari pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masing-masing sekolah. Oleh karena itu, dinas terus memfasilitasi sekolah-sekolah agar dapat mengisi Dapodik dengan baik dan benar.
“Kalau data yang dikirim cocok dan lolos asistensi kementerian, maka proses selanjutnya akan berjalan. Saat ini kami juga tengah mendata sekolah-sekolah yang berpeluang menerima revitalisasi tahun 2026,” tambahnya.
Terkait pagu anggaran untuk masing-masing sekolah, Germanus menyatakan pihaknya belum menerima informasi rinci karena besaran dana disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) masing-masing sekolah.
Baca juga:
Juni 2025 Kota Maumere Mengalami Inflasi 0,99 %
Ia berharap program revitalisasi ini dapat dilaksanakan secara maksimal di tahun pertama agar bisa menjadi model bagi tahun-tahun berikutnya.
“Kalau kita gagal di tahun pertama, akan sulit mendapat kepercayaan lagi. Maka kami fokus membantu sekolah dalam memenuhi seluruh persyaratan. Pengawasan juga kami lakukan bersama perguruan tinggi yang berada di daerah ini, sesuai ketentuan kementerian,” pungkasnya.
Prioritas Rusak Berat dan Sedang
Sementara itu pejabat fungsional Dinas PKO, Serilus Siga Juang mengatakan, program revitalisasi ditujukan untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, terutama rusak berat dan sedang.
“Revitalisasi ini merupakan bagian dari program pendidikan yang saat ini diprioritaskan, khususnya untuk sekolah-sekolah dalam kondisi rusak sedang hingga berat yang secara bertahap harus direhabilitasi,” ujar Serilus.
Baca juga:
Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolda NTT Minta Maaf Atas Berbagai Kekurangan
Selain perbaikan bangunan, aspek penting lain dalam program ini adalah ketersediaan sarana MCK (mandi, cuci, kakus) di seluruh sekolah. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi sekolah yang tidak memiliki MCK layak.
Serilus menjelaskan bahwa program revitalisasi ini melibatkan Kementerian melalui BPK sebagai penanggung jawab utama, dibantu oleh tim fasilitator dari perguruan tinggi negeri. Di Kabupaten Sikka, SMP difasilitasi oleh tim dari Universitas Nusa Cendana (Undana), sementara SD oleh Politeknik Negeri Kupang.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola. Setiap sekolah membentuk Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) yang terdiri dari unsur sekolah, komite, dan perwakilan masyarakat. P2SP akan menunjuk tenaga perencana dan pengawas dengan kualifikasi minimal D3 Teknik Sipil.

Pejabat fungsional Dinas PKO Kabupaten Sikka, Serilus Siga Juang.
“Tenaga perencana menyusun gambar dan RAB yang akan didampingi oleh tim fasilitator dari perguruan tinggi,” jelasnya.
Penetapan sekolah penerima revitalisasi dilakukan berdasarkan data kerusakan yang diinput oleh sekolah melalui aplikasi Dapodik. Proses penilaian untuk usulan tahun berikutnya akan dilakukan pada Agustus 2025.
Tujuan utama dari program ini adalah agar sarana dan prasarana sekolah memenuhi standar nasional, sehingga sekolah-sekolah dapat masuk kategori layak dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Untuk tahun ini, fokus yang disetujui kementerian adalah rehabilitasi MCK untuk SD dan rehabilitasi ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, serta UKS untuk SMP,” pungkas Serilus.»
(rel).
PENKES
PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas
Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I Palue, termasuk cara menyeberang jalan, larangan bermain di jalan, serta pentingnya helm dan sabuk pengaman.
MAUMERE, GardaFlores — Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sikka Aipda Paulus Nong Sendi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, 26 Agustus 2026.
Edukasi tersebut diberikan di tengah proses pemulihan masyarakat Palue setelah gempa bumi. Para siswa dibekali pengetahuan dasar tentang cara berjalan, menyeberang jalan, serta menggunakan kendaraan dengan aman.
Polisi mengingatkan siswa agar tidak berjalan di tengah badan jalan. Jika tersedia, siswa diminta menggunakan trotoar atau berjalan di bahu jalan dengan tetap memperhatikan kendaraan yang melintas.
Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores
Saat menyeberang, siswa diajarkan untuk berhenti terlebih dahulu, melihat ke kiri, melihat ke kanan, kemudian melihat kembali ke kiri sebelum menyeberang. Polisi juga mengingatkan siswa untuk memilih lokasi penyeberangan yang aman, termasuk menggunakan zebra cross jika tersedia.
Para siswa juga diminta tidak bermain di jalan, termasuk bermain bola, kejar-kejaran, maupun layang-layang, karena aktivitas tersebut dapat membahayakan keselamatan.
Bagi siswa yang dibonceng menggunakan sepeda motor, polisi mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI. Sementara ketika berada di dalam mobil, anak-anak diminta menggunakan sabuk pengaman.
Polisi juga mengingatkan agar sepeda motor tidak digunakan untuk membonceng tiga orang. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa satu sepeda motor maksimal digunakan oleh dua orang.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa
Selain perilaku aman di jalan, siswa diperkenalkan dengan sejumlah rambu dan tanda lalu lintas dasar. Lampu merah berarti berhenti, kuning berarti hati-hati atau bersiap, sedangkan hijau berarti jalan. Polisi juga menjelaskan fungsi zebra cross sebagai tempat penyeberangan.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi yel-yel sehingga siswa lebih mudah mengikuti kegiatan. Para siswa tampak antusias selama sosialisasi berlangsung.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berjalan lancar dan mendapat respons dari kepala sekolah, guru, serta siswa SDN Uwa I.
Edukasi keselamatan lalu lintas itu menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada anak-anak agar lebih disiplin dan berhati-hati ketika berangkat maupun pulang sekolah, termasuk saat menggunakan kendaraan bersama orang tua.»(rel)
PENKES
Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah
Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.
Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).
Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.
Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup
Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.
Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.
Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah
Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.
Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)
PENKES
Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa persaingan dunia kerja membutuhkan keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan memecahkan persoalan.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Pesan itu disampaikan Juventus saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).
Dalam pembekalan bertema “Pendidikan Vokasi: Bekal Keterampilan, Jalan Menuju Masa Depan”, Juventus meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terus berubah sehingga mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori.
“Kita hidup dalam dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata, bukan hanya teori,” ujar Juventus.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan problem solving sebagai salah satu bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan.
“Jangan takut menghadapi masalah. Justru dari masalah kita belajar mencari solusi. Kemampuan memecahkan masalah adalah salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan,” katanya.
Juventus meminta mahasiswa tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan.
“Jadikan kampus sebagai tempat untuk mempersiapkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun keterampilan dan karakter. Apa yang kalian pelajari hari ini harus menjadi bekal untuk menciptakan masa depan,” pesannya.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 3.340 Jiwa Berada di Palue
Selain mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa juga didorong melihat peluang untuk menciptakan pekerjaan.
“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan. Mulailah berpikir bagaimana menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan,” ujar Juventus.
Ia mengatakan lulusan pendidikan vokasi perlu memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.
Pembekalan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Kemendikdasmen Wajibkan Upacara Bendera Rutin dan Tetapkan Jadwal TKA SD–SMP April 2026 - Garda Flores %