PENKES
Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Uji 358 Spesimen Hewan Penular Rabies, 59 Dinyatakan Positif
Maumere, GardaFlores – Hingga 8 September 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka telah melakukan uji laboratorium tehadap 358 spesimen Hewan Penular Rabies (HPR). Dari jumlah tersebut, hanya 59 spesimen yang positif atau 16,8 persen.
“Sejak Juli 2025, kasus terus menurun. Ini berkat kerja sama semua stakeholder dan kerja keras petugas di lapangan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Sikka, Y.E. Satriawan alias Jemi Sadipun di Maumere, Selasa (9/9/2025).
Bupati Sikka Lepas Kontingen POPDA VII, Target Medali Sebanyak Mungkin
Jemi mengatakan, setiap kali ditemukan spesimen positif, camat langsung menggerakkan tim reaksi cepat. Kepala desa juga menerbitkan surat keputusan (SK) desa positif rabies sebagai dasar pembatasan keluar-masuk HPR. Semua hewan wajib diikat atau dikandangkan. Bila dibiarkan berkeliaran, hewan akan dianggap liar dan terkena eliminasi selektif.

Seorang warga Kecamatan Bola, secara suka rela membawa kepala anjing yang dibungkus dalam kantong plastik untuk diperiksa di laboratorium veteriner dan klinik hewan milik Dinas Pertanian Kab. Sikka di Maumere, Selasa (9/9/2025). GARDAFLORES/KAREL PANDU
“Tidak ada eliminasi total. Itu tergantung keputusan pimpinan wilayah. Tapi yang terpenting adalah perubahan perilaku masyarakat,” tegas Jemi.
Ia menekankan agar warga mematuhi petunjuk tenaga medis dan veteriner, serta mengikuti instruksi Bupati Sikka demi keselamatan bersama.
Soal vaksin untuk HPR, Jemi menyebut sejak 2024 tersedia 3.000 dosis. Tahun ini, akan ditambah lagi 7.500 dosis melalui APBD II. Namun, ia menyoroti kebiasaan sebagian warga yang masih menyembunyikan anjing peliharaan dari petugas.
“Kalau disembunyikan, sulit bagi kami melakukan vaksinasi. Jangan sampai sikap itu justru membahayakan keluarga sendiri,” tandasnya.»(rel)
PENKES
Sekolah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, Waka Polda NTT Turun Langsung ke Gaikiu
Pendidikan Anak Sikka Tidak Boleh Terhenti.
Maumere, GardaFlores – Negara kembali diuji saat cuaca ekstrem merobohkan bangunan SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu di Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka. Di tengah keterpurukan itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., hadir langsung di lokasi, Senin (16/2/2026), membawa pesan bahwa pendidikan anak-anak Flores tidak boleh dikorbankan oleh bencana.
Sekolah tersebut ambruk setelah digempur hujan deras dan angin kencang pada 22–25 Januari 2026. Runtuhnya bangunan memaksa proses belajar mengajar berjalan dalam situasi darurat dan serba terbatas.
Kunjungan Waka Polda NTT ini dikonfirmasi Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Sikka IPTU Leonardus Tunga. Dalam kunjungan yang berlangsung dari pukul 07.53 hingga 08.46 WITA itu, Brigjen Baskoro didampingi jajaran Polres Sikka dan disambut secara adat dengan sapaan Jiwo Jawo oleh tokoh masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinoli, S.Pd, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem telah menghancurkan ruang belajar dan mengganggu kelangsungan pendidikan para siswa. Anak-anak terpaksa belajar tanpa fasilitas yang memadai, sementara guru berjuang menjaga semangat belajar di tengah keterbatasan.
Menanggapi kondisi itu, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan dan masa depan generasi muda.
“Polri turut merasakan duka atas musibah ini. Kehadiran kami untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan memberikan dukungan nyata kepada sekolah,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian konkret, Polda NTT menyerahkan bantuan berupa 100 tas berisi buku dan alat tulis, dua unit tenda Polri untuk ruang belajar darurat, empat papan tulis lengkap dengan perlengkapannya, serta 100 unit meja dan kursi yang akan segera menyusul.
Selain menyerahkan bantuan, Waka Polda NTT juga meninjau langsung puing-puing bangunan sekolah untuk melihat tingkat kerusakan secara menyeluruh dan memastikan kebutuhan pemulihan dapat segera dipetakan.
Sebanyak 52 siswa SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu bersama siswa SDN Gaikiu, unsur pemerintah kecamatan, BPBD Sikka, tokoh masyarakat, dan para guru turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pemulihan pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan rehabilitasi sarana pendidikan di wilayah terdampak, sekaligus memastikan anak-anak di pedalaman Sikka tidak kehilangan haknya untuk belajar hanya karena bencana alam.
Usai kegiatan, rombongan Waka Polda NTT melanjutkan perjalanan kembali ke Maumere untuk agenda berikutnya.»(rel)
PENKES
Tekan AKI dan AKB di Ende, Wabup Domi Mere Dorong Transformasi Layanan Kesehatan dan Penguatan Kompetensi Bidan
Fondasi terwujudnya visi “Ende Baru” yang sehat dan sejahtera.
Ende, GardaFlores – Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, M.Kes, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ende dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui transformasi layanan kesehatan serta peningkatan kompetensi bidan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ende yang digelar di Ruang Garuda, Kantor Bupati Ende, Sabtu (14/2/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Domi Mere itu mengajak seluruh bidan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Ende.
“Di tangan para bidan, harapan keluarga dan masa depan generasi bangsa dipertaruhkan melalui dedikasi dan profesionalisme,” ujarnya.
Menurutnya, profesi bidan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ende berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan layanan kesehatan dasar, serta pembenahan sistem rujukan.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Bidan dituntut tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga responsif terhadap inovasi pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong sinergi antara organisasi profesi, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi terwujudnya visi “Ende Baru” yang sehat dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Ende, Marieta K.S. Bai, S.Si.T., M.Kes, menyampaikan bahwa Muscab III menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan pengurus baru untuk periode mendatang.
Ia menjelaskan, Muscab bertujuan mempertegas arah kebijakan organisasi melalui rekomendasi strategis serta peningkatan sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kebidanan yang aman dan bermartabat di Kabupaten Ende.
“IBI berkomitmen memperluas akses dan mutu pelayanan kebidanan yang aman dan bermartabat serta mewujudkan organisasi IBI yang solid,” ujarnya.
Muscab III IBI Cabang Ende turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Pengurus IBI Provinsi NTT, Ketua Program Studi Kesehatan Kabupaten Ende, serta pimpinan organisasi kesehatan dan klinik setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan bahwa penguatan organisasi profesi menjadi bagian integral dalam pembinaan sistem kesehatan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dengan dorongan transformasi layanan kesehatan serta penguatan kompetensi bidan, Pemerintah Kabupaten Ende berharap angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan pada tahun 2026 dan seterusnya.»(elt)
PENKES
TMMD Ke-127 Menyasar Jantung Ketimpangan Pendidikan: PAUD Werang Dibongkar Total Demi Masa Depan Anak Sikka
Pergeseran orientasi pembangunan dari sekadar infrastruktur keras menuju pembangunan manusia.
Maumere, GardaFlores – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 tak lagi berhenti di beton dan jalan desa. Kali ini, Satgas Kodim 1603/Sikka menancapkan intervensi strategisnya tepat di jantung masa depan: pendidikan anak usia dini di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.
Jumat (13/02/2026), bangunan PAUD Werang yang selama ini terancam ambruk akibat atap lapuk akhirnya dibongkar total. Satu per satu lembaran atap yang membahayakan keselamatan anak-anak dilepas. Seluruh isi ruangan—meja, kursi, hingga alat belajar—dikeluarkan agar rehabilitasi berjalan cepat, presisi, dan tanpa risiko.
Langkah ini menjadi sinyal keras: negara tak boleh membiarkan anak-anak desa belajar di bawah bayang-bayang bahaya runtuhan bangunan.
Dari Sawah Werang, Persaudaraan Tumbuh: Prajurit dan Warga Makan Sehidang di Lokasi TMMD Ke-127
Komandan Kodim 1603/Sikka selaku Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Arm Denny Riesta Permana, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik.
“Kami ingin memastikan bangunan ini kokoh, aman, dan benar-benar layak. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Kolaborasi antara personel Satgas TMMD dan warga Desa Werang mempercepat seluruh tahapan kerja, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan sosial desa. Bagi warga, renovasi ini bukan hanya soal tembok baru, melainkan tentang hak anak-anak desa untuk belajar dengan aman dan bermartabat.
Renovasi PAUD Werang menjadi salah satu sasaran fisik strategis TMMD Ke-127 di Kabupaten Sikka—menandai pergeseran orientasi pembangunan dari sekadar infrastruktur keras menuju pembangunan manusia. Dari ruang kelas kecil di Werang, negara sedang menanam benih masa depan Flores.»(rel)
-
HUMANIORA8 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA7 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUKRIM6 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA5 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
OPINI7 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA10 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
