Connect with us

HUMANIORA

Jelang HPN 2026, PAWE Ziarahi Makam Wartawan Senior: Merawat Ingatan dan Etika Pers di Ende

Fidel Dari: “Kami berharap semangat, integritas, dan nilai-nilai yang mereka wariskan terus hidup dan menjadi teladan bagi wartawan muda di Ende.”

Published

on

Persatuan Wartawan Ende (PAWE) melakukan silaturahmi dan ziarah ke keluarga dan makam para wartawan senior: almarhum Beni Hendrik, mantan wartawan EXpo NTT di Jalan Rambutan Lorong Yasbin; almarhum Marsel Amite Feni, mantan wartawan Metro TV di Jalan Nangka; almarhum Philipus Suri, mantan wartawan Flores Pos di Lorong Ganyo; almarhum Damianus Manans, mantan wartawan Bhayangkara Utama di Jalan Flores; serta almarhum Heribertus Epu, mantan wartawan RRI di kawasan BTN. FOTO: GARDAFLORES/ELTON

Ende, GardaFlores – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menggelar silaturahmi ke keluarga wartawan senior yang telah wafat, dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di pusara para jurnalis pendahulu, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda komitmen insan pers Ende dalam merawat sejarah, etika, dan nilai dasar jurnalistik.

Silaturahmi dan ziarah tersebut dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para wartawan senior yang telah mendedikasikan hidupnya bagi dunia pers, baik di Kabupaten Ende maupun Flores secara luas.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh Tedja Rango dengan Frid Siga sebagai Ketua Panitia. Turut hadir Ketua PAWE Dedy Wolo, Sekretaris Panitia Fidel Dari, panitia pelaksana, Om Pius, Om Alex, serta para wartawan yang tergabung dalam PAWE.

Rangkaian kegiatan diawali dengan titik kumpul di Warkop Mama Wulan, Jalan Eltari, Ende, pukul 09.00 WITA. Setelah doa bersama, rombongan wartawan bergerak mengunjungi keluarga para almarhum wartawan senior secara berurutan.

Adapun keluarga wartawan senior yang disilaturahmi meliputi keluarga almarhum Beni Hendrik, mantan wartawan EXpo NTT di Jalan Rambutan Lorong Yasbin; almarhum Marsel Amite Feni, mantan wartawan Metro TV di Jalan Nangka; almarhum Philipus Suri, mantan wartawan Flores Pos di Lorong Ganyo; almarhum Damianus Manans, mantan wartawan Bhayangkara Utama di Jalan Flores; serta almarhum Heribertus Epu, mantan wartawan RRI di kawasan BTN.

Jelang Hari Pers Nasional, PAWE Ende Turun ke Rumah Warga Miskin, Pers Hadir dengan Empati dan Aksi Nyata

Selain bersilaturahmi, rombongan PAWE juga melakukan ziarah dan doa bersama di pusara para wartawan senior. Momentum ini dipandang sebagai refleksi atas peran para jurnalis pendahulu dalam mengawal informasi publik dan membangun tradisi pers yang berintegritas di Ende.

Ketua Panitia Frid Siga melalui Sekretaris Panitia Fidel Dari menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya merawat memori kolektif insan pers.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada para senior yang telah lebih dulu mengabdikan diri di dunia jurnalistik. Kami berharap semangat, integritas, dan nilai-nilai yang mereka wariskan terus hidup dan menjadi teladan bagi wartawan muda di Ende,” ujar Fidel Dari.

Pihak keluarga almarhum wartawan senior menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas perhatian serta kepedulian PAWE. Mereka berharap silaturahmi seperti ini terus dijaga dan dikembangkan sebagai tradisi pers di Ende.

Melalui kegiatan tersebut, PAWE menegaskan komitmennya untuk menjaga solidaritas, nilai kemanusiaan, serta penghormatan terhadap sejarah pers, sekaligus mengingatkan bahwa jurnalisme tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari perjuangan panjang para pendahulu.»(elt)

HUMANIORA

Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.

Published

on

Serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.

Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.

Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Bupati Ngada Dorong Intervensi Kolektif Cegah Kekerasan Anak, Buka Pelatihan di Jerebuu

Dampak kekerasan terhadap anak dapat bersifat jangka panjang, jadi perlu pencegahan dini dan sistematis.

Published

on

Raymundus Bena: “Orang tua menjadi garda terdepan, namun tumbuh kembang anak memerlukan dukungan semua pihak, termasuk keluarga, guru, dan pemerintah.” FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Bupati Ngada Raymundus Bena membuka pelatihan pendampingan anak serta pencegahan kekerasan dan perilaku menyakiti diri sendiri di Kecamatan Jerebuu, Rabu (22/4/2026), sebagai langkah penguatan kapasitas masyarakat dalam merespons isu kekerasan terhadap anak dan perempuan di tingkat lokal.

Kegiatan yang diprakarsai Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada itu digelar di Aula Paroki Paulo Gentium Apostolo Jerebuu dan melibatkan pengurus PKK, perangkat kecamatan dan desa, tenaga pendidik, serta tenaga kesehatan se-Kecamatan Jerebuu.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali risiko kekerasan, melakukan pendampingan anak, serta membangun mekanisme pencegahan berbasis komunitas. Pemerintah daerah menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari intervensi non-struktural di tengah masih munculnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah Ngada.

Pemkab Ngada Salurkan Bantuan Rp185 Juta untuk Gereja dan Dua Sekolah di Golewa Selatan

Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, menyatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam perlindungan anak.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memberikan edukasi kepada anak agar dapat mengenali dan melindungi dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlindungan anak tidak dapat bertumpu pada keluarga dan sekolah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan lingkungan sosial secara luas.

FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

Bupati Ngada Raymundus Bena dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak di seluruh lingkungan kehidupan.
“Orang tua menjadi garda terdepan, namun tumbuh kembang anak memerlukan dukungan semua pihak, termasuk keluarga, guru, dan pemerintah,” katanya.

Ia juga mengingatkan dampak kekerasan terhadap anak dapat bersifat jangka panjang, terutama pada aspek psikologis dan sosial, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dan secara sistematis.

Materi pelatihan mencakup pendampingan anak, deteksi dini kekerasan, serta pendekatan pencegahan perilaku menyakiti diri sendiri dengan melibatkan lintas profesi di tingkat kecamatan.

Kegiatan ini dijadwalkan berlanjut dalam beberapa sesi berikutnya dengan target perluasan jangkauan edukasi ke desa-desa di Kecamatan Jerebuu.»(gus)

Continue Reading

HUMANIORA

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Jenis pohon yang ditanam adalah jati emas dan mangga.

Published

on

Very Awales menyatakan peringatan Hari Bumi dimaksudkan untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, melakukan penanaman pohon di kawasan Pantai Nuba Nanga Bola Wolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Rabu (22/4/2026), dalam rangka peringatan Hari Bumi.

Kegiatan yang digagas Komunitas Jaring Sejahtera ini melibatkan komunitas lingkungan, pegiat literasi, dan masyarakat setempat. Jenis pohon yang ditanam meliputi jati emas dan mangga, yang diarahkan untuk mendukung penghijauan serta pemanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.

Very Awales menyatakan peringatan Hari Bumi dimaksudkan untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan,” ujarnya.

Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan rencana penyalaan 50 obor di kawasan tersebut pada malam hari sebagai bagian dari kampanye lingkungan.

Flores: Kedalaman yang Membentuk Peradaban—Dari Kelimutu hingga Pancasila

Ketua Asosiasi Desa Wisata (Asidewi), Yance Moa, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan memperkuat pengembangan Desa Tanaduen sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan konservasi.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Pantai Nuba Nanga Bola Wolon saat ini dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi dan konservasi oleh masyarakat setempat bersama komunitas.

Belum ada data resmi terkait luas area penghijauan maupun jumlah total pohon yang ditargetkan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penyalaan 50 obor pada malam hari di kawasan yang sama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bumi.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending