HUMANIORA
Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa
Pada hari ke-15 pascagempa, Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan tiga unit jamban kepada warga Dusun Boganatar dan Dusun Kringa, Kecamatan Talibura.
MAUMERE, GardaFlores — Memasuki hari ke-15 pascagempa bumi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (31/8/2026).
Lusia dan Emanuel didampingi Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka Tesa Nurak serta Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Talibura Martha Lewar.
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Bantuan diserahkan kepada warga Dusun Boganatar dan Dusun Kringa berupa beras, telur ayam, obat-obatan, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan.
Selain bantuan kebutuhan pokok, warga juga menerima tiga unit jamban untuk memenuhi kebutuhan sanitasi selama masa pemulihan pascagempa.
Penyaluran bantuan mencakup kebutuhan pangan, kesehatan, bayi, perempuan, dan sanitasi bagi warga di dua dusun terdampak gempa.»(rel)
HUMANIORA
Longsor Putus Akses Rokirole–Nitunglea, TNI-Polri Bersihkan Jalan Tanpa Alat Berat
Longsor menutup akses jalan Rokirole–Nitunglea di Pulau Palue dan menghambat distribusi bantuan. TNI-Polri membersihkan material secara manual tanpa alat berat.
MAUMERE, GardaFlores — Longsor menutup akses jalan penghubung Desa Rokirole dan Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (29/8/2026), sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.
Personel Polres Sikka bersama Kodim 1603/Sikka turun ke lokasi untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material tanah dan batu.
Tanpa menggunakan alat berat, personel TNI dan Polri membersihkan material longsor secara manual dengan peralatan yang tersedia.
Polri Salurkan Bantuan ke 177 KK Rumah Rusak Berat di Tiga Desa Palue
Setelah material dibersihkan, jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Namun, kondisi medan di titik longsor masih menyulitkan kendaraan yang melintas, termasuk kendaraan pembawa bantuan. Sejumlah personel turut membantu mendorong kendaraan agar dapat melewati jalur tersebut.
Akses jalan Rokirole–Nitunglea menjadi salah satu jalur yang dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pengiriman bantuan di Pulau Palue yang masih terdampak gempa Flores.
Warga dan pengguna jalan diminta tetap berhati-hati saat melintas karena kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih berpotensi mengalami pergerakan, terutama saat hujan.»(rel)
HUMANIORA
Polri Salurkan Bantuan ke 177 KK Rumah Rusak Berat di Tiga Desa Palue
Sebanyak 177 KK dengan rumah rusak berat akibat gempa menerima bantuan sembako, selimut, terpal, dan kebutuhan dasar dari Polri di tiga desa di Kecamatan Palue.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 177 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa bumi tektonik di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menerima bantuan sembako dan kebutuhan dasar dari Kepolisian Republik Indonesia, Sabtu (29/8/2026).
Bantuan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat gempa dan disalurkan ke tiga desa, yakni Tuanggeo, Ladolaka, dan Rokirole.
Di Desa Tuanggeo, bantuan diterima 63 KK. Sebanyak 74 KK menerima bantuan di Desa Ladolaka, sedangkan 40 KK lainnya berada di Desa Rokirole.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras, telur, minyak goreng, mi instan, air mineral, biskuit, susu, pop mie, sabun, selimut, terpal, dan popok bayi.
Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri
Polri menyalurkan masing-masing 50 karung beras untuk setiap desa. Selimut dan terpal turut didistribusikan bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan tempat tinggal akibat kerusakan rumah.
Penyaluran bantuan berlangsung sejak pukul 09.00 WITA di Kantor Desa Tuanggeo, Kantor Desa Ladolaka, dan Kantor Desa Rokirole.
Distribusi dilakukan bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue I Gusti Ngurah Putra, KBO Sat Samapta Polres Sikka, serta perangkat desa setempat.
Kegiatan penyaluran bantuan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA dalam kondisi aman dan lancar.»(rel)
HUMANIORA
Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan
Rapat koordinasi lintas unsur di Desa Reruwire membahas kebutuhan dasar warga, distribusi bantuan, akses transportasi, dan pendataan kerusakan pascagempa di Palue.
MAUMERE, GardaFlores — Kebutuhan logistik dasar dan keterbatasan akses transportasi menjadi persoalan utama yang dibahas dalam rapat koordinasi penanganan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (29/8/2026).
Rapat lintas unsur tersebut digelar di Pos Utama Desa Reruwire dan dihadiri Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Deny Riesta Permana, Sekda Kabupaten Sikka Femi Clara, Pasi Ops Kodim 1603/Sikka, Camat Palue Rudolfus Riba, para penjabat kepala desa se-Kecamatan Palue, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, Dandim 1603/Sikka memaparkan kondisi wilayah Palue pascagempa, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta rencana tindak lanjut.
Camat Palue Rudolfus Riba menyampaikan perkembangan kondisi masyarakat terdampak, kerusakan fasilitas dan infrastruktur, kebutuhan bantuan, serta kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri
Hasil koordinasi mencatat sebagian warga masih membutuhkan makanan, air bersih, terpal atau tenda, selimut, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses sulit.
Selain kebutuhan logistik, akses transportasi di Pulau Palue menjadi perhatian dalam penanganan pascagempa. Kondisi jalan dan ketersediaan sarana transportasi dinilai berpengaruh terhadap mobilisasi personel dan pengiriman bantuan kepada warga terdampak.
BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi
Rapat juga membahas pendataan lanjutan terhadap rumah warga, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur lain yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan dan rehabilitasi.
Seluruh unsur yang terlibat diminta tetap berkoordinasi dan siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas serta melaporkan kondisi darurat dan kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing.
Rapat koordinasi berakhir sekitar pukul 15.45 WITA.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
