HUMANIORA
Remaja 14 Tahun yang Hilang di Rubit Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Korban adalah siswi kelas VIII SMP MBC Ohe, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.
Maumere, GardaFlores – Setelah empat hari dinyatakan hilang, seorang remaja putri berinisial STN (14), warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia pada Senin (23/2/2026) sore.
Korban yang merupakan siswi kelas VIII SMP MBC Ohe itu ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA di kawasan Napun Koja Gelo, Dusun Woloklereng, Desa Rubit. Lokasi penemuan berada di area kali yang terpencil dan berjarak kurang lebih empat kilometer dari rumah korban di Dusun Romanduru.
Medan yang terjal dan tidak dapat dilalui kendaraan membuat proses evakuasi berlangsung sulit. Warga bersama Tim Inafis Polres Sikka harus memikul jenazah korban menggunakan bambu secara bergantian untuk mencapai kendaraan yang terparkir di titik terdekat.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno melalui Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyatakan tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah untuk kepentingan autopsi.
“Tim Inafis sudah melakukan identifikasi awal di TKP. Jenazah telah dibawa untuk keperluan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere. Pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi mengenai dugaan penyebab kematian.
Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat korban dilaporkan hilang sejak Jumat (20/2/2026). Warga berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara jelas.»(rel)
HUMANIORA
Pascagempa Flores, RSUD Late Bajawa Aktifkan Poli Orthopaedi dan Traumatologi
RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat, termasuk warga yang masih membutuhkan penanganan kesehatan setelah gempa Flores 15 Agustus 2026.
NGADA, GardaFlores — RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan tulang dan cedera, termasuk warga terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.
Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Aty Watungadha, menyambut dibukanya layanan tersebut. Ia mengatakan keberadaan Poli Orthopaedi dan Traumatologi membantu masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan setelah gempa.
“Kami merasa bersyukur karena RSUD Late Bajawa sudah aktif dengan pelayanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi. Layanan ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang terdampak gempa 15 Agustus dan sampai sekarang masih membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Aty.
Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa
Menurut Aty, pemulihan warga pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah dan infrastruktur, tetapi juga penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
“Pemulihan pascagempa bukan hanya memperbaiki rumah dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” katanya.
Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa
Ia berharap layanan Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Late Bajawa dapat terus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Ini merupakan langkah yang baik. Kita berharap pelayanan di RSUD Late Bajawa semakin lengkap dan berkualitas sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya setelah gempa, dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.»(rel)
HUMANIORA
Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa
Fista Sambuari Kago mengunjungi tiga puskesmas di Kabupaten Sikka dan menyerahkan bantuan kepada tenaga kesehatan yang tetap melayani masyarakat pascagempa.
MAUMERE, GardaFlores — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, mengunjungi tiga puskesmas di Kabupaten Sikka dan menyerahkan bantuan kepada tenaga kesehatan yang tetap bertugas melayani masyarakat pascagempa, Selasa (1/9/2026).
Tiga puskesmas yang dikunjungi yakni Puskesmas Waipare, Puskesmas Waigete, dan Puskesmas Nita.
Dalam kunjungan itu, Fista menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan di tengah situasi pascagempa.
Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu tenaga kesehatan yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi. Dalam situasi bencana seperti ini, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. Tetap semangat dan terus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Fista.
Menurut Fista, tenaga kesehatan menghadapi tuntutan pelayanan yang tetap harus berjalan ketika masyarakat terdampak bencana membutuhkan pertolongan medis.

Ia meminta para tenaga kesehatan tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas.
“Jangan pernah lelah untuk melayani. Tetaplah memberikan pelayanan dengan hati, dengan penuh tanggung jawab, karena masyarakat sangat membutuhkan Bapak dan Ibu sekalian,” tegasnya.
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Selain menyerahkan bantuan, Fista juga mendengar langsung kondisi dan kebutuhan yang disampaikan para tenaga kesehatan di tiga puskesmas tersebut.
Fista, yang juga Ketua Dekranasda dan Bunda Literasi Kabupaten Sikka, meminta jajaran kesehatan saling mendukung dan menjaga komunikasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Semangat pengabdian harus tetap dijaga. Kita saling mendukung agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” katanya.»(rel)
HUMANIORA
Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa
Pada hari ke-15 pascagempa, Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan tiga unit jamban kepada warga Dusun Boganatar dan Dusun Kringa, Kecamatan Talibura.
MAUMERE, GardaFlores — Memasuki hari ke-15 pascagempa bumi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Lusia Adinda Lebu Raya bersama Emanuel Kolfidus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (31/8/2026).
Lusia dan Emanuel didampingi Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka Tesa Nurak serta Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Talibura Martha Lewar.
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Bantuan diserahkan kepada warga Dusun Boganatar dan Dusun Kringa berupa beras, telur ayam, obat-obatan, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan.
Selain bantuan kebutuhan pokok, warga juga menerima tiga unit jamban untuk memenuhi kebutuhan sanitasi selama masa pemulihan pascagempa.
Penyaluran bantuan mencakup kebutuhan pangan, kesehatan, bayi, perempuan, dan sanitasi bagi warga di dua dusun terdampak gempa.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Tangis di Tepi Kali Watuwogat: Remaja 14 Tahun yang Sempat Hilang Ditemukan Tak Bernyawa - Garda Flores %