PENKES
“Tidak Boleh Lagi Anak di Sikka Gagal Tumbuh Karena Kurang Gizi” — Wakil Bupati Tegaskan Komitmen Tekan Stunting
Pentingnya gerakan terpadu untuk mempercepat penurunan stunting.
Maumere, GardaFlores — “Tidak boleh lagi ada anak di Kabupaten Sikka yang gagal tumbuh hanya karena kurang gizi, kurang perhatian, atau kurang akses layanan dasar.”
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sikka Tahun 2025, Kamis (11/12/2025), di Sikka Convention Center (SCC) Maumere.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan atau BKKBN, tetapi menjadi tanggung jawab bersama lintas OPD, kecamatan, desa hingga keluarga.
Pemerintah Sikka Terima Dokter UGM, Publik Menunggu Bukti Nyata Perbaikan Layanan Kesehatan
“Stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi isu masa depan daerah. Anak-anak yang lahir dan tumbuh dengan kondisi stunting menghadapi risiko hambatan perkembangan kognitif, motorik, dan daya saing rendah di masa depan,” tegasnya.

Angka Stunting Sempat Turun, Kini Naik Lagi
Simon Subandi memaparkan bahwa berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting di Kabupaten Sikka sempat menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, 2023: 15,3%. Agustus 2025: 10,4%. Namun pada Oktober 2025, prevalensi kembali naik 4,2% menjadi 14,6%.
Kondisi ini, kata Wabup, menunjukkan masih banyak aspek yang harus diperbaiki, khususnya pada integrasi program lintas sektor.
Kerja Terpadu Jadi Kunci
Wabup menekankan pentingnya gerakan terpadu untuk mempercepat penurunan stunting.
“Tidak boleh ada OPD bekerja sendiri-sendiri. Semua program harus terintegrasi — intervensi spesifik sektor kesehatan hingga intervensi sensitif di sektor pendidikan, sosial, pertanian, perumahan, air minum, sanitasi, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, dan lainnya,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut: Anggota DPRD Sikka dari Partai NasDem, Vinsensius Johanes Roma, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, Para camat dan Perwakilan kampus, Serta undangan lainnya.»(rel)
PENKES
Polres Sikka Salurkan Bantuan Pendidikan ke Empat Sekolah di Maumere
Polres Sikka juga menyalurkan bantuan keuangan kepada siswa kurang mampu dan anak putus sekolah.
MAUMERE, GardaFlores — Kepolisian Resor (Polres) Sikka menyalurkan bantuan sosial di bidang pendidikan kepada empat sekolah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/4/2026). Bantuan diserahkan oleh Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., mewakili Kapolda NTT.
Penyaluran bantuan berlangsung di empat lokasi, yakni PAUD Aisyiyah Waturia di Kecamatan Magepanda, SMP Katolik Binawirawan Maumere di Kecamatan Alok, SMK Santo Gabriel Maumere di Kecamatan Alok Timur, dan SDK Waiara di Kecamatan Kewapante.
Bantuan yang diberikan mencakup perlengkapan belajar dan sarana penunjang pendidikan. Di PAUD Aisyiyah Waturia, bantuan meliputi lemari plastik, lemari rak, meja belajar, kursi plastik, tas sekolah, alat permainan edukatif berupa puzzle kayu, serta meja kayu. Sementara di SDK Waiara, bantuan berupa 40 pasang seragam sekolah dan alat tulis kantor (ATK).

FOTO: IST
Selain itu, Polres Sikka juga menyalurkan bantuan keuangan kepada siswa kurang mampu dan anak putus sekolah di SMP Katolik Binawirawan Maumere dan SMK Santo Gabriel Maumere.
Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan.
“Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, meningkatkan semangat siswa dan tenaga pendidik, serta membantu anak-anak yang kurang mampu agar tetap melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala PAUD Aisyiyah Waturia Marwiyah Nazarudin, Sekretaris Desa Waturia Rahmat Asikin, kepala sekolah dari masing-masing sekolah penerima bantuan, serta orang tua dan siswa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 19.00 WITA dalam kondisi aman dan tertib. Hingga saat ini, bantuan telah diterima oleh masing-masing sekolah dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.»(rel)
PENKES
Kasus Malaria Impor dari Papua Ancam Eliminasi di NTT
“Eliminasi malaria bukan hanya soal menurunkan angka kasus, tetapi memastikan tidak ada lagi penularan baru.”
MAUMERE, GardaFlores — Di tengah tren penurunan kasus malaria lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT), tenaga kesehatan mengingatkan peningkatan risiko kasus malaria impor dari luar daerah, terutama dari wilayah endemis tinggi seperti Papua. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kembali penularan di wilayah yang telah mendekati eliminasi.
Dokter Roy Boris, Senin (20/4/2026) di Maumere, menyatakan mobilitas penduduk menjadi faktor utama masuknya kasus impor ke daerah.
“Banyak pasien datang dengan keluhan demam setelah pulang dari Papua, tetapi tidak langsung curiga malaria. Padahal ini sangat berisiko jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Data global menunjukkan, hingga 2025 sebanyak 47 negara telah dinyatakan bebas malaria, sementara jumlah negara endemis menurun dari 108 pada tahun 2000 menjadi 80 negara. Namun, pada 2024 kasus malaria global tercatat sekitar 282 juta dengan 610.000 kematian.
Di Indonesia, estimasi kasus malaria pada 2024 mencapai 543.965 kasus, dengan sekitar 93 persen terkonsentrasi di Papua. Mobilitas penduduk dari wilayah tersebut berkontribusi terhadap munculnya kasus impor di daerah lain, termasuk NTT.
Atasi Kekurangan Dokter, Prabowo Akan Buka Kampus Kedokteran Gratis di Seluruh Indonesia
Di tingkat provinsi, sekitar 41 persen kabupaten/kota di NTT telah mencapai eliminasi malaria. Namun, Kabupaten Sumba Barat Daya masih berstatus endemis tinggi. Sementara itu, Kabupaten Sikka dan Flores Timur berada pada kategori endemis sedang hingga rendah.
Malaria merupakan penyakit akibat parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Gejala umumnya berupa demam dengan tiga fase, yakni menggigil, panas tinggi, dan berkeringat. Tanpa penanganan cepat, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.
Di RSUD TC Hillers Maumere, sejumlah kasus menunjukkan pola serupa. Pasien yang baru kembali dari wilayah seperti Timika datang dengan keluhan demam yang awalnya dianggap kelelahan. Setelah pemeriksaan medis, pasien dinyatakan positif malaria. Sebagian di antaranya sempat mengonsumsi obat penurun panas tanpa diagnosis.
Tenaga kesehatan menilai kondisi ini mencerminkan rendahnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko malaria impor, terutama terkait riwayat perjalanan ke daerah endemis.
Pemkab Sikka Terima 12 Dokter Internsip, Perkuat Layanan Kesehatan hingga 2027
Peringatan Hari Malaria Sedunia setiap 25 April menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik. Tahun ini, tema global yang diusung adalah “Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must.”
Untuk mencegah penularan lebih lanjut, tenaga kesehatan mendorong masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam setelah bepergian, serta memperkuat edukasi dan sistem surveilans melalui program 1-2-5—penemuan kasus dalam satu hari, investigasi dua hari, dan respons dalam lima hari.
“Eliminasi malaria bukan hanya soal menurunkan angka kasus, tetapi memastikan tidak ada lagi penularan baru,” tegas dr. Roy.
Hingga saat ini, kewaspadaan terhadap kasus impor terus ditingkatkan oleh tenaga kesehatan di daerah, seiring upaya mempertahankan capaian eliminasi malaria di NTT dan mencegah munculnya kembali penularan lokal.»(rel)
PENKES
Gubernur NTT Tinjau Program Bahasa Jepang di STIKes Maumere, Dorong Lulusan Siap Kerja Luar Negeri
Program bahasa Jepang telah menjadi bagian dari kurikulum STIKes St. Elisabeth.
MAUMERE, GardaFlores — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau program pembelajaran bahasa Jepang di STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Jumat (17/4/2026), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses kerja ke luar negeri.
Kunjungan berlangsung setelah Gubernur tiba di Bandara Frans Seda sekitar pukul 16.00 WITA dan disambut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Agenda dilanjutkan dengan peninjauan langsung proses pembelajaran di kampus.
Program bahasa Jepang telah menjadi bagian dari kurikulum STIKes St. Elisabeth, terutama untuk mendukung kesiapan lulusan bidang kesehatan yang memiliki peluang kerja di luar negeri, termasuk Jepang.
Pengelolaan Sampah Sikka Baru 25 Persen, Bupati Ajukan Dukungan TPS 3R ke Menteri LH
Perwakilan rektor, Mediatrix Santi Gaharpung, menyampaikan saat ini kampus memiliki 643 mahasiswa dari tiga program studi, yakni D3 Keperawatan, Sarjana Fisioterapi, dan Sarjana Informatika Medis. Selain bahasa Jepang, mahasiswa juga dibekali bahasa Inggris dan Jerman.
“Kami bekerja sama dengan LPK Wusubu. Hingga saat ini, 28 lulusan telah bekerja di Jepang,” ujarnya.
Pihak kampus juga menyampaikan tengah melakukan pengembangan fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyatakan program beasiswa daerah ke depan akan difokuskan bagi keluarga miskin ekstrem. FOTO: IST
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyatakan pemerintah menyiapkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon pekerja migran untuk mendukung pelatihan, kursus bahasa, hingga kebutuhan keberangkatan.
Ia mendorong lembaga pelatihan untuk memfasilitasi akses pembiayaan tersebut agar penempatan tenaga kerja ke luar negeri dilakukan secara legal dan berbasis kompetensi.
Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyatakan program beasiswa daerah ke depan akan difokuskan bagi keluarga miskin ekstrem. Pemerintah daerah meminta pihak kampus mendata mahasiswa dari kelompok ekonomi tersebut sebagai dasar penyaluran bantuan.
Kegiatan ini dihadiri pimpinan perangkat daerah serta civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere.
Program pembelajaran bahasa asing dan dukungan pembiayaan bagi calon pekerja migran akan ditindaklanjuti melalui kerja sama pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan institusi pendidikan untuk meningkatkan penempatan tenaga kerja NTT ke luar negeri.»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA7 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
-
OPINI9 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
