HUMANIORA
Tujuhbelasan Makin Dekat, Kapan Mulai Pasang Bendera di Depan Rumah?
Maumere, gardaflores.com – Perayaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun 2024 sudah dekat. Kapan mulai pasang bendera merah-putih di depan rumah?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sudah menerbitkan Surat Edaran No. B-04/M/S/TU.00.03/07/2024. Melalui Surat Edaran (SE) ini, Pratikno menghimbau agar pemasangan bendera merah-putih dilakukan selama 1 (satu) bulan mulai dari tanggal 1 hingga 31 Agustus 2024.
SE yang terbit pada 2 Juli 2024 ini ditujukan kepada para pimpinan negara hingga bupati dan walikota di seluruh Indonesia.
Selain untuk pemasangan bendera, Mensesneg juga menghimbau agar dilakukan pemasangan dekorasi, umbul-umbul, poster, baliho, spanduk atau hiasan lainnya di lingkungan secara serentak pada kesempatan pertama.
Surat Edaran itu, menjadi semacam “surat sakti” bagi para pedagang untuk menjual bendera, umbul-umbul, spanduk dan lain-lain.
Pantauan gardaflores.com, Jumat (2/7/2024), sedikitnya 10 pedagang yang berjualan di Taman Kota Maumere.
Yuli, seorang pedagang yang ditemui di Taman Kota Maumere mengatakan, ukuran bendera yang dijualnya bervariasi. Untuk pemasangan di halaman rumah, ada dua jenis yakni ukuran 80 cm x 120 cm yang dipatok seharga Rp 50.000 dan ukuran 70 cm x 110 cm seharga Rp 35.000.
Sementara pedagang lainnya, Siti mengatakan, ia menyediakan bendera ukuran 80 cm x 120 cm untuk dipasang di rumah dan ukuran yang lebih besar 100 cm x 150 cm untuk keperluan di kantor-kantor. “Harga bendera dan umbul-umbul yang ditawarkan para pedagang di Taman Kota ini tidak banyak berbeda, karena hampir semuanya didatangkan dari Bandung,” katanya.
Dalam Surat Edaran yang diteken Mensesneg Pratikno itu memang tidak menyebutkan ukuran bendera yang boleh dipasang warga di halaman rumahnya.
Hal itu sudah diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Nona Yuli seorang pedagang bendera di Parkir Utara Taman Kota Maumere.
Pada pasal 4 ayat (1) UU No. 24/2009 disebutkan, bendera merah-putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjang. Bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih. Kedua bagian memiliki ukuran yang sama.
Selanjutnya, pasal 4 ayat (2) menyebutkan, bendera negara dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.
Pasal 4 ayat (3) menyebutkan, bendera negara dibuat dengan ketentuan ukuran:
- 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan Istana Kepresidenan.
- 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum.
- 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan.
- 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil presiden dan wapres.
- 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara.
- 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum.
- 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal laut.
- 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api.
- 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara.
- 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.
Pasal 4 ayat (4) mengatur keperluan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Bahan yang digunakan pun bisa berbeda dengan ketentuan ayat (2). Demikian pula soal ukuran bendera bisa berbeda dengan ketentuan ayat (3).
Dengan demikian, ukuran bendera merah-putih untuk dipasang di depan rumah, atau mobil dan sepeda motor pribadi bisa bervariasi. Tergantung ketersediaan bendera atau kemampuan warga untuk membeli.»(fer)
HUMANIORA
140 Warga Terdampak Gempa Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis di Wailiti
Hari kedua pelayanan kesehatan gratis di Wailiti, Sikka, melayani 140 warga terdampak gempa dari berbagai kelompok usia.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 140 warga terdampak gempa bumi memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di Kelurahan Wailiti, Kabupaten Sikka, Rabu (26/8/2026).
Layanan tersebut merupakan hari kedua pelayanan kesehatan yang dibuka Tim Kesehatan PDI Perjuangan bagi masyarakat terdampak gempa.
Warga yang datang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari lansia, orang dewasa, anak-anak hingga balita.
Pelayanan berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WITA. Pemeriksaan dan pengobatan diberikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan.
Astra Salurkan 30 Paket Sembako untuk Wartawan Sikka Terdampak Pascagempa
Pelayanan dipimpin dr. Ananta dan dr. Joanna, didampingi pengurus PDI Perjuangan Emanuel Kolfidus dan Alfonsus Ambrosius serta Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Yansen Seda.
Layanan tersebut diberikan di tengah kondisi pascagempa yang masih membatasi akses sebagian warga terhadap pelayanan kesehatan.
Dengan jumlah 140 warga yang dilayani pada hari kedua, kebutuhan pemeriksaan kesehatan di wilayah terdampak masih terlihat. Kelompok lansia, anak-anak dan balita menjadi bagian dari warga yang memanfaatkan layanan tersebut.»(rel)
HUMANIORA
Astra Salurkan 30 Paket Sembako untuk Wartawan Sikka Terdampak Pascagempa
Astra Group menyalurkan 30 paket sembako kepada wartawan AWAS di Sikka. Bantuan diberikan melalui program Nurani Astra Berbagi setelah gempa Flores.
MAUMERE, GardaFlores — Astra Group menyalurkan 30 paket sembako kepada wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Rabu (26/8/2026), di tengah aktivitas jurnalistik yang tetap berjalan setelah gempa bumi Flores.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Divisi Environmental and Social Responsibility (ESR) Astra Korporasi dalam program kemanusiaan Nurani Astra Berbagi (Astra SOS).
Fasilitator Desa Sejahtera Astra Group, Vonny Francis, mengatakan wartawan selama ini menjadi mitra strategis Astra dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program perusahaan kepada masyarakat.
Namun, menurut Vonny, fungsi pers tidak terbatas pada publikasi kegiatan. Wartawan juga berperan dalam edukasi masyarakat dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.
BPBD Ngada Satu Pintu Salurkan Bantuan Gempa, Warga Minta Data Penerima Dibuka
“Kehadiran wartawan sering sekali membantu kami untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan paling utama adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dan sekaligus menjadi bagian dari mata masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja kami,” ujar Vonny.
Dalam situasi pascagempa, fungsi tersebut menjadi semakin penting karena kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat meningkat. Wartawan tetap melakukan peliputan dari lokasi pengungsian, memantau penyaluran bantuan dan mengonfirmasi informasi terkait penanganan bencana.
Selain bantuan untuk wartawan, Astra Group juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka.
Bantuan disalurkan ke Desa Gera, Kecamatan Mego, dan diterima Kepala Desa Gera, Oris Raga. Bantuan juga diberikan kepada penghuni rumah jompo di Wairklau, Susteran Dymphna, serta masyarakat di Bloro, Kecamatan Nita.
168 Warga Terdampak Gempa Kangae Mendapat Pengobatan hingga Malam
Vonny turut mengantarkan bantuan ke sejumlah lokasi tersebut.
Di tengah penanganan bencana, keberadaan pers menjadi bagian dari mekanisme informasi dan kontrol publik. Peliputan mengenai kondisi pengungsi, distribusi bantuan, pendataan korban serta proses pemulihan memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan penanganan sekaligus mengawasi pelaksanaannya.
Bagi wartawan Sikka, aktivitas tersebut berlangsung ketika sebagian masyarakat masih berada dalam kondisi rentan pascagempa.
Bantuan Astra kepada AWAS menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan, sementara kerja jurnalistik tetap menempatkan verifikasi informasi, kepentingan publik dan pengawasan sebagai bagian dari tugas pers.»(rel)
HUMANIORA
BPBD Ngada Satu Pintu Salurkan Bantuan Gempa, Warga Minta Data Penerima Dibuka
BPBD Ngada menerapkan sistem satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa. Warga meminta data penerima dan distribusi logistik dibuka secara transparan.
BAJAWA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menerapkan mekanisme satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa bumi dengan memusatkan logistik dari BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada.
Kepala Pelaksana BPBD Ngada, Emanuel Kora mengatakan mekanisme tersebut diterapkan agar distribusi bantuan dapat dikendalikan dan diarahkan kepada warga berdasarkan kebutuhan serta tingkat kerusakan rumah.
“Semua masuk ke kami dulu. Tujuannya satu, pendistribusian satu arah supaya tepat sasaran,” kata Emanuel, Selasa (26/8/2026).
Logistik yang diterima BPBD antara lain beras, makanan instan, tenda darurat, spon tidur, tikar, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.
Pasien Penyakit Kronis Berisiko Terabaikan dalam Penanganan Gempa Flores
Untuk menjangkau wilayah terdampak hingga pelosok, BPBD menggandeng pemilik kendaraan truk. Penentuan penerima dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan rumah.
Mekanisme tersebut mendapat perhatian warga yang meminta pengelolaan bantuan dilakukan secara terbuka, terutama dalam pendataan dan penentuan penerima.
Goris, warga Bajawa Utara, mengatakan pembagian bantuan sebelumnya pernah dinilai tidak merata dan sempat memicu perselisihan antarwarga.
“Kami mohon semua logistik dikontrol dengan baik dan transparan. Pemerintah harus mendata dengan baik, membaginya dengan benar, terbuka dan merata,” ujarnya.
Pengungsi Watuliwung Masih Bertahan, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar
Goris juga meminta bantuan bencana tidak digunakan untuk kepentingan politik.
“Karena ada juga yang memanfaatkan bantuan logistik ini untuk kampanye pencalonan kepala desa,” katanya.
Sementara itu, Dominikus, warga Desa Uluwae, mengatakan bantuan beras, tikar dan spon tidur membantu keluarganya selama berada dalam kondisi terdampak gempa.
“Akhirnya bisa tidur nyenyak. Selama ini kami hanya beralaskan daun,” katanya.
Menurut Dominikus, bantuan pangan berupa sayur dan buah juga membantu warga memenuhi kebutuhan selama aktivitas pertanian terganggu akibat gempa.
Dampak bencana juga dirasakan dari sisi ekonomi. Warga yang kehilangan produktivitas tetap menghadapi kewajiban membayar cicilan koperasi maupun bank.
“Kami mohon kepada Bapak Presiden agar membantu meringankan beban kami, karena dengan musibah ini kami menjadi tidak produktif untuk mencari uang membayar cicilan koperasi dan bank,” pintanya.
Hingga Selasa (26/8/2026), penyaluran bantuan darurat BNPB untuk wilayah Flores terdampak gempa masih berlangsung. Bantuan meliputi kebutuhan pangan, tenda, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.
Pemkab Ngada menyatakan data penerima bantuan akan diumumkan secara terbuka di tingkat desa dan kecamatan setelah proses verifikasi selesai.
Dengan demikian, mekanisme satu pintu bukan hanya soal memusatkan logistik, tetapi juga memastikan setiap bantuan tercatat, penerima terverifikasi dan distribusinya dapat dipantau masyarakat.»(tim/rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
