Connect with us

POLITIK

Kadis Kominfo Sikka Paparkan Program Prioritas: Literasi Digital, Persandian hingga Sikka Satu Data

Saat ini, Dinas Kominfo memiliki empat bidang utama, yakni Opini Publik, Persandian, Pelayanan dan Infrastruktur TIK, serta Statistik.

Published

on

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Even Edomeko: Fokus utama diarahkan pada penguatan literasi digital, persandian, pengembangan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hingga penyediaan data terintegrasi melalui program Sikka Satu Data. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

Maumere, GardaFlores — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sikka, Even Edomeko, memaparkan peran, tugas, serta sejumlah program prioritas Dinas Kominfo ke depan. Fokus utama diarahkan pada penguatan literasi digital, persandian, pengembangan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), hingga penyediaan data terintegrasi melalui program Sikka Satu Data.

Hal tersebut disampaikan Even Edomeko pada Senin (19/1/2026) di Maumere.

Even menjelaskan, Dinas Kominfo Kabupaten Sikka menjalankan tugas dan fungsi sesuai Peraturan Bupati tentang organisasi perangkat daerah dan tugas pokok fungsi dinas. Saat ini, Dinas Kominfo memiliki empat bidang utama, yakni Opini Publik, Persandian, Pelayanan dan Infrastruktur TIK, serta Statistik.

Pada bidang opini publik, Dinas Kominfo memikul tanggung jawab besar dalam membangun serta meningkatkan literasi digital masyarakat. Menurut Even, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah derasnya arus informasi di media sosial, termasuk penyebaran hoaks dan aktivitas akun palsu.

“Di era media sosial, mengendalikan opini publik bukan perkara mudah. Karena itu, kami wajib memahami dinamika opini publik setiap hari dan berupaya mengelolanya secara bijak,” ujar Even.

Untuk mendukung tugas tersebut, Dinas Kominfo bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dengan mengirimkan staf mengikuti pelatihan sebagai administrator media digital. Pelatihan ini bertujuan agar aparatur mampu menangani konten negatif, termasuk melakukan take down terhadap akun yang dinilai meresahkan.

Ketua DPRD Sikka Desak Pemkab Percepat Koordinasi Program Sekolah Rakyat

Ke depan, Dinas Kominfo juga berencana menyiapkan sumber daya manusia muda yang kompeten agar lalu lintas media sosial di Kabupaten Sikka tetap beretika, berbudaya, dan ilmiah, serta bebas dari hoaks dan ujaran kebencian. Even menyebutkan, pelatihan tersebut direncanakan berlangsung di Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Intelijen Nasional (BIN) pada Juli 2026.

Selain itu, Even menegaskan bahwa fungsi kehumasan pemerintah daerah kini berada di bawah Dinas Kominfo, bukan lagi pada bagian protokol. Protokol bertugas mengelola agenda dan kegiatan resmi kepala daerah, sementara Kominfo bertanggung jawab pada urusan kehumasan dan hubungan dengan media massa.

“Kami akan mempererat kerja sama dengan media arus utama. Pemerintah tetap membutuhkan kritik agar tidak salah arah, tetapi relasi harus dijaga secara profesional dan harmonis,” katanya.

Pada bidang persandian, Dinas Kominfo bertugas menangani sistem elektronik di setiap perangkat daerah serta mendukung implementasi aplikasi Srikandi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Program ini mendukung terwujudnya pemerintahan digital, termasuk penerapan tanda tangan elektronik dalam surat-menyurat pemerintahan.

Bidang persandian juga menjalin kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam pengiriman sumber daya manusia untuk pelatihan. Even menyebutkan, pengiriman akan dilakukan secara bertahap guna menjaga keamanan dan kesehatan lalu lintas data di ruang digital.

Prabowo Naikkan Dana Riset Jadi Rp12 Triliun, Perguruan Tinggi Diminta Kawal Swasembada dan Hilirisasi

Sementara itu, pada bidang pelayanan dan infrastruktur TIK, Dinas Kominfo berupaya mendukung desa-desa yang ingin berkembang menjadi desa digital. Even mengakui masih terdapat kendala jaringan di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Tanawawo, Mapitara, pedalaman Kecamatan Doreng, dan Kecamatan Talibura.

Menurutnya, keterbatasan sinyal bukan semata-mata disebabkan kurangnya menara telekomunikasi, tetapi juga dipengaruhi kondisi topografi Kabupaten Sikka yang bergunung dan berbukit sehingga masih terdapat daerah blank spot. Untuk itu, Dinas Kominfo akan melakukan pemetaan dan melaporkan hasilnya kepada bupati guna menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, seperti Telkom.

Di bidang ini pula, Dinas Kominfo bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan website resmi pemerintah daerah yang saat ini dinilai belum dikenal luas oleh masyarakat.

Adapun bidang statistik memiliki peran strategis dalam pengolahan data melalui sistem Ewalidata yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Data tersebut mendukung kebijakan Satu Data Indonesia, yang di tingkat daerah diwujudkan melalui program Sikka Satu Data.

“Data ini kami kelola bersama Badan Pusat Statistik dan Bappeda, dan nantinya akan terhubung dengan seluruh kecamatan serta perangkat daerah,” jelas Even.

Ia menambahkan, Dinas Kominfo juga berkomitmen mendukung program nasional literasi dan kesadaran digital, termasuk melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mendampingi peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas.

“Literasi digital berarti anak-anak kita menjadi pintar dalam menggunakan gawai, bukan sekadar memiliki alat yang pintar,” tutupnya.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Salam Literasi! Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan Desa - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Pemkab Sikka Mulai Penataan Eks HGU Nangahale, Pemerintah Siapkan Redistribusi Tanah dan Penertiban Kawasan

Pemerintah pusat dan daerah kini menyiapkan: validasi data penerima redistribusi tanah, pemetaan kawasan prioritas reforma agraria.

Published

on

“Apa yang dilakukan di Nangahale hari ini merupakan bagian dari kehadiran negara untuk memastikan masyarakat memperoleh kepastian hukum atas tanah yang ditempati.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL, PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mulai mempercepat penataan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale melalui skema reforma agraria yang disiapkan bersama pemerintah pusat. Program tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian hukum pertanahan, mengurangi konflik agraria, sekaligus menata kembali penguasaan lahan di kawasan Nangahale, Kecamatan Talibura.

Langkah itu diperkenalkan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat membuka sosialisasi penyelesaian tanah eks HGU PT Perkebunan Kelapa Diag di Aula Paroki Watubaing, Kamis (4/6/2026).

Forum tersebut menghadirkan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Bank Tanah, Kantor Wilayah BPN NTT, serta masyarakat calon penerima redistribusi tanah.

“Apa yang dilakukan di Nangahale hari ini merupakan bagian dari kehadiran negara untuk memastikan masyarakat memperoleh kepastian hukum atas tanah yang ditempati,” kata Juventus dalam sambutannya.

Pemerintah mulai menyosialisasikan skema redistribusi lahan melalui pemberian hak atas tanah dengan jangka waktu tertentu pada sebagian kawasan eks HGU Nangahale. Skema itu menjadi bagian dari program reforma agraria nasional yang saat ini memasuki tahapan penataan subjek dan objek tanah.

Yusuf Lewor Goban Minta Tata Kelola Musyawarah Nangahale Dibenahi

Pemkab Sikka menilai penyelesaian konflik agraria Nangahale tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan administratif, tetapi harus disertai kepastian hukum, komunikasi publik yang terbuka, serta pelaksanaan yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Bupati Sikka juga menegaskan bahwa status HGU PT Krisrama masih memiliki dasar hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, masyarakat yang masih menempati kawasan HGU diminta menghormati proses hukum dan menyelesaikan persoalan melalui jalur yang tersedia.

“Masyarakat diharapkan mengedepankan dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum agar penyelesaian berjalan damai dan tidak menimbulkan konflik baru,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap konflik agraria Nangahale yang selama bertahun-tahun melibatkan klaim masyarakat atas lahan yang berada dalam kawasan HGU. Persoalan tersebut beberapa kali memicu ketegangan sosial, aksi protes warga, hingga proses hukum yang saat ini masih berjalan.

Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan seluruh tahapan penyelesaian akan dilakukan bersama pemerintah pusat dan aparat pertanahan, termasuk pendataan warga, verifikasi penguasaan lahan, pemetaan kawasan, hingga penyusunan mekanisme redistribusi tanah.

Selain menyiapkan redistribusi lahan, pemerintah juga mulai menekankan penertiban kawasan HGU yang masih memiliki legalitas aktif. Pemkab menegaskan setiap proses penyelesaian harus berjalan sesuai ketentuan hukum agar tidak menimbulkan sengketa baru di kemudian hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, unsur Forkopimda, jajaran ATR/BPN pusat dan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari kawasan Nangahale dan sekitarnya.

Pemerintah pusat dan daerah kini menyiapkan tahapan lanjutan berupa validasi data penerima redistribusi tanah, pemetaan kawasan prioritas reforma agraria, serta penyusunan skema legalisasi lahan yang ditargetkan menjadi dasar penyelesaian konflik agraria di Nangahale secara bertahap.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

GMNI Sikka Beri Tenggat Polisi, Desak Penetapan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak yang Mandek Tiga Tahun

Keluarga korban sudah beberapa kali mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka.

Published

on

“Kami meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian terkait perkembangan perkara ini. Kasus yang menyangkut perlindungan anak seharusnya menjadi prioritas penanganan.” FOTO: DOKPRI

MAUMERE, GardaFlores — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka mendesak Polres Sikka segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan persetubuhan terhadap anak yang dilaporkan sejak Desember 2022 namun belum menunjukkan kepastian hukum hingga pertengahan 2026.

Desakan itu disampaikan GMNI setelah keluarga korban menilai penanganan perkara berjalan lamban dan minim informasi perkembangan penyidikan. Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Sikka melalui Laporan Polisi Nomor LP/315/XII/2022/SPKT/RES SIKKA/POLDA NTT tertanggal 17 Desember 2022.

Ketua GMNI Cabang Sikka mengatakan keterlambatan penanganan perkara selama hampir tiga tahun memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas proses penegakan hukum, terutama karena korban masih berusia anak saat peristiwa dilaporkan.

“Kami meminta aparat penegak hukum memberikan kepastian terkait perkembangan perkara ini. Kasus yang menyangkut perlindungan anak seharusnya menjadi prioritas penanganan,” ujarnya di Maumere, Kamis (4/6/2026).

Menurut GMNI, lambannya proses hukum berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum apabila tidak disertai penjelasan terbuka kepada publik maupun keluarga korban.

Organisasi mahasiswa tersebut juga menyoroti informasi mengenai pengamanan terduga pelaku yang disebut baru dilakukan setelah adanya desakan dari keluarga korban dan sejumlah elemen masyarakat sipil.

Herman Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Keponakannya ke Polres Sikka

GMNI meminta Polres Sikka menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara transparan, termasuk status penyidikan, alat bukti, dan tahapan hukum yang sedang berjalan.

“Kami tidak ingin muncul spekulasi liar di tengah masyarakat akibat minimnya informasi resmi. Yang dibutuhkan saat ini adalah transparansi dan kepastian hukum,” kata perwakilan GMNI Sikka.

Dalam pernyataannya, GMNI menyampaikan empat tuntutan kepada kepolisian. Pertama, segera menetapkan tersangka apabila unsur pembuktian telah terpenuhi sesuai ketentuan hukum. Kedua, mempercepat proses penyidikan hingga tahap pelimpahan perkara ke kejaksaan. Ketiga, memastikan perlindungan hukum dan pemulihan bagi korban serta keluarganya. Keempat, membuka perkembangan penanganan perkara secara berkala kepada publik.

GMNI Sikka juga memberikan tenggat waktu satu minggu kepada kepolisian untuk menunjukkan perkembangan konkret dalam penanganan kasus tersebut. Jika tidak ada perkembangan signifikan, organisasi itu menyatakan akan mengonsolidasikan aksi demonstrasi bersama keluarga korban sebagai bentuk tekanan moral terhadap aparat penegak hukum.

Kasus ini sebelumnya mendapat perhatian publik karena disebut telah berjalan hampir tiga tahun sejak laporan diterima kepolisian. Keluarga korban beberapa kali mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka untuk meminta kejelasan perkembangan perkara.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Sikka belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan GMNI maupun perkembangan terbaru status hukum perkara tersebut. Proses penyidikan disebut masih berjalan.»(rel)

Continue Reading

POLITIK

KPU Sikka Mulai Pemutakhiran Data Parpol, Perkuat Validitas SIPOL Menuju Pemilu 2029

Partai politik agar aktif berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu guna mencegah munculnya persoalan administrasi.

Published

on

Ketua KPU Kabupaten Sikka, Herimanto, mengatakan pembaruan data kepengurusan dan keanggotaan partai politik secara berkala menjadi instrumen penting untuk menjaga akurasi administrasi kepemiluan sejak dini. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka mulai memperbarui basis data partai politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) sebagai langkah awal mempersiapkan tahapan verifikasi peserta Pemilu 2029.

Langkah tersebut diperkenalkan KPU Sikka melalui sosialisasi pemutakhiran data partai politik berkelanjutan yang melibatkan perwakilan partai politik, Bawaslu, dan jajaran sekretariat KPU di Aula KPU Kabupaten Sikka, Kamis (4/6/2026).

Ketua KPU Kabupaten Sikka, Herimanto, mengatakan pembaruan data kepengurusan dan keanggotaan partai politik secara berkala menjadi instrumen penting untuk menjaga akurasi administrasi kepemiluan sejak dini.

“Pemutakhiran data secara berkelanjutan akan mempermudah proses verifikasi partai politik pada tahapan Pemilu 2029 serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Menurut Herimanto, sejumlah persoalan administratif dalam tahapan pemilu sebelumnya kerap muncul akibat perubahan data kepengurusan, perpindahan domisili kantor, hingga ketidaksesuaian data keanggotaan yang baru diperbarui menjelang tahapan verifikasi.

KPU Sikka Sinkronkan Data Parpol, Kunjungi DPD Partai Gelora Tindak Lanjuti PKPU Verifikasi Peserta Pemilu

Karena itu, KPU mulai mendorong partai politik memperbarui data secara periodik melalui SIPOL tanpa menunggu dimulainya tahapan pemilu nasional.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sikka, Harun Al Rasyid, menjelaskan pemutakhiran data meliputi struktur kepengurusan partai di tingkat kabupaten dan kecamatan, keanggotaan partai, keberadaan kantor tetap, hingga pemenuhan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam kepengurusan.

Ia menegaskan validitas data partai politik menjadi salah satu syarat utama dalam proses verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual peserta pemilu.

“Data yang akurat akan mempermudah proses verifikasi dan meminimalkan potensi sengketa administrasi pada tahapan pemilu,” ujarnya.

Sementara itu, Admin SIPOL KPU Sikka, Jessy Hayon, mengatakan sistem pembaruan berkelanjutan memungkinkan partai politik melakukan penyesuaian data secara lebih cepat dan terukur dibanding pembaruan serentak menjelang tahapan pemilu.

Menurut dia, mekanisme tersebut juga membantu penyelenggara pemilu menjaga sinkronisasi data nasional partai politik secara lebih konsisten.

Bawaslu Sikka Bangun Konsolidasi Politik, Isu Money Politics dan Hoaks Jadi Sorotan

Anggota Bawaslu Kabupaten Sikka, Yohanes Ariskis, mengingatkan partai politik agar memastikan seluruh dokumen kepengurusan dan keanggotaan memenuhi syarat administrasi sesuai regulasi kepemiluan.

Ia meminta partai politik aktif berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu guna mencegah munculnya persoalan administrasi yang berpotensi menghambat proses verifikasi di kemudian hari.

Sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan partai politik tingkat Kabupaten Sikka, Bawaslu Kabupaten Sikka, serta jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Sikka.

Meski tahapan Pemilu 2029 belum dimulai, KPU Sikka mulai menekankan pentingnya konsolidasi data sejak awal sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola administrasi kepemiluan yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending