Connect with us

INTERNASIONAL

Pidato di Markas PBB, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Dukung Solusi Dua Negara Israel-Palestina

Published

on

Presiden Prabowo berbicara pada urutan kelima, setelah Raja Jordania Abdullah II pada urutan pertama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada urutan kedua, Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Nuno Duarte Rebelo de Sousa. BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

New York, GardaFlores – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung solusi dua negara, Israel – Palestina. Prabowo juga mengapresiasi negara-negara yang sudah mengakui Palestina dan menyatakan siap mengerahkan pasukan perdamaian.

Seperti dilansir CNN Indonesia, penegasan komitmen itu disampaikan ketika Presiden Prabowo menyampaikan pidato di konferensi tingkat tinggi (KTT) terkait solusi dua negara Israel-Palestina, di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Senin (22/9/2025).

Kepala Staf Presiden Bongkar Data Keracunan MBG, Ketua DPR Ingatkan untuk Selalu Dievaluasi

“Indonesia sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap Solusi Dua Negara dalam masalah Palestina. Hanya Solusi Dua Negara yang akan membawa perdamaian. Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan negara Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo : “Kami tahu apa artinya ditolak, apa artinya hidup dalam kemiskinan dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Kami juga tahu apa yang dapat dilakukan oleh aksi solidaritas dalam perjuangan kemerdekaan kami, dalam perjuangan kami untuk mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan.” BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

Ia melanjutkan, “Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami siap menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” kata Prabowo.

Dia juga meminta negara lain yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukan, dan menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.

Agresi Israel di Gaza telah menyebabkan krisis pangan, lebih dari 65.000 warga di Palestina tewas, jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi, dan ratusan ribu rumah serta fasilitas sipil hancur.

Presiden Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi di markas PBB, New York, AS. BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

“Dengan berat hati, kami mengenang tragedi tak tertahankan yang sedang berlangsung di Gaza: ribuan nyawa tak berdosa-banyak di antaranya perempuan dan anak-anak telah terbunuh, kelaparan mengancam, dan bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa.” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan penghargaan dan hormat kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi atas kepemimpinan dalam KTT tersebut.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan terdalam dan rasa hormat tertinggi kami kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi atas kepemimpinan mereka dalam menyelenggarakan musyawarah penting ini,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo dalam pidato di markas PBB di New York : “Karena itu, Indonesia saat ini berdiri di ambang kemakmuran bersama, dan kesetaraan serta martabat yang lebih besar.” BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

Prabowo mengapresiasi negara-negara terkemuka di dunia yang telah mengambil langkah mengakui Palestina seperti  Prancis, Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan sejumlah Negara lain.

“Pengakuan Negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar,” kata Prabowo.

Peringati Hari Tani, Ribuan Petani Akan Gelar Aksi di Jakarta dan Sejumlah Kota Lain, Termasuk di Maumere

“Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza, dan mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” tegas Prabowo.»(*/fer)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INTERNASIONAL

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee Divonis 20 Bulan Penjara

Korea Selatan mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya mantan presiden dan mantan ibu negara dipenjara.

Published

on

Kim Keon Hee menghadiri sidang di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada tanggal 12 Agustus 2025 setelah penangkapannya. FOTO: GETTY IMAGES

Seoul, GardaFlores – Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee dijatuhi hukuman 20 bulan penjara oleh Pengadilan Seoul, Rabu (28 Januari 2026). Majelis hakim menyatakan Kim terbukti menerima gratifikasi, sementara dakwaan lain dinilai tidak cukup bukti.

Hakim menyatakan hanya satu dakwaan jaksa yang terbukti, yakni penerimaan barang mewah dan hadiah bernilai puluhan juta won. Tuduhan keterlibatan Kim dalam manipulasi saham serta pelanggaran Undang-Undang Dana Politik dinyatakan tidak terbukti.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang meminta Kim dihukum 15 tahun penjara.

Kim, istri mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, telah ditahan sejak Agustus 2025. Ia menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk menerima suap, memanipulasi saham, dan ikut campur dalam urusan politik. Selama proses persidangan, Kim membantah seluruh dakwaan.

Dalam persidangan terungkap, Kim menerima tas mewah, kalung berlian, serta hadiah lain senilai sekitar 80 juta won atau setara Rp936 juta. Barang-barang tersebut disebut sebagai gratifikasi dari Gereja Unifikasi, organisasi keagamaan yang kontroversial di Korea Selatan.

AS Perkuat Pangkalan Militer di Filipina, Dekat Taiwan

Selain itu, Kim juga menerima 58 jajak pendapat gratis senilai 270 juta won dari broker politik Myung Tae-kyun menjelang pemilihan presiden 2022.

Jaksa menuding Kim terlibat dalam skema manipulasi harga saham Deutsch Motors, dealer BMW di Korea Selatan, pada periode 2010–2012, dengan nilai keuntungan lebih dari 800 juta won. Namun majelis hakim menyatakan tidak menemukan bukti keterlibatan langsung Kim dalam skema tersebut.

Tuduhan lain mencakup penerimaan suap melalui perusahaan Covana Contents, keterlibatan dalam perubahan rute Jalan Tol Seoul–Yangpyeong, serta pengaruh terhadap persetujuan proyek di Distrik Yangpyeong Gongheung. Total terdapat 16 dakwaan yang diajukan jaksa.

“Saya dengan tulus meminta maaf atas kegaduhan yang saya timbulkan,” ujar Kim kepada wartawan saat menghadiri sidang pada Agustus lalu.

Dalam putusannya, hakim memerintahkan jaksa menyita kalung berlian serta merampas uang sekitar 13 juta won sebagai pengganti gratifikasi.

Kurang dari dua pekan sebelum vonis Kim dijatuhkan, Yoon Suk Yeol lebih dahulu divonis lima tahun penjara atas kebijakan pemberlakuan darurat militer yang memicu kekacauan nasional pada akhir 2024. Korea Selatan mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya mantan presiden dan mantan ibu negara dipenjara.»(*/bert)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Amerika Serikat Kerahkan USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

CENTCOM menyatakan bahwa kapal induk kelas Nimitz tersebut memasuki kawasan Timur Tengah “untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.”

Published

on

Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah. Gugus tempur ini membawa kekuatan udara dan laut strategis yang biasanya digunakan dalam skenario eskalasi konflik berskala besar. FOTO: USNAVY

Teheran, GardaFlores – Amerika Serikat pada Senin (26/1) resmi mengerahkan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini menandai penguatan signifikan kehadiran militer Washington di wilayah yang tengah diliputi ketegangan, khususnya menyusul memburuknya hubungan AS dengan Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui akun media sosial X menyatakan bahwa kapal induk kelas Nimitz tersebut memasuki kawasan Timur Tengah “untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.” Gugus tempur ini membawa kekuatan udara dan laut strategis yang biasanya digunakan dalam skenario eskalasi konflik berskala besar.

Pernyataan Trump dan Evaluasi Militer AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa armada AS sedang bergerak menuju kawasan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Washington memantau perkembangan situasi di Iran dengan sangat cermat.

Penilaian militer sebelumnya menyebutkan bahwa minimnya kehadiran militer AS di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir telah membatasi opsi serangan. Sejumlah aset militer diketahui dialihkan ke kawasan Karibia dan Asia, sehingga para pejabat menyatakan “situasi belum siap” untuk tindakan militer langsung.

Pejabat pertahanan AS menyebutkan bahwa waktu tambahan diperlukan untuk mempersiapkan pasukan sebelum kemungkinan serangan apa pun dilakukan, sebagaimana dilaporkan sejumlah media Amerika.

Denmark Siaga Tempur Hadapi Skenario Terburuk Serangan AS ke Greenland

Protes di Iran dan Ancaman Balasan AS

Ketegangan meningkat seiring gelombang unjuk rasa besar-besaran di berbagai kota di Iran. Puluhan ribu warga turun ke jalan memprotes kondisi ekonomi yang memburuk dan depresiasi mata uang rial. Aksi tersebut kemudian berubah menjadi kekerasan dan, menurut pemerintah Iran, telah menelan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Menanggapi situasi itu, Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap “menyelamatkan” para demonstran jika mereka dibunuh, sembari menyatakan bahwa pasukan AS dalam kondisi siaga. Ia juga mengancam akan mengambil “respons keras” jika eksekusi massal terus berlanjut.

Namun, dalam pernyataan selanjutnya, Trump melunakkan retorikanya dengan mengklaim bahwa Teheran telah menghentikan pembunuhan terhadap demonstran setelah peringatan tersebut disampaikan.

Respons Keras Teheran: “Kami Lebih Siap dari Sebelumnya”

Pemerintah Iran merespons dengan nada tegas. Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa Iran kini berada dalam kondisi “lebih siap dari sebelumnya” untuk menghadapi potensi serangan Amerika Serikat.

Baghaei menggambarkan situasi saat ini sebagai bentuk “perang hibrida”, merujuk pada konflik 12 hari yang terjadi pada Juni lalu serta aksi protes kekerasan baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel.

Ia menuding AS dan Israel terus melontarkan ancaman dan “klaim tanpa dasar,” termasuk pernyataan Presiden Trump dan laporan pergerakan kapal-kapal perang AS menuju Teluk Persia.

AS Perkuat Pangkalan Militer di Filipina, Dekat Taiwan

Kekhawatiran Regional dan Ancaman Eskalasi

Baghaei juga menegaskan bahwa negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan berhenti di Iran saja. Ia menyebut terdapat kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai dampak dari setiap serangan militer AS.

Iran pun mendesak negara-negara kawasan untuk “mengambil sikap yang jelas” terhadap ancaman Amerika Serikat.

“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas Baghaei.

Isyarat Perubahan Kepemimpinan

Pada puncak gelombang protes awal bulan ini, Trump bahkan mendorong para demonstran untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga negara, seraya menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Ia juga menyebut bahwa sudah saatnya terjadi perubahan kepemimpinan di Iran. Pernyataan ini oleh banyak pihak di Teheran ditafsirkan sebagai ancaman langsung terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sekaligus mempertegas risiko eskalasi konflik terbuka antara kedua negara.»(*/bert)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Denmark Siaga Tempur Hadapi Skenario Terburuk Serangan AS ke Greenland

Dalam skenario terburuk, pasukan Denmark diminta membawa amunisi aktif ke Nuuk, ibu kota Greenland.

Published

on

Pasukan Denmark dalam Jumlah Besar Tiba di Greenland Buntut Ancaman Trump. FOTO: AP

Kopenhagen, GardaFlores – Militer Denmark pekan lalu diperintahkan untuk bersiaga dengan amunisi aktif dalam menghadapi kemungkinan terburuk berupa serangan Amerika Serikat terhadap Greenland, sebelum Presiden AS Donald Trump akhirnya menarik opsi penggunaan kekuatan militer. Informasi ini dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Denmark, DR, Jumat (23/1/2026).

Menurut laporan tersebut, perintah kesiapsiagaan dikeluarkan hingga sepekan lalu. Dalam skenario terburuk, pasukan Denmark diminta membawa amunisi aktif ke Nuuk, ibu kota Greenland. Arahan ini bersumber dari kalangan politik pusat Denmark.

Situasi siaga itu berakhir setelah Presiden AS Donald Trump mengurungkan rencana penggunaan kekuatan militer terhadap Greenland. Keputusan tersebut diambil usai pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu lalu.

Perang Meletus, Yaman Tetapkan Darurat Nasional 90 Hari di Tengah Bentrokan Saudi–UEA

DR juga melaporkan adanya dukungan politik yang kuat di Denmark untuk melakukan perlawanan jika serangan benar-benar terjadi. Dukungan itu tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari mayoritas partai oposisi di parlemen.

Ketertarikan Trump terhadap Greenland didorong oleh posisi strategis wilayah tersebut di kawasan Arktik, kekayaan sumber daya mineral, serta meningkatnya pengaruh Rusia dan China di kawasan tersebut.

Pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland berulang kali menolak wacana penjualan wilayah itu, dengan menegaskan bahwa Greenland merupakan bagian sah dari kedaulatan Denmark.

Meski menarik ancaman militer, Trump menyatakan telah tercapai kerangka kerja awal untuk kemungkinan kesepakatan terkait Greenland dan kawasan Arktik secara lebih luas. Ia juga menarik ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak upaya akuisisi tersebut.»(*/bert)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending