Connect with us

HUMANIORA

Thomasine Bura (63) Hilang dari Rumah, Tim Gabungan Polsek Nita Lakukan Pencarian

Published

on

Maumere, GardaFlores –  Thomasine Bura (63), warga Dusun Nilo, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka dilaporkan hilang sejak Jumat,  18 Juli 2025. Tim Gabungan Polsek Nita bersama Pemerintah Kecamatan Nita dan Pemerintah Desa Wuliwutik pun mulai melakukan pencarian. Namun, jejak perempuan lansia ini belum ditemukan.

Kabidpenmas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga mengatakan hal itu  di Maumere, Kamis (24/7/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan pencarian dilakukan pada Kamis (24/7/2025) pagi  mulai pukul 10.30 WITA hingga pukul 13.30 WITA. Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Nita, IPTU Yermi Yakob Bastian Soludale. Turut hadir dalam upaya pencarian tersebut Kasi Trantib Kecamatan Nita serta Penjabat Kepala Desa Wuliwutik.

Baca juga:
Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahun 2025 Resmi Diluncurkan di Kabupaten Sikka

Pencarian dimulai dengan kunjungan ke rumah korban pada pukul 10.45 WITA, di mana tim gabungan bertemu langsung dengan suami, anak-anak, dan keluarga korban untuk mendapatkan informasi awal.

Sekitar pukul 11.00 WITA, tim gabungan bersama keluarga dan warga sekitar mulai menyisir area sekitar rumah korban, termasuk kebun di samping rumah.

“Hari ini kami masih fokus melakukan pencarian di sekitar rumah dan kebun yang dekat. Besok akan dilanjutkan ke lokasi-lokasi lain yang pernah dikunjungi korban,” ujar IPTU Yermi kepada keluarga korban saat kegiatan berlangsung.

Hingga pukul 13.30 WITA, tim pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Baca juga:
Kejari Sikka  Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian Melalui Mekanisme Restorative Justice

Pencarian akan dilanjutkan pada hari Jumat, 25 Juli 2025 dengan memperluas area penyisiran ke kebun lain dan titik-titik yang diduga pernah didatangi korban sebelum dinyatakan hilang.

Hingga kini, keluarga bersama masyarakat dan aparat terus melakukan pencarian secara mandiri di sejumlah titik. Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan korban atau melihat hal mencurigakan untuk segera melapor kepada aparat terdekat.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Angin Puting Beliung Hantam Watukrus, Atap Rumah Roboh, BPBD Turun Tangan

BPBD Sikka turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan darurat 1 lembar terpal ukuran 6×4 meter dan 5 lembar selimut.

Published

on

Yosef Beator di depan rumahnya yang porak poranda dihantam puting beliung yang melanda Dusun Watuwoga, Desa Watukrus, Kecamatan Bola, pada Senin (8/12/2025). (IST)

Maumere, GardaFlores — Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Kabupaten Sikka. Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin puting beliung merusak satu rumah warga di Natawatu, Dusun Watuwoga, Desa Watukrus, Kecamatan Bola, pada Senin (8/12/2025) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Kanit Intelkam Polsek Bola, Bripka Yohanes Heri Kriswanto, menyebutkan bahwa angin kencang mengakibatkan atap rumah milik Yosef Beator (56), seorang petani setempat, roboh dan tidak lagi layak huni.

Korban Selamat Setelah Mengungsi

Sebelum bagian atap rumah ambruk, Yosef bersama keluarganya telah lebih dahulu menyelamatkan diri dengan mengungsi ke bangunan bekas garasi mobil yang berada tepat di depan rumah mereka. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Warga Pasar Wuring Kecewa Relokasi ke Pasar Alok: “Bangunan PNPM Ditutup, Kami ke Mana?”

Rumah semi permanen yang dibangun pada 1997 itu berdinding papan dan beratapkan genteng, sehingga tidak mampu menahan terpaan angin puting beliung yang datang tiba-tiba.

Respons Pemerintah: Lapor Berjenjang, BPBD Turun ke Lokasi

Kasi Kesos Desa Watukrus, Maria Emilia Abuk, telah melaporkan insiden tersebut kepada Pj. Kepala Desa dan Camat Bola. Koordinasi kemudian diteruskan ke Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka.

Pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 15.00 Wita, tim BPBD Sikka turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan darurat 1 lembar terpal ukuran 6×4 meter dan 5 lembar selimut.

Bantuan tersebut digunakan untuk penanganan sementara sambil menunggu perbaikan rumah secara mandiri oleh korban.

Hingga saat ini, Yosef Beator dan keluarganya masih bertahan di bangunan bekas garasi mobil. Mereka menunggu kondisi cuaca membaik serta mengupayakan perbaikan rumah secara swadaya.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

“Semua Bisa Berdaya”: Pesan Pendek di Hari Disabilitas Internasional

Published

on

Anak-anak istimewa SLB Bhakti Luhur merayakan Hari Disabilitas Internasional, Rabu (3/12/2025). (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Maumere, GardaFlores — Matahari pagi Maumere baru saja naik ketika halaman SLB/C Bhakti Luhur mulai ramai oleh langkah-langkah kecil anak-anak berkebutuhan khusus. Di antara tawa, sapaan orang tua, dan semangat para guru, mereka bersiap merayakan satu hari yang sangat berarti: Hari Disabilitas Internasional. Bagi mereka, hari ini bukan sekadar seremonial—ini adalah perayaan keberanian, kerja keras, dan harapan.

Di tengah keramaian itu, Kepala Sekolah SLB/C Bhakti Luhur Maumere, Suster Gardiana Karya Spad., M.Pd., berdiri dengan senyum yang sulit disembunyikan. Dalam peringatan yang digelar Rabu (3/12/2025) itu, ia membagikan pesan mendalam tentang makna tema tahun ini: “Semua Bisa Berdaya.”

Memperjuangkan Hak, Menghargai Keunikan

Suster Gardiana mengingatkan bahwa Hari Disabilitas Internasional yang diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 14 Oktober 1992 lahir dari niat tulus. Tujuannya, memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas yang setara, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan unik yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Klarifikasi Perlindungan Perempuan dan Anak di Nangahale, Pemkab Sikka dan Komnas Perempuan Gelar Dialog Humanis

“Tema ini sederhana tetapi penuh makna. Anak-anak kita yang istimewa memiliki kemampuan luar biasa. Mereka bukan kurang—mereka berbeda, dan keunikan itu adalah kekuatan,” ujar Suster Gardiana.

Perayaan Kedua, Semangat yang Tak Pernah Padam

Tahun ini adalah kali kedua SLB Bhakti Luhur merayakan Hari Disabilitas dengan jalan sehat. Bagi para siswa, kegiatan itu bukan hanya olahraga, tetapi simbol bahwa mereka juga bisa bergerak, berpartisipasi, dan menunjukkan bahwa batas-batas fisik atau mental bukan penghalang untuk bersinar.

Di panggung kecil di halaman sekolah, pentas seni berlangsung penuh warna. Anak-anak menari, menyanyi, dan memainkan gerakan sederhana yang disambut tepuk tangan meriah. Untuk sebagian dari mereka, tampil di depan umum adalah perjuangan panjang—tetapi hari itu, keberanian mengalahkan ketakutan.

“Ketika mereka tampil seperti anak-anak lain pada umumnya, di situlah kita melihat bahwa potensi mereka masih bisa terus dikembangkan,” kata Suster Gardiana dengan suara yang penuh haru.

Kepala Sekolah SLB/C Bhakti Luhur Maumere, Suster Gardiana Karya Spad., M.Pd. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)

Kolaborasi yang Menguatkan

Tak hanya guru dan siswa, orang tua juga mengambil bagian besar dalam perayaan ini. Ada yang datang dari desa, rela menempuh perjalanan panjang setiap hari demi pendidikan anak mereka. Ada pula yang sejak pagi menyiapkan stan kecil untuk pameran karya anak, mulai dari lukisan sederhana hingga kerajinan tangan hasil kolaborasi dengan orang tua.

“Kami sangat berterima kasih kepada orang tua yang tak pernah lelah memperjuangkan kesetaraan bagi anak-anak mereka. Ini bukan perjalanan yang mudah,” ujar Suster Gardiana.

Cletus Beru dan Napas Budaya Krowe yang Bangkit dari Sunyi

Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak, termasuk Universitas Nusa Nipa (Unipa), Puskesmas Kopeta, serta paguyuban orang tua anak. Bagi Suster, mereka adalah “pilar-pilar kuat” yang menopang kemajuan SLB Bhakti Luhur Maumere maupun SLB Floresta.

Menuju Masyarakat yang Inklusif

Hari itu, di tengah sorak kecil dan kebanggaan besar, terselip sebuah pesan penting: bahwa pendidikan luar biasa membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan keberanian untuk terus berinovasi.

Ucapan terima kasih khusus ia tujukan kepada pengawas sekolah yang terus mendorong kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Ketika acara ditutup, anak-anak tetap berlarian kecil di halaman, memegang karya mereka, atau sekadar bergandengan tangan dengan teman dan orang tua. Hari itu mungkin hanya sehari, tetapi semangat yang dibangun adalah untuk setahun penuh, bahkan seumur hidup.

Karena bagi mereka, dan bagi siapa pun yang menyaksikan, pesannya jelas: setiap anak bisa berdaya, setiap anak bisa berkembang, setiap anak layak diberi ruang untuk bersinar.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Raih Piala Citra, Yosef Levi Diapresasi Pemkab Sikka

Dukungan nyata bagi ekosistem perfilman daerah masih jadi PR.

Published

on

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi, mengapresiasi langsung Yosef Levi di Ruang Kerja Bupati, Rabu (03/12/2025). (IST)

Maumere,GardaFlores — Peraih Piala Citra, sutradara Yosef Levi mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Film berjudul Sie yang disutradarainya menjadi pemenang untuk kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik dalam Festifal Film Indonesia (FFI) baru-baru ini. Kemenangan ini menjadi salah satu capaian budaya terbesar Sikka dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah prestasi yang ironisnya lahir di tengah minimnya fasilitas dan ruang kreasi film di daerah.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi, menerima langsung Yosef Levi di Ruang Kerja Bupati, Rabu (03/12/2025). Pertemuan berlangsung hangat, dihadiri Kadis Kominfo Very Awales, Kadis Pariwisata Even Edo Meko, Staf Ahli Bupati Akulinus, serta sejumlah jurnalis daerah.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyerahkan dukungan dana sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Yosef Levi yang mampu membawa nama Sikka ke panggung nasional.

Relokasi Pasar Wuring: Pedagang Mulai Melapor, Tapi Masih Bingung

Prestasi Besar dari Daerah Minim Fasilitas

Bupati Sikka mengakui prestasi Levi sebagai pencapaian luar biasa. “Saudara Yosef Levi tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Sikka dan memperkenalkan daerah kita di dunia perfilman nasional,” ujarnya.

Di balik euforia apresiasi itu, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah keberhasilan Levi lahir dari ekosistem kreatif yang kuat di daerah, atau justru keberhasilan individu yang berjuang nyaris sendirian?

Pemenang Piala Citra Film Dokumenter Pendek Terbaik “SIE”. Yosef Levi (Sutradara) dan Elsyn Puka (Produser), menerima penghargaan. (Tangkapan layar Youtube)

Generasi Muda Butuh Lebih dari Sekadar Ucapan Selamat

Wakil Bupati Simon Subandi menyampaikan harapan agar keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi anak muda Sikka.

“Kami berharap prestasi ini memotivasi generasi muda untuk berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Namun, tanpa kebijakan konkret, harapan itu berisiko berhenti sebagai slogan. Banyak talenta muda Sikka masih menghadapi hambatan klasik: akses peralatan film, pelatihan profesional, hingga ruang berkarya.

Pemerintah Sikka Terima Dokter UGM, Publik Menunggu Bukti Nyata Perbaikan Layanan Kesehatan

Pemerintah Janji Dukung Ekosistem Seni

Pemkab Sikka menyatakan komitmen untuk memperkuat kreativitas anak muda dan mendorong tumbuhnya ekosistem seni, budaya, dan perfilman. Pernyataan ini menjadi momentum penting untuk mengukur keseriusan pemerintah dalam menata sektor kebudayaan yang selama ini kerap berada di posisi pinggir.

Kemenangan Yosef Levi mestinya menjadi alarm bahwa potensi kreatif Sikka ada, besar, dan menunggu untuk diberi panggung yang layak.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending