Connect with us

HUMANIORA

Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahun 2025 Resmi Diluncurkan di Kabupaten Sikka

Published

on

Maumere, GardaFlores – Pemerintah pusat melalui Perum Bulog bekerja sama dengan TNI resmi meluncurkan program Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahun 2025 secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sikka.

Kegiatan launching dilakukan pada Kamis (24/7) pukul 15.00 WITA melalui sambungan Zoom dari halaman Koramil 1603-02/Talibura, Desa Talibura, Kecamatan Talibura.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan membantu masyarakat kurang mampu.

Baca juga:
Kejari Sikka  Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian Melalui Mekanisme Restorative Justice

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, Palaksa Lanal Maumere Mayor Laut (T) Nono Sumarno, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Maumere, jajaran Perum Bulog, serta masyarakat penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka mengapresiasi program bantuan ini dan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkannya dengan baik.

“Kita patut bersyukur atas bantuan dari pemerintah pusat ini. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya tekankan agar bantuan ini tidak diperjualbelikan, melainkan dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga,” ujar Bupati.

Penyaluran bantuan ini berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional dan disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere. Distribusi dilakukan oleh Jasa Prima Logistik (JPL) dengan alokasi untuk Desa Talibura sebanyak 149 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Masing-masing KK menerima 20 kilogram beras untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli 2025, dengan total beras sebanyak 2.980 kilogram.

Baca juga:
Wakil Bupati Sikka Tinjau Ruangan ICU RSUD TC Hillers Maumere

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sikka bersama unsur Forkopimda kepada tujuh perwakilan penerima manfaat. Usai penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, pembagian bantuan oleh petugas, dan kunjungan ke stand pasar murah yang turut digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Program bantuan pangan ini akan menyasar seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Sikka, dengan tujuan utama meringankan beban ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending