Connect with us

HUMANIORA

Gagal Ikut Seleksi PPPK, Guru SDN Wololangga Minta Klarifikasi Dinas PKO Kabupaten Sikka

Published

on

Maumere, GardaFlores—Maria Krispina Dhai, seorang guru di SDN Wololangga, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, mendatangi Dinas PKO Kabupaten Sikka untuk meminta klarifikasi. Pasalnya, nama Maria tidak tercantum dalam daftar seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) pada tahap pertama.

Kepada media ini, Senin (14/10/2024), Maria mengatakan, namanya tidak muncul dalam data Badan Kepegawaian Nasional, padahal ia sudah memenuhi syarat sebelumnya.

Ia menuturkan, dirinya pernah mengikuti seleksi PPPK pada tahun 2023. Saat itu ia mencapai passing grade dengan nilai 524, tetapi tidak lulus karena formasi belum tersedia. Ketika ingin mendaftar kembali untuk seleksi 2024, ia justru mendapati namanya tidak terdaftar dalam sistem BKN.

“Saya merasa ada yang janggal. Saya sudah mengajar selama 16 tahun di sekolah ini, tapi tiba-tiba nama saya tidak muncul lagi di data BKN,” kata Maria dengan nada kecewa.

Merasa ada yang tidak beres, Maria mencoba meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah, Moses Noe dan operator, Bernadus Dago. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena tidak direspon.

Atas saran operator sekolah, Bernadus Dago, Maria kemudian menghubungi Dinas PKO dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sikka.

Setelah berkonsultasi dengan Dinas PKO dan BKD, diketahui bahwa data Maria dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan) masih terdaftar dengan ijazah terakhir SMA, bukan ijazah Sarjana (S1) yang menjadi syarat untuk mengikuti seleksi PPPK. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab Maria tidak terdaftar di BKN.

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas PKO, Alfred Miraflores menjelaskan bahwa salah satu syarat mengikuti seleksi PPPK adalah memiliki ijazah minimal S1 Pendidikan dan masa pengabdian minimal 2 tahun. Berdasarkan data Dapodik, Maria masih terdaftar dengan ijazah SMA, yang menyebabkan namanya tidak terakomodasi dalam seleksi.

“Kesalahan ini bisa disebabkan oleh verifikasi dan validasi data yang dilakukan operator sekolah,” kata Alfred saat pertemuan klarifikasi yang juga dihadiri Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka.

Dalam pertemuan tersebut,  Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Germanus Goleng meminta Maria agar tetap tenang dan bersiap mengikuti seleksi tahap kedua. Ia juga berjanji akan memperjuangkan hak Maria setelah memastikan data yang benar dari BKN.

“Kami akan terus memantau kasus ini dan memastikan hak ibu Maria terpenuhi pada seleksi berikutnya,” kata Germanus Goleng.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending