HUMANIORA
Bantu Pengungsi di Waigete, Mabes Polri Kirim Empat Unit Mobil
Maumere, GardaFlores – Mabes Polri, melalui Polda Jawa Tengah, memberikan bantuan berupa empat unit mobil untuk mendukung para pengungsi terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
Informasi ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Sikka, IPDA Yermi Soludale, pada Jumat (22/11/2024) di Maumere.
IPDA Yermi menjelaskan bahwa empat unit mobil tersebut terdiri dari mobil dapur lapangan, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi, mobil gretman, yang dapat menjernihkan air dan mengubahnya menjadi air panas siap konsumsi.
Baca juga:
Polres Sikka Bantu Pengungsi di Kecamatan Mego
Selain itu ada mobil transportasi, yang digunakan untuk memindahkan pengungsi dan mobil genset, yang memiliki daya listrik besar untuk penerangan di kamp pengungsian.
“Harapannya, dengan adanya bantuan ini, kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar pengungsi dapat teratasi,” jelas Yermi.
Baca juga:
Ribuan Massa Hadiri Kampanye Akbar Paket SARR di Maumere
Keempat mobil tersebut dioperasikan oleh 14 personel Brimob dari Polda Jawa Tengah yang siaga di lokasi pengungsian. Penyerahan mobil berlangsung pada 20 November 2024 lalu di lokasi kamp pengungsi.
IPDA Yermi menambahkan bahwa mobil-mobil ini merupakan inventaris Polda Jawa Tengah. Setelah situasi membaik dan pengungsi kembali ke kampung halaman, mobil-mobil tersebut akan dikembalikan ke Polda Jawa Tengah.»
(rel)
HUMANIORA
Angin Puting Beliung Hantam Watukrus, Atap Rumah Roboh, BPBD Turun Tangan
BPBD Sikka turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan darurat 1 lembar terpal ukuran 6×4 meter dan 5 lembar selimut.
Maumere, GardaFlores — Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Kabupaten Sikka. Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin puting beliung merusak satu rumah warga di Natawatu, Dusun Watuwoga, Desa Watukrus, Kecamatan Bola, pada Senin (8/12/2025) malam sekitar pukul 19.30 Wita.
Kanit Intelkam Polsek Bola, Bripka Yohanes Heri Kriswanto, menyebutkan bahwa angin kencang mengakibatkan atap rumah milik Yosef Beator (56), seorang petani setempat, roboh dan tidak lagi layak huni.
Korban Selamat Setelah Mengungsi
Sebelum bagian atap rumah ambruk, Yosef bersama keluarganya telah lebih dahulu menyelamatkan diri dengan mengungsi ke bangunan bekas garasi mobil yang berada tepat di depan rumah mereka. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Warga Pasar Wuring Kecewa Relokasi ke Pasar Alok: “Bangunan PNPM Ditutup, Kami ke Mana?”
Rumah semi permanen yang dibangun pada 1997 itu berdinding papan dan beratapkan genteng, sehingga tidak mampu menahan terpaan angin puting beliung yang datang tiba-tiba.
Respons Pemerintah: Lapor Berjenjang, BPBD Turun ke Lokasi
Kasi Kesos Desa Watukrus, Maria Emilia Abuk, telah melaporkan insiden tersebut kepada Pj. Kepala Desa dan Camat Bola. Koordinasi kemudian diteruskan ke Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka.
Pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 15.00 Wita, tim BPBD Sikka turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan darurat 1 lembar terpal ukuran 6×4 meter dan 5 lembar selimut.
Bantuan tersebut digunakan untuk penanganan sementara sambil menunggu perbaikan rumah secara mandiri oleh korban.
Hingga saat ini, Yosef Beator dan keluarganya masih bertahan di bangunan bekas garasi mobil. Mereka menunggu kondisi cuaca membaik serta mengupayakan perbaikan rumah secara swadaya.»(rel)
HUMANIORA
“Semua Bisa Berdaya”: Pesan Pendek di Hari Disabilitas Internasional
Maumere, GardaFlores — Matahari pagi Maumere baru saja naik ketika halaman SLB/C Bhakti Luhur mulai ramai oleh langkah-langkah kecil anak-anak berkebutuhan khusus. Di antara tawa, sapaan orang tua, dan semangat para guru, mereka bersiap merayakan satu hari yang sangat berarti: Hari Disabilitas Internasional. Bagi mereka, hari ini bukan sekadar seremonial—ini adalah perayaan keberanian, kerja keras, dan harapan.
Di tengah keramaian itu, Kepala Sekolah SLB/C Bhakti Luhur Maumere, Suster Gardiana Karya Spad., M.Pd., berdiri dengan senyum yang sulit disembunyikan. Dalam peringatan yang digelar Rabu (3/12/2025) itu, ia membagikan pesan mendalam tentang makna tema tahun ini: “Semua Bisa Berdaya.”
Memperjuangkan Hak, Menghargai Keunikan
Suster Gardiana mengingatkan bahwa Hari Disabilitas Internasional yang diprakarsai Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 14 Oktober 1992 lahir dari niat tulus. Tujuannya, memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas yang setara, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan unik yang selama ini kerap luput dari perhatian.
“Tema ini sederhana tetapi penuh makna. Anak-anak kita yang istimewa memiliki kemampuan luar biasa. Mereka bukan kurang—mereka berbeda, dan keunikan itu adalah kekuatan,” ujar Suster Gardiana.
Perayaan Kedua, Semangat yang Tak Pernah Padam
Tahun ini adalah kali kedua SLB Bhakti Luhur merayakan Hari Disabilitas dengan jalan sehat. Bagi para siswa, kegiatan itu bukan hanya olahraga, tetapi simbol bahwa mereka juga bisa bergerak, berpartisipasi, dan menunjukkan bahwa batas-batas fisik atau mental bukan penghalang untuk bersinar.
Di panggung kecil di halaman sekolah, pentas seni berlangsung penuh warna. Anak-anak menari, menyanyi, dan memainkan gerakan sederhana yang disambut tepuk tangan meriah. Untuk sebagian dari mereka, tampil di depan umum adalah perjuangan panjang—tetapi hari itu, keberanian mengalahkan ketakutan.
“Ketika mereka tampil seperti anak-anak lain pada umumnya, di situlah kita melihat bahwa potensi mereka masih bisa terus dikembangkan,” kata Suster Gardiana dengan suara yang penuh haru.

Kepala Sekolah SLB/C Bhakti Luhur Maumere, Suster Gardiana Karya Spad., M.Pd. (GARDAFLORES/KAREL PANDU)
Kolaborasi yang Menguatkan
Tak hanya guru dan siswa, orang tua juga mengambil bagian besar dalam perayaan ini. Ada yang datang dari desa, rela menempuh perjalanan panjang setiap hari demi pendidikan anak mereka. Ada pula yang sejak pagi menyiapkan stan kecil untuk pameran karya anak, mulai dari lukisan sederhana hingga kerajinan tangan hasil kolaborasi dengan orang tua.
“Kami sangat berterima kasih kepada orang tua yang tak pernah lelah memperjuangkan kesetaraan bagi anak-anak mereka. Ini bukan perjalanan yang mudah,” ujar Suster Gardiana.
Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak, termasuk Universitas Nusa Nipa (Unipa), Puskesmas Kopeta, serta paguyuban orang tua anak. Bagi Suster, mereka adalah “pilar-pilar kuat” yang menopang kemajuan SLB Bhakti Luhur Maumere maupun SLB Floresta.
Menuju Masyarakat yang Inklusif
Hari itu, di tengah sorak kecil dan kebanggaan besar, terselip sebuah pesan penting: bahwa pendidikan luar biasa membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan keberanian untuk terus berinovasi.
Ucapan terima kasih khusus ia tujukan kepada pengawas sekolah yang terus mendorong kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Ketika acara ditutup, anak-anak tetap berlarian kecil di halaman, memegang karya mereka, atau sekadar bergandengan tangan dengan teman dan orang tua. Hari itu mungkin hanya sehari, tetapi semangat yang dibangun adalah untuk setahun penuh, bahkan seumur hidup.
Karena bagi mereka, dan bagi siapa pun yang menyaksikan, pesannya jelas: setiap anak bisa berdaya, setiap anak bisa berkembang, setiap anak layak diberi ruang untuk bersinar.»(rel)
HUMANIORA
Raih Piala Citra, Yosef Levi Diapresasi Pemkab Sikka
Dukungan nyata bagi ekosistem perfilman daerah masih jadi PR.
Maumere,GardaFlores — Peraih Piala Citra, sutradara Yosef Levi mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Film berjudul Sie yang disutradarainya menjadi pemenang untuk kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik dalam Festifal Film Indonesia (FFI) baru-baru ini. Kemenangan ini menjadi salah satu capaian budaya terbesar Sikka dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah prestasi yang ironisnya lahir di tengah minimnya fasilitas dan ruang kreasi film di daerah.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi, menerima langsung Yosef Levi di Ruang Kerja Bupati, Rabu (03/12/2025). Pertemuan berlangsung hangat, dihadiri Kadis Kominfo Very Awales, Kadis Pariwisata Even Edo Meko, Staf Ahli Bupati Akulinus, serta sejumlah jurnalis daerah.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyerahkan dukungan dana sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Yosef Levi yang mampu membawa nama Sikka ke panggung nasional.
Relokasi Pasar Wuring: Pedagang Mulai Melapor, Tapi Masih Bingung
Prestasi Besar dari Daerah Minim Fasilitas
Bupati Sikka mengakui prestasi Levi sebagai pencapaian luar biasa. “Saudara Yosef Levi tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Sikka dan memperkenalkan daerah kita di dunia perfilman nasional,” ujarnya.
Di balik euforia apresiasi itu, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah keberhasilan Levi lahir dari ekosistem kreatif yang kuat di daerah, atau justru keberhasilan individu yang berjuang nyaris sendirian?

Pemenang Piala Citra Film Dokumenter Pendek Terbaik “SIE”. Yosef Levi (Sutradara) dan Elsyn Puka (Produser), menerima penghargaan. (Tangkapan layar Youtube)
Generasi Muda Butuh Lebih dari Sekadar Ucapan Selamat
Wakil Bupati Simon Subandi menyampaikan harapan agar keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi anak muda Sikka.
“Kami berharap prestasi ini memotivasi generasi muda untuk berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Namun, tanpa kebijakan konkret, harapan itu berisiko berhenti sebagai slogan. Banyak talenta muda Sikka masih menghadapi hambatan klasik: akses peralatan film, pelatihan profesional, hingga ruang berkarya.
Pemerintah Sikka Terima Dokter UGM, Publik Menunggu Bukti Nyata Perbaikan Layanan Kesehatan
Pemerintah Janji Dukung Ekosistem Seni
Pemkab Sikka menyatakan komitmen untuk memperkuat kreativitas anak muda dan mendorong tumbuhnya ekosistem seni, budaya, dan perfilman. Pernyataan ini menjadi momentum penting untuk mengukur keseriusan pemerintah dalam menata sektor kebudayaan yang selama ini kerap berada di posisi pinggir.
Kemenangan Yosef Levi mestinya menjadi alarm bahwa potensi kreatif Sikka ada, besar, dan menunggu untuk diberi panggung yang layak.»(rel)
-
HUMANIORA6 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA4 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
GARDAPLUS5 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai (Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka)
-
HUKRIM4 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA5 months agoMengabdi 10 Tahun, Pendamping PKH di Sikka Diberhentikan Sepihak
-
HUMANIORA8 months agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
