Connect with us

HUMANIORA

Truk Tangki Air Terjun ke Kali di Ngada, Dugaan Rem Blong Masih Diselidiki

Posisi truk masih terbalik di pinggir kali dan belum dievakuasi.

Published

on

“Mobil mendaki dari bawah mau ke atas. Pas sampai di atas, mobilnya kaget-kaget lalu mundur ke belakang. Sopir panik dan melompat keluar, sementara dua orang masih di dalam mobil. Syukur ketiganya selamat, hanya luka-luka ringan, dan satu orang dibawa ke rumah sakit.” FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Sebuah truk tangki air berpelat nomor EB 9642 DK terjun ke kali di belakang Kampung Boripo–Pigasina, tepat di samping Jembatan Boripo, Kabupaten Ngada, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kecelakaan diduga dipicu gangguan pengereman saat kendaraan menanjak di jalur menuju Bajawa.

Truk berkapasitas sekitar 5.000 liter itu dilaporkan melaju dari arah Kampung Boripo menuju Bajawa A dalam kondisi kosong atau belum mengangkut air. Di dalam kendaraan terdapat tiga orang, terdiri atas sopir dan dua rekan sopir yang berada di kabin depan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dua orang mengalami luka ringan akibat benturan dan serpihan kaca, sementara satu korban lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Korban dilaporkan tidak mengalami luka berat.

Kecelakaan menyebabkan bagian depan kendaraan rusak parah dan kaca depan pecah. Hingga Senin siang, posisi truk masih terbalik di pinggir kali dan belum dievakuasi.

Gedung KDMP di Ende Disegel, Sengketa Ganti Rugi Tanaman Seret Nama Kontraktor dan Kades

Salah satu warga di sekitar lokasi, Ose, mengatakan kendaraan sempat kehilangan tenaga saat melewati tanjakan sebelum akhirnya mundur dan jatuh ke kali.

“Mobil mendaki dari bawah mau ke atas. Pas sampai di atas, mobilnya kaget-kaget lalu mundur ke belakang. Sopir panik dan melompat keluar, sementara dua orang masih di dalam mobil. Syukur ketiganya selamat, hanya luka-luka ringan, dan satu orang dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Warga menduga sistem pengereman kendaraan mengalami gangguan sehingga sopir tidak mampu mengendalikan laju truk di jalur menanjak tersebut. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan aparat berwenang.

Saat jurnalis berada di lokasi, petugas Satlantas Polres Ngada belum terlihat melakukan penanganan di tempat kejadian perkara. Sopir dan korban lainnya juga belum dapat dimintai keterangan karena telah dibawa pulang dan sebagian masih menjalani perawatan medis.

Peristiwa itu sempat menarik perhatian warga sekitar karena lokasi kecelakaan berada di jalur penghubung utama menuju Kota Bajawa. Proses evakuasi kendaraan diperkirakan dilakukan setelah pemeriksaan awal dan pengamanan lokasi selesai dilakukan aparat terkait.»(gus)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bupati Sikka Sambangi Pengungsi di Bola, Serahkan Santunan Rp15 Juta

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Bola dan Hewokloang, Sabtu (22/8/2026). Selain menyerahkan santunan Rp15 juta kepada keluarga korban gempa, Bupati menerima laporan kebutuhan air bersih dan obat-obatan dari pengungsi.

Published

on

Setelah dari Dusun Wolokoli, Bupati Sikka melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian di Desa Hokor dan Dusun Krado, Kecamatan Bola, serta Dusun Watudenak, Kecamatan Hewokloang.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Bola dan Hewokloang, Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban meninggal akibat gempa bumi 15 Agustus 2026 dan menerima laporan kebutuhan warga di pengungsian.

Di Dusun Wolokoli, Kecamatan Bola, Juventus mewakili Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyerahkan santunan duka wafat sebesar Rp15 juta kepada keluarga almarhumah Mama Sophia.

Mama Sophia meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Santunan diserahkan secara simbolis kepada keluarga korban. Juventus menyampaikan belasungkawa dan mengatakan pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada keluarga korban serta masyarakat terdampak gempa.

20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa

“Pemerintah hadir dan akan terus bersama masyarakat. Kami ingin memastikan keluarga korban maupun warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan dalam masa sulit ini,” ujar Juventus.

Setelah dari Dusun Wolokoli, Bupati Sikka melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian di Desa Hokor dan Dusun Krado, Kecamatan Bola, serta Dusun Watudenak, Kecamatan Hewokloang.

Dalam dialog dengan pengungsi, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih mendesak, terutama air bersih dan obat-obatan.

Juventus mengatakan seluruh keluhan tersebut telah dicatat untuk ditindaklanjuti pemerintah.

“Semua keluhan sudah kami catat. Kebutuhan air bersih dan obat-obatan akan menjadi prioritas penanganan dalam beberapa hari ke depan. Kami tidak akan membiarkan Bapak dan Ibu berjuang sendiri,” katanya.

Selain kebutuhan pangan dan tempat berlindung, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama warga selama berada di lokasi pengungsian. Obat-obatan juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Golkar Ngada Kirim 7 Mobil Logistik untuk Korban Gempa

Pemerintah Kabupaten Sikka terus mengoordinasikan penanganan bersama BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan air bersih, pelayanan kesehatan dan pendataan warga terdampak.

Kunjungan Bupati ke sejumlah titik pengungsian juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi warga secara langsung, termasuk kebutuhan yang belum terpenuhi di masing-masing lokasi.

Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mengalami kerusakan atau belum dianggap aman untuk ditempati setelah gempa 15 Agustus 2026.

Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Golkar Ngada Kirim 7 Mobil Logistik untuk Korban Gempa

DPD II Golkar Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa. Bantuan meliputi pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan dan kebutuhan dasar.

Published

on

Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan. FOTO: GARDAFLORES/ROBY

NGADA, GardaFlores — DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, Kamis (21/8/2026).

Bantuan tersebut disiapkan setelah muncul kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun sekitar rumah mereka yang terdampak gempa.

Warga di Desa Denatana Timur dan Desa Tadho Timur, misalnya, masih mengandalkan hasil kebun seperti ubi kayu dan buah kestela untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan.

“Kami setiap hari hanya makan mi instan. Kami butuh tenaga untuk siap dalam situasi gempa dan untuk kembali bekerja menghidupi keluarga. Kami butuh suplai makanan yang mengandung vitamin dan protein,” ujarnya.

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Pelepasan tujuh kendaraan logistik dilakukan Ketua DPD II Golkar Ngada Andreas Paru bersama Sekretaris DPD II Golkar Ngada yang juga Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, serta jajaran kader.

Logistik yang dikirim meliputi beras, telur, sayuran, susu, ikan sarden, gula, kopi bubuk, air minum, tikar, terpal, tandon air, genset, obat-obatan, vitamin, minyak telon, minyak kayu putih dan pakaian layak pakai.

Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngada berdasarkan data yang dihimpun di lapangan.

Andreas mengatakan penggalangan donasi DPD II Golkar Ngada dari kader dan masyarakat menghasilkan dana Rp38 juta. Dukungan juga berasal dari struktur Partai Golkar di tingkat pusat dan provinsi.

Menurut Andreas, dana yang dihimpun di tingkat pusat dan provinsi mencapai Rp4 miliar untuk penanganan korban gempa di wilayah daratan Flores. Dana tersebut akan disalurkan melalui DPD II Golkar di wilayah daratan Flores dalam bentuk bantuan logistik.

“Ini bentuk kepedulian Golkar kepada masyarakat Flores yang sedang dilanda musibah. Kami hadir untuk meringankan beban,” tegas Andreas.

Andreas memastikan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan data warga terdampak. Pihaknya berkoordinasi dengan kader di lapangan serta pemerintah kecamatan dan desa untuk menentukan penerima bantuan.

Warga Wolomeze Keluhkan Bantuan Tak Merata, Minta Distribusi Satu Pintu

“Data kami sudah pegang dari hasil kolaborasi antara kader Golkar di lapangan dan pemerintah tingkat camat dan desa. Bantuan ini kami yakin akan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Romilus Juji mengajak berbagai unsur untuk terlibat dalam penanganan korban gempa.

“Kami meminta semua elemen, baik pemerintah, swasta, gereja, organisasi dan lainnya untuk memberikan atensi terhadap korban gempa,” ujarnya.

DPD II Golkar Ngada juga masih membuka posko donasi untuk menghimpun bantuan dari masyarakat.

Bantuan logistik tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan data yang telah dihimpun.»(tim/rel)

Continue Reading

HUMANIORA

20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa

Sebanyak 20 tenda disalurkan kepada warga terdampak gempa di Talibura, Sikka. Bantuan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.

Published

on

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyalurkan 20 unit tenda kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.

Simon mengatakan pemerintah daerah akan terus memastikan kebutuhan warga terdampak ditangani selama masa tanggap darurat.

“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit ini. Bantuan tenda ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara,” ujar Simon.

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Menurut Simon, kebutuhan warga terdampak tidak hanya berupa pangan dan logistik, tetapi juga tempat berlindung, pelayanan kesehatan dan keselamatan.

Ia meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Talibura merupakan salah satu wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan serta unsur terkait masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.

Distribusi bantuan juga menyasar pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah titik, selain warga yang berada di lokasi pengungsian terpusat.

Penyaluran 20 tenda tersebut menjadi bagian dari respons darurat Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memenuhi kebutuhan tempat berlindung warga selama masa tanggap darurat.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending