PENKES
“Kami Gagal Melindungi Anak”: Air Mata Gubernur NTT di Rumah Duka YBR
Gubernur menegaskan komitmen untuk memperbaiki pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, serta melibatkan tokoh adat, agama, dan budaya.
Ngada, GardaFlores – Air mata Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, pecah di rumah duka almarhum YBR (10) di Kampung Dona, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Sabtu (7/2/2026). Tangisan itu bukan sekadar ekspresi duka, melainkan pengakuan terbuka atas kegagalan negara dan sistem sosial dalam melindungi seorang anak.
YBR, siswa sekolah dasar, diduga meninggal dunia secara tidak wajar. Peristiwa ini mengguncang nurani publik dan menjadi perhatian nasional hingga mendapat atensi langsung Presiden Prabowo Subianto. Namun di balik kehadiran pejabat tinggi negara, pertanyaan mendasar terus mengemuka: di mana negara sebelum YBR meninggal?
Dalam kunjungan ke rumah duka, Gubernur Melki Laka Lena secara terbuka memohon maaf kepada ibu, nenek, dan keluarga besar almarhum. Ia mengakui adanya kegagalan serius dalam pelaksanaan program sosial dan berfungsinya pranata sosial di NTT.
“Semoga ke depan kami tidak gagal lagi seperti ini. Jangan lagi ada anak seperti Bastian yang pergi dengan sia-sia karena kita tidak menjalankan program sosial dan pranata sosial dengan baik,” ujar Gubernur dengan suara bergetar.
Tragedi Bocah 10 Tahun di Ngada: Di Balik Senyum YBR dan Surat Kecil yang Mengguncang Nurani Bangsa
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengakuan politis bahwa sistem perlindungan sosial, pengawasan anak, serta kehadiran negara di ruang paling dasar kehidupan warga—keluarga dan kampung—tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Gubernur hadir bersama jajaran kepala daerah dan Forkopimda, di antaranya Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu, serta aparat kepolisian. Rombongan juga meninjau langsung pondok nenek almarhum, lokasi kejadian di sekitar pohon cengkeh, dan makam YBR.
Namun kunjungan dan peninjauan lokasi tidak serta-merta menjawab kegelisahan publik. Mengapa anak berusia 10 tahun bisa berada dalam kondisi rentan tanpa perlindungan memadai? Di mana fungsi layanan pendidikan, perlindungan anak, kesehatan, serta pengawasan sosial di tingkat desa hingga kabupaten?
Gubernur menegaskan komitmen untuk memperbaiki pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, serta melibatkan tokoh adat, agama, dan budaya. Pernyataan ini menjadi penting, tetapi juga menegaskan bahwa selama ini koordinasi antarpranata berjalan lemah.
Di Bawah Sunyi “Mati Golo”, Makam Bocah YBR Terasing dari Kampung dan Masih Berselimut Tanah
“Kami akan memastikan semua pranata—pemerintahan, sosial, adat, budaya, dan agama—bekerja dengan baik agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya.
Tragedi YBR menjadi cermin telanjang bagi NTT: wilayah dengan nilai gotong royong kuat, namun masih menyimpan lubang besar dalam sistem perlindungan anak dan warga rentan. Solidaritas sosial yang diharapkan hidup secara alami ternyata tidak cukup tanpa kehadiran negara yang aktif, responsif, dan berkelanjutan.
Sebelum meninggalkan rumah duka, Gubernur menyerukan kembali nilai “baku lihat, baku sapa, baku sayang, baku bantu.” Namun publik kini menunggu lebih dari sekadar seruan moral: langkah konkret, pertanggungjawaban, dan perubahan sistemik.
Tangis di rumah duka YBR boleh jadi tulus. Tetapi bagi masyarakat, air mata pejabat harus bermuara pada kebijakan nyata, bukan sekadar penyesalan setelah seorang anak kehilangan nyawanya.»(gus)
PENKES
HKN ke-62 Jadi Momentum Perluas Layanan Kesehatan hingga Pelosok, Dinkes Sikka Dorong Transformasi Pelayanan
HKN ke-62 di Kabupaten Sikka diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 sebagai momentum mempercepat transformasi layanan kesehatan agar lebih mudah diakses masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Upaya tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan, mulai dari penyakit tidak menular, persoalan gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga tuntutan masyarakat terhadap layanan yang semakin berkualitas.
Komitmen itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat meluncurkan rangkaian HKN ke-62 di Maumere, Jumat (24/7/2026).
Menurut Petrus, pembangunan kesehatan tidak lagi dapat mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar transformasi layanan benar-benar menjangkau masyarakat.
“Dunia terus berubah. Tantangan semakin besar dan harapan masyarakat semakin tinggi. Karena itu kita tidak boleh menghadapi tantangan baru dengan cara-cara lama. Kita harus berani melakukan transformasi, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Bunda Literasi Sikka Ajak Orang Tua Bangun Budaya Membaca, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
Ia mengatakan sistem pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat agar tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mampu mendorong upaya promotif dan preventif sehingga masyarakat tetap sehat sebelum memerlukan layanan kuratif.
“Kesehatan adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa. Daerah tidak akan maju apabila masyarakatnya tidak sehat. Karena itu pelayanan kesehatan harus semakin humanis, profesional, mudah diakses, dan mampu menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya hadir ketika masyarakat sakit,” ujarnya.
Petrus juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang selama ini bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk di daerah yang sulit dijangkau.

“Pengabdian tenaga kesehatan mungkin tidak selalu mendapat sorotan, tetapi telah menyelamatkan banyak kehidupan. Jangan pernah lelah melayani dan teruslah berinovasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia HKN ke-62 Kabupaten Sikka, Josafat Placidius, mengatakan rangkaian HKN tahun ini difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Hari Anak Nasional: Yang Sesungguhnya Sedang Diuji Adalah Orang Dewasa
Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain promosi dan edukasi kesehatan, olahraga bersama, aksi sosial, serta pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka.
Menurut Josafat, HKN juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi antara Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga.

Penyelenggaraan HKN ke-62 mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Nomor 115 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Hari Kesehatan Nasional ke-62.
Meski tema nasional Hari Kesehatan Nasional 2026 belum diumumkan Kementerian Kesehatan, panitia menetapkan subtema lokal “Gerak Sehat Bersama untuk Maumere Baru” sebagai semangat pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Rangkaian HKN ke-62 di Kabupaten Sikka diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penggerak penguatan pelayanan kesehatan yang lebih merata, preventif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah pelosok.»(rel)
PENKES
Bunda Literasi Sikka Ajak Orang Tua Bangun Budaya Membaca, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
Keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun budaya membaca
MAUMERE, GardaFlores — Budaya membaca harus dimulai dari rumah. Pesan itu menjadi fokus Safari Literasi yang dipimpin Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, di SMP Tananuwa, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Jumat (24/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh kalangan pelajar.
Dalam kegiatan yang bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 itu, Fista mengajak orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat membangun ekosistem literasi yang mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap sekolah, tetapi juga perubahan pola belajar anak akibat perkembangan teknologi digital.
“Anak-anak adalah investasi terbesar Kabupaten Sikka. Jika kita ingin melihat Sikka maju di masa depan, maka hari ini kita harus membangun budaya membaca, membiasakan anak mencintai ilmu pengetahuan dan sains, serta membentuk karakter mereka melalui pendidikan yang baik,” katanya.
Kasus Kekerasan terhadap Anak Jadi Sorotan pada Hari Anak Nasional 2026 di Sikka
Fista menilai kehadiran teknologi tidak boleh menggantikan kebiasaan membaca buku. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang memperkuat kemampuan literasi, bukan membuat anak semakin bergantung pada gawai.
Karena itu, ia mendorong keluarga membiasakan anak membaca di rumah, menyediakan waktu khusus tanpa gawai, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya minat baca.

“Anak harus dekat dengan buku, bukan bergantung pada gawai. Keluarga adalah sekolah pertama yang menentukan kebiasaan belajar mereka,” ujarnya.
Safari Literasi tersebut dihadiri Camat Paga Mario Keraf, Kapolsek Paga beserta jajaran, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Yuvensius Rafael bersama pejabat struktural dan fungsional, Kepala Desa Masebewa, Ketua dan anggota BPD, Bunda Literasi Kecamatan Paga, Ketua TP PKK Desa Masebewa, Kepala SMP Tananuwa, para guru, orang tua siswa, serta Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.
Kepala SMP Tananuwa mengatakan kunjungan Bunda Literasi menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus mengembangkan berbagai program membaca yang telah berjalan. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan koleksi buku dan sarana pendukung sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Hal senada disampaikan Camat Paga Mario Keraf. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari kemampuan literasi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan.
Melalui Safari Literasi, Pemerintah Kabupaten Sikka berupaya memperluas gerakan literasi hingga ke sekolah-sekolah di wilayah kecamatan sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.»(rel)
PENKES
CBN Ngada Bidik Akhiri Penantian Gelar Soeratin U-17, Datang ke Maumere Berbekal Rekam Jejak Tiga Musim
Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin U-17 2026 akan mempertemukan klub-klub terbaik di NTT.
MAUMERE, GardaFlores — Citra Bhakti Ngada (CBN) tidak datang ke Maumere sekadar menjadi peserta Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin U-17 2026. Setelah tiga musim berturut-turut menembus fase akhir kompetisi, klub asal Kabupaten Ngada itu kini memasang target lebih tinggi: mengakhiri penantian dengan meraih gelar juara.
Target tersebut disampaikan Manajer CBN, Eman Suepea, saat tim tiba di Maumere, Kamis (23/7/2026). Ia mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan melalui program seleksi dan latihan intensif selama kurang lebih dua bulan.
Sebanyak 31 orang dibawa ke Maumere, terdiri atas 22 pemain dan sembilan ofisial. Menurut Eman, komposisi skuad dipilih melalui proses seleksi bertahap untuk memastikan hanya pemain dengan performa terbaik yang masuk dalam tim.
“Seleksi dilakukan cukup panjang selama dua bulan hingga akhirnya terpilih 22 pemain yang kami yakini siap bersaing di Soeratin tahun ini,” katanya.
PSN Ngada Jadi Tim Pertama Tiba di Maumere Jelang Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026
Optimisme CBN bukan tanpa alasan. Dalam tiga edisi terakhir, mereka selalu tampil kompetitif. Pada Soeratin U-17 2023 di Bajawa dan 2024 di Kupang, CBN berhasil menembus babak delapan besar. Sementara pada edisi 2025 di Kupang, mereka melangkah lebih jauh dengan merebut peringkat ketiga.
Rekam jejak tersebut menjadi modal utama untuk menatap kompetisi tahun ini.
Sekitar 60 persen pemain berasal dari SMA Citra Bhakti, sedangkan sisanya merupakan pemain muda dari sejumlah sekolah di Kabupaten Ngada yang direkrut melalui proses pembinaan.
“Ini keikutsertaan kami yang keempat. Target kami tentu lebih baik dari tahun lalu,” ujar Eman.

Manajer CBN, Eman Suepea, saat tim tiba di Maumere, Kamis (23/7/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Sebelum bertolak ke Kabupaten Sikka, kontingen CBN dilepas secara resmi oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena. Dalam arahannya, ia meminta seluruh pemain menjaga disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama baik daerah selama mengikuti turnamen.
“Berjuanglah dengan semangat, tetap disiplin, jaga diri, dan harumkan nama Kabupaten Ngada. Sportivitas harus menjadi pegangan utama di setiap pertandingan,” pesannya.
Sesampainya di Maumere, rombongan CBN disambut Diaspora Ngada-Maumere yang mengantar tim menuju penginapan.
Bagi Eman, penyambutan tersebut menjadi energi tambahan bagi para pemain menjelang pertandingan.
Sendratari Toja Bobu Bertahan Lebih dari Empat Abad, Warisan Budaya Sikka yang Terus Hidup
“Ini penyambutan paling meriah yang kami rasakan selama mengikuti Soeratin. Anak-anak tentu merasa mendapat dukungan besar,” katanya.
Ketua Diaspora Ngada-Maumere, Hilarius Mesa, memastikan komunitas Ngada di Kabupaten Sikka akan terus mendampingi tim selama kompetisi berlangsung.
“Kalian tidak sendiri di Maumere. Kami adalah keluarga kalian di sini. Bertandinglah dengan disiplin, semangat, dan sportivitas,” ujarnya.
Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin U-17 2026 akan mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Bagi CBN, turnamen kali ini bukan hanya kesempatan mengejar trofi pertama, tetapi juga mengukuhkan konsistensi pembinaan pemain muda yang telah mereka bangun dalam beberapa musim terakhir.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA12 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM12 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Polres Ngada Tutup Kasus Kematian YBR, Polisi Tegaskan Bocah 10 Tahun di Nenowea Murni Bunuh Diri - Garda Flores %