Connect with us

HUMANIORA

Jelang Hari Pers Nasional, PAWE Ende Turun ke Rumah Warga Miskin, Pers Hadir dengan Empati dan Aksi Nyata

Di setiap kunjungan, PAWE menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.

Published

on

Dedi Wolo: Anjangsana ini merupakan bagian dari komitmen moral wartawan untuk tidak hanya hadir di ruang publik lewat berita, tetapi juga di tengah kehidupan nyata masyarakat. FOTO: GARDAFLORES/ELTON

Ende, GardaFlores — Menyambut Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari, Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menunjukkan bahwa jurnalisme bukan hanya soal memberitakan, tetapi juga tentang menghadirkan empati dan keberpihakan pada kemanusiaan. Jumat (6/2/2026), sejumlah wartawan yang tergabung dalam PAWE melakukan anjangsana ke rumah warga kurang mampu di Kelurahan Onekore dan Kelurahan Paupanda, Kabupaten Ende, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial menyongsong HPN.

Dipimpin langsung Ketua PAWE Ende, Dedi Wolo, bersama panitia dan para wartawan, rombongan menyambangi dua keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, yakni keluarga Bapa Yosef Nai di Onekore dan Ibu Sofia di Paupanda. Kegiatan yang dikoordinatori oleh Elthon Rete ini menjadi wujud nyata kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial di lingkungan terdekat mereka.

Di setiap kunjungan, PAWE menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, mi instan, susu, dan gula, sebagai upaya meringankan beban hidup keluarga penerima manfaat. Bagi keluarga Bapa Yosef Nai, bantuan tersebut terasa sangat berarti. Ia bersama istrinya, Tias Sri Wahyuni, dan dua anak mereka yang masih balita, telah bertahun-tahun tinggal di sebuah gubuk reot di kawasan Nua Wawo, di bawah kaki Gunung Wongge. Dengan penghasilan serabutan yang rata-rata hanya sekitar Rp200 ribu per minggu, keluarga ini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Polres Ende Turun ke Pantai Kota Raja, Aksi Nyata “Polri untuk Masyarakat” Pulihkan Wajah Wisata Pesisir

Kunjungan PAWE ke rumah Bapa Yosef juga didampingi Lurah Onekore, Viktor Gesi Raja, bersama sejumlah staf kelurahan, sebagai bentuk sinergi antara insan pers dan pemerintah setempat dalam memperhatikan kondisi warganya. Viktor menyampaikan apresiasi atas inisiatif PAWE yang dinilainya sebagai contoh kepedulian sosial yang patut diteladani. Ia berharap langkah tersebut dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk ikut melihat dan membantu warga yang hidup dalam keterbatasan.

Ketua PAWE Ende, Dedi Wolo, menegaskan bahwa anjangsana ini merupakan bagian dari komitmen moral wartawan untuk tidak hanya hadir di ruang publik lewat berita, tetapi juga di tengah kehidupan nyata masyarakat. Menurutnya, Hari Pers Nasional seharusnya menjadi momentum bagi insan pers untuk merefleksikan perannya sebagai jembatan suara rakyat sekaligus mitra dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia berharap kegiatan ini mempererat hubungan antara wartawan dan masyarakat serta menumbuhkan solidaritas sosial yang lebih kuat di Kabupaten Ende.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, PAWE Ende ingin menegaskan bahwa pers yang kuat bukan hanya diukur dari keberaniannya mengungkap fakta, tetapi juga dari kemampuannya hadir, mendengar, dan berbagi di tengah mereka yang paling membutuhkan.»(elt)

HUMANIORA

Bupati Sikka Sambangi Pengungsi di Bola, Serahkan Santunan Rp15 Juta

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Bola dan Hewokloang, Sabtu (22/8/2026). Selain menyerahkan santunan Rp15 juta kepada keluarga korban gempa, Bupati menerima laporan kebutuhan air bersih dan obat-obatan dari pengungsi.

Published

on

Setelah dari Dusun Wolokoli, Bupati Sikka melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian di Desa Hokor dan Dusun Krado, Kecamatan Bola, serta Dusun Watudenak, Kecamatan Hewokloang.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Bola dan Hewokloang, Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban meninggal akibat gempa bumi 15 Agustus 2026 dan menerima laporan kebutuhan warga di pengungsian.

Di Dusun Wolokoli, Kecamatan Bola, Juventus mewakili Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyerahkan santunan duka wafat sebesar Rp15 juta kepada keluarga almarhumah Mama Sophia.

Mama Sophia meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Santunan diserahkan secara simbolis kepada keluarga korban. Juventus menyampaikan belasungkawa dan mengatakan pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada keluarga korban serta masyarakat terdampak gempa.

20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa

“Pemerintah hadir dan akan terus bersama masyarakat. Kami ingin memastikan keluarga korban maupun warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan dalam masa sulit ini,” ujar Juventus.

Setelah dari Dusun Wolokoli, Bupati Sikka melanjutkan kunjungan ke sejumlah titik pengungsian di Desa Hokor dan Dusun Krado, Kecamatan Bola, serta Dusun Watudenak, Kecamatan Hewokloang.

Dalam dialog dengan pengungsi, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih mendesak, terutama air bersih dan obat-obatan.

Juventus mengatakan seluruh keluhan tersebut telah dicatat untuk ditindaklanjuti pemerintah.

“Semua keluhan sudah kami catat. Kebutuhan air bersih dan obat-obatan akan menjadi prioritas penanganan dalam beberapa hari ke depan. Kami tidak akan membiarkan Bapak dan Ibu berjuang sendiri,” katanya.

Selain kebutuhan pangan dan tempat berlindung, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama warga selama berada di lokasi pengungsian. Obat-obatan juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Golkar Ngada Kirim 7 Mobil Logistik untuk Korban Gempa

Pemerintah Kabupaten Sikka terus mengoordinasikan penanganan bersama BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan air bersih, pelayanan kesehatan dan pendataan warga terdampak.

Kunjungan Bupati ke sejumlah titik pengungsian juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi warga secara langsung, termasuk kebutuhan yang belum terpenuhi di masing-masing lokasi.

Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mengalami kerusakan atau belum dianggap aman untuk ditempati setelah gempa 15 Agustus 2026.

Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Golkar Ngada Kirim 7 Mobil Logistik untuk Korban Gempa

DPD II Golkar Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa. Bantuan meliputi pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan dan kebutuhan dasar.

Published

on

Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan. FOTO: GARDAFLORES/ROBY

NGADA, GardaFlores — DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, Kamis (21/8/2026).

Bantuan tersebut disiapkan setelah muncul kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun sekitar rumah mereka yang terdampak gempa.

Warga di Desa Denatana Timur dan Desa Tadho Timur, misalnya, masih mengandalkan hasil kebun seperti ubi kayu dan buah kestela untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan.

“Kami setiap hari hanya makan mi instan. Kami butuh tenaga untuk siap dalam situasi gempa dan untuk kembali bekerja menghidupi keluarga. Kami butuh suplai makanan yang mengandung vitamin dan protein,” ujarnya.

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Pelepasan tujuh kendaraan logistik dilakukan Ketua DPD II Golkar Ngada Andreas Paru bersama Sekretaris DPD II Golkar Ngada yang juga Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, serta jajaran kader.

Logistik yang dikirim meliputi beras, telur, sayuran, susu, ikan sarden, gula, kopi bubuk, air minum, tikar, terpal, tandon air, genset, obat-obatan, vitamin, minyak telon, minyak kayu putih dan pakaian layak pakai.

Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngada berdasarkan data yang dihimpun di lapangan.

Andreas mengatakan penggalangan donasi DPD II Golkar Ngada dari kader dan masyarakat menghasilkan dana Rp38 juta. Dukungan juga berasal dari struktur Partai Golkar di tingkat pusat dan provinsi.

Menurut Andreas, dana yang dihimpun di tingkat pusat dan provinsi mencapai Rp4 miliar untuk penanganan korban gempa di wilayah daratan Flores. Dana tersebut akan disalurkan melalui DPD II Golkar di wilayah daratan Flores dalam bentuk bantuan logistik.

“Ini bentuk kepedulian Golkar kepada masyarakat Flores yang sedang dilanda musibah. Kami hadir untuk meringankan beban,” tegas Andreas.

Andreas memastikan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan data warga terdampak. Pihaknya berkoordinasi dengan kader di lapangan serta pemerintah kecamatan dan desa untuk menentukan penerima bantuan.

Warga Wolomeze Keluhkan Bantuan Tak Merata, Minta Distribusi Satu Pintu

“Data kami sudah pegang dari hasil kolaborasi antara kader Golkar di lapangan dan pemerintah tingkat camat dan desa. Bantuan ini kami yakin akan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Romilus Juji mengajak berbagai unsur untuk terlibat dalam penanganan korban gempa.

“Kami meminta semua elemen, baik pemerintah, swasta, gereja, organisasi dan lainnya untuk memberikan atensi terhadap korban gempa,” ujarnya.

DPD II Golkar Ngada juga masih membuka posko donasi untuk menghimpun bantuan dari masyarakat.

Bantuan logistik tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan data yang telah dihimpun.»(tim/rel)

Continue Reading

HUMANIORA

20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa

Sebanyak 20 tenda disalurkan kepada warga terdampak gempa di Talibura, Sikka. Bantuan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.

Published

on

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyalurkan 20 unit tenda kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.

Simon mengatakan pemerintah daerah akan terus memastikan kebutuhan warga terdampak ditangani selama masa tanggap darurat.

“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit ini. Bantuan tenda ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara,” ujar Simon.

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Menurut Simon, kebutuhan warga terdampak tidak hanya berupa pangan dan logistik, tetapi juga tempat berlindung, pelayanan kesehatan dan keselamatan.

Ia meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Talibura merupakan salah satu wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan serta unsur terkait masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.

Distribusi bantuan juga menyasar pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah titik, selain warga yang berada di lokasi pengungsian terpusat.

Penyaluran 20 tenda tersebut menjadi bagian dari respons darurat Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memenuhi kebutuhan tempat berlindung warga selama masa tanggap darurat.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending